Sugar Glider, Satwa Endemik Indonesia dan Australia - INFONEWS.CO.ID

Sabtu, 11 Januari 2020

Sugar Glider, Satwa Endemik Indonesia dan Australia

Sugar Glider, Satwa Endemik Indonesia dan Australia


Hewan Berkantung Indonesia
Sugar Glider (SG) atau Petaurus Breviceps, disebut juga wupih sirsik, hewan omnivora, arboreal, dan nocturnal. Hewan ini termasuk dalam infrakelas Marsupialia.
Wupih sirsik sebutan lain dari Sugar Glider, merupakan satwa endemik dari daratan utama Australia, pulau Papua dan pulau-pulau tertentu di Indonesia. Hewan ini telah didatangkan ke pulau Tasmania, dengan perkiraan pada tahun 1830-an.
Hewan dilindungi yang hidup di alam liar secara berkelompok. Di Indonesia, Sugar Glider terdapat di bagian timur. Diantaranya Papua, Halmahera dan Maluku. Termasuk hewan nocturnal. Karena aktif di malam hari, sebaiknya berikan kandang luas untuknya bermain. Kadang juga dia barking (menggeram) di malam hari.
Bentuk SG yang mini, bisa dengan mudah jika dibawa kemana-mana oleh pemiliknya. Bang Ivan, si pemilik Papua lucu ini, kerap membawanya dalam kantung (saku) celana. Tidak repot, karena SG akan dengan mudah beradaptasi. Kebanyakan ia akan langsung tertidur jika merasa nyaman dengan aroma yang sudah ia kenali sejak lama.
Si mini SG ini, agak sedikit mirip tupai (bajing). Mungkin karena kemampuan terbangnya, beberapa menyebutnya dengan tupai terbang. Sugar Glider (SG) mampu hidup 10-20 tahun.
Copyrights belong to ejiebulla

BERITA TERKAIT

BERITA TERBARU

Loading...
© Copyright 2018 INFONEWS.CO.ID | All Right Reserved