INFONEWS.CO.ID

INFONEWS

Ads

RELIGIUS

INFO TERKINI

OPINI RAKYAT

INFO RAMADAN

INFO BUDAYA

Rabu, 26 Februari 2020

IGI dan PGRI Protes Penggundulan Guru, Ini Penjelasan Polisi

SLEMAN - Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI), Muhammad Ramli Rahim menuntut Kapolri, Jenderal Idham Aziz untuk mundur dari jabatannya jika oknum polisi yang membotaki guru di Sleman, Yogyakarta, tidak dihukum berat. Hukuman berat harus diberikan kepada oknum polisi tersebut karena dianggap telah menghina profesi guru dengan cara memotong rambutnya hingga botak.

Menurut Ramli, peristiwa pemotongan rambut hingga botak terhadap guru-guru yang diduga lalai dalam menjalankan tugasnya sehingga kegiatan yang didampinginya merenggut nyawa anak-anak didiknya adalah sebuah penghinaan terhadap profesi guru. Hukuman yang berat, kata Ramli, pantas diberikan kepada oknum polisi tersebut.

"Jika Kapolri tidak memberikan hukuman tersebut, kami menuntut Kapolri untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Penghinaan terhadap profesi guru tidak boleh dibiarkan begitu saja meskipun sang guru berstatus terduga melakukan kelalaian sehingga mengakibatkan hilangnya nyawa siswa SMPN 1 Turi," ujar Ramli.

Muhammad Ramli Rahim

Dikatakan Ramli, peristiwa susur sungai yang telah merenggut nyawa siswa SMPN 1 Turi tentu saja menjadi persoalan serius. Ramli sangat yakin tidak ada sedikitpun unsur kesengajaan oleh pihak guru pendamping untuk secara sengaja mencelakai siswanya apalagi hingga membunuh siswanya.

"Harus kita akui bahwa ada kekeliruan dan kelalaian sehingga menimbulkan korban jiwa. Tetapi juga diyakini bahwa tidak ada unsur kesengajaan oleh guru tersebut untuk menghilangkan nyawa anak didiknya," tegas Ramli.

IGI, lanjut Ramli menyerahkan proses tersebut sepenuhnya untuk diproses secara hukum. IGI sangat menghargai dan sangat mengapresiasi kawan-kawan organisasi guru lainnya yang telah lebih awal menurunkan tim bantuan hukum untuk mendampingi kawan-kawan guru kita yang mendapatkan musibah.

"Terlepas dari kesalahan dan kelalaian mereka sesungguhnya tidak layak polisi memperlakukan mereka dengan cara menghinakan mereka dengan memotong rambutnya hingga botak. Apalagi memasarkannya ke publik. Hal ini menimbulkan persepsi seolah polisi jauh lebih menghargai koruptor yang membunuh kemanusiaan dibanding guru yang secara tidak sengaja lalai yang menimbulkan korban jiwa," tutur Ramli.


Para polisi ini lupa, ungkap Ramli, kalau mereka tidak akan pernah menjadi polisi tanpa peran guru sedikitpun. Ramli melanjutkan bahwa para polisi yang menggunduli ini seolah lupa bahwa membaca dan menulispun mereka tidak akan mampu jika tanpa dibantu oleh guru. Karena itu, terang Ketum IGI itu, seharusnya polisi tersebut bukan mempermalukan guru dengan cara-cara seperti itu tetapi seharusnya mereka memperlakukan guru dengan cara yang baik dengan tetap mengedepankan proses hukum dan asas praduga tak bersalah.

"Guru-guru ini juga memiliki keluarga dan kehormatan keluarga mereka juga harus dijaga karena mereka melakukan semua itu tanpa unsur kesengajaan tetapi murni karena kelalaian dan faktor alam. Kami dari IGI tentu saja sangat prihatin dengan jatuhnya korban dari peristiwa susur sungai ini. IGI wilayah Yogyakarta bahkan telah mengumpulkan dana dari berbagai pihak untuk disalurkan kepada keluarga korban dan juga keluarga guru yang sedang bermasalah," tutup Ramli.



Penjelasan Polisi

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto memberikan penjelasan atas protes terkait guru yang jadi tersangka kasus susur sungai di Turi Sleman digunduli.

"Menyikapi protes yang disampaikan, Propam Polda DIY dari tadi pagi sedang melakukan pemeriksaan di Polres Sleman untuk mengetahui pelanggaran yang dilakukan oleh anggota," kata Yuliyanto, Rabu (26/2/2020).

"Jika nanti terbukti ada pelanggaran maka akan dilakukan tindakan kepada petugas yang menyalahi aturan," tambah dia.


Sebelumnya tiga tersangka kasus susur sungai Sempor yang menewaskan 10 pelajar SMPN 1 Turi Sleman Yogyakarta dihadirkan saat jumpa pers di Polres Sleman Selasa (25/2/2020). Semua tersangka termasuk dua orang guru mengenakan baju tahanan berwarna oranye dengan rambut gundul. Hal itu kemudian diprotes oleh Pengurus Besar PGRI melalui akun Twitter resmi mereka.

"Pak Polisi, kami marah & guru. Tak sepatutnya para guru2 kau giring dijalanan & dibotakin seperti kriminal tak terampuni. Mrk memang salah tapi program Pramuka itu legal & jadi agenda pendidikan. Jangan ulangi lagi! Seblm semua guru turun," cuit akun Twitter resmi PGRI pada Selasa (25/2/2020) sore.

Namun sekitar pukul 22.00 WIB cuitan tersebut dihapus. Pada 22.04 WIB akun tersebut mengunggah cuitan soal klarifikasi dihapusnya cuitan sebelumnya.

"Demi menjaga silang pendapat yg lebih luas, kami hapus twitt itu. Mhn semua pihak menghormati proses hukum. Tiada seorang gurupun berniat celakakan muridnya. Kami juga amat sedih.Tolong polisi ikuti SOP, semua sama di depan hukum," cuitnya.

Polres Sleman memublikasikan tiga tersangka yang dinilai lalai saat kejadian tewasnya 10 pelajar SMPN 1 Turi, Sleman Yogyakarta pada kegiatan Pramuka: susur Sungai Sempor pada Jumat (21/2/2020).

Tiga tersangka merupakan pembina Pramuka yakni Isfan Yoppy Andrian (36), Riyanto (58), Danang Dewo Subroto (58). Yoppy merupakan guru Olahraga dan Riyanto adalah guru Seni Budaya di sekolah tersebut. Keduanya adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Sementara Danang merupakan pembina Pramuka dari luar sekolah. Ia merupakan pekerja swasta yang memiliki sertifikat kursus mahir dasar (KMD).

Di depan awak media di Polres Sleman, Selasa (25/2/2020) Yoppy mengakui karena kelalaiannya menyebabkan siswa-siswinya celaka hingga membuat 10 di antaranya meninggal dunia

"Saya mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada instansi saya SMPN 1 Turi karena atas kelalaian kami terjadi hal seperti ini," ujar Yoppy.

"Kami sangat menyesal dan memohon maaf kepada keluarga korban terutama kepada korban yang sudah meninggal," tambahnya.

Yoppy mengatakan sudah menjadi risiko dirinya untuk bertanggung jawab sebagai pembina Pramuka sekaligus guru.

"Jadi memang sudah menjadi risiko kami sehingga apapun yang menjadi keputusannya nanti akan kita terima. Kemudian, semoga keluarga korban bisa memaafkan kesalahan-kesalahan kami," kata dia.

Dalam pengakuannya, Yoppy yang menjadi inisiator dalam kegiatan susur sungai itu berdalih kondisi sungai saat sebelum kejadian aman. Sehingga ia yakin ratusan siswanya dapat mengikuti kegiatan itu dengan selamat.

"Karena cuaca belum seperti pas kejadian jadi pada saat itu jam 13.15 saya siapkan anak-anak kemudian 13.30 saya berangkatkan itu cuaca masih belum hujan. Kemudian saya mengikuti sampai ke sungai di atasnya di jembatan itu airnya juga tidak deras," katanya.

Saat sampai di garis mula untuk susur sungai kata dia air juga tidak deras. Sesampainya di garis mula Yoppy meninggalkan siswa, ia pergi ke bank dengan alasan mentransfer uang. Ia yakin meninggalkan anak-anak karena terdapat teman yang mendampingi siswa dan terbiasa mengurus susur Sungai Sempor.

"Sehingga saya juga yakin aja enggak akan terjadi apa-apa," katanya.

Yoppy tetap berkukuh agar susur sungai yang menurutnya bagian dari latihan pembentukan karakter tetap terlaksana. Susur sungai menurutnya penting untuk mengenalkan anak-anak pada sungai karena anak-anak saat ini dinilai banyak yang tidak lagi bermain di sungai.

