INFO TERKINI

Rabu, 11 Desember 2019

HUT ke-49, Kota Solok Baralek Gadang

SOLOK - Dalam rangka merayakan hari jadi kota Solok yang ke-49 yang jatuh pada tanggal 16 Desember 2019, Pemko Solok telah menyusun serangkaian agenda untuk merayakan Hari jadi yang diperuntukkan bagi warga kota dan sekitarnya. Event akan di selenggarakan dari Tanggal 12-15 Desember 2019.

Sejumlah iven yang akan digelar nantinya adalah, Tabligh Akbar pada Kamis tanggal 12 Desember 2019, pukul 08.00 WIB di Halaman Balaikota Solok dengan penceramah Ustadz Wijayanto dari Jakarta. Kemudian, Wisuda 1.000 Hafidz pada Kamis Tanggal 12 Desember 2019, pukul 10.00 WIB di Gedung Kubuang Tigo Baleh.

Lomba Tari Tingkat SD se-Kota Solok dengan tema permainan anak-anak pada Hari Kamis hingga Jumat tanggal 12-13 Desember 2019, di Rumah Gadang Siti Rasidah Simpang Denpal pukul 08.00 WIB.

Lomba Tari tingkat SMP se-Kota Solok dengan Tema Kolaborasi Musik Kreasi dan Tradisional Pada Hari Kamis-Jumat tanggal 12-13 Desember 2019. Acara dimulai dari pukul 08.00 WIB di Rumah Gadang Siti Rasidah Simpang Denpal

Pertunjukan Bundo Kanduang dalam aktivitas "Bakureh" pada hari Sabtu, 14 Desember 2019 di Rumah Gadang Siti Rasidah Simpang Denpal dan akan dimulai pada pukul 09.00 WIB.

Festival Masakan Tradisional Kota Solok yang berbahan beras dan ketan, akan dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 14 Desember 2019 di Rumah Gadang Siti Rasidah Simpang Denpal. Kegiatan akam dimulai pukul 14.00 WIB.

Pergelaran Kesenian (Tradisi dan Kreasi) sepanjang Jalan Sudirman pada hari Sabtu tanggal 14 Desember 2019 akan dimulai pada pukul 20.00 WIB.

Prosesi Pawai Budaya (Arak Bako) dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 15 Desember 2019. Acara tersebut akan Start di Pandan Ujung pada pukul 08.30 WIB dengan Panggung kehormatan di Taman Syech Kukut dan Finish di Simpang Denpal.

Pergelaran kesenian (Tradisi dan Kreasi) yang akan menampilkan pemenang lomba seni pertunjukan. Lalu penampilan karya seni garapan dengan tema Solok Kota Beras Serambi Madinah serta penampilan Group Tamu dari Luar Daerah dan Luar Negeri. Acara akan di laksanakan pada hari Minggu tanggal 15 Desember 2019 jam 20.00 WIB.

Rangkaian acara Hari Jadi Kota Solok akan digelar dengan Rapat Paripurna DPRD Kota Solok di Gedung Kubuang Tigo Baleh. Acara tersebut akan dimulai pada jam 08.00 WIB. (IN-001) 

Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad SAW, Ini Jawaban dari Kadis Pendidikan dan Kabid SD

SOLOK - Masyarakat Sumatera Barat, khususnya Kabupaten Solok dihebohkan dengan munculnya soal ujian semester I kelas IV SD mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Nagari Muaro Pingai, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok yang dinilai melecehkan Nabi Muhammad SAW. Kabar tersebut langsung viral di media sosial dan memantik reaksi keras dari masyarakat. Khusus bagi Kabupaten Solok, munculnya soal ujian tersebut seolah bertolak belakang dari upaya Pemerintah kabupaten Solok yang tengah gencarnya membangun Sekolah Umum Berbasis Pesantren (SUBP).

Dalam soal ujian yang tertera dalam urutan nomor ke-13 itu, tertulis "Di bawah ini, yang merupakan sikap Nabi Muhammad SAW yang tidak patut kita teladani?"

