INFO DAERAH

Rabu, 11 Desember 2019

HUT ke-49, Kota Solok Baralek Gadang

SOLOK - Dalam rangka merayakan hari jadi kota Solok yang ke-49 yang jatuh pada tanggal 16 Desember 2019, Pemko Solok telah menyusun serangkaian agenda untuk merayakan Hari jadi yang diperuntukkan bagi warga kota dan sekitarnya. Event akan di selenggarakan dari Tanggal 12-15 Desember 2019.

Sejumlah iven yang akan digelar nantinya adalah, Tabligh Akbar pada Kamis tanggal 12 Desember 2019, pukul 08.00 WIB di Halaman Balaikota Solok dengan penceramah Ustadz Wijayanto dari Jakarta. Kemudian, Wisuda 1.000 Hafidz pada Kamis Tanggal 12 Desember 2019, pukul 10.00 WIB di Gedung Kubuang Tigo Baleh.

Lomba Tari Tingkat SD se-Kota Solok dengan tema permainan anak-anak pada Hari Kamis hingga Jumat tanggal 12-13 Desember 2019, di Rumah Gadang Siti Rasidah Simpang Denpal pukul 08.00 WIB.

Lomba Tari tingkat SMP se-Kota Solok dengan Tema Kolaborasi Musik Kreasi dan Tradisional Pada Hari Kamis-Jumat tanggal 12-13 Desember 2019. Acara dimulai dari pukul 08.00 WIB di Rumah Gadang Siti Rasidah Simpang Denpal

Pertunjukan Bundo Kanduang dalam aktivitas "Bakureh" pada hari Sabtu, 14 Desember 2019 di Rumah Gadang Siti Rasidah Simpang Denpal dan akan dimulai pada pukul 09.00 WIB.

Festival Masakan Tradisional Kota Solok yang berbahan beras dan ketan, akan dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 14 Desember 2019 di Rumah Gadang Siti Rasidah Simpang Denpal. Kegiatan akam dimulai pukul 14.00 WIB.

Pergelaran Kesenian (Tradisi dan Kreasi) sepanjang Jalan Sudirman pada hari Sabtu tanggal 14 Desember 2019 akan dimulai pada pukul 20.00 WIB.

Prosesi Pawai Budaya (Arak Bako) dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 15 Desember 2019. Acara tersebut akan Start di Pandan Ujung pada pukul 08.30 WIB dengan Panggung kehormatan di Taman Syech Kukut dan Finish di Simpang Denpal.

Pergelaran kesenian (Tradisi dan Kreasi) yang akan menampilkan pemenang lomba seni pertunjukan. Lalu penampilan karya seni garapan dengan tema Solok Kota Beras Serambi Madinah serta penampilan Group Tamu dari Luar Daerah dan Luar Negeri. Acara akan di laksanakan pada hari Minggu tanggal 15 Desember 2019 jam 20.00 WIB.

Rangkaian acara Hari Jadi Kota Solok akan digelar dengan Rapat Paripurna DPRD Kota Solok di Gedung Kubuang Tigo Baleh. Acara tersebut akan dimulai pada jam 08.00 WIB. (IN-001) 

Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad SAW, Ini Jawaban dari Kadis Pendidikan dan Kabid SD

SOLOK - Masyarakat Sumatera Barat, khususnya Kabupaten Solok dihebohkan dengan munculnya soal ujian semester I kelas IV SD mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Nagari Muaro Pingai, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok yang dinilai melecehkan Nabi Muhammad SAW. Kabar tersebut langsung viral di media sosial dan memantik reaksi keras dari masyarakat. Khusus bagi Kabupaten Solok, munculnya soal ujian tersebut seolah bertolak belakang dari upaya Pemerintah kabupaten Solok yang tengah gencarnya membangun Sekolah Umum Berbasis Pesantren (SUBP).

Dalam soal ujian yang tertera dalam urutan nomor ke-13 itu, tertulis "Di bawah ini, yang merupakan sikap Nabi Muhammad SAW yang tidak patut kita teladani?"

Dalam menjawab pertanyaan itu, diberikan pilihan jawaban diantaranya :

A. Malas Belajar
B. Mengerjakan tugas belajar
C. Menjaga nama baik sekolah dan guru
D. Menjaga nama baik orang tua.

Kemunculan soal ujian itu dianggap meresahkan dan sangat menyinggung perasaan umat Islam. Soal ujian PAI bagi pelajar kelas IV Sekolah Dasar di Kecamatan Junjung Sirih tersebut disebarkan di 16 Sekolah Dasar di Junjung Sirih, yang terdiri dari 14 Sekolah Negri dan Dua sekolah swasta. Diperkirakan jumlah murid yang ujian 400 orang. Pihak Dinas Pendidikan kabupaten Solok mengaku sudah memanggil pihak-pihak yang terlibat dalam penyusunan soal ujian tersebut.

