Tol Solo-Ngawi Menyatukan Wisata Solo Raya


INFONEWS.CO.ID ■ Bila Anda naik mobil dari Solo ke arah Surabaya melewati Tol Solo-Ngawi, coba keluarlah di Pintu Tol Pungkruk. Pintu tol ini letaknya sekitar tiga kilometer sebelum masuk kota Sragen.

Begitu keluar dari tol, silakan berbalik ke arah Barat. Setelah berjalan sekitar tiga kilometer, menyusuri jalan raya Solo-Sragen,  maka Anda akan sampai pusat kota Kecamatan Masaran.

Di kecamatan ini, ada desa bernama Desa Wisata Kliwonan. Letak Desa Wisata Kliwonan tidak jauh dari pusat kota Kecamatan Masaran, yakni hanya sekitar 500 meter. Kawasan Desa Wisata Batik Kliwonan terletak sekitar 10 kilometer sebelah barat ibukota Kabupaten Sragen. atau 15 KM sebelah timur laut kota Solo.

Desa Kliwonan adalah salah satu sentra batik di Sragen. Kabupaten Sragen adalah sentra produksi batik terbesar setelah Pekalongan dan Surakarta. Di Sragen, terdapat dua sub sentra batik yakni Kecamatan Plupuh dan Masaran. Dua sub sentra tersebut memiliki beberapa desa penghasil batik. Letak mereka pun berdekatan, saling berseberangan di sisi utara dan selatan Sungai Bengawan Solo.

Desa-desa di utara sungai adalah Jabung dan Gedongan yang masuk wilayah Kecamatan Plupuh. Mereka hanya berjarak sepelemparan batu dengan Desa Pilang, Sidodadi, dan Kliwonan. Tiga desa yang disebut terakhir terletak di selatan Bengawan Solo dan berada dalam wilayah Kecamatan Masaran.

Karena berada di pinggiran sungai atau kali --dalam bahasa Jawa, industri Batik di kawasan tersebut juga dikenal dengan sebutan Batik Girli (Pinggir Kali). Di dua sub sentra batik tersebut terdapat 4.817 perajin batik dengan menyerap sekurangnya 7.072 tenaga kerja.

Aksesibilitas (sragen.go.id). Desa Kliwonan sekaligus diditetapkan menjadi pusat pengembangan, pelatihan, dan pemasaran batik.

Gaya batik Sragen awal mulanya identik dengan batik Surakarta, terutama di era 80-an. Ini tak mengherankan, sebab para pionir kerajinan batik di Sragen umumnya pernah bekerja sebagai buruh batik di perusahaan milik juragan batik Surakarta. Namun kemudian, batik Sragen berhasil membentuk ciri khas yang berbeda dari gaya Yogyakarta dan Surakarta.

Batik gaya Yogyakarta umumnya memiliki dasaran --atau sogan-- putih dengan motif bernuansa hitam atau warna gelap. Corak Yogyakarta ini biasa disebut batik latar putih atau putihan. Beda lagi dengan batik gaya Surakarta, biasanya memiliki warna dasaran gelap dengan motif bernuansa putih. Biasa disebut batik latar hitam atau ireng. Batik Yogyakarta dan Surakarta juga lebih kuat dalam mempertahankan motif gaya kraton yang telah menjadi patokan baku, misalnya parang,kawung, sidodrajat, sidoluhur, dan lain sebagainya.

Selain berwisata ke sentra batik Kliwon, Anda dapat mengunjungi  Museum Manusia Purba di Desa Sangiran, Kecamatan Plupuh, sekitar empat kilometer dari Masaran. Selain Desa Wisata Kliwonan, Museum Sangiran merupakan andalan destinasi wisata di Kabupaten Sragen. Andalan tujuan wisata lainnya adalah Waduk Kedungombo.

Wisata Terintegrasi

Letak keduanya--Desa Wisata Kliwonan dan Museum Sangiran--yang tak jauh dari pintu keluar tol Sragen bagian barat, sangat memungkinkan untuk dijadikan paket wisata terintegrasi dengan wilayah Solo Raya. Terutama wilayah Solo Raya bagian timur yang meliputi Kota Solo, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Sragen.

Keberadaan Jalur Tol Solo-Ngawi yang berdekatan dengan lokasi obyek wisata ini diprediksi bakal menggenjot kunjungan wisatawan jika bisa memanfaatkannya. Apalagi jika dikemas dalam paket wisata terintegrasi dengan wilayah Solo dan sekitarnya.

Jarak Solo-Masaran yang sebelumnya butuh waktu 1,5 jam dalam kondisi normal dan 2-3 jam  saat jam sibuk atau macet, kini bisa ditempuh hanya dalam waktu 15-20 menit melalui tol.

Jadi, Anda bisa turun di Bandara Adi Sumarmo Solo, lalu naik taksi menuju lokasi wisata budaya dan ilmu pengetahuan ini hanya dalam waktu sekitar 20 menit.
Setelah puas berbelanja busana atau kain batik langsung dari perajinnya di Desa Kliwonan dan sekitarnya, Anda dapat melanjutkan belajar sejarah di Museum Manusia Purba, Sangiran. 

Semoga ada manfaatnya untuk kita semua... ??????




loading...

Belum ada Komentar untuk " Tol Solo-Ngawi Menyatukan Wisata Solo Raya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel