INFONEWS.CO.ID

INFONEWS

Ads

RELIGIUS

INFO TERKINI

OPINI RAKYAT

INFO RAMADAN

INFO BUDAYA

Selasa, 19 November 2019

Pastikan Maju di Pilkada 2020, Yutris Can Mendaftar di PAN dan NasDem


SOLOK - Ketua DPD Partai Golkar Kota Solok yang juga Ketua DPRD Kota Solok tiga periode, Yutris Can, SE, secara resmi mendaftar di DPW Partai NasDem Sumbar, sebagai Calon Walikota Solok, Senin (18/11/2019). Yutris Can datang sekira pukul 14.30 WIB, didampingi Anggota DPRD Kota Solok dari Partai Golkar, Nasril In Dt Malintang Sutan, Anggota DPRD Kabupaten Solok dari Partai NasDem, M Hidayat, B.Sc, dan Wakil Ketua DPD Golkar Kota Solok Armon Amir. Rombongan diterima langsung Sekretaris DPW Partai NasDem Sumbar, Muzmaizer Dt Gamuak dan sejumlah Wakil Ketua DPW Partai NasDem Sumbar, di antaranya Maspul dan Syamsir.

Yutris Can dalam sambutannya di hadapan pengurus DPW Partai NasDem Sumbar menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pengurus Partai NasDem Kota Solok. Sebelumnya, DPD Partai NasDem Kota Solok telah membuka pendaftaran Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Solok yang telah berakhir pada tanggal 23 Oktober 2019 lalu.



"Kami dari Partai Golkar pada waktu pendaftaran tersebut tidak sempat menyiapkan persyaratan karena kesibukan. Namun dengan mendaftarnya kami di DPW Partai NasDem Sumbar, tidak mengurangi persayaratan untuk mencalonkan diri untuk diusung sebagai calon Walikota Solok pada pemilihan kepala daerah pada tahun 2020 mendatang. Kami siap untuk membangun komunikasi dengan Partai NasDem," tegasnya.

Sebelumnya, Yutris Can secara resmi mengambil formulir pendaftaran Bakal Calon Walikota Solok ke DPD Partai Amanat Nasional Kota Solok, Selasa (12/11/2019). Pengambilan formulir tersebut diwakili oleh Sekretaris Partai Golongan Karya Kota Solok, Fauzi Rusli, SE, MM, beserta beberapa orang pengurus lainnya. Rombongan diterima langsung oleh Ketua Partai Amanat Nasional Kota Solok, Jon Hendra, beserta pengurus DPD PAN Kota Solok. Termasuk Wakil Ketua DPW PAN Sumbar, Irman Yefri Adang.



Ikutnya Yutris Can dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Solok tahun 2020 mendatang, langsung mengubah peta politik Pilkada Kota Solok. Yutris Can yang akrab disapa Boris tersebut, disebut-sebut bakal menjadi kuda hitam di kontestasi BA 1 P. Pasalnya, sebagai Ketua DPRD Kota Solok tiga periode, pamor dan kapasitas Yutris Can sudah teruji. Termasuk saat mempertahankan Partai Golkar tetap menjadi pemenang Pileg di Kota Solok.

Hubungannya dengan sejumlah tokoh politik dan tokoh masyarakat di Kota Solok terbilang sangat padu. Sehingga, saat ini, Yutris Can dinilai sudah pantas memegang kendali eksekutif. Bukan lagi di legislatif yang telah tiga kali dibuktikannya via Pileg 2009, 2014, dan 2019.

Sebagai figur yang sangat mengerti kondisi Kota Solok, Yutris Can juga memiliki hubungan kekerabatan dan sosial dengan para mantan Walikota Solok. Seperti dengan Syamsu Rahim yang sebelumnya sama-sama kader Golkar. Dengan Walikota Solok saat ini, Zul Elfian, sebagai mitra eksekutif dan legislatif. Bahkan dengan Wako Solok periode 2010-2015, Irzal Ilyas Dt Lawik Basa, yang kini menjadi Anggota DPRD Sumbar. Antara Yutris Can dan Irzal ada hubungan bapak dan anak dalam keluarga besar di KTK Kota Solok.



Apalagi, sebagai Ketua Partai Golkar Kota Solok, Yutris Can saat ini memiliki kekuatan kuat untuk maju. Dalam Pileg 17 April 2019 lalu, Partai Golkar meraih tiga kursi, yakni Yutris Can, Ramadhani Kirana Putra, dan Nasril In Dt Malintang Sutan. Untuk menjadi calon walikota Solok, minimal harus empat kursi. Artinya, Yutris butuh minimal satu kursi lagi untuk menjadi Cawako Solok 2020.

Hingga saat ini, selain Yutris Can, ada setidaknya tiga kandidat Walikota Solok yang telah mengungkapkan keinginannya maju di kontestasi Pilkada Kota Solok 2020. Mereka adalah petahana, Wakil Walikota Solok Reinier, Ketua Partai Gerindra Kota Solok Ismael Koto, dan calon dari perseorangan Fauzi Ella Sliano. (IN-001)

Sabtu, 16 November 2019

6 Pesepakbola Nasional yang Berstatus PNS

JAKARTA - Pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) selalu dinantikan banyak orang. Bekerja sebagai PNS bisa dibilang menjadi daya tarik tersendiri buat banyak orang, tak terkecuali para pesepak bola.
Banyak yang beranggapan, menjadi pegawai negeri sipil bisa menjamin masa depan. Jika diterima menjadi PNS hidupnya akan terjamin hingga usia tua.
Kondisi tersebut yang membuat pendaftaran CPNS selalu membeludak. Bahkan, para pemain bola pun ikut menaruh minat menjadi PNS.
Beberapa pemain bola Indonesia menyandang status pelayan negara, baik yang sudah pensiun maupun yang masih aktif bermain. Siapa sajakah mereka?
Berikut Bola.com merangkum dari berbagai sumber, pesepak bola Indonesia yang menyandang status Pegawai Negeri Sipil (PNS).
2 of 7

1. Ricardo Salampessy

Ricardo Salampessy
Pemain Persipura, Ricardo Salampessy. (Bola.com/Nicklas hanoatubun)
Pemain Persipura Jayapura, Ricardo Salampessy, merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berkantor di Pemkot Jayapura. Sesuai bidang yang ia geluti, Ricardo bertugas di Dinas Pemuda dan Olahraga.
Ia bertugas menyelesaikan tugas harian serta menyelenggarakan kegiatan di bawah naungan Dinas Pemuda dan Olahraga. Namun, tugas-tugas tersebut dikerjakan saat tidak ada agenda latihan ataupun pertandingan.
Pekerjaan sebagai PNS tersebut tentunya menjadi tabungan setelah pensiun dari dunia sepak bola. Meskipun begitu, ia mengaku masih menomorsatukan sepak bola dan Persipura.
3 of 7

