INFO DAERAH

Sabtu, 20 Juli 2019

Pangdivif 2 Kostrad Kunjungi Markas Yonzipur 10 Kostrad di Pasuruan


INFONEWS.CO.ID ■ Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Tri Yuniarto, S.AP., M.Si., M.Tr (Han) didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Divif 2 PG Kostrad, Ibu Ria Tri Yuniarto  melaksanakan kunjungan kerja di Yonzipur 10 Kostrad, Pasuruan, Jum’at (19/7/2019).

Sesaat tiba di Yonzipur 10 Kostrad, Pangdivif 2 Kostrad beserta rombongan menerima laporan dari Danyonzipur Mayor Czi Dendi Rahmat Subekti, S.Sos., penghormatan dari Dinas Jaga Keamanan, pengalungan bunga dan menyaksikan tari selamat datang dari ibu-ibu Persit Yonzipur 10 Kostrad serta disambut juga dengan penampilan antraksi Drum Band dari para Prajurit Yonzipur 10 Kostrad lalu melewati lorong prajurit dengan yel-yel prajurit dengan penuh semangat serta dilaksanakan foto bersama.

Pangdivif 2 Kostrad beserta rombongan langsung menuju ke ruang transit usai melaksanakan foto bersama dengan seluruh Perwira Yonzipur 10 Kostrad, selanjutnya Pangdivif 2 Kostrad menerima paparan laporan satuan yang disampaikan oleh Danyonzipur 10 Kostrad.

Di tempat yang berbeda  Ibu Ketua Persit KCK Koorcab Divif 2 PG Kostrad beserta rombongan melaksanakan peninjauan Posyandu dan TK Kartika IX-40 Yonzipur 10 Kostrad serta melihat secara langsung keterampikan dari Ibu-Ibu Persit KCK Cabang XXV Yonzipur 10 Kostrad.

Pangdivif 2 Kostrad yang didampingi Danyonzipur 10 Kostrad juga meninjau pangkalan serta meninjau kesiapan prajurit dengan melihat secara langsung seluruh Alutsista yang dimiliki oleh Yonzipur 10 Kostrad kemudian dilanjutkan dengan pengarahan kepada prajurit serta Persit Yonzipur 10 Kostrad.

Mengawali arahannya, Pangdivif 2 Kostrad menyampaikan tujuan kunjungannya tersebut untuk mengetahui permasalahan yang dialami satuan, prajurit maupun Persit serta mengapresiasi kebersihan pangkalan dan kedisiplinan prajurit yang di miliki satuan Yonzipur 10 Kostrad ini.

Pangdivif 2 Kostrad juga menekankan beberapa hal untuk prajurit maupun Persit Yonzipur 10 Kostrad diantaranya jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa, tingkatkan kesadaran penggunaan medsos dengan tidak menanggapi berita hoax, laksanakan latihan guna menunjang tugas, pelihara dan tingkatkan kualitas Binsat, bina fisik untuk memelihara kesehatan dan kebugaran tubuh serta jaga keharmonisan dalam keluarga.

Usai memberikan pengarahan, Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad beserta rombongan berkenan menerima cinderamata dari segenap prajurit Yonzipur 10 Kostrad dan memberikan pesan dan kesan kepada seluruh prajurit.

Kegiatan kunjungan kerja Pangdivif 2 Kostrad dihadiri juga oleh Asren Divif 2 Kostrad, Para Asisten Kasdivif 2 Kostrad serta Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Divif 2 PG Kostrad, Ibu Ria Tri Yuniarto beserta pengurus. (Pendiv2)

Jumat, 19 Juli 2019

Bhakti Sosial TNI Peduli Tuna Daksa, Koramil 05/Sail Berikan Bantuan Kursi Roda


INFONEWS.CO.ID ■ Jajaran Koramil 05/Sail melalui swadayanya memberikan bantuan berupa kursi roda kepada penyandang tuna daksa di wilayah RT. 03 RW. 08 Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya.

Kegiatan yang bertemakan Bhakti Sosial TNI AD "Peduli Tuna Daksa" Koramil 05/Sail Kodim 0301/Pbr memberikan bantuan kursi roda kepada penyandang tuna daksa dilakukan pada Jum'at (19/07/19) Pagi.

Hadir dalam pemberian bantuan tersebut Danramil 05/Sail Kapt Arh Sugeng Santoso, Lurah Rejosari Edi Fadilah S.IP, Ketua RW. 08 H.M Haris S.Pd, Ketua RT. 03 Asner Hasibuan seluruh babinsa Koramil 05/Sail, dan Adven Manalu dan keluarga besar selaku penerima bantuan.

Dalam hal ini, Danramil 05/Sail Kapt Arh Sugeng Santoso mengatakan bahwasanya kegiatan kemanusiaan ini merupakan sumbangsih dari seluruh jajaran sebagai wujud kepedulian antar sesama.

"Program kemanusiaan yang kita lakukan selama ini memang sudah menjadi kewajiban bagi kita bersama dalam memperhatikan masyarakat di wilayah teritorial khususnya Koramil 05/Sail ini. Selama ini kita juga telah memberikan bantuan kepada masyarakat berupa pemasangan Jamban bagi rumah - rumah yang belum memilikinya.

Menurut Danramil, program pemberian kursi roda akan terus dilaksanakan selama masih ada warga yang membutuhkan.

"Kita masih memiliki sekitar lebih kurang 10 unit kursi, untuk itu kami dari jajaran Koramil 05/Sail meminta kerjasama dari pemerintah setempat agar diinformasikan segera kepada kami warga sekitarnya yang membutuhkan kursi roda bagi penyandang tuna daksa yang kurang mampu," Ujar Danramil 05/Sail seraya mengatakan program ini akan dilakukan secara berkala atau berkelanjutan.

Sementara itu, Lurah Rejosari Edi Fadilah S.IP mengapresiasikan sikap respon jajaran Koramil 05/Sail dalam memperhatikan masyarakat yang membutuhkan bantuan.

"Saya selaku Lurah Rejosari sangat berterimakasih kepada segenap jajaran Koramil 05/Sail. Memang kita sebagai pemerintah mengakui perhatian kepada masyarakat tidak semuanya terpenuhi, dengan aksi kemanusiaan bhakti sosial TNI tentunya warga sangat terbantu," ujar Lurah Rejosari.

Ia pun sangat kagum dengan kesigapan peran  babinsa Koramil 05/Sail dalam memperhatikan kebutuhan serta memberikan kebahagiaan kepada warga sekitar yang kurang mampu.

"Peran babinsa Koramil 05/Sail ini sangatlah mulia, hal ini ditunjukkan dengan keaktifannya dalam bekerjasama dengan pemerintah. Peluang warga dalam mendapatkan bantuan bhakti sosial TNI ini didapat dari pendataan dari babinsa melalui rekomendasi RT/RW setempat." tutup Lurah sembari mengharapkan melalui program ini akan terus terjalin komunikasi yang baik dalam menjaga lingkungan sekitar.

Setelah mendapatkan bantuan kursi roda, Adven Manalu beserta keluarga besar tidak menduga sangat terharu, karena kurang lebih sekitar 6 tahun penyakit komplikasi berupa syaraf terjepit, asam urat, dan penyakit lainnya membuatnya duduk terus tanpa bisa berjalan.

"Syukur puji tuhan atas pemberian bantuan yang saya terima ini, terimakasih banyak kepada pihak TNI serta pemerintah yang berkenan memperhatikan kondisi saya saat ini. Semoga TNI melalui Koramil 05/Sail Kodim 0301/Pbr semakin maju dan terus bersemangat untuk terus memperhatikan rakyatnya yang membutuhkan bantuan kedepannya." tutup pria yang berusia 56 tahun ini.

Diakhir kegiatan Danramil 05/Sail berfoto bersama sekaligus memberikan bantuan kepada Adven Manalu yang disaksikan langsung oleh Lurah dan perangkatnya serta warga sekitar.

Untuk diketahui kegiatan Bhakti Sosial TNI Peduli Tuna Daksa pada hari ini juga dilaksanakan secara serentak di dua lokasi yaitu penerima atas nama Adven Manalu yang beralamatkan di Jalan Segar I No. 57 RT. 03 RW. 08 Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya dan penerima atas nama Didik Jalan Binjai Raya RT. 01 RW. 03 Kelurahan Kulim Kecamatan Tenayan Raya. (rls)


Selasa, 16 Juli 2019

Dansatgas TMMD ke-105 Harap Warga Suku Anak Dalam Bisa Mendapat Pendidikan


INFONEWS.CO.ID ■ Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-105 Kodim 0415/Batanghari, Letkol Inf Widi Rahman, S.H., M.Si. berharap agar Suku Anak Dalam mempunyai wawasan luas dan berpendidikan layaknya seperti masyarakat lain yang berada di Desa Ladang Peris dan sekitarnya.

“Saya berharap warga Suku Anak Dalam bisa berpendidikan, minimal bisa menulis dan membaca,” kata Letkol Inf Widi Rahman di Jambi, Senin (15/7/2019).

Lebih lanjut dikatakan bahwa pada saat upacara pembukaan TMMD ke-105 tahun 2019 beberapa waktu lalu, sekitar 35 warga Suku Anak Dalam di undang menghadiri kegiatan tersebut. “Warga Suku Anak Dalam bisa membaur dan mudah bersosialisasi dengan masyarakat,” ungkapnya.

Letkol Inf Widi Rahman juga mengatakan bahwa Kodim 1405/Batanghari telah menunjuk Sertu Giman selaku Babinsa wilayah pemukiman warga Suku Anak Dalam untuk dapat mengajari mereka melalui sekolah alam, minimal bisa menulis dan membaca.

Dansatgas TMMD ke-105, Letkol Inf Widi Rahman berpesan agar Sertu Giman melaksanakan tugas mengajari warga Suku Anak Dalam dengan baik tanpa pamrih.  “Intinya berbuat tulus dan ikhlas tanpa pamrih,” ucapnya.

Minggu, 14 Juli 2019

TNI Bekali Wawasan Kebangsaan Kepada Ratusan Guru di UMP Purwokerto

  TNI Bekali Wawasan Kebangsaan Kepada Ratusan Guru di UMP Purwokerto

INFONEWS.CO.ID ■ Ratusan sarjana pendidikan yang sedang menempuh Pendidikan Profesi Guru di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) mendapat pembekalan wawasan kebangsaan, pendidikan katarakter dan bela negara, dalam acara Penguatan Karakter, Wawasan Kebangsaan dan Pengembangan Guru Profesional bagi mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan gelombang 2 tahun 2019, hari Minggu (14/7).

Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Drs. Pudiyono, M.Hum  mengatakan, "Universitas Muhammadiyah Purwokerto,  merupakan salah satu dari 54 perguruan tinggi yang dipercaya menyelenggarakan Pendidikan  Profesi Guru dari 421 perguruan tinggi di Indonesia. Lulusan PPG ini nantinya akan mengajar sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya dan pendidikan ini merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan sertifikasi profesi guru. Selain itu,  PPG ini juga membekali kepada para sarjana pendidikan agar menjadi lebih profesional menjalani profesinya sebagai pendidik anak bangsa." Acara sendiri dibuka oleh Rektor UMP DR. Anjar Nugroho, M.S.I,  M.H.I.

 BACA JUGA : Wanita Itu Istimewa 

Salah satu narasumber Mayor Amir Ma'ruf dari Korem 071 Wijayukusuma yang membawakan materi Memperkokoh Wawasan Kebangsaan dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara mengatakan, "Guru sebagai agen perubahan sangat vital perannya dalam menanamkan rasa cinta tanah air dan wawasan kebangsaan kepada generasi muda terutama anak didiknya di sekolah."

Amir juga menambahkan,"Dua aspek penting dalam pendidikan, yaitu aspek kognitif yang berkaitan dengan kecerdasan inteluaktual otak dan aspek afektif yang berkaitan dengan kecerdasan emosional yang implementasinya mengolah perilaku anak didik menjadi santun, menghormati orang tua dan cinta tanah air harus berjalan beriringan."

Niken Septirisa, salah satu peserta yang berasal dari Banyumas mengatakan, "Saya merasa menjadi lebih percaya diri, menghargai para pendiri bangsa, menambah kebanggaan akan cinta tanah air yang mana harus saya tularkan kepada anak didik saya nantinya. Saya juga mengucapkan terima kasih karena mendapat buku dari narasumber yang TNI, Mayor Amir Ma'ruf."


Jumat, 12 Juli 2019

Dandim Aceh Utara Panen Raya Buah Semangka di Lahan Tidur


INFONEWS.CO.ID ■ Dandim 0103/Aut Letkol Inf Agung Sukoco S.H. tadi siang bersama Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cab XX Dim 0103 Ny Mutia Dewi Agung Sukoco, melaksanakan panen raya buah semangka, (Jumat 12/07/2019).

Penanaman semangka yang dilakukan oleh Danramil 02/ Kuta Makmur Kapten Inf Misdiono bersama anggotanya ini memanfaatkan lahan tidur Koramil setempat seluas 2 ha dari jumlah seluruhnya 5 ha sekarang ini sedang dikelolah sebagai kebun percontohan  dengan ditanam berbagai macam tanaman buah diantaranya Buah semangka, Cabe, Pepaya dan kacang tanah. Jenis semangka yang dipanen kali ini jenis semangka inul yang berwarna merah isi dalamnya berumur 80 hari jadi sudah waktunya untuk dipanen.

“Saat penanaman awal sebanyak 2000 batang dan yang hidup kurang lebih ada  1.500 batang dan setiap batang ada 1buah dan 2 buah semangka dengan bobot 4 kg jadi diasumsikan hasil akhir kurang lebih mendapatkan 3 ton” papar Danramil“.

Kebun buah ini merupakan  pilot  project dari Kodim 0103/Aceh Utara untuk mendukung ketahanan pangan di Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe, mengingat sebagian besar kebutuhan makanan buah dan sayur sayuran sampai sekarang masih didatangkan dari luar Aceh”.   

“Harapan kita bersama dengan adanya kebun percontohan yang berada di daerah Kecamatan Kuta Makmur Kab Aceh Utara ini dapat menggairahkan  kembali sektor pertanian oleh masyarakat sekitar dan menjadi penghasilan tambahan," tegas Dandim.

Diduga Intervensi Wartawan SuaraKPK, Dua Oknum Polsek Semin Dilaporkan ke Propam


INFONEWS.CO.ID ■  oknum Polisi Polsek Semin, Polres Gunungkidul, Yogyakarta diduga telah mengintervensi kerja wartawan atas permintaan DS, seorang oknum Kepala Desa Bendung, Kabupaten Gunungkidul.

Diduga DS telah merekayasa peristiwa hukum, seolah-olah telah terjadi tindak pidana pemerasan yang dilakukan oleh AN, yang berprofesi sebagai wartawan SuaraKPK, terhadap DS.

Atas kasus dugaan rekayasa DS bersama oknum polisi tersebut Pimpinan Redaksi Surat Kabar Investigasi SuaraKPK dan harian online suarakpk.com, Imam Supaat, melaporkan kedua oknum anggota Polsek Semin ke Propam Polres Gunungkidul.

Pasalnya, walaupun saat penggeledahan pada diri AN bersama istrinya tidak ditemukan bukti seperti yang dituduhkan, yakni ter tangkap tangan wartawan atas dugaan melakukan pemerasan terhadap DS, kedua oknum polisi tersebut tetap melakukan penahanan kepada AN selama kurang lebih 30 jam di Mapolsek Semin. Parahnya lagi, selama penahanan tersebut AN tidak diperbolehkan dijenguk oleh teman kerjanya atau siapa pun.

“Setelah beberapa bukti dan saksi dirasa cukup dengan adanya dugaan melakukan pelanggaran disiplin sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2003 Tentang Peraturan Disiplin Anggota Polri, saya bersama tim dari Redaksi SuaraKPK melaporkan tindakan kedua oknum Polsek Semin ke Propam Polres Gunungkidul,” tutur Imam usai memberikan keterangan di Ruang Gakum Polres Gunungkidul Rabu, 10 Juli 2019.

Selain telah melanggar aturan disiplin Polri, lanjut Imam, keduanya juga diduga telah dengan sengaja melakukan tindak pidana sebagaimana yang diatur dalam pasal 18 ayat (1) UU Pers, yaitu tindakan menghambat dan menghalang-halangi pers dalam mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

“Sebenarnya, dalam hal pengumpulan informasi, tugas pers dan polisi itu bersinergi. Pers juga melakukan investigasi seperti halnya polisi," imbuh tokoh pers Jawa Tengah itu.

Imam menjelaskan bahwa laporannya telah diterima oleh Kasi Propam Polres Gunungkidul melalui piket Yanduan. Bukti Surat Tanda Penerimaan Laporan dengan Nomor: STPL/04/ VII/2019/ Yanduan, secara singkat menyatakan bahwa pelapor (Imam Supaat - red) telah melaporkan tentang pelanggaran disiplin sebagaimana pasal 3 huruf (g) dan pasal 5 huruf (a) PPRI Nomor 2 tahun 2003 sesuai dengan laporan LP/04/VII/2019/Yanduan tanggal 10 Juli 2019.

“Menurut kami, setelah mendapatkan berbagai informasi dan hasil investigasi di lapangan, kami menduga bahwa proses penangkapan dan pemeriksaan AN pada hari Senin (8/7) yang lalu penuh rekayasa, mengada-ada dan terkesan dipaksakan,” kata Imam.

Lebih lanjut ia mengatakan dirinya bersama Tim Redaksi dan perwakilan jurnalis Daerah Istimewa Yogyakarta berada di ruang Propam dan Paminal Polres Gunungkidul memberikan penjelasan dan kronologis selama kurang lebih 6 jam.

“Setelah kami mendapat informasi dari saksi bahwa setelah ditangkap di sebuah warung angkringan yang masuk wilayah Desa Bendung, AN dan istrinya langsung dibawa ke Mapolsek Semin untuk dilakukan penggeledahan, namun hasil penggeledahan AN dan istrinya tidak ditemukan barang bukti apapun,” jelas Imam.

Kronologi kejadian selanjutnya, menurut Imam, bahwa setelah tidak ditemukan bukti adanya pemerasan yang dimaksud, kedua oknum itu membawa AN dan istrinya kembali ke angkringan. Di angkringan sudah ada sebuah amplop di atas meja angkringan yang diselipkan di bawah tempat makanan dan kedua oknum polisi itu menunjukkan amplop tersebut kepada AN dan memaksa AN untuk mengakui bahwa barang itu sudah diterimanya. Namun AN tetap menolak, hingga akhirnya AN dinaikkan ke dalam mobil oleh kedua oknum polisi, dibawa lagi ke Mapolsek Semin untuk diintrogasi.

Imam menilai dari keterangan saksi tersebut, tuduhan polisi terhadap wartawan penuh kejanggalan.

“Melihat dari keterangan di lapangan dan informasi saksi tersebut, kami menilai beberapa hal yang dilakukan oleh kedua oknum polisi ini terasa janggal, diantaranya adalah penahanan AN pada hari Senin (8/7) sekitar pukul 16.00 WIB sampai hari selasa (9/7) pukul 20.15 WIB tersebut jelas tidak memenuhi prosedur hukum. Apalagi saat penggeledahan dan pemeriksaan di Mapolsek Semin, polisi tidak mendapatkan bukti, namun AN masih tetap ditahan hingga melebihi batas waktu 1 X 24 jam,” tegas Imam.

Selain itu, Imam juga menyayangkan perilaku oknum polisi tersebut seolah menghakimi AN telah bersalah dan tidak boleh menjadi wartawan lagi. Sehingga kartu Pers AN beserta HP tidak segera dikembalikan kepada AN saat yang bersangkutan diijinkan pulang ke rumahnya, Selasa (8/7) lalu sekitar pukul 20.20 WIB.

“Dengan diijinkan pulangnya AN, kami berpikir bahwa Polisi tidak menemukan cukup alat bukti untuk menahan AN, semestinya oknum Polisi ini mengembalikan barang miliknya, khususnya Kartu Pers AN. Jika polisi menahan Kartu Pers AN, bagaimana AN bisa bekerja menjalankan profesinya sebagai pers. Kita juga menyayangkan proses penggeledahan terhadap istri AN, yang semestinya dilakukan oleh seorang Polwan, namun itu dilakukan langsung oleh kedua oknum polisi tersebut,” tambah Imam menyesalkan.

Sebelum AN diijinkan pulang, kedua oknum polisi tersebut meminta kepada AN, jika tidak ingin persolannya dilanjutkan, agar AN tidak memberitakan persoalan-persoalan terkait Kepala Desa Bendung, DS. Menurut Imam, permintaan kedua oknum tersebut merupakan penekanan dan intimidasi serta pengancaman kepada pers.

“Kami menilai apa yang dilakukan oknum polisi tersebut jelas-jelas tidak menghormati dan mengindahkan UU Pers. Pasalnya, oknum polisi itu mengancam, jika AN memberitakan lagi tentang kasus Kades DS, maka persoalan pemerasan itu akan dilanjutkan sampai ke pengadilan, dan kedua oknum itu akan melakukan penahanan lebih lama lagi,” ungkap Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPD PPWI) Provinsi Jawa Tengah ini.

Namun demikian, Imam mengaku semua prosesnya diserahkan kepada Propam Polri, dan dirinya mempercayakan kepada Propam Polres Gunungkidul.

“Kami yakin bahwa tidak semua polisi itu buruk perilakunya dan masih ada anggota polisi yang baik dan melindungi masyarakat dengan payung hukum dan keadilannya. Hal ini mengingatkan saya tentang statement Kapolda Jateng, Irjen Rycko yang menegaskan bahwa Polisi itu tidak untuk ditakuti karena polisi itu milik masyarakat,” pungkas Imam.

Sementara itu dari Jakarta, Ketua Umum PPWI Wilson Lalengke menyatakan keprihatinannya atas kejadian yang melibatkan oknum polisi yang diduga menggadaikan posisinya sebagai polisi untuk memback-up oknum pejabat desa yang bermoral bobrok di wilayah tugasnya. "Oknum polisi itu harus sadar diri, mereka digaji rakyat, bukan oknum kades yang mereka lindungi dengan cara illegal seperti itu. Jangan gadaikan posisi Anda sebagai aparat negara untuk memback-up oknum pejabat bermental bobrok," ujar Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 itu.

Menurut Wilson, ia sangat menyayangkan jika pada moment Hari Bhayangkara saat ini dicederai oleh perilaku oknum polisi sendiri yang tidak mencerminkan sosok sebagai Bhayangkara Negara yang baik.

"Sayang sekali yàa, di saat institusi Polri sedang memperingati 73 tahun Bhayangkara Negara, tapi ada saja oknum polisi yang menunjukkan perilaku tidak layak sebagai anggota Bhayangkara Negara yang bisa dibanggakan. Mabes Polri harus membersihkan institusinya dari parasit seperti mereka itu, hanya memperburuk citra Polri saja," tutup lulusan Pascasarjana Global Ethics dari Birmingham University Inggris ini.

Hingga berita ini diturunkan, Propam Polres Gunung Kidul Daerah Istimewa Yogyakarta mengatakan masih melakukan proses atas laporan terhadap kedua oknum polisi Polsek Semin yang diduga telah melakukan pelanggaran disiplin sebagai anggota Polri dan pelanggaran UU Pers. (MRS/wl/Red).
© Copyright 2018 INFONEWS.CO.ID | All Right Reserved