INFONEWS

Sabtu, 09 November 2019

Tak Hanya Aibon, Ima Mahdiah Temukan 27 Anggaran Janggal di RAPBD DKI 2020


JAKARTA - Anggota DPRD DKI dari Fraksi PDIP Ima Mahdiah kembali menemukan anggaran janggal dalam rancangan APBD DKI 2020. Eks staf Gubernur DKI Jakarta terdahulu, Basuki Tjahja Purnama atau Ahok, itu menyatakan akan mempertanyakan anggaran ini dalam rapat di Badan Anggaran pekan depan.

Ima menemukan anggaran janggal tersebut saat menyisir dokumen Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020 yang terbaru. Nilai anggaran janggal tersebut mulai dari belasan hingga ratusan miliar dan diusulkan seluruhnya oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

"Temuan ini sumbernya di dokumen yang sudah direvisi dan terbaru. Yang total anggarannya Rp 89 triliun," kata Ima saat ditemui di ruang kerjanya, Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Kamis 7 November 2019, seperti dikutip tempo.co.

Daftar Anggaran Janggal Temuan Ima Mahdiah

1. Ballpoint: Rp 633,6 miliar
2. Tinta printer: Rp 258,3 miliar
3. Laptop: Rp 217,4 miliar
4. Komputer PC: Rp 206,7 miliar
5. Kertas F4: Rp 186,7 miliar
6. Buku guru tematik kelas II: Rp 127,7 miliar
7. Lem aibon: Rp 126,2 miliar
8. Meja tulis: Rp 105,3 miliar
9. Buku folio: Rp 78,7 miliar
10. Tinta/toner printer: Rp 59,1 miliar
11. Kursi murid: Rp 53,04 miliar
12. Pasir: Rp 52,1 miliar
13. Tinta printer laserjet: Rp 43,4 miliar
14. Thinner: Rp 40,1 miliar
15. Balliner: Rp 37,3 miliar
16. Helm proyek: Rp 34,2 miliar
17. Kalkulator: Rp 31,6 miliar
18. Penghapus cair: Rp 31,6 miliar
19. Tinta Fujixerox Docuprint 3105 (CT350936): Rp 26,05 miliar
20. Cat minyak berwarna: Rp 19,7 miliar
21. Cat tembok: Rp 18,9 miliar
22. Kaca bening: Rp 18,5 miliar
23. Toner printer: Rp 16,5 miliar
24. Penjilidan buku registrasi akta catatan sipil: Rp 16,1 miliar
25. Rotring: Rp 15,6 miliar
26. Lemari: Rp 10,4 miliar
27. Air mineral: Rp 10,1 miliar

Ima menyatakan anggaran tersebut masuk dalam komponen alat peraga yang ditujukan untuk sekolah seperti SMP Negeri, SMK jurusan bisnis manajemen serta SMK jurusan teknologi. Dia menyoroti anggaran pengadaan pasir dan cat tembok yang bukan untuk rehabilitasi sekolah.

"Di luar dari rehab. Ini Bantuan Operasional Pendidikan (BOP). Itu kami telusuri," ucap Ima. "Enggak tau apa yang digunakan dari pasir (untuk pelajar)."

Temuan Ima ini menambah panjang daftar anggaran janggal yang muncul ke publik. Sebelumnya, anggaran janggal itu juga ditemukan oleh anggota DPRD DKI seperti William Aditya Sarana dari PSI dan Ida Mahmudah dari PDIP perjuangan.

Selain itu, sejumlah lembaga swadaya masyarakat seperti FITRA (Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran), ICW (Indonesia Corruption Watch), dan IBC (Indonesia Budget Centre) juga mengungkapkan sejumlah anggaran janggal dalam APBD DKI.