Anggota DPRD Kabupaten Solok dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Dendi, menyatakan sangat menyayangkan adanya persoalan ini. Memurutnya, soal ujian seperti itu sangat tidak patut, dan dianggap telah melecehkan Nabi Muhammad SAW yang selama ini menjadi teladan bagi seluruh umat Islam.

"Ini harus menjadi evaluasi bagi seluruh pihak terkait. Nabi Muhammad SAW merupakan suri tauladan bagi seluruh umat Islam. Apalagi yang digambarkan dalam soal itu tentunya jauh sekali dari sikap dan sifat Nabi Muhammad SAW.

Dendi juga menegaskan, secara jelas soal ujian ini berupaya menampik pribadi Rasulullah sebagai Uswah dengan kalimat "Sikap Nabi Muhammad SAW yang tidak patut di teladani". Padahal  menurutnya Allah Ta’ala telah melegitimasi bahwa seluruh yang ada pada Rasulullah baik lahiriyah maupun bathiniyah adalah suri tauladan yang baik.

"Pihak berwenang harus bertindak tegas menyikapi ini. Harus ada efek jera terhadap pihak yang terkait. Soal ujian ini sangat menyinggung perasaan ummat Islam. Nabi Muhammad adalah manusia mulia. Penduduk langit dan bumi bershalawat untuk beliau. Dari banyak referensi beliau mati-matian menyelamatkan kita manusia dari kesesatan," tegasnya.

Dendi juga menyatakan, Dinas Pendidikan Kabupaten Solok dan bidang SD seharusnya selektif terhadap soal-soal ujian untuk siswa.

"Ini bukti proses pengawasan dalam pembuatan soal tidak berjalan baik. Harusnya mereka selektif sebelum soal ini dicetak dan diedarkan kepada siswa, ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Solok, Zulkisar, menegaskan akan segera meminta pihak terkait pembuatan soal ini untuk mengklarifikasi persoalan yang mengusik kenyamanan umat Islam di Kabupaten Solok.

"Semua yang terkait dengan pembuatan soal itu akan kami panggil ke dinas pendidikan. Mulai dari pengawas, K3S, Kepala Sekolah yang mengirim pembuat soal tersebut, guru pembuat soal serta yang merevisi soal tersebut," ujarnya.

Sementara itu, Kabid Sekolah Dasar, Dinas Pendidikan Kabupaten Solok, Dafrizal, membenarkan munculnya soal ujian yang dinilai melecehkan Nabi Muhammad SAW dalam ujian semester Sekolah Dasar di Kecamatan Junjuang Sirieh.

"Keberadaan soal tersebut baru diketahui setelah ujian selesai. Ujian PAI sudah dilakukan pada Senin 9 Desember kemarin," jawab Dafrizal.

Menurut Dafrizal, dalam mekanismenya, penyusunan soal ujian dilakukan oleh tim pembuat soal dari unsur guru yang ditunjuk. Kemudian, soal itu diedit lagi oleh tim revisi dan baru diserahkan ke Korwil kecamatan untuk dicetak.

"Soal sudah direvisi sebanyak dua kali dan sudah diedit sebanyak dua kali oleh tim yang ditunjuk, namun ternyata soal nomor 13 itu luput dari perhatian dan terlanjur tersebarkan pada peserta ujian," sebut Dafrizal. (*/IN-001)

Selasa, 10 Desember 2019

Dugaan Korupsi Dana Bansos Kabupaten Solok 2009 dan 2010, Yuniarli Ditahan


SOLOK - Kejaksaan Negeri (Kejari) Solok menahan tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah dan Bantuan Sosial (Bansos) Kabupaten Solok tahun anggaran 2009 dan 2010, Yuniarli, Senin (9/12/2019). Kepala Kejaksaan Negeri Solok Donny Haryono Setiawan, menyatakan pihaknya sudah melakukan penyerahan tersangka serta barang bukti dari penyidik ke penuntut (tahap II).

"Tersangka langsung ditahan. Kita akan segera menyusun surat dakwaan agar perkara perkara bisa dilimpahkan ke pengadilan," ujarnya.