Sementara tersangka Riyanto menyatakan ia tak ikut mendampingi 249 siswa terjun ke sungai karena menunggui barang-barang siswa di sekolah dan melakukan presensi terhadap anak-anak usai susur sungai.

Riyanto yang merupakan Ketua Gugus Depan Pramuka di sekolah tersebut mengatakan tak mencegah ratusan siswa untuk melaksanakan susur sungai karena cuaca dinilainya masih memungkinkan.

"Kalau nanti terjadi (sesuatu di lapangan), waktu itu berangkat dilepas dari sekolah itu yang saya amati mendungnya itu pengamatan saya itu tipis," ujarnya. (*/IN-001)

Sumber: acehsiana.com, tirto.id

Wakapolda Beri Pembekalan ke Siswa Diktuk Bintara SPN Polda Sumbar

PADANG - Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Roedy Sumardiyanto memberikan pembekalan kepada 2020 siswa pendidikan dan pembentukan (Diktuk) Bintara (BA) Polri 2019/2020 di SPN Polda Sumbar, Rabu (26/2/2020). Roedy Sumardiyanto menyampaikan permohonan maaf dari Kapolda Sumbar Irjen Toni Harmanto yang pada kesempatan ini tidak bisa hadir. Karena, awalnya Kapolda Sumbar yang memberikan pembekalan tersebut.

"Kapolda menyampaikan permohonan maaf tidak bisa hadir, karena ada agenda rapat koordinasi dengan Gubernur dan Bupati/Walikota," ucap Wakapolda Sumbar.

Pembekalan tersebut dihadiri oleh pejabat utama Polda Sumbar, pejabat SPN Polda Sumbar dan para pembina serta pengasuh siswa SPN Polda Sumbar. Sebelumnya, Kepala SPN Polda Sumbar Kombes Pol Rifki Piliang, S.Ik menyampaikan bahwa pada tahun 2019/2020, SPN Polda Sumbar mendidik sebanyak 220 siswa.

"Dari 220 siswa, 184 diantaranya petugas umum (Gasum), 16 Bintara talent scouting dan Bintara kompetensi khusus, sedang 20 lainnya merupakan titipan pendidikan dari Pusdik Brimob," katanya.



Di hadapan para siswa Diktuk Bintara Polri 2019/2020, Brigjen Pol Rudy mengharapkan agar seluruh siswa yang sebentar lagi akan dilantik menjadi anggota Polri, untuk selalu berbuat baik kepada masyarakat

"Tetap menjadi abdi negara dan masyarakat yang baik," kata Wakapolda Sumbar saat memberikan pembekalan.

Menjelang pesta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Provinsi Sumatera Barat, Brigjen Pol Rudy menegaskan bahwa selaku anggota Polri tidak diperbolehkan untuk mendukung salah satu pasangan calon.

"Polisi tidak boleh politik praktis, karena sudah diatur dalam Undang-undang," tuturnya.

Jenderal bintang satu tersebut juga mengajak kepada siswa, apabila sudah menjadi anggota Polri harus bersatu dan bekerjasama dengan masyarakat.

"Harus proaktif, berpartner dan bermitra dengan masyarakat. Cari kawan, baik tokoh masyarakat maupun tokoh-tokoh lainnya," pungkasnya. (IN-001)

Selasa, 25 Februari 2020

Hendra-Mahyuzil Penuhi Syarat Calon Independen di Kabupaten Solok

SOLOK - Kerja keras Komisioner KPU Kabupaten Solok terkait pengecekan blanko dukungan yang berlangsung selama dua hari. Akhirnya, Senin (24/2/2020) menetapkan pasangan Hendra Saputra SH, M.Si - Mahyuzil Rahmat, S.Ag yang disingkat RAMAH (HendRA–MAHyuzil), memenuhi syarat dukungan sebagai calon peserta yang maju dari jalur perseorangan pada Pilkada Kabupaten Solok 2020.

Penetapan itu ditandai dengan penyerahan "Berita Acara" hasil pengecekan pemenuhan jumlah dukungan dan sebaran dukungan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Solok.

Ketua Dewan Relawan RAMAH, Sukhrawardi kepada awak media menyebutkan, penyerahan berita acara hasil pengecekan pemenuhan jumlah dukungan dan sebaran dukungan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Solok 2020.

"Alhamdulillah, dinyatakan lolos dan memenuhi syarat. Insya Allah, kita lanjutkan perjuangan ini di tahap berikutnya, Mohon doa," utur Sukhrawardi yang dikenal dengan kepribadian terbuka dan sangat ramah.

Anggota KPU Kabupaten Solok, Defil,  menyebutkan pihaknya telah menetapkan pasangan RAMAH telah memenuhi syarat jumlah dukungan sebanyak  24 ribu lebih e-KTP, dari syarat minimal 23.962 e-KTP. 

"Pengecekan dan penghitungan, kami lakukan selama dua hari," ujarnya.

Untuk proses selanjutnya, kata Defil, KPU akan melakukan verifikasi administrasi selama 1 (satu) bulan. Sedangkan untuk verifikasi faktual, akan berlangsung selama 21 hari.

"Syarat minimal dukungan hanya 23. 962 e-KTP. Sedangkan dari hasil hitungan kami, jumlah dukungan pasangan RAMAH berada di atas angka 24 ribu lebih e-KTP," kata Defil.

Seperti halnya pada Jumat kemarin (21/2/2020). Defil menuturkan bahwa pasangan Hendra-Mahyuzil telah menyerahkan syarat dukungan ke KPU sebagai pasangan calon yang maju dari jalur perseorangan.

Terpisah, pengamat politik Kabupaten Solok, Hemdrius AS, menyebutkan keputusan Hendra-Mahyuzil maju dari jalur independen, tentunya pasangan itu sepenuhnya menjadi milik rakyat.

"Dengan adanya kandidat nan maju dari jalur perseorangan, maka pemilih punya alternatif pilihan yang lebih tepat," terangnya.

Menurut Hendrius, calon independen akan dapat melebarkan laju gerakan masyarakat secara lebih luas. Artinya, ia bisa lebih merdeka mengambil keputusan dalam memenuhi kepentingan rakyat. Menurut Hendrius, bukti dukungan akan menjadi salah satu referensi yang efektif untuk menganalisa potensi suara.

"Karena hal ini merupakan salah satu referensi, tentunya akan efektif pula untuk dijadikan sebagai bahan perbandingan strategi meng-update kantong kantong suara. Data bukti dukungan rakyat itu. Insya Allah, akan menjadi medium untuk bertahan atau berada di puncak kemenangan, ujar Hendrius AS. (IN-001)

Deklarasi Boris-Adang; Menepis Keraguan, Penguatan Bagi Relawan

Sisi Lain Deklarasi Balon Walikota-Wakil Walikota Solok 2020, Yutris Can-Irman Yefri Adang
Menepis Keraguan, Penguatan Bagi Relawan


Deklarasi pasangan bakal calon (Balon) Walikota dan Wakil Walikota Solok 2020, Yutris Can-Irman Yefri Adang (Boris-Adang) di gedung Kubung Tigobaleh, Kota Solok, Sabtu sore (22/2/2020), begitu membahana. Banyak pesan-pesan tersirat dalam deklarasi pasangan yang berlatar belakang politikus tersebut. Apa yang membuat beda dan apa yang ditawarkan Boris-Adang?

Gedung Kubung Tigobaleh, yang berada di perbatasan Kota Solok dan Kabupaten Solok, sejatinya adalah gedung serba guna. Namun, gedung yang didirikan di masa pemerintahan Syamsu Rahim dan Irzal Ilyas Dt Lawik Basa, menjadi ikon Kota Solok. Berbagai iven telah digelar di gedung megah ini oleh Pemko Solok, Forkopimda, Partai Politik, sekolah, bahkan masyarakat. Menjamu sejumlah menteri, kegiatan fokopimda, Debat Cawako-Cawawako, Pemilihan Uda-Uni, bahkan deklarasi pasangan Capres-Cawapres pernah digelar di gedung ini. Resepsi pernikahan di gedung ini, tentu sarat makna.


Memiliki kapasitas lebih dari 1.000 tempat duduk, gedung ini menjadi "pertaruhan" bagi pihak yang ingin memakainya. Tentu saja, jika peserta atau hadirin berjumlah kurang dari 1.000 orang, bisa dipastikan kegiatan langsung kehilangan gezah. Jumlah 300 orang hingga 500 orang saja, gedung akan terlihat sangat lengang. Dampaknya jelas, kegiatan apapun akan kehilangan makna.

"Pertaruhan" yang sama dilakukan Yutris Can dan Irman Yefri Adang, Sabtu siang (22/2/2020). Tidak hanya bagi Boris-Adang, tapi juga untuk relawan, kader Parpol, simpatisan, dan pendukung dua tokoh politik yang "matang" di legislatif tersebut. Sebab, jika hadirin hanya berjumlah ratusan orang, "alarm bahaya" bakal langsung menyala. Menjadi trending topic di media sosial, percakapan seru di kedai-kedai kopi, hingga menjadi "gunjingan" dan cemoohan di masyarakat luas. Sekaligus, menjadi "sinyal" kepada Boris-Adang untuk mundur dari kontestasi Pilkada Kota Solok 2020.


Namun, Boris-Adang dan panitia pelaksana ternyata mampu melebihi ekspektasi. Jumlah hadirin melebihi seribu orang. Dari kapasitas tempat duduk dan tribun/balkon lantai dua sekitar 1.000 tempat duduk, semuanya terisi penuh. Bahkan, banyak yang tidak kebagian tempat. Demi menghargai tamu, para relawan dan simpatisan memilih berdiri di kedua sisi ruangan. Sebagian lagi, memilih berdiri dan duduk di luar ruangan.

Dua mantan Walikota Solok, Syamsu Rahim (periode 2005-2010) dan Yumler Lahar (2000-2005) turut hadir dan memberikan sambutan. Walikota Solok periode 2010-2015, Irzal Ilyas Dt Lawik Basa, "mengutus" Sekretaris DPC Partai Demokrat Kota Solok, Fernandez, menyampaikan dukungan moril. Turut hadir Anggota DPR RI asal Sumbar Darul Siska, mantan Anggota DPD RI Nofi Candra, serta sejumlah perwakilan dari Partai Politik di Kota Solok.


Yutris Can dan Irman Yefri Adang dalam orasinya mengaku siap berpasangan untuk maju sebagai calon Walikota dan Wakil Walikota Solok. Meski sampai saat ini pihaknya  masih menunggu rekomendasi partai politik sebagai pengusung kandidat pada Pilkada nanti. Namun, dengan tingginya antusiasme masyarakat dan simpatisan yang hadir hari ini bisa menjadi pertimbangan kuat bagi partai untuk memberikan rekomendasi.

Yutris Can juga mengklaim, pihaknya telah menerima dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Bahkan menurutnya, sudah lebih dari 10 relawan yang telah mendeklarasikan diri dan aktif bergerak di masyarakat. Dalam orasinya, Yutris Can juga menegaskan pihaknya sudah menjalani proses di bakal pertai pengusung dan partai pendukung.

"Berbagai elemen masyarakat telah membentuk kelompok relawan masing-masing. Tak hanya itu, dukungan itu juga mengalir dari mayoritas anggota dan mantan anggota DPRD Kota Solok, serta sejumlah kader partai politik. Karena itu, saya rasa, partai politik bisa melihat bagaimana tingginya harapan masyarakat, jangan kecewakan. Besar harapan kami bisa mendapatkan rekomendasi dari partai," katanya.


Balon Cawawako, Irman Yefri Adang mengajak simpatisan dan pendukung untuk tetap solid dan menjunjung sportifitas dalam pesta demokrasi. Yang maju di kota Solok merupakan putra terbaik yang juga sama-sama berniat membangun daerah. Jangan menjelekkan-jelekkan pasangan bakal calon lain

"Mari kita berpolitik secara santun. Biarlah masyarakat sendiri yang menilai," ujarnya.

Sejumlah relawan yang ikut serta dalam deklarasi tersebut di antaranya Kaba Rancak, Basiba, Banang Merah, Kerabat Rusdi Saleh, Volunteer Batang Kuini, Boas, Basoka, BA-Perang, BA Sikicau, Borisa Solok, Borisa Pasaraya, STD Farm, Ecomunity 969, Basamo Kito Bisa, Boris-Adang Bhinneka.


Shock Theraphy?

Usai deklarasi, Yutris Can menegaskan deklarasi digelar untuk menepis segala keraguan di masyarakat. Sekaligus menjadi kekuatan bagi para relawan, kader partai dan simpatisan. Menurutnya, pencalonan merupakan sebuah proses yang sangat panjang. Sehingga, dibutuhkan komitmen dan integritas optimal untuk menjelaskan dan memberikan pemahaman tentang konsep yang ditawarkan.

"Kami sangat salut dengan kerja para relawan selama ini. Mereka tak mengenal lelah. Memasang APK (alat peraga kampanye), sosialisasi ke masyarakat, dan struktur kerja yang jelas," ujarnya.


Deklarasi Yutris Can-Irman Yefri Adang, yang berlangsung sangat meriah, disebut sebagai terapi kejut (shock theraphy) bagi tiga bakal calon walikota-wakil walikota Solok yang sudah mengapung di masyarakat Kota Solok saat ini. Tiga pasangan lainnya yang disebut-sebut maju adalah Wakil Walikota (incumbent) Reinier Dt Mangkuto Alam yang rencananya berpasangan dengan Ketua DPC PDIP Kota Solok, Andri Maran. Kemudian Ketua DPC Gerindra Kota Solok, Ismael Koto, yang berpasangan dengan birokrat Edi Candra. Serta pasangan baru, pengusaha sukses Kota Solok Hendriyas yang disebut-sebut bakal berpasangan dengan birokrat senior Kota Solok, Jetson.

"Tidak ada shock theraphy. Semuanya berjalan dengan normal. Sedikitpun, kita tidak pernah berniat untuk menghantam calon lain. Apalagi melakukan hal itu. Seluruh nama-nama yang muncul saat ini, adalah saudara kita, yang sama-sama berniat baik untuk Kota Solok yang semakin baik ke depannya. Biar masyarakat yang menilai dan memilih siapa yang dikehendakinya," tegasnya.


Partai Pendukung

Terkait kendaraan yang akan digunakan untuk pencalonan, Yutris mengatakan dirinya sangat berharap Partai Golkar, PAN dan partai lainnya untuk mengusung. Sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Solok, Yutris Can, sangat berharap partai yang telah mengantarkan dirinya tiga periode sebagai Ketua DPRD Kota Solok (periode 2009-2014, 2014-2019 dan 2019-2024), menjadi partai terdepan dalam pengusungan. Sementara, Irman Yefri Adang, sebagai kader Partai Amanat Nasional (PAN) sudah dua periode menjadi Anggota DPRD Kota Solok (periode 2009-2014 dan 2014-2019).

"Hingga kini, Partai Golkar selalu berkomitmen untuk mendukung kader maju. Sesuai dengan peraturan organisasi (PO), anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART) dan aturan-aturan lainnya, Partai Golkar selalu obyektif menilai. Sementara dari Partai PAN, dari komunikasi dengan Ketua DPD PAN Kota Solok, Jon Hendra, dan pengurus DPD lainnya, kita telah mengikuti selaluruh proses dan mekanisme. Bahkan, Pak Jon Hendra sudah menegaskan 1.000 persen mendukung pencalonan Irman Yefri Adang. Dari pengalaman saya sebagai sesama menjadi pimpinan DPRD Kota Solok sebelumnya, Jon Hendra adalah figur yang sangat konsisten. Begitu juga dengan sejumlah Parpol lainnya. Karena itu, saat ini, seluruhnya kita serahkan keputusan ke masing-masing partai. Sebab, semua tahapan dan mekanisme sudah kita tempuh," ujarnya.


Dari Legislatif ke Eksekutif

Dalam ranah politik di Kota Solok, Yutris Can dan Irman Yefri Adang bukanlah nama baru. Keduanya, sama-sama terjun ke dunia politik pada pemilihan legislatif (Pileg) DPRD Kota Solok tahun 2009. Yutris Can maju dari Partai Golkar daerah pemilihan Lubuk Sikarah. Tampilnya Partai Golkar sebagai partai pemenang Pileg di Kota Solok, membuatnya didapuk sebagai Ketua DPRD Kota Solok periode 2009-2014. Di periode 2014-2019, Yutris Can kembali terpilih dan menjadi Ketua DPRD. Hal yang sama diulangnya kembali di Pileg 2019 lalu. Yutris Can terpilih kali ketiga, dan menyandang prediket sebagai Ketua DPRD Kota Solok tiga periode beruntun. Pileg 17 April 2019 yang digelar bersamaan dengan Pilpres, membuat perolehan suara Partai Golkar di mayoritas daerah di Sumbar tergerus. Dari semula (Pileg 2014) sebanyak 13 Kabupaten/Kota menjadi partai pemenang, Partai Golkar hanya menyisakan Kota Solok dan Solok Selatan yang bertahan.