Berikut daftar panjang temuan anggaran janggal dalam rancangan APBD DKI 2020 yang ditemukan sebelumnya:

1. Pengadaan lem aibon - Rp 126 miliar (Awalnya William PSI menemukan Rp 82 miliar di Sudin Pendidikan Jakarta Barat namun dikoreksi oleh FITRA yang menyebut anggaran ini ada di semua Satuan Kerja Perangkat Daerah)
2. Pengadaan ballpoint - Rp 579,9 miliar (William PSI menemukan anggaran Rp 123 miliar di Sudin Pendidikan Jakarta Timur, FITRA menemukan anggaran pengadaan ballpoint secara total Rp 579,9 miliar)
3. Jasa konsultan penataan pemukiman kumuh - Rp 556 juta per RW (Ada 39 RW yang rencananya akan ditata Pemprov DKI Jakarta pada 2020.)
4. Jasa konsultan revitalisasi Taman Margasatwa Ragunan - Rp 75 miliar
5. Honor pembuat pidato Gubernur DKI Jakarta (Duplikasi anggaran) - di Biro Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri Rp 390 juta dan di Sudin Komunikasi, Informasi dan Statistik Kepulauan Seribu Rp 240 juta.
6. Anggaran revitalisasi trotoar - Rp 1,2 triliun (tidak jelas berapa km trotoar yang akan direvitalisasi)
7. Anggaran pengecatan jalur sepeda - Rp 73 miliar untuk 49 kilometer (usulan anggaran naik dari sebelumnya Rp 4,4 miliar namun belakangan direvisi menjadi Rp 62 miliar)
8. Pembelian guntung rumput 1324 unit - Rp 223 juta
9. Pembelian buku folio - Rp 78,8 miliar

Temuan anggaran janggal dalam racangan APBD DKI 2020 ini kemungkinan masih akan bertambah mengingat pembahasan masih akan berlangsung hingga akhir November. Pekan depan, pembahasan akan dilanjutkan di Badan Anggaran DPRD DKI. (*/IN-001)

Porwil Sumatera Berakhir, Sumbar di Peringkat Keempat


BENGKULU - Perhelatan Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Sumatera X 2019, resmi berakhir. Turnamen resmi sebagai ajang penyaringan atlet untuk tampil di pekan Olahraga Nasional (PON) ini, telah dilaksanakan sejak tanggal 3 November hingga 9 November 2019. Kontingen Provinsi Riau sukses menjadi juara umum dengan meraih 95 medali, yang terdiri dari 35 medali emas, 23 perak, dan 37 perunggu.

Diposisi kedua, diraih oleh Provinsi Sumatera Utara dengan perolehan medali sebayak 67 medali, yang terdiri dari 25 medali emas, 16 medali perak, dan 26 medali perunggu. Posisi ketiga disusul oleh tuan rumah, yakni Provinsi Bengkulu dengan perolehan 56 medali. Dengan rincian yakni 25 medali emas, 13 perak, dan 18 medali perunggu.

Selanjutnya peringkat ke empat sampai dengan peringkat sepuluh diraih oleh Sumatera Barat dengan jumlah medali sebanyak 83 medali, Kepulauan Bangka Belitung dengan 63 medali, Provinsi Aceh 37 medali, Provinsi Lampung 50 medali, Provinsi Jambi 38 medali,  Sumatera Selatan 43 medali dan yang terakhir ditempati oleh Kepulauan Riau dengan 19 medali.

Apresiasi KONI Pusat

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, yang datang langsung ke arena Porwil, mengapresiasi tuan rumah Bengkulu. Didampingi Ketua KONI Provinsi Bengkulu, Mufron Imron, dan Ketua Besar Porwil Sumatera X Kolonel INF Dwi Wahyudi, Marciano memantau sejumlah pertandingan Porwil. Mulai dari Bulu Tangkis, Voli hingga Muaythai.
"Saya sangat mengapresiasi kegiatan Porwil Sumatera X tahun 2019 yang berlangsung di Provinsi Bengkulu. Terlebih lagi pada panitia penyelenggara. Penyelengaraan Porwil di Provinsi Begkulu berjalan dengan baik. Saya berikan apresiasi kepada seluruh panitia yang terlibat dan telah bekerja keras untuk menyelenggarakan Porwil ini," kata Marciano, Rabu (6/11).
Marciano juga mengungkapkan masyarakat sangat antusias menyambut dan menyaksikan helatan Porwil Sumatera X.