Dalam menjawab pertanyaan itu, diberikan pilihan jawaban diantaranya :

A. Malas Belajar
B. Mengerjakan tugas belajar
C. Menjaga nama baik sekolah dan guru
D. Menjaga nama baik orang tua.

Kemunculan soal ujian itu dianggap meresahkan dan sangat menyinggung perasaan umat Islam. Soal ujian PAI bagi pelajar kelas IV Sekolah Dasar di Kecamatan Junjung Sirih tersebut disebarkan di 16 Sekolah Dasar di Junjung Sirih, yang terdiri dari 14 Sekolah Negri dan Dua sekolah swasta. Diperkirakan jumlah murid yang ujian 400 orang. Pihak Dinas Pendidikan kabupaten Solok mengaku sudah memanggil pihak-pihak yang terlibat dalam penyusunan soal ujian tersebut.

Anggota DPRD Kabupaten Solok dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Dendi, menyatakan sangat menyayangkan adanya persoalan ini. Memurutnya, soal ujian seperti itu sangat tidak patut, dan dianggap telah melecehkan Nabi Muhammad SAW yang selama ini menjadi teladan bagi seluruh umat Islam.

"Ini harus menjadi evaluasi bagi seluruh pihak terkait. Nabi Muhammad SAW merupakan suri tauladan bagi seluruh umat Islam. Apalagi yang digambarkan dalam soal itu tentunya jauh sekali dari sikap dan sifat Nabi Muhammad SAW.

Dendi juga menegaskan, secara jelas soal ujian ini berupaya menampik pribadi Rasulullah sebagai Uswah dengan kalimat "Sikap Nabi Muhammad SAW yang tidak patut di teladani". Padahal  menurutnya Allah Ta’ala telah melegitimasi bahwa seluruh yang ada pada Rasulullah baik lahiriyah maupun bathiniyah adalah suri tauladan yang baik.

"Pihak berwenang harus bertindak tegas menyikapi ini. Harus ada efek jera terhadap pihak yang terkait. Soal ujian ini sangat menyinggung perasaan ummat Islam. Nabi Muhammad adalah manusia mulia. Penduduk langit dan bumi bershalawat untuk beliau. Dari banyak referensi beliau mati-matian menyelamatkan kita manusia dari kesesatan," tegasnya.

Dendi juga menyatakan, Dinas Pendidikan Kabupaten Solok dan bidang SD seharusnya selektif terhadap soal-soal ujian untuk siswa.

"Ini bukti proses pengawasan dalam pembuatan soal tidak berjalan baik. Harusnya mereka selektif sebelum soal ini dicetak dan diedarkan kepada siswa, ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Solok, Zulkisar, menegaskan akan segera meminta pihak terkait pembuatan soal ini untuk mengklarifikasi persoalan yang mengusik kenyamanan umat Islam di Kabupaten Solok.

"Semua yang terkait dengan pembuatan soal itu akan kami panggil ke dinas pendidikan. Mulai dari pengawas, K3S, Kepala Sekolah yang mengirim pembuat soal tersebut, guru pembuat soal serta yang merevisi soal tersebut," ujarnya.

Sementara itu, Kabid Sekolah Dasar, Dinas Pendidikan Kabupaten Solok, Dafrizal, membenarkan munculnya soal ujian yang dinilai melecehkan Nabi Muhammad SAW dalam ujian semester Sekolah Dasar di Kecamatan Junjuang Sirieh.

"Keberadaan soal tersebut baru diketahui setelah ujian selesai. Ujian PAI sudah dilakukan pada Senin 9 Desember kemarin," jawab Dafrizal.

Menurut Dafrizal, dalam mekanismenya, penyusunan soal ujian dilakukan oleh tim pembuat soal dari unsur guru yang ditunjuk. Kemudian, soal itu diedit lagi oleh tim revisi dan baru diserahkan ke Korwil kecamatan untuk dicetak.