Sama seperti Yutris Can, Irman Yefri Adang juga terjun pertama kali di kontestasi Pileg 2009, melalui Partai Amanat Nasional (PAN) Dapil Tanjung Harapan. Sosok yang dikenal penyabar dan santun tersebut, kembali terpilih pada Pileg 2014. Majunya Ketua DPD PAN Kota Solok, Jon Hendra di kontestasi Pilkada Kota Solok tahun 2015, membuat Adang diamanahkan menjadi Wakil Ketua DPRD Kota Solok hingga tahun 2019. Pada Pileg 17 April 2019 lalu, Adang memilih tidak maju, dan menegaskan komitmennya untuk maju di kontestasi Pilkada Kota Solok 2020.


Pengalaman Boris-Adang di DPRD Kota Solok, menjadi salah satu kelebihan. Pasalnya, sebagai unsur legislatif dan terpilih berulang kali dengan suara terbanyak, keduanya tentu tahu persis kondisi daerah dan birokrasi pemerintahan. Komitmen perubahan dan integritas bekerja untuk menyuarakan aspirasi masyarakat Kota Solok, tentu menjadi andalan.

"Suatu perubahan, tidak bisa berjalan sendiri. Banyak komponen yang saling berkaitan. Terbangunnya pondasi pembangunan yang melibatkan seluruh unsur penyelenggaraan pemerintahan harus menjadi prioritas. Sehingga, kekakuan dalam pemerintahan, dapat disergiskan. Legislatif, sifatnya collective collegial, sementara eksekutif bersifat pelaksana atau eksekutor. Berbagai keterbatasan di legislatif selama ini, akan bisa diatasi dengan majunya kami di ranah eksekutif," tegasnya.


Keputusan maju di Pilkada Kota Solok 2020 ini, menjadi pertaruhan besar bagi Yutris Can. Sesuai aturan, jika dirinya masuk "box start", statusnya saat ini sebagai Ketua DPRD Kota Solok, bahkan Anggota DPRD, harus ditanggalkan. Tentu, comfort zone (zona nyaman) dan segala fasilitas yang melekat di dirinya saat ini harus dilepaskan. Namun, keputusan ini juga sekaligus membuktikan keberanian Yutris Can.

"Berani meninggalkan zona nyaman, karena ada hal besar yang ingin kami berikan untuk pengabdian ke masyarakat. Banyaknya elemen masyarakat yang meminta maju di Pilkada, membuat kami tidak mau terlalu sombong untuk tidak memenuhinya. Sehingga, kami maju tanpa beban, karena beban ini merupakan beban bersama. Jika nantinya terpilih, akan memenuhi tanggung jawab besar ini. Jika tidak terpilih, kami akan ikhlas menerima. Sebab, apapun hasilnya, itu tergantung Allah. Tugas kita hanya berikhtiar dan berusaha maksimal," tegasnya.


Sementara itu, Anggota DPRD Kota Solok, Rusdi Saleh, menilai Boris-Adang merupakan pasangan yang memiliki komitmen dan integritas dalam bekerja. Menurutnya, Boris-Adang telah membuktikan bahwa mereka patut dan layak. Yakni tiga periode (bagi Yutris Can) dan dua periode (bagi Irman Yefri Adang) dipercaya sebagai Anggota DPRD Kota Solok.

"Masyarakat Kota Solok bisa menilai dan melakukan perbandingan. Terpilih tiga periode dan dua periode di DPRD, bukan sesuatu yang mudah. Ini merupakan referensi utama untuk membangun generasi Kota Solok. Seorang pemimpin harus memiliki prinsip dan leadership. Harus tahu dengan keinginan masyarakat yang dipimpinnya," ujarnya.


Terkait berbagai isu yang menerpa Boris-Adang selama ini, seperti arogan, sombong, bahkan diisukan tersangkut berbagai persoalan hukum, Rusdi Saleh menegaskan bahwa fitnah akan selalu merajalela. Namun menurutnya, masyarakat Kota Solok sudah cerdas menganalisa dengan akal sehat. Rusdi Saleh mengatakan, sebuah niat baik belum tentu diterima seseorang atau kelompok orang dengan baik. Yang terpenting menurutnya, jangan pernah membalas fitnah dengan fitnah.

"Tegas dikatakan arogan, sombong. Namun, fitnah tidak akan pernah menghentikan langkah. Kebenaran itu akan selalu mencari jalannya sendiri. Yang penting, fitnah yang merajalela, jangan dibalas dengan fitnah. Percaya segala sesuatunya kepada Allah. Jika Boris-Adang tersangkut masalah hukum, keduanya akan menerima ganjarannya. Tidak ada di Indonesia ini yang kebal hukum. Tak peduli itu menteri, anggota DPR, gubernur, bupati, walikota, atau siapapun. Tapi, yakinlah siapapun yang menebar fitnah, akan menerima ganjaran dari Allah, baik di dunia maupun di akhirat," ujarnya. (IN-001)