2. Boaz Salossa

Boaz Solossa
Striker Persipura Jayapura, Boaz Solossa. (Dok)
Selain Ricardo Salampessy, pemain Persipura Jayapura lainnya, Boaz Solossa juga menjadi PNS di Papua. Boaz tercatat aktif sebagai PNS di Kantor Otonomi Daerah Provinsi Papua sejak lulus dari Universitas Cenderawasih pada 2013.
Meskipun terkenal garang di depan gawang lawan, ia sangat kalem dan elegan saat mengenakan seragam dinas. Bagi Boaz, pekerjaan menjadi PNS tak asing lagi karena ia besar di lingkungan keluarga yang bekerja sebagai PNS.
4 of 7

3. Okto Maniani

img_okto-100211.jpg
Okto Maniani. (Dok)
Pemain asal Papua lainnya yang berstatus PNS ialah Okto Maniani. Okto mulai diangkat menjadi PNS sejak 2016.
Okto Maniani yang kala itu menjadi pemain Persiba Balikpapan harus keluar karena diterima menjadi pelayan negara di wilayah Raja Ampat, Papua.
Meskipun begitu berstatus PNS, Okto tak meninggalkan sepak bola. Sejak diangkat menjadi PNS, ia bermain untuk beberapa tim seperti Arema, Madura United, Perserang Serang, Persewar Waropen.
5 of 7

4. Zaenal Arif

Zaenal Arif
Zaenal Arif, menikmati kesibukan sebagai PNS di Dispenda Kota Bandung. (Bola.com/Fahrizal Arnas)
Mantan pemain Persib Bandung, Zaenal Arif, menjadi PNS setelah tak aktif lagi di sepak bola. Zaenal Arif bertugas di Dinas Pendapatan Daerah Kota Bandung.
Di kantor tersebut Zaenal Arif bertugas menyosialisasikan pajak ke masyarakat umum. Seperti pegawai negeri sipil pada umumnya, Zaenal Arif bekerja dari jam 07.00 hingga 16.30.
Bahkan tak jarang ia harus pulang larut malam. Apalagi saat Zaenal Arif dipilih sebagai duta pajak Kota Bandung pada 2016.
6 of 7

5. Ilham Jaya Kesuma

Ilham Jaya Kesuma
Striker legendaris Timnas Indonesia, Ilham Jaya Kesuma. (Bola.com/Benediktus Gerendo Pradigdo)
Ilham Jaya Kesuma tercatat aktif sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemkab Tengerang. Top scorer Piala Tiger 2004 itu bertugas di Dinas Cipta Karya.
Meskipun tercatat sebagai PNS, Ilham tak bisa melepas kecintaanya dengan sepak bola. Pada musim ini, Ilham ditunjuk menjadi asisten pelatih Persita Tangerang di Liga 2.
7 of 7

6. Cecep Supriatna

cecep_supriatna_130126c.jpg
Cecep Supriatna. (Dok)
Mantan pemain Persib Bandung lainnya, Cecep Supriatna, juga mengabdi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ia berkantor dengan Zaenal Arif di Dinas Pelayanan Pajak Kota Bandung.
Jadi, bagi Anda yang tinggal di kota Bandung, memungkinkan bertemu dengan Cecep atau  Zainal Arif saat bertugas dalam sosialisasi pelayanan pajak. (***)

Jumat, 15 November 2019

Tiga Pencuri dengan Modus Pecah Kaca Mobil di Simpang Rumbio Solok, Ditangkap di Lubuk Linggau

SOLOK - Sebanyak tiga orang kawanan pencuri dengan modus pecah kaca mobil yang terjadi di depan Ruko Jalan Dt. Perpatih Nan Sabatang RT 01/RW 01, Kelurahan Simpang Rumbio, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok, pada Kamis, 7 November 2019 lalu, ditangkap di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, Rabu (13/11/2019). Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan korban Arfen Muchtar (54) dengan Laporan Polisi Nomor: LP/ 64/XI/2019/Polsek Kota Solok Kota, tanggal 7 November 2019.

Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Solok Kota bersama personel Polsek Kota Solok menangkap tiga tersangka di Lubuk Linggau, Sumsel. Ketiganya adalah Heru Handoyo (34), warga Jalan Ketitiran RT 04, Kelurahan Tanjung Indah, Kecamatan Lubuk Linggau Barat I, Kota Lubuk Linggau, Sumatera Selatan. Kemudian Fitra Patriot (31), warga Jalan Cempaka Blok A No. 90 RT 06, Kelurahan Tanjung Aman, Kecamatan Lubuk Linggau Barat I, Kota Lubuk Linggau, Sumatera Selatan. Serta Yufran (27), warga Dusun Kampung Jeruk, Desa Kepala Curup, Kecamatan Binduriang, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu.

Kapolres Solok Kota AKBP Ferry Suwandi, melalu Kasat Reskrim Iptu Defrianto dan Kapolsek Kota Solok AKP Zamri Elfino, menyatakan kronologis kejadian berawal saat Arfen Muchtar pada hari Kamis, 7 November 2019 sekira pukul 13.40 WIB, mengambil uang sebesar Rp 200.000.000 (dua ratus juta rupiah) di kantor Bank BRI Cabang Solok,  dengan maksud akan disetorkan kembali ke rekening bos korban ke Bank BNI Solok. Korban pulang ke ruko untuk mengambil slip setoran tunai Bank BNI dengan mengendarai Mobil merk Mitsubhisi L300 Pick Up warna Hitam Nopol BA 8131 PN. Sesampai di depan ruko korban memarkirkan mobil tersebut, sementara uang tunai tersebut berada di dalam mobil dengan keadaan pintu mobil terkunci.

Berselang lima menit kemudian, korban kembali lagi ke mobil tersebut. Korban mendpaati pintu kaca pintu mobil sebelah kiri telah pecah dan uang tunai sebesar Rp 200 juta yang terbungkus dalam plastik tersebut telah hilang. Atas kejadian itu, korban melaporkan ke Polsek Kota Solok.

Setelah adanya laporan tersebut, Sat Reskrim Polres Solok Kota bersama personel Polsek Kota Solok kemudian dilakukan penyelidikan. Hasil penyeldikan mengarah ke pelaku yang berada di Kota Lubuk Linggau, Sumatera Selatan. Petugas kemudian berangkat ke Lubuk Linggau melakukan penangkapan terhadap tiga orang tersangka, setelah berkoordinasi dengan Polres dan Polsek setempat.

Dalam penangkapan, petugas hanya menemukan sisa uang tunai sebanyak Rp 2.350.000. Sisanya, uang Rp 200 juta sebelumnya sudah dibelikan ke sejumlah barang. Di antaranya sepeda motor merek Suzuki Satria FU warna hitam Nopol B 4677 NDM, sepeda motor merek Honda Beat Street warna hitam Nopol B 6325 VPI, 2 buah helm warna hitam, 1 unit HP merek samsung warna putih, 1 unit HP merk samsung warna hitam, 1 buah sendal warna hitam hijau merk treksta, dan 1 helai baju switer warna hitam merk LGS.

Ketiga pelaku disangkakan Pasal 363  KUHP, dengan ancaman pidana maksimal 7 tahun penjara. (IN-001) 

Kamis, 14 November 2019

Dua Pengedar Ganja Diamankan di Pasaraya Solok dan Nan Balimo

SOLOK - Satuan Reserse Narkoba Polres Solok Kota melakukan penangkapan terhadap dua pelaku tindak pidana penyalahgunaan Narkoba jenis ganja di Wilayah Hukum Polsek Kota Solok, Rabu malam (13/11/2019). Dua pelaku yang dijaring adalah Arif Subhan alias Kabuik (25), yang ditangkap di Gang Tangah Meja Besi, Los Pasaraya Kota Solok. Hasil dari pengembangan, ditangkap Rahmat Sandra (26) di Jalan Tembok Raya, Kelurahan Nan Balimo Kota Solok. Dari tangan kedua pelaku, petugas mengamankan dua paket besar ganja kering dan sejumlah paket kecil.

Kapolres Solok Kota AKBP Ferry Suwandi melalui Kasat Res Narkoba AKP Dodi Apendi, mengungkapkan pennagkapan terhadap Arif alias Kabuik, berawal dari banyaknya laporan dari masyarakat bahwa di Los Pasar Raya, Kelurahan PPA Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok sering terjadi transaksi narkotika Gol I jenjs tanaman ganja kering. Tim Satres Narkoba kemudian melakukan penyelidikan dan pada hari Rabu tanggal 13 November 2019 dan sekira pukul 22.30 WIB. Petugas mengamankan seseorang yang sedang duduk di Gang Tengah Meja Besi Los Pasaraya Solok, yang kemudian diketahui bernama Arif Subhan alias Kabuik.

Saat hendak diamankan terlapor berusaha membuang 1 (satu) buah bungkusan plastik putih ke bawah kursi dan saat dilakukan pemeriksaan terhadap badan terlapor ditemukan 1 (satu) buah plastik warma hitam yang berisikan 5 (lima) paket yang diduga berisikan narkotika Gol I jenis tanaman Ganja Kering yang dibungkus dengan kertas warna putih dan 1 (satu) Paket yang diduga berisikan narkotika Gol I jenis Tanaman Ganja Kering yang dibungkus dengan kertas putih di saku celana bagian depan sebelah kanan, serta 1 (satu) paket kecil yang diduga berisikan narkotika Gol I jenis tanaman Ganja kering yang dibungkus dengan plastik biru disaku celana belakang sebelah kanan serta 1 (satu) unit handphone merk Nokia warna hitam disaku celana depan sebelah kiri.

Saat dilakukan pemeriksaan terhadap bungkusan plastik putih yang dibuang oleh terlapor berisikan yang diduga berisikan narkotika Gol I jenis Tanaman Ganja Kering yang dibungkus dengan lakban coklat. Arif kemudian digelandang ke Mapolres Solok Kota dengan Laporan Polisi Nomor : LP/274/A/XI/2019/Polres Solok Kota, tanggal 13 November 2019.

Usai mengamankan Arif, petugas kemudian melakukan pengembangan kasus. Dari hasil interigasi, Arif mengakui sudah menyerahkan sebagian paket ganja kepada Rahmat Sandra. Dari informasi itu, tim lansung menuju kediaman Rahmat di Jalan Tembok Raya RT 001/RW 003, Kelurahan Nan Balimo, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok.

Sekira pukul 23.30 WIB, petugas berhasil mengamankan Rahmat dan saat dilakukan pemeriksaan terhadap rumah tersebut di temukan 1 (satu) paket kecil yang diduga berisikan narkotika Gol I jenis tanaman ganja kering yang dibungkus dengan plastik hitam di celah-celah langit-langit kamar.

Rahmat juga menunjukan tempat menyimpan sisa ganja yang diserahkan oleh Arif kepadanya. Yakni di bawah lantai sebuah pondok yang berjarak lebih kurang 100 meter dari rumahnya. Petugas juga mengamankan alat komunikasi terlapor berupa 1 (satu) unit handphone merk Vivo warna gold. (IN-001)

Rabu, 13 November 2019

Pelaku Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes Medan Akhirnya Terungkap

MEDAN - Identitas pelaku peledakan bom bunuh diri di Mapilrestabes Mdan, Sumatera Utara, akhirnya terungkap. Pelaku seorang mahasiswa warga Jalan Nangka Medan Petisah. Pelaku berinisial RMN usia 24 tahun merupakan warga Medan asli diduga meledakkan dirinya sendiri saat memasuki komplek Mapolrestabes Medan, Jalan HM Said Kota Medan, Rabu (13/11/2019).

Pelaku peledakan bom bunuh diri yang mengguncang Mapolrestabes terlihat dalam rekaman CCTV. Dalam rekaman CCTV tersebut tampak RMN sedang mengenakan setelan jaket hijau kombinasi hitam sedang berjalan mengenakan ransel.

Gambar rekaman CCTV ini beredar di grup WhatsApp, hingga akhirnya pria itu meledakkan diri dan terdengar suara ledakan yang cukup keras di Mapolrestabes Medan, Rabu pagi.



Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengatakan, pelaku ledakan bom bunuh diri di Markas Polrestabes Medan, Rabu (13/11/2019), diketahui berjumlah satu orang.

Saat ini, tim yang terdiri atas Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri, Inafis, dan Pusat Laboratorium Forensik masih di lapangan untuk melakukan proses olah tempat kejadian perkara (TKP). Hal itu dilakukan guna memastikan identitas pelaku.

"Nanti dengan teknologi yang dimiliki Inafis, nanti sidik jarinya (jika) berhasil diambil dengan baik, dan pelaku juga memiliki e-KTP, nanti database tersebut akan terkoneksi dengan data Dukcapil (Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil)," kata Dedi seperti dikutip dari Kompas TV.

"Sehingga dalam waktu yang tidak lama identitas pelaku akan diketahui," ujar dia.

Setelah identitas diketahui, ia menambahkan, nantinya Tim Densus 88 Antiteror Polri akan melakukan pengembangan. Hal ini untuk mengetahui apakah pelaku terkait jaringan teroris tertentu atau justru hanya simpatisan yang bergerak sendiri (lone wolf).

"Semuanya masih berproses. Tim Densus 88 bersama stakeholder terkait masih bekerja di lapangan," kata Dedi.

Selain itu, ia mengatakan, seluruh partikel ledakan yang berada di sekitar lokasi akan dikumpulkan untuk kemudian diuji di laboratorium forensik. Upaya itu dilakukan untuk mengetahui apakah ledakan yang terjadi berjenis low explosive atau high explosive.

"Demikian juga senyawa-senyawa yang digunakan pelaku untuk merakit bomnya," ucapnya.

Terduga pelaku bom bunuh diri RMN alias Dede (24) diketahui pernah tinggal di Jalan Jangka Gang Tentram No 89 B, Kelurahan Sei Putih Barat, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan. Di Gang yang memiliki lebar jalan sekitar 1,5 meter yang merupakan rumah orangtua terduga pelaku tampak bercat putih dengan cat pintu dan kosen jendela didominasi warna merah.

Sedangkan pagar rumahnya tampak cat merah yang sudah terkelupas. Salah seorang tetangga yang juga merupakan sepupu pelaku, Maya (41) mengatakan bahwa selama mengenal Dede, sewaktu lajang dia aktif di organisasi remaja masjid.

"Dia pernah jadi remaja masjid. Itu dulu dia pas masih lajang. Tapi semenjak sudah nikah enggak tahu apa kegiatannya," kata Maya di dekat rumah pelaku, Rabu (13/11/2019).

"Dia semenjak nikah ikut istrinya di Marelan. Tapi enggak tahu posisi pastinya dimana," sambungnya.

"Dijelaskan Maya bahwa dirinya cuma sekali ke rumah Dede yaitu sewaktu mereka menikah. Kami pergi ramai-ramai naik mobil. Itupun jalannya sudah enggak tanda karena jauh ke Marelan.

"Dia dipanggil Dede pindah semenjak sudah nikah. Mungkin sekitar tiga tahun yang lalu," tuturnya.

"Orangtuanya sudah tidak ada. Jadi anaknya yang sudah berumahtangga dan belum punya rumah tinggal disini," jelas Maya.

Tak lama berselang, seusai mewawancarai sepupu pelaku, Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Eko Hartanto keluar dari dalam rumah keluarga terduga pelaku mengenakan celana keper hitam dan kemeja putih.

Namun, Eko yang coba dimintai keterangan terkait kasus tersebut enggan untuk memberikan jawaban atas hasil pemeriksaan yang dilakukan dirinya bersama anggota di dalam rumah keluarga pelaku tersebut.

"Nanti saja ya, saya tidak bisa berikan keterangan sekarang," ucap Eko singkat sembari berlalu pergi menaiki mobil.

Informasi yang dihimpun kejadian terjadi sekitar pukul 08.45 WIB. Sekira pukul 08.00 WIB, diduga pelaku masuk ke Polrestabes Medan menggunakan jaket ojek online. Pelaku masuk melalui pintu depan menuju Bagian Operasi. Sesampai disana, pelaku meledakkan diri dan mengakibatkan korban jiwa luka-luka.

Akibat peristiwa itu beberapa orang terluka. Di antaranya Kasi Propam luka di bagian tangan. Termasuk pekerja harian lepas J Purba luka dibagian wajah, anggota Propam dan Piket Bagian Operasi.

Informasi terbaru identitas Kasi Propam adalah Kompol Abdul Mutholib. Ketiga korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara. Pelaku dinyatakan meninggal dunia dengan tubuh hancur akibat bom bunuh diri tersebut.

Dilokasi polisi telah berjaga-jaga dan menutup jalan. Sampai saat ini sedang dilaksanakan olah TKP, pengamanan dan penyelidikan.

Sementara itu Polri memastikan ledakan yang terjadi merupakan bagian dari aksi bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan Jalan HM Said Medan, Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu pagi (13/11/2019). Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.45 WIB. Menurut Polri, ledakan itu terjadi di sekitar kantin Polrestabes Medan.

"Ya betul," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo ketika dikonfirmasi, Rabu (13/11/2019).

Dedi mengungkapkan, petugas saat ini langsung melakukan olah Tempat Kerjadian Perkara (TKP).

"Saat ini sedang dilakukan olah TKP oleh Densus (88) dan Polda Sumatera Utara. (Kami) menunggu hasil investigasi (lebih) lanjut," kata dia.

Pasalnya, diduga terjadi bom bunuh diri, di Jalan HM Said nomor 1. Pantauan Tribun Medan di lokasi, terlihat petugas labfor tengah melakukan olah TKP. Di lokasi juga terlihat garis polisi telah terpasang di seputaran lokasi.

"Di luar lokasi, terlihat petugas tengah melakukan pengamanan ketat. Jalan HM Said di kawasan Mapolrestabes Medan untuk sementara ditutup petugas. Tolong ya bagi yang tidak berkepentingan agar meninggalkan lokasi," ujar salah seorang petugas.

Terkait peristiwa tersebut, seratusan warga masih terlihat memadati lokasi. Pecahan seperti kaca terlihat di seputaran tempat kejadian.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal menyatakan bahwa pelaku yang meledakkan bom di Markas Polrestabes Medan, Sumatera Utara, Rabu (13/11/2019) diduga berjumlah satu orang. Orang yang diduga sebagai pelaku itu meninggal dunia akibat aksi bom bunuh diri.

"Diduga satu orang, berdasarkan informasi pertama," kata Iqbal saat ditemui di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11/2019).

Sementara itu korban yang jatuh terhitung saat ini berjumlah enam orang. Empat orang di antaranya adalah anggota Polri, satu orang merupakan pegawai harian lepas, dan satu orang lain merupakan masyarakat sipil.

Ia menambahkan, saat ini Densus 88 Antiteror Mabes Polri bersama tim Polrestabes Medan dan Polda Sumatera Utara masih mengolah TKP dan menginvestigasi secara mendalam kasus tersebut.

"Saat ini Densus 88 Antiteror dengan tim Polrestabes Medan dan Polda Sumatera Utara sedang bekerja untuk melakukan proses selanjutnya. Apakah jaringan ini masuk dalam jaringan apa dan lain-lain, tunggu saja," kata dia.

Namun manajemen Gojek tak mau mengomentari pemakaian seragam Gojek dalam aksi bom bunuh diri ini.

"Kami mengutuk aksi teror yang terjadi di Polrestabes Medan pagi ini dan berduka cita atas jatuhnya korban dari aksi teror tersebut.

Kami tidak dapat berkomentar mengenai atribut terduga pelaku," ujar Vice President of Corporate Communications Gojek, Kristy Nelwan, Rabu (13/11/2019)

Ia mengatakan Gojek telah dengan segera menghubungi dan berkoordinasi dengan pihak berwajib serta siap untuk memberikan seluruh bantuan dan dukungan yang diperlukan untuk proses investigasi. (*/IN-001)

Selasa, 12 November 2019

Bobol ATM dengan Skimmer, WN Rumania Tewas Ditembak

JAKARTA - Satu dari dua pembobol dana nasabah tewas ditembak Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Pria asal Rumania itu tewas ditembak lantaran menyerang petugas dengan merebut senjata api (senpi) saat disergap. Tersangka SV kemudian dilarikan petugas untuk mendapat pertolongan namun sesampai di RS Fatmawati Jakarta Selatan ia menghembuskan nafas terakhir. Sementara rekannya, CRR yang juga WN Rumania menyerah saat dibekuk di lokasi yang sama di kawasan Kemang Raya Jakarta Selatan.

"Mereka kami amankan di saat ingin mengambil alat Spy Cam dan Deep Skimmer yang dipasang di salah satu ATM di kawasan Kemang Raya, Jakarta Selatan. Satu tersangka melakukan perlawanan merebut senpi petugas sehingga dilakukan tindakan tegas terukur,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, dikutip poskota.com, Senin (11/11).

Dikatakan, dalam melancarkan aksinya para tersangka mencari lokasi ATM yang memungkinkan untuk dipasang alat Spy Cam dan Deep Skimmer. Setelah mendapat lokasi yang sesuai, mereka memasang kedua alat tersebut dan ditinggal dalam jangka waktu tertentu.

"Kemudian para pelaku kembali ke lokasi tersebut untuk mengambil alat yang terpasang dan selanjutnya dilakukan pencurian data milik nasabah. Data yang telah dicuri tersebut dimasukkan ke kartu ATM yang telah disiapkan. Dan kartu ATM itu digunakan untuk penarikan tunai di ATM," ujar Kombes Argo.

Laporan Bank

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto menambahkan, kasus tersebut berawal dari adanya komplin dari 17 nasabah dan salah satu bank yang menyanggah adanya penarikan tunai di ATM Jakarta pada tanggal 26 dan 27 Oktober 2019. Bank pun membuat laporan modus skimming dengan kerugian Rp137 juta.

Berdasarkan laporan itu Unit 4 Subdit Resmob melakukan penyelidikan dan analisa dan menemukan lokasi pencurian data diduga berada di beberapa ATM di sekitar Jalan Wolter Mongonsidi periode sekitar tanggal 20 Oktober 2019. Pencurian data tersebut terdapat penarikan tunai pada tgl 26 – 27 Oktober 2019 di daerah Kalimalang, Otista, Jakasampurna, Cideng, Tomang, Kemang dan Suryopranoto.

Berdasarkan hasil analisa tersebut tim melakukan lidik manual di lapangan. Dan tim mendapatkan temuan bahwa terdapat pemasangan spycam dan deep skimmer di ATM Jl. Kemang Raya Jakarta Selatan. Tim lalu melakukan pengintaian di lokasi ATM yang sudah terpasang spycam dan deep skimmer.

Kemudian pada Sabtu (9/11/3019) sekitar pukul: 02.00 WIB, ATM tersebut didatangi 2 orang dengan ciri-ciri yang sama dengan orang yang diduga pelaku sesuai rekaman CCTV. Pada saat keduanya mengambil spycam dan deep skimmer di ATM tersebut, tim langsung melakukan penangkapan.

Pada saat penangkapan salah satu dari tersangka SV melakukan perlawanan dan merebut senjata api petugas, lalu diberikan tembakan peringatan dua kali namun tersangka malah petugas sehingga dilakukan tindakan tegas terukur ditubuhnya. Tersangka akhirnya tewas saat mendapat perawatan di RS Fatmawati, Jakarta Selatan.

Dari kedua tersangka, polisi menyita Deep Insert Skimmer, Spy Cam, 2 laptop, Amperemeter merk Krisbow, 2 Battery HP untuk spy cam, 4 baterai HP yang sudah dimodifikasi, solder, kikir besi, lem tembak merk krisbow, penggaris, soldering gun, tang capit, sweater biru dan abu yang digunakan tersangka memasang alat.

Selain itu juga disita kabel lan, cutter, tang buaya, kunci inggris, guling timah, Hardware tools, obeng min dan plus, meteran, charger spy cam yang sudah di modifikasi, 2 double tip, conector, MMC 16GB, alat pencabut deep insert skimmer, lem besi, alat copy data yang sudah di modifikasi, 3 amplas halus, motor aerox merah dan 2 Paspor atas nama para tersangka. (*/IN-001)

Sabtu, 09 November 2019

Tak Hanya Aibon, Ima Mahdiah Temukan 27 Anggaran Janggal di RAPBD DKI 2020


JAKARTA - Anggota DPRD DKI dari Fraksi PDIP Ima Mahdiah kembali menemukan anggaran janggal dalam rancangan APBD DKI 2020. Eks staf Gubernur DKI Jakarta terdahulu, Basuki Tjahja Purnama atau Ahok, itu menyatakan akan mempertanyakan anggaran ini dalam rapat di Badan Anggaran pekan depan.

Ima menemukan anggaran janggal tersebut saat menyisir dokumen Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020 yang terbaru. Nilai anggaran janggal tersebut mulai dari belasan hingga ratusan miliar dan diusulkan seluruhnya oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

"Temuan ini sumbernya di dokumen yang sudah direvisi dan terbaru. Yang total anggarannya Rp 89 triliun," kata Ima saat ditemui di ruang kerjanya, Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Kamis 7 November 2019, seperti dikutip tempo.co.