"Kita bisa lihat hasilnya, antusias dari  masyarakat Bengkulu terhadap pertandingan itu begitu besar dan itu sangat baik bagi peningkatan prestasi olahraga," sambungnya.

Kendati demikian, Marciano berharap ajang Porwil ini menjadi salah satu ajang penyeleksian dan persiapan untuk menyambut PON pada tahun 2020 mendatang, bagi provinsi Bengkulu.

"Saya yakin dengan adanya Porwil ini, merupakan salah satu kebangkitan bagi Provinsi Bengkulu dalam pemilihan olahraga dan ini baik untuk semua. Porwil ini adalah satu-satunya yang berjalan yakni Porwil Sumatera dan ini saya rasa persiapan untuk 10 Provinsi dalam menghadapi PON dengan sangat baik sekali," tutup Marciano. (*/IN-001)

Senin, 04 November 2019

Ikut Pilkada 2020, Anggota Dewan Tak Harus Mundur


JAKARTA - Kabar terbaru muncul terkait eskalasi Pilkada 2020 mendatang. Kepala Sekretaris Nasional Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (Seknas ADKASI), Syamsu Rizal, SE, M.Si, mengungkapkan, untuk mencalonkan diri sebagai Kepala Daerah, Anggota DPR, DPD Dan Anggota DPRD Provinsi serta Anggota DPRD Kabupaten tidak harus mundur.

"Untuk mencalonkan diri sebagai Kepala Daerah, Anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan Anggota DPRD Kabupaten tidak harus mundur, cukup cuti saja," ujar Iday, sapaan akrab Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tebo ini, seperti dikutip Jambione.com.

Syamsu Rizal menjelaskan, anggota DPR, DPD dan Anggota DPRD tidak harus berhenti apabila mencalonkan diri sebagai sebagai Calon Kepala Daerah (Cakada) merupakan hasil dari revisi UU No. 10 tahun 2016 tentang persyaratan Calon Kepala Daerah.

"Revisi UU No. 10 tahun 2016 tersebut sudah disepakati oleh seluruh fraksi DPR RI dan telah disetujui oleh Presiden, tinggal ketok palu saja," kata Iday.

Ketua DPC Partai Demokrat Tebo ini juga mengatakan bahwa revisi UU No. 10 tahun 2016 tentang persyaratan Cakada tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan ADKASI dan ADEKSI.

"Jadi Revisi UU No. 10 Tahun 2016 ini adalah salah satu hasil dari perjuangan ADKASI selama ini, dan semoga juga menjadi catatan sejarah," tambah Iday.

Kepala Seknas Asosiasi himpunan dari 415 Kabupaten ini berharap kepada seluruh pimpinan dan anggota DPRD yang maju di Pilkada bisa memenangkan kontestasi secara bermartabat.

"Semoga rekan-rekan pimpinan dan anggota DPRD yang maju di Pilkada bisa memenangkan kontestasi secara bermartabat, dan tentunya tidak melupakan teman-teman di DPRD setelah menjadi Kepala Daerah," tegasnya. (*/IN-001)

Sabtu, 02 November 2019

Enzo Allie, Taruna Keturunan Perancis Diwisuda

MAGELANG - Nama taruna satu ini Enzo Z Allie sempat viral dan bikin heboh karena dia keturunan prancis. Dia juga ramai dibicarakan karena dikaitkan dengan paham tertentu.
Namun TNI jauh hari sudah menyatakan Enzo Z Allie tak terpapar paham tertentu dan dinyatakan lolos seleksi untuk mengikuti pendidikan tiga bulan di Lembah Tidar Magelang.
Kamis (31/10/2019), 860 Prajurit Taruna dan Bhayangkara (Prabhatar) Akademi TNI dan Kepolisian diwisuda.
Para calon perwira TNI dan Kepolisian ini diwisuda secara langsung oleh Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di Akademi Militer, Magelang.
Satu diantara calon perwira TNI dan Polisi itu adalah Enzo Z Allie.

