INFO KRIMINAL

Selasa, 07 April 2020

Amerika Serikat Peringkat Kasus Covid-19, Indonesia di Posisi ke-36

JAKARTA - Juru bicara pemerintah Achmad Yurianto merilis jumlah kasus positif Corona per 7 April 2020. Kasus positif COVID-19 ini berdasarkan pemeriksaan PCR, bukan pemeriksaan cepat atau rapid test.

Berdasarkan perhitungan dari Senin, 6 April 2020 pukul 12.00 WIB sampai Selasa, 7 April 2020 di jam yang sama, ada penambahan sebanyak 247 orang, sehingga totalnya menjadi 2.738 jiwa.

Untuk jumlah orang yang dinyatakan bebas dari jeratan Virus Corona alias sembuh, bertambah 12 orang, menjadi 204 jiwa.

Sedangkan kasus kematian akibat COVID-19, ada penambahan sebanyak 12 orang, sehingga totalnya menjadi 221 jiwa.

Covid-19 di Dunia

Amerika Serikat masih menjadi negara dengan kasus corona paling banyak di dunia, hingga Selasa (7/4/2020) pagi WIB.

Tim statistik The New York Times merangkum, Negeri Paman Sam itu memiliki 357.036 kasus, dari 1,2 juta lebih kasus corona di dunia.

Di peringkat kedua, ada Spanyol dengan 135.032 kasus. Kemudian ada Italia dengan 132.547 kasus.

Sementara Tiongkok (mainland China) yang konon menjadi negara pertama, tempat kasus ini berkembang, kini masih memiliki 83.654 kasus. Negeri Panda itu berada di urutan kelima dunia, di bawah Jerman dengan 95.391 kasus.

Indonesia di urutan berapa? Hingga Senin (6/4/2020) kemarin, tim New York Times melansir Merah Putih ada di peringkat 36 dunia, dengan 2.491 kasus, 209 kematian. Angka itu sama dengan perhitungan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

Di Asia Tenggara, Indonesia berada di urutan ke-3, di bawah Malaysia (3.793 kasus) dan Filipina (3.660).

Hingga pagi ini, WHO mencatat ada 211 negara (wilayah) yang terpapar virus corona. Organisasi Kesehatan Dunia itu merangkum, ada 1.214.973 kasus dengan 67.841 orang meninggal. (*/IN-001)

Sumber: tempo.co, tribunnews.com

Sabtu, 04 April 2020

Update Covid-19, Sabtu 4 April, 2.092 Positif, 190 Meninggal, 191 Sembuh

JAKARTA - Pemerintah kembali memperbarui data kasus positif virus corona di Indonesia. Jumlah pasien positif corona, per Sabtu (4/4), tercatat bertambah sebanyak 106 orang. Juru bicara penanganan corona, Achmad Yurianto, mengungkapkan saat ini secara akumulatif pasien positif corona ada 2.092 orang.

"Masih terjadi penambahan kasus konfirmasi positif 106 orang, sehingga total menjadi 2.092," kata Yurianto di Kantor BNPB, Jakarta, Jumat (3/4) sore.

Sementara itu, jumlah pasien positif virus corona yang meninggal dunia bertambah 16 orang. Dengan begitu, total ada 190 pasien corona yang meninggal.

Yurianto menyebut pasien positif corona yang sembuh juga bertambah 10 orang. Sehingga saat ini tercatat ada 191 pasien yang sembuh dari COVID-19.

Meluasnya penyebaran virus corona ini tak hanya mengancam kesehatan, tapi perekonomian juga ikut terdampak. Misalnya saja di DKI Jakarta per Jumat (3/4) pukul 10.30 WIB total sudah ada 25.408 pekerja yang di-PHK dan dirumahkan melapor ke Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakergi) DKI Jakarta.

Para pekerja tersebut berasal dari 4.235 perusahaan. Disnakergi DKI Jakarta memang membuka kanal pelaporan untuk pekerja yang terdampak wabah virus corona hingga Sabtu (4/4).

Kepala Disnaker DKI Jakarta Andri Yansyah belum mau mengungkapkan teknis pemberian kartu prakerja dan pemberian subsidi kepada mereka yang sudah mendaftar. Dia hanya mengungkapkan akan ada bantuan dari pemerintah.

"Insyaallah akan ada bantuan, baik dari pemerintah pusat maupun dari pemerintah daerah," kata Andri Yansyah saat dihubungi, Jumat (3/4). (*/IN-001)

Sumber: kumparan.com

Rabu, 01 April 2020

19 Pati TNI AD dan 8 Pati TNI AL Dimutasi, Wakasad Dijabat Mayjen TNI Moch Fachruddin

JAKARTA - Sebanyak 27 Perwira Tinggi (Pati) TNI terdiri dari 19 Pati jajaran TNI AD, dan 8  Pati jajaran TNI AL dimutasi. Berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/355/III/2020 tanggal 31 Maret 2020 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI. Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Tatang Sulaiman dimutasi menjadi Pati Mabes TNI, dalam rangka persiapan pensiun. Penggantinya, adalah Mayjen TNI Moch. Fachruddin, yang sebelumnya adalah Asisten Operasional (Asops) Kasad.

Mutasi jabatan di lingkungan TNI, merupakan upaya dalam rangka memenuhi kebutuhan organisasi dan pembinaan karier, serta mengoptimalkan tugas-tugas TNI yang semakin kompleks dan dinamis. TNI melaksanakan mutasi dan promosi jabatan di tingkat Perwira Tinggi TNI.

Sebanyak 19 Pati TNI AD yang dimutasi  yaitu Letjen TNI Tatang Sulaiman dari Wakasad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Mayjen TNI Moch. Fachruddin, S.Sos. dari Asops Kasad menjadi Wakasad, Mayjen TNI Surawahadi dari Koorsahli Kasad menjadi Asops Kasad, Mayjen TNI R. Wisnoe Prasetja Boedi dari Pangdam V/Brw menjadi Koorsahli Kasad (Validasi Orgas), Mayjen TNI Widodo Iryansyah, S.Sos., M.M. dari Aspam Kasad menjadi Pangdam V/Brw.

Kemudian, Mayjen TNI Teguh Arief Indratmoko dari Pangdam IM menjadi Asintel Kasad (Validasi Orgas), Mayjen TNI Hassanudin, S.I.P., M.M. dari Asrena Kasad menjadi Pangdam IM, Brigjen TNI Hendrasto Joko Saksono, S.E., M.M. dari Ses Ditjen Kuathan Kemhan menjadi Asrena Kasad, Brigjen TNI Abdul Rahman Made, S.I.P., M.Si. dari Dirmat Ditjen Kuathan Kemhan menjadi Ses Ditjen Kuathan Kemhan.

Selanjutnya, Brigjen TNI Heru Sudarminto, S.I.P., M.Sc. dari Waasrena Kasad menjadi Dirmat Ditjen Kuathan Kemhan, Kolonel Kav Erwin Djaniko, S.Sos. dari Pamen Denma Mabesad menjadi Wasrena Kasad Bid. Ren (Validasi Orgas), Kolonel Czi Adisura Firdaus Tarigan dari Paban I/Jakrenstra Srenad menjadi Waasrena Kasad Bid. Dal (Orgas Baru), Kolonel Inf Mukhlis dari Paban II/Jemen Srenad menjadi Waasrena Kasad Bid. Jemen dan RB (Orgas Baru).

Brigjen TNI Broto Guncahyo, S.Sos., M.Tr. (Han) dari Irops Itjen TNI menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Kolonel Inf Fauzi Rusli, S.H. dari Irut Ter Itops Itjen TNI menjadi Irops Itjen TNI, Mayjen TNI Benny Octaviar, M.D.A. dari Pa Sahli Tk. III Bid. Banusia Panglima TNI menjadi Pa Sahli Tk. III Bid. Wassus dan LH Panglima TNI.

Brigjen TNI Sugeng Sutrisno, S.H., M.H. dari Anggota Pokkimiltama Mahkamah Agung menjadi Hakim Agung Mahkamah Agung, Brigjen TNI Weni Okianto, S.H., M.H. dari Kadilmilti II Jakarta Mahkamah Agung menjadi Anggota Pokkimiltama Mahkamah Agung, dan Brigjen TNI Dr. Slamet Sarwo Edy, S.H., M.H. dari Panmudpidmil Mahkamah Agung menjadi Kadilmilti II Jakarta Mahkamah Agung.

Sementara 8 Pati TNI AL, yaitu Laksda TNI Ir. Fery Sidjaja, M.M. dari Pa Sahli Tk. III Bid. Wassus dan LH Panglima TNI menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun), Laksma TNI Tatit E. Witjaksono, S.E., M.Tr. (Han) dari Wadan Seskoal menjadi Pa Sahli Tk. III Bid. Banusia Panglima TNI, Kolonel Laut (P) Imam Musani, S.E., M.Si. dari Dirdik Seskoal menjadi Wadan Seskoal, Laksma TNI M. Zainudin, S.H., M.M. dari Iropslat Itjenal Mabesal menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun).

Kolonel Laut (P) Aswoto Saranang dari Pamen Sahli Kumhan Pati Sahli Kasal Bid. Soskumdang menjadi Iropslat Itjenal Mabesal, Laksma TNI Gig Jonias Mozes Sipasulta, M.Mar.Stud. dari Wadan Kodiklatal menjadi Pati Mabes TNI AL (Meninggal Dunia), Brigjen TNI (Mar) Amir Faisol, S.Sos., M.M. dari Danpasmar 3 Kormar menjadi Wadan Kodiklatal, dan Kolonel Mar Edi Juardi dari Wakapusjapermildas TNI menjadi Danpasmar 3 Kormar. (*/IN-001)

Tunjangan ASN Dipotong untuk Covid-19? Ini Jawaban Walikota Solok

SOLOK - Di tengah upaya penanganan virus corona (Covid-19) di Kota Solok, Sumatera Barat (Sumbar), beredar selentingan isu terkait imbauan Walikota Solok untuk memotong tunjangan daerah (Tunda) aparatur sipil negara (ASN) di Pemko Solok. Tujuannya, untuk membantu masyarakat yang menjadi dampak dari Covid-19 di Kota Solok. Padahal, ASN di Kota Solok juga terdampak adanya Covid-19 ini. Terkait hal ini, Walikota Solok Zul Elfian Dt Tianso menyatakan hal itu tidak benar. Menurutnya, pihaknya hanya meminta sumbangan sukarela ke ASN untuk membantu meringankan beban masyarakat. Saat ini menurutnya, sudah terkumpul sumbangan dari ASN Pemko Solok sebesar Rp 100 juta.

"Sumbangan dari ASN Pemko Solok, saya tegaskan itu adalah sumbangan seikhlasnya. Tanpa paksaan. Kalau tidak ada, tidak apa-apa. Tapi, apa salahnya kita berbagi. Bahkan, saya menyumbangkan 50 persen gaji saya untuk penanganan Covid-19 di Kota Solok," ungkapnya.

Zul Elfian juga menegaskan, Pemko Solok juga melakukan langkah-langkah untuk meringankan beban masyarakat yang semakin berat akibat dampak dari Covid-19 ini. Di antaranya dengan membebaskan retribusi dan sewa kios di Pasaraya Solok yang milik Pemko Solok. Kemudian, pengurangan setoran retribusi parkir dari pengelola perparkiran di Kota Solok.

"Di samping pembebasan sewa kios dan pengurangan setoran parkir ke kas daerah, kita juga saat ini akan mencoba mengusahakan penangguhan angsuran ke perbankan dan lembaga pembiayaan lain. Dalam waktu dekat, kita akan berkomunikasi dengan bank-bank dan leasing di Kota Solok untuk mencari solusi. Sebab, dengan adanya Covid-19 ini, perekonomian dan pemasukan warga jelas sangat menurun," ungkapnya.

Zul Elfian juga menjelaskan, kondisi terkini di Kota Solok, jumlah kasus Covid-19 yang positif tidak ada. Sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 366 orang dan pasien dalam pemantauan (PDP) sebanyak 49 orang.