Daftar Anggaran Janggal Temuan Ima Mahdiah

1. Ballpoint: Rp 633,6 miliar
2. Tinta printer: Rp 258,3 miliar
3. Laptop: Rp 217,4 miliar
4. Komputer PC: Rp 206,7 miliar
5. Kertas F4: Rp 186,7 miliar
6. Buku guru tematik kelas II: Rp 127,7 miliar
7. Lem aibon: Rp 126,2 miliar
8. Meja tulis: Rp 105,3 miliar
9. Buku folio: Rp 78,7 miliar
10. Tinta/toner printer: Rp 59,1 miliar
11. Kursi murid: Rp 53,04 miliar
12. Pasir: Rp 52,1 miliar
13. Tinta printer laserjet: Rp 43,4 miliar
14. Thinner: Rp 40,1 miliar
15. Balliner: Rp 37,3 miliar
16. Helm proyek: Rp 34,2 miliar
17. Kalkulator: Rp 31,6 miliar
18. Penghapus cair: Rp 31,6 miliar
19. Tinta Fujixerox Docuprint 3105 (CT350936): Rp 26,05 miliar
20. Cat minyak berwarna: Rp 19,7 miliar
21. Cat tembok: Rp 18,9 miliar
22. Kaca bening: Rp 18,5 miliar
23. Toner printer: Rp 16,5 miliar
24. Penjilidan buku registrasi akta catatan sipil: Rp 16,1 miliar
25. Rotring: Rp 15,6 miliar
26. Lemari: Rp 10,4 miliar
27. Air mineral: Rp 10,1 miliar

Ima menyatakan anggaran tersebut masuk dalam komponen alat peraga yang ditujukan untuk sekolah seperti SMP Negeri, SMK jurusan bisnis manajemen serta SMK jurusan teknologi. Dia menyoroti anggaran pengadaan pasir dan cat tembok yang bukan untuk rehabilitasi sekolah.

"Di luar dari rehab. Ini Bantuan Operasional Pendidikan (BOP). Itu kami telusuri," ucap Ima. "Enggak tau apa yang digunakan dari pasir (untuk pelajar)."

Temuan Ima ini menambah panjang daftar anggaran janggal yang muncul ke publik. Sebelumnya, anggaran janggal itu juga ditemukan oleh anggota DPRD DKI seperti William Aditya Sarana dari PSI dan Ida Mahmudah dari PDIP perjuangan.

Selain itu, sejumlah lembaga swadaya masyarakat seperti FITRA (Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran), ICW (Indonesia Corruption Watch), dan IBC (Indonesia Budget Centre) juga mengungkapkan sejumlah anggaran janggal dalam APBD DKI.

Berikut daftar panjang temuan anggaran janggal dalam rancangan APBD DKI 2020 yang ditemukan sebelumnya:

1. Pengadaan lem aibon - Rp 126 miliar (Awalnya William PSI menemukan Rp 82 miliar di Sudin Pendidikan Jakarta Barat namun dikoreksi oleh FITRA yang menyebut anggaran ini ada di semua Satuan Kerja Perangkat Daerah)
2. Pengadaan ballpoint - Rp 579,9 miliar (William PSI menemukan anggaran Rp 123 miliar di Sudin Pendidikan Jakarta Timur, FITRA menemukan anggaran pengadaan ballpoint secara total Rp 579,9 miliar)
3. Jasa konsultan penataan pemukiman kumuh - Rp 556 juta per RW (Ada 39 RW yang rencananya akan ditata Pemprov DKI Jakarta pada 2020.)
4. Jasa konsultan revitalisasi Taman Margasatwa Ragunan - Rp 75 miliar
5. Honor pembuat pidato Gubernur DKI Jakarta (Duplikasi anggaran) - di Biro Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri Rp 390 juta dan di Sudin Komunikasi, Informasi dan Statistik Kepulauan Seribu Rp 240 juta.
6. Anggaran revitalisasi trotoar - Rp 1,2 triliun (tidak jelas berapa km trotoar yang akan direvitalisasi)
7. Anggaran pengecatan jalur sepeda - Rp 73 miliar untuk 49 kilometer (usulan anggaran naik dari sebelumnya Rp 4,4 miliar namun belakangan direvisi menjadi Rp 62 miliar)
8. Pembelian guntung rumput 1324 unit - Rp 223 juta
9. Pembelian buku folio - Rp 78,8 miliar

Temuan anggaran janggal dalam racangan APBD DKI 2020 ini kemungkinan masih akan bertambah mengingat pembahasan masih akan berlangsung hingga akhir November. Pekan depan, pembahasan akan dilanjutkan di Badan Anggaran DPRD DKI. (*/IN-001)

Porwil Sumatera Berakhir, Sumbar di Peringkat Keempat


BENGKULU - Perhelatan Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Sumatera X 2019, resmi berakhir. Turnamen resmi sebagai ajang penyaringan atlet untuk tampil di pekan Olahraga Nasional (PON) ini, telah dilaksanakan sejak tanggal 3 November hingga 9 November 2019. Kontingen Provinsi Riau sukses menjadi juara umum dengan meraih 95 medali, yang terdiri dari 35 medali emas, 23 perak, dan 37 perunggu.

Diposisi kedua, diraih oleh Provinsi Sumatera Utara dengan perolehan medali sebayak 67 medali, yang terdiri dari 25 medali emas, 16 medali perak, dan 26 medali perunggu. Posisi ketiga disusul oleh tuan rumah, yakni Provinsi Bengkulu dengan perolehan 56 medali. Dengan rincian yakni 25 medali emas, 13 perak, dan 18 medali perunggu.

Selanjutnya peringkat ke empat sampai dengan peringkat sepuluh diraih oleh Sumatera Barat dengan jumlah medali sebanyak 83 medali, Kepulauan Bangka Belitung dengan 63 medali, Provinsi Aceh 37 medali, Provinsi Lampung 50 medali, Provinsi Jambi 38 medali,  Sumatera Selatan 43 medali dan yang terakhir ditempati oleh Kepulauan Riau dengan 19 medali.

Apresiasi KONI Pusat

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, yang datang langsung ke arena Porwil, mengapresiasi tuan rumah Bengkulu. Didampingi Ketua KONI Provinsi Bengkulu, Mufron Imron, dan Ketua Besar Porwil Sumatera X Kolonel INF Dwi Wahyudi, Marciano memantau sejumlah pertandingan Porwil. Mulai dari Bulu Tangkis, Voli hingga Muaythai.
"Saya sangat mengapresiasi kegiatan Porwil Sumatera X tahun 2019 yang berlangsung di Provinsi Bengkulu. Terlebih lagi pada panitia penyelenggara. Penyelengaraan Porwil di Provinsi Begkulu berjalan dengan baik. Saya berikan apresiasi kepada seluruh panitia yang terlibat dan telah bekerja keras untuk menyelenggarakan Porwil ini," kata Marciano, Rabu (6/11).
Marciano juga mengungkapkan masyarakat sangat antusias menyambut dan menyaksikan helatan Porwil Sumatera X.