Kejari Solok sebelumnya telah menetapkan 6 jaksa yang akan menyidangkan kasus tersebut. Mereka adalah Ade lndrawan, Yulius Kaesar, Widia Eka Putra, Dewi Permata Asri, Yandi Mustiqa dan Teddy Arihan. Menurutnya, dugaan kerugian keuangan negara dalam kasus ini sebesar Rp 412.475.000 akibat pencairan dana bantuan sosial (bansos) dan dana hibah tahun anggaran 2009 dan 2010.

Dalam kasus tersebut Yuniarli berlaku sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), dan menjabat sebagai Sekretaris DPPKA Solok. Dalam kasus tersebut, ada satu tersangka lainnya, yakni mantan Kepala DPPKA Solok, Darwin tanjung. Menurut jaksa tersangka tidak memenuhi panggilan, namun mengirimkan penasehat hukumnya ke Kejati. Alasannya karena ada anggota keluarga yang meninggal.

"Secepatnya tersangka tersebut akan kami proses dan dilakukan tahap II juga," kata Asisten Pidana Khusus Kejati Sumbar M Fatria.

Para tersangka dijerat karena melanggar pasal 2, dan pasal 3 Undang-undang 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dari penyidikan sejauh ini, terungkap sejumlah modus dalam kasus. Yakni pencairan dana yang tidak sampai ke tangan kelompok masyarakat. Kemudian ada kelompok yang menerima bantuan namun tidak sesuai besaran sebenarnya (dipotong), dan ditemukan juga kelompok penerima yang fiktif. (*/IN-001)

