Memberikan Yang Terbaik Untuk Masjid Kita


Oleh : Ustadz Nashrullah Jumadi

Banyak ditengah-tengah masyarakat kita saat ini yang mampu hidup sukses, walaupun kita juga tidak menafikan masih banyak pula yang belum sampai pada tangga kesuksesan. Terlepas dari itu semua, bahwa kesuksesan itu menjadi tujuan dari setiap orang dalam menjalani hidupnya, maka bermunculan lah orang-orang sukses, baik itu sukses dalam bisnis, sukses dalam karier dan sukses membangun keluarga yang harmonis dan lain sebagainya.

Jika kita mencermati keberhasilan orang yang sukses tentu ada satu kunci yang pasti dimilikinya dan kunci ini adalah hal yang pasti melekat pada mereka yang saat ini telah menyandang predikat sebagai orang sukses. Kunci itu yakni “MEMBERIKAN YANG TERBAIK” terhadap apa yang telah dilakukan selama ini. Jika kita jumpai orang sukses dalam bisnisnya, orang tersebut pasti telah memberikan yang terbaik untuk bisnisnya, kalau orang itu sukses dalam kariernya pasti orang itu telah “memberikan yang terbaik” untuk pekerjaannya selama ini,  sehingga kariernya terus meningkat dan lain sebagainya.

Ya …..“MEMBERIKAN YANG TERBAIK”, itulah kunci suksesnya, sebab tidak mungkin jika orang sukses dalam bisnisnya dia se enaknya saja berbuat, tidak mungkin manajemen asal jalan, tidak mungkin pula malas-malasan, bahkan pengorbanan pun siap diberikan dalam rangka untuk bisa memberikan yang terbaik pada usaha yang selama ini digelutinya. Maka jika anda ingin sukses hari ini berilah yang terbaik terhadap apa yang sedang anda lakukan saat ini niscaya anda akan sukses, sekalipun yang kita lakukan saat ini barangkali sesuatu yang sederhana dan kecil serta dianggap remeh orang lain

Tetapi sayangnya motivasi dan dorongan kita untuk “MEMBERIKAN YANG TERBAIK” seringkali tidak menyentuh masjid kita saat ini. Akhirnya rutinitas masjid kita hanya berjalan secara stagnan dan tidak mendapatkan keberhasilan kecuali hanya bangunan fisiknya semata. Masjid sulit menemukan kemakmurannya dan ramai hanya pada saat bulan Ramadhan tiba. Semua tak lain karena kita sebagai pengurus atau jama’ah tidak “memberikan yang terbaik” untuk masjid kita saat ini.

Masjid kita hanya kebagian sisa-sisa dari apa yang telah kita berikan untuk keluarga, bisnis, pekerjaan dll. Masjid hanya mendapatkan sisa waktu kita, sisa tenaga kita, sisa harta kita dan pikiran kita. Ya, …kita saat ini hanya mampu memberikan untuk masjid kita dengan hanya sebatas sisa semata. Dan akhirnya kita pun mendapatkan sisa-sisa semata dalam hidup ini dan tak mendapatkan yang terbaik yakni mampu mendapatkan amal sholeh yang banyak sebagai bekal hidup di akhirat nanti.

Pembaca sekalian, Ironis memang jika masjid yang setiap kita datangi minimal 5 kali sehari saat menunaikan sholat berjamaah tak mampu berkembang dan tak mampu mendapatkan keberhasilan, kecuali hanya masalah internal masjid semata yang tak pernah selesai dan tak pernah menemukan kemajuannya. Dan seringkali program atau kegiatan yang kita gulirkan di masjid kandas di tengah jalan alias tak bisa berjalan. Kalaupun berjalan biasanya berjalannya pun asal jalan tidak memiliki Visi dan Misi yang jelas dalam membangun masjid dan masyarakatnya.

Ambilah contoh sederhana yakni mau membuat TPA/TPQ yang baik tidak bisa, mau membina Remaja masjid tidak mampu,menyusun administrasi surat menyurat pun hanya sebatas foto copy an semata, bahkan rapat rutin pengurus masjid pun sebagai kontrol dan evaluasi bulanan tak pernah bisa berjalan. Apalagi membuat buletin satu lembar secara rutin berbulan saja tak mampu dilakukan di tengah para pengurus masjid yang notabene bergelar akademik perguruan tinggi dan dana kas masjid melimpah.

Ada apa kira-kira ? Padahal apa yang saya contohkan diatas seperti surat menyurat, buletin rutin, kegiatan TPA/TPQ, pembinaan Remaja masjid adalah sesuatu yang sangat mudah dilakukan, tapi pada kenyataannya banyak masjid kita saat ini yang tak mampu menjalankan/wujudkan dengan baik. Coba anda dilihat bagaimana perjalanan TPA/TPQ di masjid, dari sekian banyak takmir masjid siapa yang peduli dan membina dengan serius dan Istiqomah ? Ketua Takmir masjidnya ? Wah, biasanya sih ketua Takmir masjid hanya sebatas menerima laporan bulanan tentang perjalanan TPA/TPQ di masjidnya, jarang yang terjun lansung ikut mengurusi TPA/TPQ. Belum lagi tentang kebersihan masjid yang taki mampu dipelihara dengan baik. Tapi di sisi yamng lain kalau kita bekerja di kantor atau bisnis kita, kita begitu serius menjalaninya, bahkan melebihi target yang telah ditetapkan.

Ya, inilah kenyataanya bahwa untuk masjid terkadang kita masih setengah-tengah dalam memberikan perhatian dan perbaikan. Untuk masjid,  kita masih belum memberikan yang terbaik …..Wallahu a’lam bishowab

Tetapi sayangnya “Memberikan yang terbaik” seringkali tidak menyentuh masjid kita saat ini. Akhirnya masjid kita hanya berjalan stagnan dan tidak mendapatkan keberhasilan kecuali hanya bangunan fisiknya semata. Itu semua tak lain karena banyak takmir/pengurus masjid kita saat ini yang tidak “memberikan yang terbaik” untuk masjid kita saat ini.

Masjid kita hanya kebagian sisa-sisa dari apa yang telah kita berikan untuk keluarga, bisnis, pekerjaan kita dll. Masjid hanya mendapatkan sisa waktu kita, sisa tenaga kita, sisa harta kita dan pikiran kita.

 *) Penulis buku “5 Langkah Mudah Membentuk dan Mengoptimalkan Baitul Maal Masjid”/Penganggas Konsep Gerakan membangun desa/kampung berbasis Baitul Maal Masjid/Ketua Lembaga Trainer & Penelitian Keummatan AL HADID/Founder Gerakan Peduli Masjid (GPM) Indonesia

loading...

Belum ada Komentar untuk "Memberikan Yang Terbaik Untuk Masjid Kita"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel