Buton Siaga Satu, 871 Warga Korban Bentrok Mengungsi - INFONEWS.CO.ID

Jumat, 07 Juni 2019

Buton Siaga Satu, 871 Warga Korban Bentrok Mengungsi

Buton Siaga Satu, 871 Warga Korban Bentrok Mengungsi


INFONEWS.CO.ID ■ Hingga saat ini, sedikitnya 871 warga Desa Gunung Jaya, Buton, Sulawesi Tenggara,  terpaksa mengungsi akibat bentrok yang terjadi antara masyarakat desanya dengan Desa Sampuabalo.

"Rumah mereka rusak dan secara psikologi takut kejadian tersebut terulang," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta Selatan pada Jumat, 7 Juni 2019.

Sementara menurut Kepala Bagian Umum dan Protokoler Pemkab Buton, Ramli Adia, melalui telpon seluler, Jumat mengatakan, warga yang mengungsi itu tidak hanya korban yang kehilangan rumah karena terbakar, tetapi ada juga yang menghindar untuk mengamankan diri akibat kejadian itu.

"Kalau jumlah Kepala Keluarganya (KK-nya) saya belum bisa pastikan. Tapi kalau yang dievakuasi dari jam 9 malam sampai jam 8 pagi saat hari kejadian itu sebanyak 600-an orang, karena saya sendiri yang evakuasi," katanya, Jumat (7/6/2019).

Warga yang dievakuasi dan diungsikan itu, kata dia, selain anak-anak, terdapat pula orang tua dan ibu-ibu yang sudah berumur diatas 50 tahun.

Warga yang diungsikan tersebut, kata dia, terpusat di Kantor Desa Laburunci, Kecamatan Pasarwajo dan beberapa tempat seperti di Ponimbe dan di Kelurahan Kombeli yang berdekatan dengan Desa Laburunci.

"Kalau yang mengungsi secara resmi itu dipusatkan di Pasarwajo. Tapi saya dengar yang terakhir ada juga yang mengungsi di tempat lain yang kami tidak tahu. Mungkin mereka mengungsi sendiri menginap di rumah keluarganya," katanya.

Ramli mengatakan dalam upaya membantu para korban bentrok tersebut Pemkab Buton sejak awal telah menyalalurkan bantuan berupa pakaian dan makanan setiap harinya.

"Sejak kejadian dan evakuasi warga, Pemkab Buton menangani pengungsi. Sejak saat itu sudah mulai ada bantuan untuk pengungsi, kemudian berlanjut oleh BNPB, pemadam kebakaran, Dinas Sosial sudah siap terkait masalah pengungsi ini," katanya.

Dia juga belum bisa memastikan kapan warga tersebut dipulangkan, karena situasi belum benar-benar kondusif. Pihak keamanan masih melakukan pengamanan pada dua desa yang bertikai itu.

"Kemarin Kapolda dan Danrem bersama Bupati Buton sudah melakukan mediasi antara dua kubu. Jadi masih dalam proses," ujarnya.

Berdasarkan informasi dari warga, bentrokan bermula saat puluhan pemuda Desa Sampuabalo melakukan konvoi menggunakan motor knalpot bising melintas di Desa Gunung Jaya pada 4 Juni 2019 sekitar pukul 20.00 WITA.

Terkait situasi saat ini, pihak kepolisian telah menatpkan status kedua desa adalah siaga 1. Tiga satuan setingkat kompi (SSK) atau 300 personel brigadir mobil diturunkan untuk mengamankan perbatasan kedua desa.

"Juga dibantu dua satuan setingkat pleton (SST) dari komando resort militer (korem)," kata  Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta Selatan pada Jumat, 7 Juni 2019.

Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara bersama bupati setempat, tokoh masyarakat dan tokoh agama telah melakukan rapat untuk meredam situasi di sana.

Editor ■ Sri Suciani
Sumber : Antara

BERITA TERKAIT

BERITA TERBARU

Loading...
© Copyright 2018 INFONEWS.CO.ID | All Right Reserved