Dia ikut berdiri diantara 890 taruna dan bhayangkara yang diwisuda.
Enzo Z Allie yang merupakan prajurit taruna keturunan Prancis masih jadi sorotan para Orangtua dari para taruna dan bhayangkara.
Bahkan beberapa Orangtua dari para taruna dan bhayangkara ada yang antusias dengan Enzo.
Diantara mereka bahkan beberapa kali meminta foto bersama Enzo.
Enzo sendiri mengaku rindu, setelah tiga bulan tidak dapat bertemu dengan orangtuanya.
"Kangen, tetapi saya harus sabar. Tentunya bahagia," ujarnya.
Ibunda Enzo pun hanya terdiam dan menangis haru setelah bertemu dengan anaknya.
Kisah Enzo
Enzo Zenz Allie, seorang warga negara Indonesia keturunan Prancis, berhasil masuk sebagai calon Taruna Akademi TNI tahun 2019.
Enzo adalah keturunan Prancis. Ayahnya adalah warga negara Prancis. Sementara, ibunya dari Sumatera Utara, Indonesia.
Ia lahir di Prancis, dan sempat mengenyam Sekolah Dasar (SD) di sana.
Sang ayah bernama Jean Paul Francois Allie.
Enzo Zenz Allie, calon Taruna Akademi TNI keturunan Prancis, berbaris menuju tempat upacara pembukaan pendidikan dasar kemitraan Caprabhatar Akademi TNI-Akpol Tahun 2019 di Lapangan Sapta Marga, Akademi Militer, Magelang, Selasa (6/8). (Rendika F/Tribun Jogja)
Ibunya, Siti Hajah Tilaria. Ketika, ayahnya meninggal di tahun 2012 lalu, Ibunya membawa Enzo pulang kembali ke Indonesia.
Di Indonesia, Enzo bersekolah di SMP, dilanjutkan dengan pendidikan Pesantren di daerah Serang.
Seusai lulus pendidikan di sekolah, Enzo berkeinginan untuk menjadi seorang perwira.
Ia pun mengikuti seleksi Calon Taruna Akademi TNI.
Seleksi panjang dan sulit ditempuh.
Ia pun berhasil masuk dan menjadi calon Taruna Akademi TNI.
Tiga bulan ke depan, ia akan menempuh pendidikan dasar di Akademi Militer Magelang.
Komandan Jenderal Akademi TNI Laksdya TNI Aan Kurnia, S Sos, M M, membenarkan ada seorang calon Taruna Akademi TNI yang merupakan warga negara Indonesia keturunan Prancis.
Ayahnya berkebangsaan Prancis, sementara Ibunya dari Sumatera Utara.
Sepeninggal ayahnya, Enzo dan ibunya kembali ke Indonesia dan menjadi WNI.
Ia pun mengenyam pendidikan di Indonesia, sempat masuk pesantren, sampai kemudian ia mengikuti seleksi calon taruna Akademi TNI, dan dinyatakan lolos
"Iya betul ada calon taruna keturunan. Bapaknya Prancis, Ibunya orang Sumatera Utara. Kemudian sejak bapaknya almarhum, dibawa oleh ibunya ke indonesia dan dimasukkan ke pesantren," ujar Laksdya TNI, Aan Kurnia, Selasa (6/8/2019) di sela upacara pembukaan pendidikan dasar kemitraan Caprabhatar Akademi TNI-Akpol Tahun 2019 di Lapangan Sapta Marga, Akademi Militer, Magelang.
Menurut Aan, Enzo adalah seorang pemuda yang berbakat.
Ia dapat menguasai empat bahasa, baik Inggris, Prancis, Jerman hingga Jepang. Pengetahuan agama dan mengajinya pun dinilainya bagus.
Secara kemampuan fisik, Enzo sudah memenuhi standar sebagai Calon Taruna, meski dengan wajah berkulit putih atau bule.
"Itu ngajinya saja saya mungkin kalah. Ngajinya hebat. Agamanya bagus. Dia juga bisa menguasai empat bahasa, Inggris, Prancis, Jerman, Jepang. Terpenting, dia sudah menjadi warga negara indonesia. Kalau bukan WNI, ga boleh dong, walaupun wajahnya bule," katanya.
"Yang jelas kita punya standar, kalau standar ga menenuhi ya jelas ga masuk. Jangankan dia, anak pejabat atau jenderal banyak yang ikut seleksi di Akademi TNI dan Kepolisian, tetapi tidak masuk. Namun banyak juga yang anak dari tukang di bengkel, buruh, dan masyarakat menengah ke bawah masuk, karena mereka bagus," tambah Aan.
VIDEO Perjuangan Enzo, Remaja Blasteran Prancis Jadi Taruna Akmil Magelang (Youtube Batalyon TV)
Aan mengatakan, penerimaan WNI keturunan ini bukan yang pertama kali. Ia sempat mengetahui dulu ada seorang Komandan Korps Marinir (Dankormar) di Angkatan Laut yang merupakan WNI keturunan Belanda.
Sama dengan Enzo, ia juga berkulit putih atau bule. Terpenting adalah ia sudah menjadi Warga Negara Indonesia.
"Bukan pertama kali ada ini (Calon Taruna dari warga keturunan). Dulu pernah di AL, ada Dankormar, senior sekali tapi sudah pensiun. Beliau keturunan belanda. Wajahnya ya sama kayak Enzo juga tapi sudah WNI. Kalau sudah menenuhi WNI ya bisa," tutur Aan.
Usai lulus dalan seleksi panjang menjadi calon Taruna Akademi TNI, Enzo kini dapat berdiri tegap bersama ratusan calon taruna dari Akademi TNI dan Kepolisian, mengikuti upacara pembukaan pendidikan dasar kemitraan Caprabhatar Akademi TNI-Akpol Tahun 2019 di Lapangan Sapta Marga, Akademi Militer, Magelang pada Selasa (6/8) ini.
Selama tiga bulan ke depan, ia dan ratusan calon Taruna Akademi TNI dan Kepolisian dididik dan digembleng mental dan fisiknya di Akademi Militer Magelang.
Pendidikan dasar ini akan dilaksanakan selama tiga bulan. Kemudian ada pendidikan lanjutan untuk para Taruna Akademi TNI baik matra darat, laut dan udara, selama tiga bulan lagi, hingga berpangkat Kopral Taruna.
Wisuda
Mereka yang diwisuda terdiri dari 596 prajurit taruna Akademi TNI dan 264 Bhayangkara Dua Taruna Akademi Kepolisian tahun 2019. Para taruna dan bhayangkara ini telah menyelesaikan pendidikan tiga bulan di Resimen Chandradimuka Akademi TNI Magelang.
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, menyampaikan selamat dan kebanggaannya atas para prajurit taruna dan bhayangkara yang telah lulus pendidikan selama tiga bulan di Resimen Chandradimuka, Akademi TNI, Magelang.
"Latihan tersebut tidak hanya membentuk calon Prajurit Taruna Akademi TNI yang menjiwai Sapta Marga dan Sumpah Prajurit serta calon Bhayangkara Dua Taruna Akademi Kepolisian yang menjiwai Tri Brata dan Catur Prasetya. Ini sebagai upaya membentuk sinergitas TNI/Polri dalam melaksanakan tugasnya di tengah-tengah masyarakat,” kata Hadi, Kamis (31/10/2019).
Taruna terbaik yakni Pratar Jonathan Kevin Maulita Simanjuntak (Akmil), Pratar Evan Gerard Imanuel Boantua (AAL) dan Pratar Jakaromandan (AAU) dan Bharatar Suryo Bimantoro (Akpol). Kemudian untuk taruni yakni Pratar Rini Darma Putri (AAL), Pratar Ardila Febriyanti Rizky (AAU) dan Bharatar Maria Alin Agustin Puspasari (Akpol).
Setelah lulus tahap ini, para taruna dan bhayangkara ini akan melanjutkan pendidikan di Akademi TNI dan Akademi Kepolisian. Hadi pun berpesan kepada para taruna dan bhayangkara untuk menyiapkan kemampuan terbaiknya karena pendidikan selanjutnya akan semakin berat.
"Jadilah perwira yang profesional membawa anggota dan satuan kearah profesionalisme, sekaligus membina hubungan kerja sama yang baik dengan masyarakat sekitar,” tuturnya. (Tribunjogja.com |Rendika Ferri)