"Soal sudah direvisi sebanyak dua kali dan sudah diedit sebanyak dua kali oleh tim yang ditunjuk, namun ternyata soal nomor 13 itu luput dari perhatian dan terlanjur tersebarkan pada peserta ujian," sebut Dafrizal. (*/IN-001)

Ansu Fati, Pencetak Gol Termuda di Liga Champions


MILAN - Barcelona meraih kemenangan dengan skor 1-2 atas Inter Milan pada matchday ke-6 Liga Champions di San Siro, Rabu (11/12/2019) dini hari WIB. Di balik hasil ini, ada rekor yang dicetak pemain muda Ansu Fati.

Barcelona datang ke markas Inter Milan tidak dengan pemain terbaik. Lionel Messi tidak masuk skuad. Gerard Pique juga tidak nampak. Luis Suarez, Frenkie de Jong, dan Marc-Andre ter Stegen juga memulai laga di bangku cadangan.

Walau tampil dengan tim lapis kedua, klub asal Catalan tetap menang atas Chelsea. Dua gol Barcelona dicetak pemain muda jebolan La Masia yakni Carles Perez dan Ansu Fati.

Hasil ini membuat Barcelona kokoh di puncak klasemen F dengan meraih 14 poin. Barcelona tidak pernah kalah dari enam laga yang dimainkan di fase grup. Los Cules lolos ke babak 16 Besar Liga Champions.

Bikin Rekor Gol Termuda

Ansu Fati tidak memulai laga sejak menit awal. Ernesto Valverde lebih memilih memainkan Carlez Perez dan Antoine Griezmann di lini depan pada menit pertama. Ansu Fati hanya duduk di bangku cadangan.

Ansu Fati masuk pada menit ke-85, untuk menggantikan Carles Perez. Hanya dua menit berselang, Ansu Fati langsung mencetak gol ke gawang Inter Milan. Ansu Fati mencetak gol dari tendangan pertamanya.

Gol ke gawang Inter Milan membuat Ansu Fati tercatat sebagai pemain termuda yang mencetak gol di Liga Champions. Jebolan La Masia tersebut mencetak gol pada usia yang masih 17 tahun 40 hari.

Daftar Pencetak Gol Termuda dalam Sejarah Liga Champions:

17 tahun 40 hari: Ansu Fati (Inter Milan 1-2 Barcelona, 10/12/19)
17 tahun 195 hari: Peter Ofori-Quaye (Rosenborg 5-1 Olympiacos, 01/10/97)
17 tahun 216 hari: Mateo Kovačić (Dinamo Zagreb 1-7 Lyon, 07/12/11)
17 tahun 218 hari: Cesc Fàbregas (Arsenal 5-1 Rosenborg, 07/12/04)
17 tahun 218 hari: Bojan Krkić (Schalke 0-1 Barcelona, 01/04/08)
17 tahun 241 hari: Martin Klein (Panathinaikos 2-1 Sparta Praha, 27/02/02)
17 tahun 263 hari: Breel Embolo (Basel 4-0 Ludogorets, 04/11/14)
17 tahun 300 hari: Aaron Ramsey (Fenerbahçe 2-5 Arsenal, 21/10/08)
17 tahun 322 hari: Karim Benzema (Lyon 2-1 Rosenborg, 06/11/05)
18 tahun 44 hari: Alex Oxlade-Chambelain (Arsenal 2-1 Olympiacos, 28/09/11)

Terlahir untuk Mencetak Gol

Catatan apik Ansu Fati mengundang pujian dari Ernesto Valverde. Sang pelatih sangat kagum dengan aksi pemain 17 tahun tersebut. Bahkan, Valverde menyebut sang pemain memang terlahir untuk mencetak gol.

"Ansu Fati telah melalui beberapa periode yang sulit secara fisik, dengan sedikit ketidaknyamanan pada kondisi fisiknya, tetapi dia memang terlahir sebagai pencetak gol," ucap Valverde.