"Kita bisa lihat hasilnya, antusias dari  masyarakat Bengkulu terhadap pertandingan itu begitu besar dan itu sangat baik bagi peningkatan prestasi olahraga," sambungnya.

Kendati demikian, Marciano berharap ajang Porwil ini menjadi salah satu ajang penyeleksian dan persiapan untuk menyambut PON pada tahun 2020 mendatang, bagi provinsi Bengkulu.

"Saya yakin dengan adanya Porwil ini, merupakan salah satu kebangkitan bagi Provinsi Bengkulu dalam pemilihan olahraga dan ini baik untuk semua. Porwil ini adalah satu-satunya yang berjalan yakni Porwil Sumatera dan ini saya rasa persiapan untuk 10 Provinsi dalam menghadapi PON dengan sangat baik sekali," tutup Marciano. (*/IN-001)

Senin, 04 November 2019

Ikut Pilkada 2020, Anggota Dewan Tak Harus Mundur


JAKARTA - Kabar terbaru muncul terkait eskalasi Pilkada 2020 mendatang. Kepala Sekretaris Nasional Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (Seknas ADKASI), Syamsu Rizal, SE, M.Si, mengungkapkan, untuk mencalonkan diri sebagai Kepala Daerah, Anggota DPR, DPD Dan Anggota DPRD Provinsi serta Anggota DPRD Kabupaten tidak harus mundur.

"Untuk mencalonkan diri sebagai Kepala Daerah, Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan Anggota DPRD Kabupaten tidak harus mundur, cukup cuti saja," ujar Iday, sapaan akrab Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tebo ini, seperti dikutip Jambione.com.

Syamsu Rizal menjelaskan, anggota DPR, DPD dan Anggota DPRD tidak harus berhenti apabila mencalonkan diri sebagai sebagai Calon Kepala Daerah (Cakada) merupakan hasil dari revisi UU No. 10 tahun 2016 tentang persyaratan Calon Kepala Daerah.

"Revisi UU No. 10 tahun 2016 tersebut sudah disepakati oleh seluruh fraksi DPR RI dan telah disetujui oleh Presiden, tinggal ketok palu saja," kata Iday.

Ketua DPC Partai Demokrat Tebo ini juga mengatakan bahwa revisi UU No. 10 tahun 2016 tentang persyaratan Cakada tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan ADKASI dan ADEKSI.

"Jadi Revisi UU No. 10 Tahun 2016 ini adalah salah satu hasil dari perjuangan ADKASI selama ini, dan semoga juga menjadi catatan sejarah," tambah Iday.

Kepala Seknas Asosiasi himpunan dari 415 Kabupaten ini berharap kepada seluruh pimpinan dan anggota DPRD yang maju di Pilkada bisa memenangkan kontestasi secara bermartabat.

"Semoga rekan-rekan pimpinan dan anggota DPRD yang maju di Pilkada bisa memenangkan kontestasi secara bermartabat, dan tentunya tidak melupakan teman-teman di DPRD setelah menjadi Kepala Daerah," tegasnya. (*/IN-001)

Sabtu, 02 November 2019

Enzo Allie, Taruna Keturunan Perancis Diwisuda

MAGELANG - Nama taruna satu ini Enzo Z Allie sempat viral dan bikin heboh karena dia keturunan prancis. Dia juga ramai dibicarakan karena dikaitkan dengan paham tertentu.
Namun TNI jauh hari sudah menyatakan Enzo Z Allie tak terpapar paham tertentu dan dinyatakan lolos seleksi untuk mengikuti pendidikan tiga bulan di Lembah Tidar Magelang.
Kamis (31/10/2019), 860 Prajurit Taruna dan Bhayangkara (Prabhatar) Akademi TNI dan Kepolisian diwisuda.
Para calon perwira TNI dan Kepolisian ini diwisuda secara langsung oleh Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di Akademi Militer, Magelang.
Satu diantara calon perwira TNI dan Polisi itu adalah Enzo Z Allie.