Sejumlah hal dan langkah yang telah dilakukan yaitu membuat edaran tentang bahaya virus corona agar masyarakat selalu waspada dan selalu menjaga kebersihan lingkungan. Kemudian membentuk gugus tugas yang telah melakukan penyemprotan disinfektan di tempat fasilitas publik yang ramai di kunjungi oleh masyarakat seperti tempat ibadah, perkantoran, taman, terminal, pasar, jalan umum dan tempat wisata.

"Kita tidak tahu keberadaan virus ini mengendap yang jelas virus ini bisa muncul ditempat-tempat yang sering dikunjungi oleh masyarakat. Untuk pencegahan dengan menggunakan disinfektan memang tersedia terbatas. Kadang-kadang hanya diperoleh melalui OPD dengan caranya sendiri. Selain itu kita sudah mengambil langkah yaitu meliburkan anak sekolah sampai tanggal 2 April 2020 dan dalam rencana kami akan memperpanjang masa libur anak sekolah sampai tanggal 21 April 2020," ujarnya.

Zul Elfian juga menyatakan saat ini petugas yang bekerja di lapangan memang mengalami beberapa kendala dan keterbatasan. Di antaranya, terbatasnya alat pelindung diri (APD). Selain itu, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, sedang menunggu anggaran seperti gugus tugas di OPD masing-masing.

Zul Elfian juga merinci, kebutuhan anggaran di sejumlah OPD terkait untuk penanganan Covid-19. Yakni Dinas Perhubungan membutuhkan anggaran sebesar Rp 65.500.000, Satpol PP sebesar Rp 373.200.000, Bagian Perekonomian sebesar Rp 67.500.000, Dinas Perindag Koperasi dan UKM sebesar Rp 12.750.000, Dinas Kesehatan sebesar Rp 3.052.161.807, Camat sebesar Rp 1.500.000.000, BPBD Kota Solok sebesar Rp 1.600.000.000 dan Dinas Sosial sebesar Rp 575.000.000. Sehingga, total anggaran keseluruhannya Rp 7.246.111.807.

"Ke depannya kita akan membentuk Posko di setiap kelurahan yang nantinya akan di kelola oleh RT dan RW serta LPMK dengan melibatkan masyarakat. Di Posko ini, sekali 24 jam akan memantau orang yang datang di wilayahnya masing- masing serta melakukan pendataan," ujarnya. (IN-001)

Senin, 30 Maret 2020

UPDATE Covid-19, Senin (30/3/2020), 1.414 Positif, 75 Sembuh, 122 Meninggal

JAKARTA - Jumlah kasus positif virus corona COVID-19 di Indonesia kembali bertambah. Hingga Senin (30/3/2020), tercatat 1.414 kasus positif, 75 sembuh, dan 122 meninggal.

"Penularan di luar masih terjadi," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona COVID-19, Achmad Yurianto, Senin (30/3/2020).

Kasus positif mengalami penambahan 129 kasus menjadi 1.414. Pasien yang dinyatakan sembuh mengalami penambahan 11 kasus menjadi 75. Sedangkan meninggal bertambah 8 menjadi 122. (*/IN-001)

Sabtu, 28 Maret 2020

UPDATE Sabtu (28/3/2020), Covid-19 di Indonesia 1.155 Kasus, Sembuh 59, Meninggal 102 Orang

JAKARTA - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan ada penambahan pasien positif Corona menjadi 109 kasus

"Sehingga total 1.155 kasus, pasien sembuh 59 orang, kematian menjadi 102 orang," kata Yurianto, Sabtu, 28 Maret 2020.

Yurianto mengatakan untuk itu menjadi penting bagi masyarakat agar tetap mematuhi anjuran di rumah saja untuk isolasi diri. Selain itu, ia juga meminta masyarakat mengurangi aktivitas dan interaksi di luar rumah.

Ia pun mengingatkan masyarakat untuk mencuci tangan dengan sabun setiap hendak makan atau minum. "Jadi tidak perlu menggunakan hand sanitizer, cukup menggunakan sabun dengan air mengaliar," kata Yurianto. (*/IN-001)



[ copy pasang di sinebar/ lokasi yg memungkinkan... data covid-19 dari kemenkes, update otomatis]
© Copyright 2018 INFONEWS.CO.ID | All Right Reserved