Kongres PSSI Dianggap Tidak Transparan, Enam Calon Ketua PSSI Mundur


JAKARTA - Kongres Pemilihan PSSI berpotensi lebih cepat selesai. Sebab, delapan calon Ketua Umum menyatakan mundur. Sebelumnya, La Nyalla Mattalitti dan Bernhard Limbong sudah menyatakan menarik diri dari pencalonan di Kongres Pemilihan. La Nyalla tak datang ke Kongres Pemilihan di Hotel Shangri La, Jakarta, Sabtu (2/112019).

Belakangan, Sarman El Hakim, Yesayas Oktavianus, Vijaya Fitriyasa, Fary Francis, Aven Hinelo, dan Benny Erwin, menyatakan mengikuti jejak keduanya.

Dengan demikian, hanya tersisa tiga calon Ketua Umum PSSI. Mereka adalah Mochamad Iriawan, Arif Putra Wicaksono, dan Rahim Soekasah. Ketiganya bakal beradu kuat di Kongres Pemilihan nanti.

Ada pun, alasan enam calon menarik diri adalah tak puas dengan jalannya Kongres Pemilihan. Mereka merasa ada keanehan dalam proses pemilihan.

"Kami merasa tak transparan dan adil. Ada janji, sosialisasi tata cara pemilihan. Nyatanya tidak. Kedua, voters siapa? Kami hanya ingin menyampaikan masalah ini ke FIFA, AFC, dan Komite Eksekutif, tapi tak bisa," kata salah satu calon Ketua Umum, Fary Francis dikutip vivanews.com.

"Bagaimana Kongres bisa berjalan dengan benar. Maka dari itu, kami menyatakan menarik diri. Kongres tak bermartabat, capek Timnas buruk dan jelek," lanjutnya. (*/IN-001)

Video Mesum Mirip Nagita Slavina Beredar, Ini Tanggapan Raffi Ahmad

JAKARTA - Biasa ceria, Raffi Ahmad tampak serius saat di depan kamera. Bukan tanpa alasan, wajah serius Raffi Ahmad itu ia tampakkan saat menanggapi soal video syur mirip Nagita Slavina beredar.
Ya, Raffi Ahmad rupanya telah mengetahui perihal video syur mirip Nagita Slavina yang beberapa waktu ke belakang telah beredar.
Karenanya, dengan tatapan serius, Raffi Ahmad pun memberikan responnya kepada khalayak.

–– ADVERTISEMENT ––Sebagai seorang suami, Raffi Ahmadtampaknya merasa wajib membela sang istri, Nagita Slavina.Terutama ketika sang istri, Nagita Slavinabaru-baru ini diterpa isu video syur.
Diwartakan sebelumnya, video syur yang disebut istri Raffi Ahmad, Nagita Slavina itu heboh di grup WhatsApp dan media sosial sejak Senin (28/10/2019) kemarin.
Hal ini juga diunggah dari akun gosip @rumpi.manja.official pada Selasa (29/10/2019).
Dari screenshoot foto yang di-posting terlihat seorang wanita tengah berbaring dan memiliki senyuman mirip dengan Nagita Slavina.
Bahkan, kabarnya video tersebut sudah menyebar di grup WhatsApp dan media sosial lainnya.

Viral video syur mirip Nagita Slavina
Viral video syur mirip Nagita Slavina (Instagram/@rumpi.manja.official)

Ada Netizen menilai pemeran dalam video syur itu memiliki kemiripan dengan istri Raffi Ahmad itu.
Selain itu, netizen menilai lesung pipi dan gigi dalam video tersebut mirip dengan ibunda Rafathar Malik Ahmad.
Namun, kebanyakan netizen justru kompak jika video yang beredar adalah hoax.
Ya, apalagi selama ini Nagita Slavina dikenal sebagai salah satu publik figur yang santun dan memiliki ribuan banyak penggemar militan.
"Hoax ini mah, nggak sama beda banget," komentar akun @cahfi3.
"Lihat struktur giginya aja beda," jelas netizen @ms.jyanti_sari.
Pasca beberapa hari berlalu, Raffi Ahmadakhirnya mau buka suara soal video syurmirip Nagita Slavina yang beredar luas di dunia maya.
Melalui laman Instagram-nya, Raffi Ahmadmengunggah sebuah video berisi pernyataannya.
Sambil menampakkan wajah serius, Raffi Ahmad pun bercerita bahwa beberapa hari ke belakang ia dan Nagita Slavina tengah sibuk.

Raffi Ahmad tunjuk kamera sambil bersuara soal video syur mirip Nagita Slavina
Raffi Ahmad tunjuk kamera sambil bersuara soal video syur mirip Nagita Slavina (Instagram @raffinagita1717)

Terutama kemarin, Raffi Ahmad mengaku punya banyak aktivitas di gunung Bromo.
"Oke guys, sekarang gue ada di Surabaya. Kemarin di Bromo aktivitas kita cukup padat," ucap Raffi Ahmad.
Usai mengulas soal aktivitasnya, Raffi Ahmad pun akhirnya menyinggung soal video syur.
Dengan tatapan serius, Raffi Ahmad terlihat kesal saat membahas video syur mirip Nagita Slavina tersebut.
Meski begitu, Raffi Ahmad mengaku akan memberikan klarifikasi terkait dengan video syur mirip Nagita.
Raffi Ahmad merasa hal tersebut sudah menjadi kewajibannya sebagai kepala rumah tangga.
"Nah ini ada berita tentang video syur. Gue sebagai kepala keluarga dan sebagai suami harus mengklarifikasinya," pungkas Raffi Ahmad.
Lebih lanjut, Raffi Ahmad pun berjanji akan segera mengunggah video klarifikasi dari dirinya dan Nagita Slavina terkait video syurtersebut.
Guna menunjukkan kegusarannya, Raffi Ahmad terlihat menunjuk-nunjuk kamera.
"Tunggu video klarifikasi dari kita," ucap Raffi Ahmad.


Tanggapan Gisel saat Video Syur Mirip Nagita Beredar
Gisella Anastasia yang mendatangi Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (30/10/2019) terkait pelaporan kasus video dewasa mirip dirinya itu tak luput dari pertanyaan wartawan tentang Gigi.
Melansir laman Grid.ID, Gisella Anastasia terkejut, ternyata tidak hanya dirinya saja yang menjadi korban tangan usil pengguna internet.
Menurut dugaan Gisella Anastasia, ia dan Nagita Slavina adalah korban modus atau bisnis.
"Apa nih? Kayak gini juga? Dimiripin juga? Tuh kan berarti sengaja! Udah lumayan modus. Emang ada bisnisnya kali," kata Gisella Anastasia, saat ditemui Grid.ID, di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (30/10/2019).
"Nggak tahu, coba nanti dicari tahu. Bukan ranahku juga. Nanti lihat perkembangannya," sambung ibunda Gempita itu.
Gisella Anastasia bahkan ikut sedih mendengar kabar video panas mirip sahabatnya, Nagita Slavina turut viral.
Mantan istri Gading Marten ini ikut memberikan dukungan secara mental untuk Nagita Slavina.
"Kebetulan baru denger, ikut bersedih. Saya tahu sekali rasanya apalagi temen sendiri. Pasti support apa pun lah secara mental, kita di sini," tandasnya.
Beredarnya video syur yang disebut-sebut mirip Nagita Slavina ini pertama kali dibagikan oleh akun gosip Instagram.
Namun hingga kini belum diketahui kebenarannya terkait video panas tersebut.
Diketahui saat ini, Nagita Slavina sedang bepergian bersama suami dan anaknya ke sejumlah tempat di Indonesia.
Sehingga, belum ada tanggapan terkait ramainya isu video mesum mirip Nagita Slavina tersebut dari pihak mereka.
© Copyright 2018 INFONEWS.CO.ID | All Right Reserved