Dia ikut berdiri diantara 890 taruna dan bhayangkara yang diwisuda.
Enzo Z Allie yang merupakan prajurit taruna keturunan Prancis masih jadi sorotan para Orangtua dari para taruna dan bhayangkara.
Bahkan beberapa Orangtua dari para taruna dan bhayangkara ada yang antusias dengan Enzo.
Diantara mereka bahkan beberapa kali meminta foto bersama Enzo.
Enzo sendiri mengaku rindu, setelah tiga bulan tidak dapat bertemu dengan orangtuanya.
"Kangen, tetapi saya harus sabar. Tentunya bahagia," ujarnya.
Ibunda Enzo pun hanya terdiam dan menangis haru setelah bertemu dengan anaknya.
Kisah Enzo
Enzo Zenz Allie, seorang warga negara Indonesia keturunan Prancis, berhasil masuk sebagai calon Taruna Akademi TNI tahun 2019.
Enzo adalah keturunan Prancis. Ayahnya adalah warga negara Prancis. Sementara, ibunya dari Sumatera Utara, Indonesia.
Ia lahir di Prancis, dan sempat mengenyam Sekolah Dasar (SD) di sana.
Sang ayah bernama Jean Paul Francois Allie.
Enzo Zenz Allie, calon Taruna Akademi TNI keturunan Prancis, berbaris menuju tempat upacara pembukaan pendidikan dasar kemitraan Caprabhatar Akademi TNI-Akpol Tahun 2019 di Lapangan Sapta Marga, Akademi Militer, Magelang, Selasa (6/8). (Rendika F/Tribun Jogja)
Ibunya, Siti Hajah Tilaria. Ketika, ayahnya meninggal di tahun 2012 lalu, Ibunya membawa Enzo pulang kembali ke Indonesia.
Di Indonesia, Enzo bersekolah di SMP, dilanjutkan dengan pendidikan Pesantren di daerah Serang.
Seusai lulus pendidikan di sekolah, Enzo berkeinginan untuk menjadi seorang perwira.
Ia pun mengikuti seleksi Calon Taruna Akademi TNI.
Seleksi panjang dan sulit ditempuh.
Ia pun berhasil masuk dan menjadi calon Taruna Akademi TNI.
Tiga bulan ke depan, ia akan menempuh pendidikan dasar di Akademi Militer Magelang.
Komandan Jenderal Akademi TNI Laksdya TNI Aan Kurnia, S Sos, M M, membenarkan ada seorang calon Taruna Akademi TNI yang merupakan warga negara Indonesia keturunan Prancis.
Ayahnya berkebangsaan Prancis, sementara Ibunya dari Sumatera Utara.
Sepeninggal ayahnya, Enzo dan ibunya kembali ke Indonesia dan menjadi WNI.
Ia pun mengenyam pendidikan di Indonesia, sempat masuk pesantren, sampai kemudian ia mengikuti seleksi calon taruna Akademi TNI, dan dinyatakan lolos
"Iya betul ada calon taruna keturunan. Bapaknya Prancis, Ibunya orang Sumatera Utara. Kemudian sejak bapaknya almarhum, dibawa oleh ibunya ke indonesia dan dimasukkan ke pesantren," ujar Laksdya TNI, Aan Kurnia, Selasa (6/8/2019) di sela upacara pembukaan pendidikan dasar kemitraan Caprabhatar Akademi TNI-Akpol Tahun 2019 di Lapangan Sapta Marga, Akademi Militer, Magelang.
Menurut Aan, Enzo adalah seorang pemuda yang berbakat.
Ia dapat menguasai empat bahasa, baik Inggris, Prancis, Jerman hingga Jepang. Pengetahuan agama dan mengajinya pun dinilainya bagus.
Secara kemampuan fisik, Enzo sudah memenuhi standar sebagai Calon Taruna, meski dengan wajah berkulit putih atau bule.
"Itu ngajinya saja saya mungkin kalah. Ngajinya hebat. Agamanya bagus. Dia juga bisa menguasai empat bahasa, Inggris, Prancis, Jerman, Jepang. Terpenting, dia sudah menjadi warga negara indonesia. Kalau bukan WNI, ga boleh dong, walaupun wajahnya bule," katanya.
"Yang jelas kita punya standar, kalau standar ga menenuhi ya jelas ga masuk. Jangankan dia, anak pejabat atau jenderal banyak yang ikut seleksi di Akademi TNI dan Kepolisian, tetapi tidak masuk. Namun banyak juga yang anak dari tukang di bengkel, buruh, dan masyarakat menengah ke bawah masuk, karena mereka bagus," tambah Aan.
VIDEO Perjuangan Enzo, Remaja Blasteran Prancis Jadi Taruna Akmil Magelang (Youtube Batalyon TV)
Aan mengatakan, penerimaan WNI keturunan ini bukan yang pertama kali. Ia sempat mengetahui dulu ada seorang Komandan Korps Marinir (Dankormar) di Angkatan Laut yang merupakan WNI keturunan Belanda.
Sama dengan Enzo, ia juga berkulit putih atau bule. Terpenting adalah ia sudah menjadi Warga Negara Indonesia.
"Bukan pertama kali ada ini (Calon Taruna dari warga keturunan). Dulu pernah di AL, ada Dankormar, senior sekali tapi sudah pensiun. Beliau keturunan belanda. Wajahnya ya sama kayak Enzo juga tapi sudah WNI. Kalau sudah menenuhi WNI ya bisa," tutur Aan.
Usai lulus dalan seleksi panjang menjadi calon Taruna Akademi TNI, Enzo kini dapat berdiri tegap bersama ratusan calon taruna dari Akademi TNI dan Kepolisian, mengikuti upacara pembukaan pendidikan dasar kemitraan Caprabhatar Akademi TNI-Akpol Tahun 2019 di Lapangan Sapta Marga, Akademi Militer, Magelang pada Selasa (6/8) ini.
Selama tiga bulan ke depan, ia dan ratusan calon Taruna Akademi TNI dan Kepolisian dididik dan digembleng mental dan fisiknya di Akademi Militer Magelang.
Pendidikan dasar ini akan dilaksanakan selama tiga bulan. Kemudian ada pendidikan lanjutan untuk para Taruna Akademi TNI baik matra darat, laut dan udara, selama tiga bulan lagi, hingga berpangkat Kopral Taruna.
Wisuda
Mereka yang diwisuda terdiri dari 596 prajurit taruna Akademi TNI dan 264 Bhayangkara Dua Taruna Akademi Kepolisian tahun 2019. Para taruna dan bhayangkara ini telah menyelesaikan pendidikan tiga bulan di Resimen Chandradimuka Akademi TNI Magelang.
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, menyampaikan selamat dan kebanggaannya atas para prajurit taruna dan bhayangkara yang telah lulus pendidikan selama tiga bulan di Resimen Chandradimuka, Akademi TNI, Magelang.
"Latihan tersebut tidak hanya membentuk calon Prajurit Taruna Akademi TNI yang menjiwai Sapta Marga dan Sumpah Prajurit serta calon Bhayangkara Dua Taruna Akademi Kepolisian yang menjiwai Tri Brata dan Catur Prasetya. Ini sebagai upaya membentuk sinergitas TNI/Polri dalam melaksanakan tugasnya di tengah-tengah masyarakat,” kata Hadi, Kamis (31/10/2019).
Taruna terbaik yakni Pratar Jonathan Kevin Maulita Simanjuntak (Akmil), Pratar Evan Gerard Imanuel Boantua (AAL) dan Pratar Jakaromandan (AAU) dan Bharatar Suryo Bimantoro (Akpol). Kemudian untuk taruni yakni Pratar Rini Darma Putri (AAL), Pratar Ardila Febriyanti Rizky (AAU) dan Bharatar Maria Alin Agustin Puspasari (Akpol).
Setelah lulus tahap ini, para taruna dan bhayangkara ini akan melanjutkan pendidikan di Akademi TNI dan Akademi Kepolisian. Hadi pun berpesan kepada para taruna dan bhayangkara untuk menyiapkan kemampuan terbaiknya karena pendidikan selanjutnya akan semakin berat.
"Jadilah perwira yang profesional membawa anggota dan satuan kearah profesionalisme, sekaligus membina hubungan kerja sama yang baik dengan masyarakat sekitar,” tuturnya. (Tribunjogja.com |Rendika Ferri)

INFO TNI POLRI

Loading...

INFO DAERAH

INFO BEKASI

INFO SPORT

INFO BALI

© Copyright 2018 INFONEWS.CO.ID | All Right Reserved