Senin, 24 Februari 2020

Ini 7 Klub Indonesia yang Berprestasi di Liga Champions Asia

Absen tim Liga 1 main di Liga Champions Asia, membuat sepak bola Indonesia berduka, padahal 7 klub ini pernah ukir prestasi membanggakan.
Berdasarkan data dari AFC, ranking kompetisi Liga Indonesia merosot ke posisi 13 zona timur. Dengan kata lain, tim-tim Liga 1 harus absen untuk Liga Champions Asia 2021 karena terlempar dari 12 besar zona Asia Timur.
Absennya klub Liga 1 di Liga Champions Asia 2021, tentu membuat sepak bola Indonesia berduka karena kehilangan kesempatan untuk bertanding dengan para raksasa Asia.
Memang tak dapat dipungkiri prestasi tim Indonesia di Liga Champions Asia dalam beberapa tahun terakhir memang dalam sorotan. Di dua edisi terakhir saja, tim Liga 1 tidak mampu lolos ke babak utama Liga Champions Asia.
Itulah yang menjadi penyebab ranking kompetisi Liga Indonesia mengalami penurunan peringkat sehingga harus absen di Liga Champions Asia musim depan. Padahal di masa lalu, klub-klub Indonesia pernah ukir prestasi membanggakan di Liga Champions Asia.
PSMS Medan
© Grafis: Indosport.com
Logo PSMS Medan. Copyright: Grafis: Indosport.comLogo PSMS Medan.
Pertama ada PSMS Medan yang pernah mencatatkan prestasi mencapai semifinal ajang Asian Club Championship 1970. Sebagai informasi, Asian Club Championship merupakan cikal bakal dari ajang Liga Champions Asia yang kita kenal saat ini.
Bermaterikan permain lokal nan legendaris seperti Ronny Paslah, Ipong Silalahi hingga Tumpak Sihite. PSMS Medan berhasil melaju ke semifinal setelah lolos sebagai runner up grup B yang berisikan Hapoel Tel Aviv (Israel), West Bengal (India), dan Royal Thai Police (Thailand).
Sayang di babak semifinal, langkah PSMS Medan harus dihentikan oleh Taj Tehran (Iran) yang kemudian menjadi juara Asian Club Championship 1970. Di perebutan tempat ketiga, PSMS Medan harus kembali menelan kekalahan dari Homenetmen (Lebanon).
Krama Yudha Tiga Berlian
Sekitar 16 tahun kemudian, kembali muncul tim Indonesia yang dapat berbicara banyak di kompetisi level Asia yaitu Kramayudha Tiga Berlian.
Klub asal Palembang yang kini sudah bubar itu bisa dikatakan meraih prestasi tertinggi tim Indonesia karena menjadi juara ketiga Asian Club Championship. Langkah Krama Yudha Tiga Berlian sendiri terhenti di semifinal oleh Daewoo Royals (Korea Selatan).
Akan tetapi, Krama Yudha Tiga Berlian berhasil mencatatkan sejarah dengan mengalahkan Al Ittihad Aleppo (Syria) dalam perebutan tempat ketiga, sebuah prestasi yang melebihi PSMS Medan.
Pelita Jaya 
© http://logoklubsepakbola.blogspot.com
Logo Pelita Jaya Copyright: http://logoklubsepakbola.blogspot.comLogo Pelita Jaya
Siapa sangka dalam waktu 5 tahun kemudian, pencapaian Krama Yudha Tiga Berlian berhasil disamai oleh Pelita Jaya.
Memulai langkahnya di Asian Club Championship 1991 sejak babak kualifikasi, Pelita Jaya yang saat itu digawangi Bambang Nurdiansyah dan Rully Nere tampil apik sehingga mampu lolos ke semifinal. Namun perjuangan Pelita Jaya akhirnya harus terhenti di semifinal oleh Esteghlal (Iran).
Pelita Jaya akhirnya menyamai prestasi Krama Yudha Tiga Berlian dengan menjadi juara ketiga Asian Club Championship 1991 setelah sukses mengalahkan klub Korea Utara, April 25 melalui drama adu penalti.
Arseto Solo
© http://pinggircorner.blogspot
Skuat Arseto FC merupakan sepakbola dari Solo. Copyright: http://pinggircorner.blogspotSkuat Arseto FC merupakan sepakbola dari Solo.
2 tahun setelah kisah legendaris Pelita Jaya, muncul Arseto Solo yang sukses mengharumkan sepak bola Indonesia dalam tingkat Asia.
Setelah menyingkirkan Hai Quan (Vietnam), Kota Rangers (Brunei Darussalam) dan Thai Farmers Bank (Thailand), Arseto Solo berhak tampil dalam babak akhir Asian Club Championship.
Sayangnya Arseto Solo gagal melaju ke semifinal setelah kalah dari Yomiuri (Jepang), Al-Shabab (Arab Saudi) dan Muharraq Club (Bahrain) di fase grup.
Persib Bandung
© Eli Suhaeli/INDOSPORT
Logo Persib Bandung Copyright: Eli Suhaeli/INDOSPORTLogo Persib Bandung
Persib Bandung ternyata juga pernah mengukir prestasi membanggakan di Asian Club Championship dengan mencapai babak akhirnya. Sama seperti Arseto Solo, Persib Bandung hanya tinggal selangkah lagi untuk mencapai babak semifinal.
Persib Bandung yang saat itu berstatus sebagai kampiun Liga Indonesia jilid pertama tak kuasa melawan Thai Farmers Bank, Seongnam Ilhwa Chunma (Korea Selatan), dan Verdy Kawasaki (Jepang) di babak akhir sebelum menuju semifinal.
PSM Makassar
© freepik.com/ksandrphoto/wikipedia
Logo PSM Makassar. Copyright: freepik.com/ksandrphoto/wikipediaLogo PSM Makassar.
Memasuki tahun 2000-an, PSM Makassar sukses membuat kejutan dengan melangkah hingga perempatfinal Asian Club Championship 2000/2001. PSM Makassar sendiri saat itu memang diperkuat para pemain bintang.
Sebut saja Hendro Kartiko, Kurniawan Dwi Yulianto, Miro Baldo Bento, Carlos De Melo (Brasil), Charles Lionga (Kamerun), hingga Joseph Lewono (Kamerun). Sayang memang PSM saat itu tersingkir babak 8 besar dengan sistem grup.
Saat itu PSM Makassar tergabung bersama Jubilo Iwata (Jepang), Suwon Samsung Bluewings (Korea Selatan), dan Shandong Luneng Taishan (China).
Persik Kediri
© Cameron Spencer /Getty Images
Sydney FC vs Persik Kediri di Liga Champions 2007. Copyright: Cameron Spencer /Getty ImagesSydney FC vs Persik Kediri di Liga Champions 2007.
Terakhir, ada Persik Kediri yang menjadi klub Indonesia terakhir yang sanggup mengejutkan sepak bola Asia di era kompetisi yang sudah berganti nama menjadi Liga Champions Asia. Tepatnya pada 2007, sejatinya Persik Kediri tergabung ke dalam grup neraka.
Yaitu, Urawa Red Diamonds (Jepang), Sydney FC (Australia), dan Shanghai Shenhua (China). Meski pada akhirnya Persik Kediri gagal lolos dari fase grup, tetapi mereka mampu mencatatkan rekor tak pernah kalah jika bertanding di kandang.
Persik Kediri sanggup menahan imbang Urawa Red Diamonds yang nantinya akan menjadi juara serta bisa mengalahkan Sydney dan Shandong Luneng. Itulah ketujuh klub legendaris Indonesia yang sanggup berbicara banyak di Liga Champions Asia.

Jumat, 21 Februari 2020

Mengenal Lebih Dekat Dandim 0309/Solok, Letkol ARM Reno Triambodo

Mengenal Lebih Dekat Dandim 0309/Solok, Letkol ARM Reno Triambodo
Dari Barak ke Teritorial


Komando Distrik Militer (Kodim) 0309/Solok memiliki komandan (Dandim) baru, Letkol ARM Reno Triambodo. Perwira yang banyak aktif di Artileri Medan (Armed) tersebut, menggantikan Dandim sebelumnya Letkol ARH Priyo Iswahyudi. Mari mengenal lebih dekat Letkol ARM Reno Triambodo yang ternyara pernah tinggal di Solok saat masih kanak-kanak.


Fisiknya terbilang sangat ideal sebagai seorang tentara. Posturnya tegap dan wajahnya gagah. Meski telah berumur 41 tahun, penampilannya tetap terjaga. Rambutnya dipotong klimis layaknya anak baru gede (ABG). Kesan pertama, orangnya asyik namun teliti. Kata-kata yang meluncur dari mulutnya yang mudah senyum dan tertawa renyah itu, begitu terstruktur.

Serah terima jabatan (Sertijab) Dandim 0309/Solok di Makodim 0309/Solok, Rabu (15/1/2020).

Letkol ARM Reno Triambodo resmi menjabat Dandim 0309/Solok sejak prosesi serah terima jabatan pada Rabu (15/1/2020). Sertijabnya dipimpin langsung Danrem 032/Wirabraja Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo. Sebelum menjadi Dandim, Reno merupakan Komandan Satuan Pendidikan Perwira (Dansat Dikpa) Pusat Pendidikan Artileri Medan (Pusdik Armed) Angkatan Darat di Cimahi, Jawa Barat. Sementara, Letkol ARH Priyo Iswahyudi dipromosikan menjadi Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0312/Padang yang saat ini telah menjadi Kodim Tipe A.

Letkol ARM Reno Triambodo saat di Batalyon Artileri Medan (Yonarmed).

Embel-embel "ARM" di antara pangkat dan nama Reno, berarti Artileri Medan. Sama-sama dari "kecabangan" artileri seperti Dandim sebelummya, Letkol ARH Priyo Iswahyudi. Bedanya, "ARH" adalah akronim dari Artileri Pertahanan Udara (Arhanud), atau berkaitan dengan alat utama sistem pertahanan (Alutsista) dari darat ke udara (ground to air). Sementara ARM berkaitan dengan Alutsista dari darat ke darat (ground to ground).

Letkol ARM Reno Triambodo saat di Batalyon Artileri Medan (Yonarmed).

Letkol ARM Reno Triambodo besar dari keluarga tentara. Ayahnya, Alm. Letkol Mardjono adalah Kasdim 0309/Solok tahun 1983-1984. Sehingga, perwira kelahiran 4 September 1978 tersebut, mengenyam pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK) di Kota Solok. Sehingga, ditugaskan menjadi Dandim 0309/Solok baginya seperti pulang kampung.

"Solok adalah salah satu kampung saya. Saya sangat antusias, penerimaan masyarakat begitu baik. Sesuai dengan Doktrin Kartika Ekapaksi dan Tri Dharma Eka Karma di TNI. Bahwa TNI adalah milik rakyat dan berbuat yang terbaik untuk rakyat," ungkap pria supel yang murah senyum ini.

Letkol ARM Reno Triambodo saat di Batalyon Artileri Medan (Yonarmed).

Reno lulus diterima di Akademi Militer Angkatan Darat (Akmil AD) tahun 1998 dan lulus tahun 2001. Lulus Akmil, takdirnya langsung ditempatkan di Batalyon Artileri Medan (Yonarmed) 11 Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad). Setelah itu, selama 10 tahun dirinya menjadi guru militer di Pusdik Armed, Cimahi. Berikutnya, pria asal Yogyakarta dan "numpang lahir" di Purwakarta ini, menjadi Wakil Komandan Batalyon (Wadanyon) Armed 16/105 Tarik, Kodam XII/Tanjung Pura, Kalimantan Barat. Setelah menempuh pendidikan perwira di Sekolah Komando Angkatan Darat (Seskoad), dirinya kemudian ke Pusat Kesenjataan Artileri Medan (Pussenarmed), Cimahi, sebagai Kepala Bagian Pendidikan (Kabagdik) Staf Direktur Pendidikan (Sdirbindik). Lalu menjadi Danyon Armed 3/105 Tarik, Kodam IV Diponegoro, Semarang. Tak lama, dirinya kemudian kembali ditarik ke Pusdik Armed sebagai Dansat Dikpa Pusdik Armed di Cimahi, dan akhirnya kini menjadi Dandim 0309/Solok.

Letkol ARM Reno Triambodo bersama istri dan anak-anaknya.

