Sahbandar Reo dan Polair Masih Buru Pemilik Kapal Misterius Tanpa Awak - INFONEWS.CO.ID

Jumat, 15 Februari 2019

Sahbandar Reo dan Polair Masih Buru Pemilik Kapal Misterius Tanpa Awak

 Sahbandar Reo dan Polair Masih Buru Pemilik Kapal Misterius Tanpa Awak


INFONEWS.CO.ID ■ Perairan tanjung Torong Besi menjadi saksi bisu kehadiran kapal tanpa awak. Kapal KMN Pulau Mas 10 GT 22, terbuat dari kayu, berwarna putih berada dalam posisi tenggelam (Minggu, 10/02/2019) sekitar pukul 17.00 Wita sedangkan beberapa buritan kapal masih terapung.

Seorang warga atas nama Iron Ahor (26), mahasiswa yang berasal dari Kampung Sangari, Kelurahan Wangkung, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, menyampaikan informasi kepada pihak berwajib melalui akun Facebook (Ahor Pasteur), bahwa adanya kapal tenggelam di perairan tanjung Torong Besi.

Dirilis dari pihak Polair setelah mendapatkan informasi dari saudara Ahur Iron,  Polair langsung menuju tempat adanya kapal tersebut. Sebelumnya, kapal tersebut ditarik oleh nelayan atas nama M. Jabar dan nelayan Kampung Motor Pecah lainnya, sekitar pukul 23.40 Wita.

Sesampainya di tempat kejadian tim Polair melakukan pengecekan. Dalam pengecekan itu bersama saksi tidak ditemukan nahkoda, anak buah kapal (ABK) dan penumpang kapal.

Melihat keadaan kapal tanpa awak, tim Polair langsung menuju tempat awal ditemukannya kapal. Hal ini dilakukan guna mencari kebenaran apakah kapal tersebut menelan korban.

Penyisiran dilakukan dari awal tempat kapal tenggelam sampai pada tempat terakhir kapal itu berada akibat terbawa arus, yakni di perairan Luwuk, Kecamatan Lamba Leda dengan titik koordinat 80 derajat 16″23″ LS – 120 derajat 31″01″ BT.

Tim Polair melakukan pengecekan di dalam ruangan kapal dengan cara menyelam, sekitar pukul 08.00 Wita, ditemukan Surat ijin Usaha (SIUP), Surat Ijin Tempat Usaha (SITU) a.n. UD. Pulau Mas, beralamat di Watukamba, Kec. Maurole, Kabupaten Ende, juga ditemukan kartu BPJS a.n. Usman, KTP a.n. Usman, buku tabungan Bank Mandiri a.n. Usman, 1 buah HP tablet Samsung, serta sejumlah lobster hasil tangkapan yang membusuk.

Pihak kepolisian juga melakukan pemasangan garis polisi, dan mencatat berbagai barang temuan.

Selanjutnya pihak berwajib berkoordinasi dengan kantor Sahbandar Reo.  Setelah dicek oleh pihak kantor tidak ditemukan catatan atau daftar registrasi pengurusan surat ijin berlayar. Menindaklajuti kejadian itu pihak Sahbandar Reo melakukan koordinasi ke pihak sahbandar lainnya guna mengetahui asal usul kapal yang ditemukan itu.

Sumber: SorotNTT


BERITA TERKAIT

BERITA TERBARU

Loading...
© Copyright 2018 INFONEWS.CO.ID | All Right Reserved