Senin, 09 Desember 2019

Lima Obyek Wisata yang Dulu Dipuja, Kini Ditinggalkan


Liburan menjadi salah satu cara jitu untuk menyegarkan kembali pikiran dan semangat untuk kembali menghadapi segala rutinitas yang ada. Ada banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk menghabiskan waktu liburan.
ADVERTISEMENT
Jalan-jalan ke luar negeri sepertinya bisa menjadi pilihan, tapi untuk itu kamu perlu menyiapkan bujet yang tak sedikit. Untuk menyiasatinya kamu bisa mengunjungi destinasi-destinasi wisata hits yang nggak kalah serunya.
Nah, bicara soal destinasi wisata di Indonesia, ternyata ada lho beberapa objek wisata yang hype abis, pada masanya. Namun, karena makin banyaknya objek-objek wisata baru yang bermunculan, perlahan-lahan membuat deretan objek wisata ini ditinggalkan.
Ya, dulu dipuja kini ditinggalkan. Yuk, intip lima objek wisata terbengkalai di Indonesia.
1. Kampung Gajah Wonderland
Mengusung konsep sebuah taman hiburan yang unik, Kampung Gajah Wonderland sempat hits pada masanya. Ada beragam wahana menarik yang bisa ditemukan di tempat ini seperti formula kart, delman royal, dan buggy family.
ADVERTISEMENT
Bisa dibilang Kampung Gajah Wonderland merupakan sebuah tempat wisata yang menawarkan tempat liburan terlengkap untuk keluarga.
Namun pada tahun 2017, taman bermain yang terletak di Bandung ini dinyatakan bangkrut dan ditinggalkan. Bahkan, beberapa waktu lalu taman hiburan ini sempat viral setelah beberapa wisatawan mengabadikan momen di tempat tersebut.
Ketika kamu mengunjungi tempat ini, kamu pun bisa menemukan wahana-wahana yang berserakan berantakan. Keheningan dan derit dari besi-besi bekas serta bangunan-bangunan terbengkalai pun menjadi pemandangan yang akan kamu temukan di tempat ini.
Meski cukup menyeramkan, ternyata ada beberapa wisatawan pecinta adrenalin yang berburu spot foto di sana.
2. Taman Festival Bali
Dahulu, objek wisata yang terletak di Pantai Sanur, Bali pernah menjadi primadona bagi wisatawan. Bahkan, tempat ini pernah jadi taman festival terbesar di Bali.
ADVERTISEMENT
Objek wisata yang dibangun pada tahun 1997 ini terdiri dari wahana permainan, kebun binatang, amfiteater, hingga wisata alam. Sayangnya, tempat ini ditutup dua tahun sejak dibuka, karena bangkrut.
Tempat ini pun kemudian ditinggalkan dan dibiarkan terbengkalai begitu saja. Kini, hanya tersisa bekas bangunan yang sudah tidak terawat.
Taman Festival Bali juga pernah terbakar pada tahun 2012 sehingga makin menambah kesan horor. Dinding-dinding bangunannya pun telah ditumbuhi semak belukar.
Kini tempat ini menjadi salah satu lokasi bagi mereka yang ingin menguji adrenalin. Selain itu, tempat ini juga menjadi buruan wisatawan bagi mereka yang ingin spot foto anti-mainstream.
3. Bounty Beach Club Bungalows
Berikutnya ada Bounty Beach Club Bungalows, Lombok. Hotel yang terletak di Gili Meno ini dulu pernah sangat berjaya di awal tahun 2000-an. Namun pasca-kepergian sang pemilik, hotel yang tadinya jadi tempat favorit wisatawan untuk menginap ini menjadi tak terawat.
ADVERTISEMENT
Bounty Beach Club Bungalows akhirnya ditinggalkan begitu saja bak rumah hantu. Kini hanya tersisa tiang-tiang kayu bangunan yang roboh dan usang serta ditumbuhi dengan lumut. Bangunan terbengkalai ini juga menyisakan kursi, meja, hingga kolam renang yang serba berantakan.
Tempat ini pun memiliki aura yang cukup menyeramkan, sehingga bisa membuat bulu kuduk siapa pun merinding ketika menginjakkan kaki di tempat ini.
4. Taman Rekreasi Bedugul Hotel
Dari Lombok bergeser sedikit ke Bali, kamu bisa menemukan tempat wisata lainnya yang juga ditinggalkan yaitu Taman Rekreasi Bedugul Hotel.
Terletak di kawasan Bedugul Bali, hotel ini kabarnya dibangun oleh salah satu keluarga Cendana. Ada yang bilang bahwa bangunan ini dimiliki oleh pengusaha asal Cina. Sayangnya, hingga kini siapa pemilik resmi hotel seram ini tak ada yang tahu pasti.
ADVERTISEMENT
Hotel yang diperkirakan telah berdiri sejak tahun 90-an ini belum sempat beroperasi. Pembangunannya pun bahkan tak rampung, karena ada beberapa bangunan yang dibiarkan terbengkalai begitu saja.
Konon, hotel ini sekarang jadi angker. Bahkan hingga mendapat julukan The Ghost Palace atau Istana Hantu. Keangkerannya pun sampai diberitakan media asing lho.
Banyak cerita yang menyelimuti tempat ini, mulai dari sosok pegawai yang meninggal di sana lantaran kondisi kerja yang tak layak. Arwahnya yang tak tenang kemudian gentayangan dan menjadi penunggu di hotel itu hingga sekarang.
Selain itu, cerita bahwa ada sosok gadis cantik berwajah oriental dengan rambut sepundak yang menggoda pemuda yang lewat situ pada tengah malam.
5. Taman Remaja Surabaya
Terakhir, Taman Remaja Surabaya menjadi salah satu destinasi yang cukup populer di Kota Pahlawan. Wahananya pun terbilang cukup lengkap, mulai dari boom-boom car, rumah hantu, hingga mini coaster bisa ditemukan di tempat tersebut.
ADVERTISEMENT
Taman bermain ini pun menjadi salah satu destinasi liburan favorit keluarga. Namun sayangnya, Pemerintah Kota Surabaya terpaksa menutup Taman Remaja Surabaya, karena dianggap tidak memenuhi beberapa syarat pembangunan. Akhirnya, tempat ini ditinggalkan begitu saja dan dibiarkan terbengkalai tanpa ada kejelasan dari pihak pengelola.
Kamu tertarik mengunjungi deretan tempat ini?
Sumber: kumparan.com

Kata Khilafah dan Jihad Bakal Dihapus dari Kurikulum di Madrasah, PA 212 Berontak


JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) akan menghapus kata khilafah dan jihad dalam Kurikulum pendidikan agama Islam di Madrasah. Penghapusan istilah khilafah dan jihad tertuang Surat Edaran B-4339.4/DJ.I/Dt.I.I/PP.00/12/2019. Surat edaran itu ditandatangani oleh Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag, Ahmad Umar pada 4 Desember 2019.

Dalam surat edaran itu disebutkan bahwa penghapusan kata khilafah dan jihad dilakukan dalam rangka pencegahan paham radikalisme di madrasah. Aturan baru tersebut berlaku efektif mulai tahun tahun ajaran 2020/2021 mendatang.

"Kegiatan pembelajaran dan penilaian hasil belajar Tahun Pelajaran 2019/2020. Terkait KI-KD yang membahas tentang Pemerintahan Islam (Khilafah) dan Jihad yang tercantum dalamKMA 165 Tahun 2014 dinyatakan tidak berlaku dan telah diperbarui dalamKMA 183 Tahun 2019. Maka implementasi KI-KD dalam pembelajaran dan penilaian hasil belajar TahunPelajaran 2019/2020 mengacu pada Kl-KD yang tercantum dalamKMA 183 Tahun 2019," demikian isi surat tersebut.