Besar di keluarga militer dengan disiplin tinggi, Reno menyebut keluarga menjadi kekuatan utama baginya. Termasuk dalam keputusan antara memilih karier dan keluarga. Istrinya, Indriastie Kusuma Ningrum, adalah sarjana Institut Ilmu Pemerintahan dan bertitel S.IP. Keputusan bulat dibuat keduanya saat memutuskan sang istri tidak berkarier di bidang pemerintahan. Tapi memilih merawat dan membesarkan anak-anaknya, serta mendukung peran suami di wadah Persatuan Istri Tentara (Persit). Tiga orang anaknya, yakni Farrellino Raditya Putra (siswa kelas 7 SMPN 1 Kota Solok), Marvellino Raditya Putra (siswa kelas 5 SDN 3 Kota Solok), dan Raevallino Raditya Putra (13 bulan), tumbuh dalam lingkungan militer yang disiplin.

Letkol ARM Reno Triambodo (dua dari kanan) bersama Kalaksa BPBD Kabupaten Solok, Armen AP (tiga dari kiri) saat penanggulangan bencana di Kabupaten Solok beberapa waktu lalu.

 Selama 19 tahun di kecabangan Artileri Medan (Armed), Reno mengaku sangat senang dengan jabatan barunya sebagai Dandim, yang lebih pada teritorial. Menurutnya, hal itu semakin mendekatkan dirinya dengan masyarakat. Reno menegaskan, dirinya siap membuka diri dan bekerja sama dengan seluruh pihak di Kota Solok, Kabupaten Solok dan Solok Selatan yang berada di wilayah binaannya. Yakni dengan berupaya mencari solusi terhadap permasalahan yang terjadi di masyarakat. Terhadap generasi milenial, Reno menegaskan dirinya siap membina segala potensi generasi muda.

Letkol ARM Reno Triambodo saat bersepeda di Solok.

"Kaum muda harus menjadi generasi yang kuat dan sehat. Segala potensi mereka harus dikembangkan. Itu adalah tugas semua pihak, termasuk TNI. Sehingga, mereka terhindar dari pengaruh-pengaruh negatif, seperti Narkoba, kenakalan remaja dan efek negatif lainnya. Kita siap membuka diri dengan seluruh elemen masyarakat. Sehingga, setiap permasalahan bisa dicarikan solusinya. Saat ini, program-program komando yang bisa sinergis dengan program Pemda dan masyarakat. Seperti teknologi tepat guna. Termasuk dalam penanggulangan dan mitigasi bencana," tegasnya.

Bersama Kapolres Solok Kota AKBP Ferry Suwandi, S.IK.

Reno menyatakan saat ini TNI di Sumbar banyak memfokuskan pemakaian teknologi tepat guna ke masyarakat. Beberapa di antaranya adalah aplikasi mesin kipas pendorong perahu dari SMA Kartika Padang, teknologi bahan bakar dari sampah di Pesisir Selatan, teknologi pemurnian air laut menjadi air minum di Mentawai, serta yang terbaru, pemakaian teknologi mikroorganisme Bios 44.

"Kita harapkan Bios 44 mampu diaplikasikan di Sumbar dan membantu petani mengembalikan kesuburan tanah. Serta teknologi tepat guna lainnya," ungkapnya.

Bersama Kapolres Solok Selatan AKBP Imam Yulisdianto, S.IK.

Terkait reformasi paradigma di TNI, Reno menegaskan dalam doktrin pertahanan negara, masyarakat memegang peranan yang sangat penting dan merupakan kekuatan utama yang dimiliki NKRI. Menurutnya, sejarah bangsa telah membuktikan bahwa kemerdekaan diraih karena rakyat membantu tentara.

Letkol ARM Reno Triambodo saat di menyambangi Koramil Lembah Gumanti, beberapa waktu lalu.

"Kembali ke rakyat. Serbuan teritorial ke seluruh elemen masyarakat. Dalam hal kewilayahan, sikap teritorial dan penguasaan teknologi sangat penting. Seluruh anggota TNI harus membaur dan murah senyum kepada masyarakat. Harus aktif di bidang sosial kemasyarakatan, sehingga kepercayaan ke TNI senantiasa terjaga," ujarnya. (rijal islamy)

Tidak Diam di Barak, Saatnya Jadi TNI Rakyat

Saat Markas Tentara Tidak Angker Lagi
Tidak Diam di Barak, Saatnya Jadi TNI Rakyat


Markas Tentara Nasional Indonesia (TNI) di fikiran masyarakat selama bertahun-tahun lekat dengan kesan angker. Namun, setelah era reformasi bergulir, kondisi tersebut berubah. Sesuai dengan paradigma baru tentara, berbagai pendekatan khusus dan sejumlah "produk" yang "dilahirkan" tentara untuk masyarakat. Seperti apa?

Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 0309/Solok, berdiri dengan gagah. Bangunan dengan struktur Rumah Gadang (rumah adat khas Minangkabau), didominasi warna hijau tua. Selaras dengan warna khas tentara. Meski bangunan tua, markas yang pernah menjadi Markas Komando Resor Militer Korem 033/Wirayudha di bawah Komando Daerah Militer (Kodam) III/17 Agustus, kini berada di bawah Satkowil Korem 032/Wirabraja di Kodam Bukit Barisan. Sisa-sisa kegagahan Korem 033/Wirayudha tersebut, hingga kini tetap lekat di fikiran masyarakat.

Berdasarkan Perintah Operasi Kasad Nomor: 011/1984 tanggal 22 September 1984 tentang Reorganisasi TNI-AD yang kemudian disempurnakan Surat Telegram Kasad Nomor : STR/430/1984 tanggal 21 Oktober 1984 dan STR/603/1984 tanggal 28 Desember 1984, jumlah Kodam yang ada dikurangi menjadi 10 Kodam ditambah satu Kodam Ibu Kota. Saat itu, Kodam I/Iskandar Muda, Kodam II/Bukit Barisan dan Kodam III/17 Agustus dilikuidasi dan dijadikan satu Kodam dengan nama Kodam I/Bukit Barisan. Sejalan dengan likuidasi Kodam III/17 Agustus tersebut melikuidasi Korem 032, dan Korem 033/Wirayudha pada tanggal 26 Januari 1985, maka secara bertahap satuan jajaran di bawahnya dilikuidasi menjadi organik 032/Wirabraja termasuk Kodim 0309/Solok.

Kodim 0309/Solok, membawahi tiga daerah di Sumbar. Yakni Kota Solok, Kabupaten Solok dan Kabupaten Solok Selatan. Keberadaannya di Kota Solok, membuatnya sangat dekat dengan masyarakat dan sejumlah Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Seperti Balaikota Solok, Polres Solok Kota, Kejari Solok, Pengadilan Agama, Pengadilan Negeri, Kementerian Agama, serta sejumlah instansi samping lainnya. Namun, kedekatan kuat tentu saja dengan masyarakat sekitar.

Berbagai fasilitas olahraga dibangun oleh Dandim sebelumnya Letkol ARH Priyo Iswahyudi dan dilanjutkan oleh Dandim saat ini Letkol ARM Reno Triambodo. Masyarakat Kota Solok dan Kabupaten Solok, saat ini seakan "lupa", bahwa Makodim 0309/Solok adalah tempat yang angker.

Setiap hari, bahkan setiap waktu, Makodim 0309/Solok senantiasa ramai oleh masyarakat yang berolahraga. Di pagi hari, masyarakat memanfaatkan sarana jogging track, peralatan gym, hingga lapangan bolavoli dan lapangan basket, hingga sore hari. Malam harinya, lapangan upacara yang sangat datar, dimanfaatkan sejumlah cabang olahraga beladiri, seperti karate, tinju, wushu, tarung derajat, untuk menggelar latihan.

Apa kelebihan yang dimiliki oleh Kodim 0309/Solok, sehingga mampu menarik hati masyarakat Solok Raya? Tentu saja fasilitas yang lengkap, nyaman, dan suasana yang mendukung. Namun, poin utama yang menjadi perhatian masyarakat adalah sikap personel Kodim 0309/Solok yang ramah dan jauh dari kesan sangar.

Salah seorang masyarakat Simpang Sigege, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok, Rafdi Dodi, mengaku dirinya sangat nyaman berolahraga di Makodim 0309/Solok. Meski Pemko Solok memiliki berbagai sarana olahraga yang dibangun dengan dana miliaran rupiah. Seperti misalnya Sport Hall di Tanjung Paku, hingga lapangan Merdeka Kota Solok, tapi tidak mampu menarik minat masyarakat berolah raga.

"Kodim 0309/Solok membuka ruang yang sangat luas ke masyarakat. Sehingga, membuktikan bahwa mereka tidak lagi sebagai pihak yang ditakuti. Seharusnya, Pemda menunjang hal ini. Fasilitas yang dimiliki Kodim justru lebih dominan dimanfaatkan oleh masyarakat, bukan hanya oleh TNI. Sementara, fasilitas yang dimiliki Pemda, seperti tidak "terbuka" ke masyarakat. Banyaknya birokrasi yang harus dilewati, membuat masyarakat menjadi malas memanfaatkan. Tentu ada sesuatu di Makodim ini. Salah satunya, adalah paradigma dan pendekatan institusi ini ke msyarakat. Saat kita berolahraga di sana, suasananya sangat mendukung dan nyaman," ujar pria yang akrab disapa Kidok tersebut.

Senada dengan Kidok, Anggota DPRD Kota Solok dari Partai Amanat Nasional, Rusdi Saleh, mengaku dirinya sangat salut dengan pendekatan Kodim 0309/Solok saat ini ke masyarakat. Menurutnya, hal itu sesuai dengan paradigma baru di tubuh TNI. Masyarakat menurut Rusdi Saleh, tidak lagi takut berada di lingkungan TNI, tapi merasa TNI adalah bagian dari diri mereka sendiri. Hal ini menurutnya, harus direspons dengan optimal oleh Pemko Solok dan DPRD Kota Solok.

"Dandim dan jajarannya, sejatinya banyak yang bukan orang Solok. Tapi, mereka adalah bagian dari kita. Serta memiliki kepedulian dan aktif membantu masyarakat. Sudah sepantasnya, komitmen dan jati diri mereka kita dukung untuk kemajuan daerah. Bagaimanapun, jika mereka bertugas disini, makan disini dan hidup disini, mereka adalah orang Solok," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Waikota Solok Reinier Dt Mangkuto Alam, turut mengapresiasi ramainya masyarakat berolahraga di Makodim 0309/Solok. Menurutnya, hal ini merupakan wujud dari kepedulian berbagai elemen untuk membangun Kota Solok. Sebagai anak kolong (anak tentara) Reinier mengaku dirinya sangat bangga terhadap upaya yang dilakukan Kodim 0309/Solok.

"Kita sangat apresiasi. Apalagi sebagai pengurus FKPPI, kami sangat bangga dengan kiprah Kodim 0309/Solok beserta jajarannya. Kita harapkan, ke depannya, sinergitas ini semakin padu untuk masa depan yang lebih baik lagi," tegasnya.

Dandim 0309/Solok Letkol ARM Reno Triambodo, menyatakan pihaknya sangat berterima kasih kepada Dandim sebelumnya Letkol ARH Priyo Iswahyudi, yang telah meletakkan dasar-dasar kedekatan masyarakat di teritorial Kodim 0309/Solok. Sebagai Dandim yang baru menjabat sekitar satu bulan, perwira yang lama bertugas di kecabangan artileri medan (Armed) tersebut, mengaku sangat bersyukur dengan antusiasme masyarakat. Kembali ke Kota Solok, menurut Reno, adalah pulang kampung. Sebab, dirinya menghabiskan masa kecilnya di Kota Solok, saat almarhum ayahnya, Letkol Mardjono, menjabat sebagai Kepala Staf Distrik Militer (Kasdim) yang saat itu berpangkat Mayor.

"Solok adalah salah satu kampung saya. Saya sangat antusias saat ditugaskan disini. Penerimaan masyarakat begitu baik. Sesuai dengan Doktrin Kartika Ekapaksi dan Tri Dharma Eka Karma di TNI. Bahwa TNI adalah milik rakyat dan berbuat yang terbaik untuk rakyat. Karena itu, kami memiliki tanggung jawab moral untuk ikut membangun Solok Raya ini," ungkap pria supel yang murah senyum ini.

Selama 19 tahun di kecabangan Artileri Medan (Armed), Reno mengaku sangat senang dengan jabatan barunya sebagai Dandim, yang lebih pada teritorial. Menurutnya, hal itu semakin mendekatkan dirinya dengan masyarakat. Terkait upaya yang akan dilakukannya ke depan, Reno menyatakan pihaknya ingin mendekatkan diri pada kaum milenial Solok dan memancing kreativitas kaum muda. Salah satunya adalah dengan membangun lapangan dan trek skateboard di bagian belakang Makodim 0309/Solok.

"Kaum muda harus menjadi generasi yang kuat. Segala potensi mereka harus dikembangkan. Itu adalah tugas semua pihak, termasuk TNI. Sehingga, mereka terhindar dari pengaruh-pengaruh negatif, seperti Narkoba, kenakalan remaja dan efek negatif lainnya," tegas suami dari Indriastie Kusuma Ningrum, S.I.P ini.

Terkait pembangunan masyarakat, Reno menyatakan saat ini TNI di Sumbar banyak memfokuskan pemakaian teknologi tepat guna ke masyarakat. Beberapa di antaranya adalah aplikasi mesin kipas pendorong perahu dari SMA Kartika Padang, teknologi bahan bakar dari sampah di Pesisir Selatan, teknologi pemurnian air laut menjadi air minum di Mentawai. Serta yang terbaru, pemakaian teknologi mikroorganisme Bios 44 yang didukung penuh oleh Korem 032/Wirabraja. Kodim 0309/Solok saat ini juga sedang menggunakan mengembangkan sistem pertanian Hidroganik (pola penanaman menggunakan air dan cara organik).

"Banyak hal yang sesuai dengan komando dari pimpinan TNI, terkait pembangunan di masyarakat di berbagai bidang. Contohnya produk Bios 44. Kita harapkan Bios 44 ini mampu diaplikasikan secara luas di Sumbar dan membantu petani mengembalikan kesuburan tanah," ungkapnya.

Bios 44 merupakan teknologi yang ditemukan oleh Gapo Army Team of Research (Gator) Korem 044/Garuda Dempo (Gapo) Palembang, Sumsel, sekitar tahun 2016. Saat itu, ketuanya adalah Komandan Korem 044/Gapo Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo. Saat ini, Kunto Arief menjadi Danrem 032/Wirabraja.

Bios 44 juga bisa digunakan untuk pertanian. Yakni, mengurai tanah tandus menjadi subur. Bios 44 juga cocok untuk pengembangan budi daya perikanan. Selain itu, Bios 44 bisa digunakan untuk perbaikan bekas lahan tambang hingga peternakan. Dalam budi daya perikanan, cairan Bios 44 bisa memperbaiki kualitas air sehingga kolam ikan lebih produktif. (rijal islamy)

Kamis, 20 Februari 2020

Gilas Valencia, Atalanta Lanjutkan Sensasi Debutan Liga Champions

MILAN - Atalanta menghantam Valencia 4-1 dalam leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Stadion San Siro, Milan, Italia, Rabu waktu setempat (Kamis WIB), demi melanjutkan torehan cemerlang bagi tim debutan kompetisi kasta tertinggi Eropa tersebut.

La Dea menutup babak pertama dengan keunggulan meyakinkan lewat gol Hans Hateboer dan Josip Ilicic. Remo Freuler menegaskan keunggulan Atalanta pada babak kedua yang disusul gol kedua Hateboer, sebelum Valencia membalas lewat gol tunggal Denis Cheryshev, demikian catatan laman resmi UEFA.

Kendati menang, tim besutan Gian Piero Gasperini jelas tak boleh merasa sudah lolos sebab Barcelona jadi pelajaran penting dalam bab gagal memanfaatkan modal kemenangan leg pertama hanya untuk kemudian tersingkir karena dibalikkan oleh lawannya. Terlebih lagi, leg kedua nantinya akan digelar di Stadion Mestalla, kandang Valencia yang punya bekal berupa satu gol tandang walau nantinya diwajibkan menang 3-0 atau lebih baik lagi untuk bisa membalikkan keadaan.

Tuan rumah menggebrak sejak awal dan mendapatkan peluang bagus pertama saat upaya Mario Pasalc dapat digagalkan kiper Valencia Jaume Domenech pada menit kedelapan.

Tetapi sang kiper tidak dapat berbuat banyak pada menit ke-16 saat Hateboer mampu melewati Jose Gaya untuk menyambut umpan silang Alejandro Gomez dan membawa timnya memimpin.

Valencia hampir mampu segera membalas gol tersebut pada menit ke-30, ketika sepakan keras Ferran Torres mengenai tiang kiri gawang Pierluigi Gollini. Peluang selanjutnya juga menjadi milik tim tamu melalui sepakan melebar Goncalo Guedes.

Gagal mencetak gol balasan justru gawang Valencia yang harus kembali kemasukan menjelang turun minum, saat sepakan keras Ilicic bersarang ke sudut kanan atas gawang Jaume.

Keunggulan dua gol belum membuat pasukan Gian Piero Gasperini puas. Mereka kemudian mengemas gol ketiga saat sepakan Freuler dari luar kotak penalti melesak tajam ke gawang Valencia.

Penyerang Valencia Maximiliano Gomez gagal memanfaatkan peluang bagus yang dimilikinya, sebelum Hateboer mengemas gol keduanya di laga ini saat ia lepas dari perangkap offside dan sukses memaksimalkan operan Pasalic untuk membawa Valencia memimpin empat gol.

Cheryshev membukukan satu gol balasan untuk Valencia saat ia baru berada di lapangan selama dua menit, namun gol itu hadir sangat terlambat dan tidak berpengaruh pada kemenangan meyakinkan tim asal Bergamo.

Pertandingan leg kedua antara Valencia menjamu Atalanta akan dimainkan di Stadion Mestalla, Valencia, tiga pekan lagi. (*/IN-001)

Susunan Pemain

ATALANTA (3-4-1-2): Pierluigi Gollini, Raael Toloi, Mattia Caldara (Duvan Zapata 75'), Jose Luis Palomino, Hans Hateboer, Marten de Roon, Remo Freuler, Robin Gosens, Mario Pasalic, Josip ilicic, Alejandro Gomez (Ruslan Malinovsky 81')

VALENCIA (4-4-2): Jaume, Daniel Wass, Mouctar Diakhaby, Eliaquim Mangala, Jose Gaya, Ferran Torres, Daniel Parejo, Geoffrey Kondogbia, Carlos Soler, Goncalo Guedes (Denis Cheryshev 64'), Maximiliano Gomez (Kevin Gameiro 73') (*)

Rabu, 19 Februari 2020

Karni Ilyas Gebrak Meja Tegur Ali Ngabalin di ILC

JAKARTA - Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Ngabalin tersulut emosi saat menjadi bintang tamu dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (18/2/2020).
Dilansir TribunWow.com, Ali Ngabalin bahkan berkali-kali ditegur Presenter Karni Ilyas karena terus memotong pembicaraan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) MUI, Zaitun Ramin.
Karni Ilyas bahkan mengaku malu karena acara tersebut hanya diisi perdebatan Ali Ngabalin.
 Diketahui, Yudian Wahyudi sempat menyatakan agama adalah musuh terbesar pancasila.
Terkait hal itu, Zaitun Ramin bersama MUI pun menganggap pernyataan Yudian Wahyudi itu salah.
"MUI sudah melihat, sudah membahas dan ini dalam rapat MUI semua sepakat tanpa perbedaan bahwa jelas sekali pernyataan itu bahwa ini kekeliruan," kata Zaitun Ramin.
"Mengatakan agama musuh pancasila itu jelas salah."
Namun, pernyataan Zaitun Ramin itu langsung disahut oleh Ali Ngabalin.
Ali Ngabalin menyoroti pernyataan soal permintaan agar Yudian Wahyudi mundur dari jabatan.
"Dengar wahai rakyat Indonesia, kalau Anda menyebutkan itu sebagai bentuk dari klarifikasi yang kenapa Anda ikutkan dengan harus mundur, berhentikan," tanya Ali Ngabalin.
"Kalau tidak bisa dibina, dibinasakan, kalimat apa itu Ustaz Zaitun?"
Dengan suara tinggi, Ali Ngabalin pun mengimbau Zaitun Ramin untuk memberikan pernyataan yang jujur.
"Tolonglah, Anda jujur bicara kepada rakyat Indonesia, kalau Anda ulama jangan menggunakan kata-kata yang tidak mendidik umat," kata Ali Ngabalin.
Wasekjen MUI Zaitun Ramin (kiri), dan Tenaga Ahli KSP Ali Ngabalin (kanan) dalam tayangan Indonesia Lawyers Club, Selasa (18/2/2020).
Wasekjen MUI Zaitun Ramin (kiri), dan Tenaga Ahli KSP Ali Ngabalin (kanan) dalam tayangan Indonesia Lawyers Club, Selasa (18/2/2020). (YouTube Indonesia Lawyers Club)
Melihat Ali Ngabalin yang tersulut emosi, Karni Ilyas pun mencoba menegahi.
"Hey, Anda kan udah tanya, dia (Zaitun Ramin) jawab dong," ucap Karni Ilyas.
"Oke, saya jawab, pertama itu bukan kata-kata saya," jawab Zaitun Ramin.
Namun, belum selesai Zaitun Ramin berbicara, Ali Ngabalin kembali menyahut.
Ali Ngabalin pun kembali ditegur Karni Ilyas.
"Ya makanya, saya tidak bicara dengan Anda tentang materi itu," sahut Ali Ngabalin.
"Lah, Anda ngomong lagi, hey. Anda nanya dia jawab," kata Karni Ilyas sambil menggebrak meja Ali Ngabalin.
"Dia panjang (ngomongnya)," jawab Ali Ngabalin.
Namun, bukannya diam, Ali Ngabalin terus berbicara dan menyinggung Zaitun Ramin.
"Supaya umat tidak tersesat dengan penjelasan Ustaz Zaitun, saya harus klarifikasi, saya harus menjelaskan," ujar Ali Ngabalin.
Karni Ilyas lantas menyebut acara ILC malam itu memalukan karena perdebatan Ali Ngabalin dan Zaitun Ramin.
"Acara malam ini bagi saya memalukan," kata Karni Ilyas.
"Jangan, acara hebat ini," jawab Ali Ngabalin.
Simak video berikut ini menit ke-7.05:
Ali Ngabalin Ditegur Karni Ilyas
Pada kesempatan itu, sebelumnya perdebatan terjadi antara Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) MUI, Zaitun Ramin, dengan Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden, Ali Ngabalin.
Dilansir TribunWow.com, perdebatan itu terjadi setelah Zaitun Ramin menegur Ali Ngabalin karena dianggap salah menggunakan ayat Al-Quran.
Bahkan, Presenter Karni Ilyas sampai menegur Ali Ngabalin karena terus mendebat Zaitun Ramin.
Mulanya, Zaitun Ramin menyinggung pernyataan Ali Ngabalin yang dianggap merendahkan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi.
"Inilah kesalahan kita selama ini, saya Alhamdulillah termasuk kalau ada pemberitaan yang tidak bagus pada kami, kami tidak mau langsung menyalahkan media," kata Zaitun.
"Dan di zaman ini bukan lagi zaman bahela, bukan zaman dulu."
Terkait hal itu, Zaitun pun mengimbau Ali Ngabalin agar tak selalu menyalahkan media atas pemberitaan yang dimuat.
"Ini semuanya terbuka, jangan selalu merasa media memelintir," terangnya.
"Ini kan terbuka, rekaman ada, di YouTube ada semua orang tahu."
Lantas, Zaitun pun mengimbau Ali Ngabalin untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan ayat Al-Quran.
"Jadi siapa yang fasik di sini? Hati-hati, so mohon maaf hati-hati pakai ayat," imbaunya.
"Jadi kalau di sini siapa yang fasik? Apakah termasuk ILC sekarang?"
Menanggapi teguran Zaitun, Ali Ngabalin yang tak terima pun langsung angkat bicara.
Ali Ngabalin justru menanyakan soal perngertian amal fasik kepada Zaitun.
"Apa itu amal fasik?," sahut Ali Ngabalin.
Namun, belum sampai Zainudin menjawab, Karni Ilyas langsung mencoba menengahi.
Karni Ilyas menyebut tak ingin kedua tokoh itu terlibat perdebatan.
"Eh eh, saya maunya ini diskusi, eh saya maunya diskusi bukan bertengkar," sahut Karni Ilyas.
"Dengar dulu, dengar dulu."
Bukannya diam, Ali Ngabalin justru kembali menjawab teguran Zaitun.
"Iya, kalau Anda menolak konsep ayat itu, kalau Anda menolak ayat fasik itu," kata Ali Ngabalin.
Karena pernyataannya, Ali Ngabalin pun langsung ditegur Karni Ilyas.
Karni Ilyas meminta Ali Ngabalin untuk terlebih dulu mendengar pernyataan Zainudin.
"Ngabalin, Anda dengar dulu baru Anda jawab," kata Karni Ilyas.
"Enggak, enggak jangan juga begitu, enggak bagus," jawab Ali Ngabalin. (*/IN-001)
Sumber: tribunwow.com

INFO TNI POLRI

Loading...

INFO DAERAH

INFO BEKASI

INFO SPORT

INFO BALI

© Copyright 2018 INFONEWS.CO.ID | All Right Reserved