Ansu Fati sendiri diprediksi bakal menjadi 'Lionel Messi baru' untuk Barcelona. Dia telah tampil bagus sejak promosi ke tim utama pada musim 2019/2020. Apakah Ansu Fati bisa menjadi penerus Lionel Messi? (*/IN-001)

Selasa, 10 Desember 2019

Dugaan Korupsi Dana Bansos Kabupaten Solok 2009 dan 2010, Yuniarli Ditahan


SOLOK - Kejaksaan Negeri (Kejari) Solok menahan tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah dan Bantuan Sosial (Bansos) Kabupaten Solok tahun anggaran 2009 dan 2010, Yuniarli, Senin (9/12/2019). Kepala Kejaksaan Negeri Solok Donny Haryono Setiawan, menyatakan pihaknya sudah melakukan penyerahan tersangka serta barang bukti dari penyidik ke penuntut (tahap II).

"Tersangka langsung ditahan. Kita akan segera menyusun surat dakwaan agar perkara perkara bisa dilimpahkan ke pengadilan," ujarnya.

Kejari Solok sebelumnya telah menetapkan 6 jaksa yang akan menyidangkan kasus tersebut. Mereka adalah Ade lndrawan, Yulius Kaesar, Widia Eka Putra, Dewi Permata Asri, Yandi Mustiqa dan Teddy Arihan. Menurutnya, dugaan kerugian keuangan negara dalam kasus ini sebesar Rp 412.475.000 akibat pencairan dana bantuan sosial (bansos) dan dana hibah tahun anggaran 2009 dan 2010.

Dalam kasus tersebut Yuniarli berlaku sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), dan menjabat sebagai Sekretaris DPPKA Solok. Dalam kasus tersebut, ada satu tersangka lainnya, yakni mantan Kepala DPPKA Solok, Darwin tanjung. Menurut jaksa tersangka tidak memenuhi panggilan, namun mengirimkan penasehat hukumnya ke Kejati. Alasannya karena ada anggota keluarga yang meninggal.

"Secepatnya tersangka tersebut akan kami proses dan dilakukan tahap II juga," kata Asisten Pidana Khusus Kejati Sumbar M Fatria.

Para tersangka dijerat karena melanggar pasal 2, dan pasal 3 Undang-undang 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dari penyidikan sejauh ini, terungkap sejumlah modus dalam kasus. Yakni pencairan dana yang tidak sampai ke tangan kelompok masyarakat. Kemudian ada kelompok yang menerima bantuan namun tidak sesuai besaran sebenarnya (dipotong), dan ditemukan juga kelompok penerima yang fiktif. (*/IN-001)

Senin, 09 Desember 2019

Vietnam Rebut Emas Sepakbola SEA Games 2019

MANILA - Vietnam sukses merebut medali emas dari cabang sepak bola. Hal itu setelah Timnas wanita mereka menang 1-0 atas Thailand dalam partai puncak di Stadion Rizal Memorial, Filipina, Minggu (8/12/2019).

Sejak awal laga, pertandingan berjalan alot. Vietnam tampak menguasai pertandingan tapi Thailand berhasil membangun pertahanan dengan solid.

Thailand yang merasa kurang begitu gereget langsung melakukan pergantian saat laga baru berusia 27 menit. Mereka memasukkan Taneekarn Dangda untuk menggantikan Jaruwan Caiyarak.

Akan tetapi, hingga turun minum skor kacamata tak berubah. Pada paruh kedua, Thailand sempat berselebrasi usai Orappin Waenngoen sukses menjebol gawang Vietnam. Tapi gol tersebut dianggap tak sah karena si pemain dianggap dalam posisi offside.

Menit ke-72, Vietnam mendapatkan peluang emas. Mendapatkan umpan silang, Huynh Nhu menanduk bola tapi sundulannya masih jauh dari harapan.

Paruh kedua akhirnya bertahan tanpa gol. Laga kemudian dilanjutkan ke babak tambahan waktu. Tambahan waktu baru berjalan tiga menit, Vietnam sukses membuka skor melalui Hai Yen Pham usai memanfaatkan tendangan bebas dari sisi kiri.

Thailand terus mencari gol penyeimbang. Taneekarn Dangda nyaris menyamakan skor menit ke-102 lewat sepakan dari luar kotak penalti tapi bola masih melambung tinggi.

Hingga peluit panjang, skor 1-0 untuk Vietnam tak berubah. Ini adalah medali emas keenam Vietnam dari cabang sepak bola wanita setelah sebelumnya direbut 2001, 2003, 2005, 2009, dan 2017. (*/IN-001)

Susunan Pemain:

VIETNAM: Kim Thanh; Nguyen Thi Xuyen, Chuong Thi Kieu, Pham Thi Tuoi, Hong Nhung; Bich Thuy, Thai Thi Thao, Tuyet Dung, Duong Thi Van, Duong Van, Huynh Nhu

THAILAND: Waraporn Boonsing; Natthakarn Chinwong, Philawan, Warunee Phetwiset, Thongsombut; Chetthabutr, Thongsombut, Chaiyarak, Orapin Waenngoen, Saengchan, Nildhamrong.

Kata Khilafah dan Jihad Bakal Dihapus dari Kurikulum di Madrasah, PA 212 Berontak


JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) akan menghapus kata khilafah dan jihad dalam Kurikulum pendidikan agama Islam di Madrasah. Penghapusan istilah khilafah dan jihad tertuang Surat Edaran B-4339.4/DJ.I/Dt.I.I/PP.00/12/2019. Surat edaran itu ditandatangani oleh Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag, Ahmad Umar pada 4 Desember 2019.

Dalam surat edaran itu disebutkan bahwa penghapusan kata khilafah dan jihad dilakukan dalam rangka pencegahan paham radikalisme di madrasah. Aturan baru tersebut berlaku efektif mulai tahun tahun ajaran 2020/2021 mendatang.

"Kegiatan pembelajaran dan penilaian hasil belajar Tahun Pelajaran 2019/2020. Terkait KI-KD yang membahas tentang Pemerintahan Islam (Khilafah) dan Jihad yang tercantum dalamKMA 165 Tahun 2014 dinyatakan tidak berlaku dan telah diperbarui dalamKMA 183 Tahun 2019. Maka implementasi KI-KD dalam pembelajaran dan penilaian hasil belajar TahunPelajaran 2019/2020 mengacu pada Kl-KD yang tercantum dalamKMA 183 Tahun 2019," demikian isi surat tersebut.

Kemenang juga menginstruksikan agar semua mata pelajaran yang mengandung konten khilafah dan jihad harus segera ditarik.

Menyikapi hal itu, Wakil Ketua Komisi VIII DPR dari Fraksi Golkar Ace Hasan Syadzily meminta Menteri Agama Fachrul Razi tak perlu menghapus konten ajaran tentang khilafah dan jihad dalam pelajaran agama Islam di madrasah. Menurut Ace, menghafus kata khilafah sama saja dengan menghilangkan sejarah Islam.

Menurut Ace, khilafah termasuk khazanah pemikiran politik yang pernah diterapkan dalam sejarah Islam. Karenanya, pemerintah tak boleh menghapus fakta tentang penerapan khilafah dalam sejarah Islam.

"Secara fiqh siyasi, khilafah itu merupakan bagian dari khazanah pemikiran politik Islam yang pernah diterapkan dalam sejarah Islam. Kita tak boleh menghapus fakta sejarah itu," kata Ace, seperti dilansir CNNIndonesia.com, Senin (9/12).

Ace memandang bahwa semua peserta didik perlu tahu tentang kekhalifahan dalam sejarah Islam. Misalnya, kekhalifahan Abbasiyah hingga Turki Utsmani. Menurutnya, fakta sejarah ini tetap harus disampaikan kepada peserta didik karena tak dipungkiri sudah menjadi bagian dari sejarah Islam.

Meski demikian, Ace menekankan bahwa konsep khilafah tidak tepat dan tidak mungkin diterapkan di Indonesia untuk saat ini. Sebab, dalam pendirian bangsa, para pendahulu menyepakati Indonesia menganut sistem pemerintahan Republik dengan dasar negara Pancasila.

"Nah, argumen ini yang seharusnya ditanamkan kepada para anak didik agar mereka memahami tentang penting memperkuat nilai-nilai kebangsaan sebagai pilihan bernegara kita," kata dia.

Menurut Ace, Menteri Agama Fachrul Razi tak perlu sampai menghapus materi sejarah tentang khilafah. Materi tersebut tetap perlu dimuat dengan dilengkapi pengertian bahwa Indonesia tidak bisa menerapkan sistem khilafah.

"Kami di Pesantren dulu belajar tentang konsep fiqh siyasi (fiqih politik) yang mengacu pada Kitab Ahkam Al-Sultoniyah karangan Imam Mawardi yang memuat tentang konsep politik khilafah. Bukan berarti kami mengikuti ajaran itu karena itu tidak mungkin diterapkan dalam sistem politik saat ini," imbuhnya.

Ace juga mengkritik Menteri Agama yang ingin merevisi topik jihad dalam pelajaran agama Islam. Menurutnya, ayat perang atau jihad merupakan salah satu doktrin Islam. Ia berpandangan makna jihad tersebut seharusnya tak ditafsirkan secara ekstrem. Menurutnya, konsep jihad harus menekankan pada aspek spiritualitas agama yang menyejukkan ketimbang ditafsirkan seperti pemahaman kelompok radikal.

"Jadi yang seharusnya dikedepankan adalah kemampuan para pendidik untuk menjelaskan tentang konsep kenapa kita menerapkan sistem kenegaraan kita saat ini dimana Pancasila dan NKRI sebagai pilihan yang tepat dan keharusan kita mengedepankan moderasi beragama," kata Ace.

Sebelumnya, Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Kamaruddin Amin Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Kamaruddin Amin menjelaskan bahwa pihaknya tidak menghapus konten ajaran khilafah dan jihad, melainkan diperbaiki.

"Saya perlu menyampaikan bahwa konten khilafah dan jihad tidak dihapus sepenuhnya dalam buku yang akan diterbitkan. Makna khilafah dan jihad akan diberi perspektif yang lebih produktif dan kontekstual," kata Kamaruddin, Minggu (8/12).

PA 212 Langsung Berontak

Wacana pemghapusan kata khilafah dan jihad ini langsung menuai pro dan kontra. Termasuk dari Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang langsung "berontak" dan meminta agar kebijakan itu tak diterapkan.

Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara PA 212, Haikal Hasan. Haikal pun meminta agar pemerintah cukup mengubah narasi mengenai khilafah dan jihad dalam pelajaran agama Islam.

"Dalam hal ini PA 212 inginnya diubah narasinya, bukan dihilangkan," jelas Haikal, Senin (9/12).

Menurut Haikal, jihad merupakan bagian dari ajaran agama Islam yang tidak boleh dihilangkan. Alih-alih menghapusnya, lebih baik pengertian soal jihad diperluas di dalam pelajaran.

Sebagai contoh, misalnya mahasiswa yang dianggap sudah berjihad jika menjuarai olimpiade atau mendapatkan nilai terbaik di pendidikannya.

"Jadi begitulah, diarahkan," terang Haikal, seperti dilansir CNN Indonesia.

Sementara untuk khilafah, Haikal menilai topik tersebut masihlah bagian dari agama. Oleh karena itu pemerintah diharapkan lebih memberikan pembaharuan terhadap materi khilafah daripada menghapusnya.

"Kalau dihapuskan akan menimbulkan pro dan kontra. Harusnya pemerintah memfasilitasi dan meluruskan diksinya, bukan memberangus sebuah ajaran," ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif juga mengambil sikap senada dengan Haikal. Bahkan ia menilai DPR, yang notabene menolak keinginan Kemenag, memiliki pemahaman agama yang jauh lebih baik daripada pencetus wacana tersebut.

"Kami setuju dengan pendapat anggota dewan tersebut," ujar Slamet. "Ini menunjukkan pengetahuan keislaman anggota dewan lebih maju dari Kementerian Agama."

Khilafah dan jihad, imbuh Slamet, tak bisa dipisahkan dari agama Islam. Bahkan menurutnya kedua ajaran itu merupakan ruh Islam. "Jika dicabut (dihapus), berarti ruh Islam akan dihilangkan, ini bahaya," pungkas Slamet. (*/IN-001)
© Copyright 2018 INFONEWS.CO.ID | All Right Reserved