Kemenang juga menginstruksikan agar semua mata pelajaran yang mengandung konten khilafah dan jihad harus segera ditarik.

Menyikapi hal itu, Wakil Ketua Komisi VIII DPR dari Fraksi Golkar Ace Hasan Syadzily meminta Menteri Agama Fachrul Razi tak perlu menghapus konten ajaran tentang khilafah dan jihad dalam pelajaran agama Islam di madrasah. Menurut Ace, menghafus kata khilafah sama saja dengan menghilangkan sejarah Islam.

Menurut Ace, khilafah termasuk khazanah pemikiran politik yang pernah diterapkan dalam sejarah Islam. Karenanya, pemerintah tak boleh menghapus fakta tentang penerapan khilafah dalam sejarah Islam.

"Secara fiqh siyasi, khilafah itu merupakan bagian dari khazanah pemikiran politik Islam yang pernah diterapkan dalam sejarah Islam. Kita tak boleh menghapus fakta sejarah itu," kata Ace, seperti dilansir CNNIndonesia.com, Senin (9/12).

Ace memandang bahwa semua peserta didik perlu tahu tentang kekhalifahan dalam sejarah Islam. Misalnya, kekhalifahan Abbasiyah hingga Turki Utsmani. Menurutnya, fakta sejarah ini tetap harus disampaikan kepada peserta didik karena tak dipungkiri sudah menjadi bagian dari sejarah Islam.

Meski demikian, Ace menekankan bahwa konsep khilafah tidak tepat dan tidak mungkin diterapkan di Indonesia untuk saat ini. Sebab, dalam pendirian bangsa, para pendahulu menyepakati Indonesia menganut sistem pemerintahan Republik dengan dasar negara Pancasila.

"Nah, argumen ini yang seharusnya ditanamkan kepada para anak didik agar mereka memahami tentang penting memperkuat nilai-nilai kebangsaan sebagai pilihan bernegara kita," kata dia.

Menurut Ace, Menteri Agama Fachrul Razi tak perlu sampai menghapus materi sejarah tentang khilafah. Materi tersebut tetap perlu dimuat dengan dilengkapi pengertian bahwa Indonesia tidak bisa menerapkan sistem khilafah.

"Kami di Pesantren dulu belajar tentang konsep fiqh siyasi (fiqih politik) yang mengacu pada Kitab Ahkam Al-Sultoniyah karangan Imam Mawardi yang memuat tentang konsep politik khilafah. Bukan berarti kami mengikuti ajaran itu karena itu tidak mungkin diterapkan dalam sistem politik saat ini," imbuhnya.

Ace juga mengkritik Menteri Agama yang ingin merevisi topik jihad dalam pelajaran agama Islam. Menurutnya, ayat perang atau jihad merupakan salah satu doktrin Islam. Ia berpandangan makna jihad tersebut seharusnya tak ditafsirkan secara ekstrem. Menurutnya, konsep jihad harus menekankan pada aspek spiritualitas agama yang menyejukkan ketimbang ditafsirkan seperti pemahaman kelompok radikal.

"Jadi yang seharusnya dikedepankan adalah kemampuan para pendidik untuk menjelaskan tentang konsep kenapa kita menerapkan sistem kenegaraan kita saat ini dimana Pancasila dan NKRI sebagai pilihan yang tepat dan keharusan kita mengedepankan moderasi beragama," kata Ace.

Sebelumnya, Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Kamaruddin Amin Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Kamaruddin Amin menjelaskan bahwa pihaknya tidak menghapus konten ajaran khilafah dan jihad, melainkan diperbaiki.

"Saya perlu menyampaikan bahwa konten khilafah dan jihad tidak dihapus sepenuhnya dalam buku yang akan diterbitkan. Makna khilafah dan jihad akan diberi perspektif yang lebih produktif dan kontekstual," kata Kamaruddin, Minggu (8/12).

PA 212 Langsung Berontak

Wacana pemghapusan kata khilafah dan jihad ini langsung menuai pro dan kontra. Termasuk dari Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang langsung "berontak" dan meminta agar kebijakan itu tak diterapkan.

Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara PA 212, Haikal Hasan. Haikal pun meminta agar pemerintah cukup mengubah narasi mengenai khilafah dan jihad dalam pelajaran agama Islam.

"Dalam hal ini PA 212 inginnya diubah narasinya, bukan dihilangkan," jelas Haikal, Senin (9/12).

Menurut Haikal, jihad merupakan bagian dari ajaran agama Islam yang tidak boleh dihilangkan. Alih-alih menghapusnya, lebih baik pengertian soal jihad diperluas di dalam pelajaran.

Sebagai contoh, misalnya mahasiswa yang dianggap sudah berjihad jika menjuarai olimpiade atau mendapatkan nilai terbaik di pendidikannya.

"Jadi begitulah, diarahkan," terang Haikal, seperti dilansir CNN Indonesia.

Sementara untuk khilafah, Haikal menilai topik tersebut masihlah bagian dari agama. Oleh karena itu pemerintah diharapkan lebih memberikan pembaharuan terhadap materi khilafah daripada menghapusnya.

"Kalau dihapuskan akan menimbulkan pro dan kontra. Harusnya pemerintah memfasilitasi dan meluruskan diksinya, bukan memberangus sebuah ajaran," ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif juga mengambil sikap senada dengan Haikal. Bahkan ia menilai DPR, yang notabene menolak keinginan Kemenag, memiliki pemahaman agama yang jauh lebih baik daripada pencetus wacana tersebut.

"Kami setuju dengan pendapat anggota dewan tersebut," ujar Slamet. "Ini menunjukkan pengetahuan keislaman anggota dewan lebih maju dari Kementerian Agama."

Khilafah dan jihad, imbuh Slamet, tak bisa dipisahkan dari agama Islam. Bahkan menurutnya kedua ajaran itu merupakan ruh Islam. "Jika dicabut (dihapus), berarti ruh Islam akan dihilangkan, ini bahaya," pungkas Slamet. (*/IN-001)

Skenario Semen Padang Selamat dari Degradasi di Tiga Laga Tersisa


Tersisa Tiga Laga, Ini Skenario Semen Padang Selamat dari Degradasi

Kekalahan 0-2 Semen Padang FC dari Bali United pada pekan ke-30, di Stadion Gelora H Agus Salim Padang, Senin (2/12/2019), sejatinya sudah menghapus peluang Kabau Sirah selamat dari jerat degradasi. Namun, Kabau Sirah menolak menyerah. Peluang kembali terbuka, saat dijamu Barito Putra, di Stadion Demang Lehman, Martapura, Jumat (6/12/2019). Kabau Sirah menggulung tuan rumah dengan skor telak, 3-0. Hasil ini, mengatrol posisi Semen Padang ke urutan 17 dari 18 kontestan Liga 1 2019. Kabau Sirah hanya berjarak 6 poin dari peringkat ke-15, atau garis terakhir ke Liga 1 2020. Tiga laga tersisa, akan menjadi sangat krusial bagi Semen Padang. Bagaimana skenario Kabau Sirah selamat?

Tiga tim peringkat terbawah Liga 1 2019 akan didepak ke Liga 2 musim 2020. Tiga tim tersebut adalah Semen Padang FC (peringkat ke-17 dengan 31 poin), Badak Lampung FC (peringkat ke-16 dengan 33 poin) dan Kalteng Putra (peringkat ke-18 dengan 30 poin). Sementara itu, lima tim di atas zona merah, masih berpeluang disalip. Yakni Persela Lamongan (peringkat ke-15 dengan 37 poin) dan Barito Putra (37 poin). Serta Persija Jakarta dan TIRA Persikabo (38 poin).

Dengan tiga laga sisa, Semen Padang maksimal bisa meraih 9 poin. Artinya, poin maksimal yang bisa diraih adalah 40 poin. Menilik dari tiga lawan yang akan dihadapi, jika performa saat menghadapi Barito Putra bisa dipertahankan, Semen Padang FC di atas kerta bisa meraup poin penuh. Di tiga laga sisa, Kabau Sirah bakal bertandang ke PSIS Semarang pada 13 Desember, kemudian menjamu Pusamania pada 17 Desember dan laga penutup di kandang Persela Lamongan pada 22 Desember.

Satu strip di atas Semen Padang FC, Badak Lampung mengoleksi 33 poin. Namun, tim yang merupakan metamorfosis dari Perseru Serui tersebut akan menjamu Bhayangkara United pada 12 Desember. Lalu dua laga tandang yang bakal super berat. Yakni melawat ke kandang Persib Bandung pada 16 Desember dan Persebaya Surabaya pada 22 Desember.

Sementara itu, tim juru kunci Kalteng Putra, juga tidak kalah sulit menjalani tiga laga terakhir. Yakni menjamu Persipura Jayapura pada 12 Desember. Lalu bertandang ke Bhayangkara United pada 16 Desember dan laga pamungkas menjamu Persija Jakarta pada 22 Desember.

Tim peringkat ke-14, Persela Lamongan akan menjamu PSS Sleman pada 11 Desember. Kemudian melawat ke kandang TIRA Persikabo pada 16 Desember. Laga pamungkas, akan menjamu Semen Padang FC pada 22 Desember. Laga ini, sangat tricky, karena jika jelan laga pamungkas anak asuh Nilmaizar sudah selamat dari zona degradasi, Semen Padang FC bakal diuntungkan. Namun jika tidak, Semen Padang FC harus siap-siap saling bunuh melawan tim yang dilatih mantan pelatihnya sendiri.

Di peringkat ke-11, bercokol PSIS Semarang dengan 40 poin dengan baru memainkan 30 laga. Keuntungan bagi PSIS, tiga laga terakhir bakal mereka mainkan di kandang sendiri. Yakni menjamu Semen Padang FC pada 13 Desember. Lalu menjamu Madura United pada 17 Desember. Kemudian laga pamungkas menghadapi Bhayangkara Ujited pada 22 Desember.

Di peringkat ke-15, Barito Putra akan menjalani tiga laga pamungkas menghadapi tim-tim kuat. Yakni, menjamu PSM Makassar pada 11 Desember. Lalu bertandang ke Papua menghadapi Persipura Jayapura pada 16 Desember. Laga terakhir menjamu Arema FC pada 22 Desember.

Di peringkat ke-12, ada TIRA Persikabo. Tim yang sempat memimpin klasemen Liga 1 2019 ini, kini terseok jelang kompetisi berakhir. Namun, dengan koleksi 38 poin, tim asuhan Rahmad Dharmawan tersebut, hanya butuh satu kemenangan saja untuk selamat dari degradasi. Tim hasil merger PS TNI dan Persikabo Bogor ini akan melawat ke Bali United pada 12 Desember, menjamu Persela Lamongan pada 16 Desember dan berkunjung ke kandang PSS Sleman pada 22 Desember.

Satu tim lainnya, Persija Jakarta, hingga saat ini juga belum sepenuhnya aman. Mengoleksi 38 poin, juara musim lalu tersebut butuh satu kemenangan dari tiga laga tersisa. Yakni menjamu Madura United pada 13 Desember, menjamu Persebaya Surabaya pada 17 Desember, serta laga pamungkas di kandang Kalteng Putra pada 22 Desember.

Pada putaran pertama Shopee Liga 1 2019, Bali United mengunci puncak klasemen dengan 40 poin. Klub kebanggaan Ranah Minang, Semen Padang FC, menghuni dasar klasemen dengan 11 poin. Paruh pertama Liga 1 Liga Indonesia 2019-2020, menjadi musim kelabu bagi Semen Padang FC. Kemenangan bahkan baru diraih di pekan ke-12, kala menjamu PSIS Semarang. Pelatih Syafrianto Rusli mundur setelah kalah 1-3 dari Tira-Persikabo selepas laga tunda pekan ke-4.

Sejarah membuktikan, tim juru kunci paruh pertama nyaris selalu berakhir dengan degradasi. Apalagi, saat kompetisi berubah nama menjadi Liga 1. Pada 2018, PSMS Medan yang jadi juru kunci paruh musim, dengan koleksi 18 poin, akhirnya terdegradasi setelah mengakhiri kompetisi di urutan paling bawah dengan 34 poin. Juru kunci di edisi 2017, Persiba Balikpapan yang mengoleksi 7 poin, terdegradasi setelah mengoleksi 27 poin di akhir musim.

Saat kompetisi bernama Indonesia Super League (ISL) tahun 2014, yang menggunakan sistem dua wilayah, nasib dua tim penghuni juru kunci paruh pertama, Persijap Jepara dan Persiba Bantul, juga berakhir turun kasta ke Divisi Utama. Nasib serupa juga terjadi pada ISL 2009/2010, tim juru kunci Persitara Jakarta Utara, yang mengoleksi 15 poin di paruh pertama, akhirnya terdegradasi di pengujung musim dengan 28 poin.

Meski begitu, sejarah juga mencatat, ada tiga tim juru kunci paruh musim yang berhasil selamat dari lubang jarum. Ketiga tim tersebut adalah Arema Indonesia di musim 2011/2012, Persija Jakarta di musim 2013, dan Pelita Jaya di musim 2010/2011. Ketiganya selamat dari mimpi terburuk seluruh tim di kasta tertinggi sepakbola Indonesia.

Skenario Semen Padang FC Lolos dari Degradasi

Mungkinkah Semen Padang FC lolos dari jerat degradasi? Secara matematis tentu bisa. Apalagi Arema, Pelita dan Persija telah membuktikannya. Syaratnya, tentu saja dengan mengoleksi poin sebanyak-banyaknya di paruh kedua liga. Tapi, bagaimana caranya?

Berkaca pada musim-musim sebelumnya, klub-klub juru kunci paruh pertama, hanya mampu mengoleksi kisaran 20 poin di paruh kedua. Di 2018, PSMS mengoleksi 16 poin dan terdegradasi di poin 34 di akhir musim. Edisi 2017, Persiba Balikpapan mengoleksi 20 poin di paruh kedua dan finish di 27 poin. Persitara Jakarta Utara di 2009/2010, hanya mampu meraup 13 poin di paruh kedua berbanding 15 poin di paruh pertama.

Tapi, jika berkaca pada pengalaman Arema Indonesia dan Persija Jakarta, peluang Semen Padang tetap terbuka lebar. Pada musim 2011/2012, Arema Indonesia mampu meraih 24 poin di paruh kedua, sehingga selamat dari jerat degradasi. Sementara, Persija Jakarta pada edisi 2013, "menggila" dan meraup 30 poin untuk survive. Catatan tersebut, bisa menjadi patokan bagi Semen Padang di tiga laga tersisa. Yakni dengan mengoleksi minimal 24 poin atau 30 poin.

Dari 18 laga tersisa di paruh kedua, Semen Padang FC telah mengoleksi 20 poin. Artinya, 9 poin di tiga laga tersisa, akan sangat krusial terhadap nasib Kabau Sirah.

Tim Legenda Sumatera

Persatuan Sepak Bola Semen Padang atau Semen Padang Football Club (SPFC) didirikan pada 30 November 1980. Klub yang didanai oleh pabrik semen tertua di Indonesia tersebut mengawali perjalanan mereka di kancah sepak bola Indonesia dengan mengikuti Divisi 1 Galatama tahun 1980.

Setelah 2 musim berkompetisi di Divisi Galatama, tahun 1982 Semen Padang FC berhasil menjuarai divisi tersebut dan promosi ke Divisi Utama. Mereka juga berhasil menjuarai Piala Galatama 1992 dengan mengalahkan Arema Malang di final, berkat gol semata wayang Delfi Adri.

Skuad semen Padang FC saat menjuarai Divisi I 1982 era Galatama diantaranya adalah Dahlan, Zalfi (Kiper), Suharno, Edi Muchni, Muharman, Hamdani Lubis, Ramlan, Karyadi Rusni, Asfinal, Suranto, Syafrianto Rusli, Setujuwono, Aprius, Lasdi Arman dengan pelatih Jenniwardin.

Perjalanan Semen Padang FC di kasta tertinggi Liga Indonesia yang dimulai sejak 1982 berjalan datar dan nyaris tanpa gelar selama hampir 10 tahun. Semen Padang FC baru bisa meraih gelar dalam dunia sepakbola tanah air yakni menjadi juara Piala Galatama pada 21 Juli 1992.

Skuad mereka kala menjuarai Juara Piala Galatama 1992 di antranya adalah Trisno Affandi, Toni Tanjung (Kiper), Endra M, Hendra Susila, Welliansyah, Joni Effendi, Nilmaizar, Riki Darman, Asfinal, Ahmad Syukri, Taufik Yunus, Afdal Yusra, Anton Syofnevil, Musfadli, Abdul Aziz, Herizon Idrus, Masykur Rauf, Delfi Adri dengan pelatih Suhatman Imam.

Tahun 1993/1994, Semen Padang FC tampil pertama kalinya di Piala Winner Asia dan berhasil menembus 8 besar. Kala itu tim asal Jepang berhasil menyingkirkan Nilmaizar dan kawan-kawan.

Catatan apik yang pernah diperoleh Semen Padang FC adalah peringkat 4 ISL 2010-2011, Runner Up Piala Indonesia 2012, Juara IPL 2012, Juara Community Shield 2013, 8 Besar AFC Cup, finalis Piala Jenderal Sudirman 2015 dan peringkat 4 Piala Presiden 2017. (rijal islamy)
© Copyright 2018 INFONEWS.CO.ID | All Right Reserved