INFO SPORT
-->

Minggu, 07 Juli 2024

Rusdi Saleh Membuka Kejuaraan Menembak se-Sumatera

SOLOK, INFONEWS.CO.ID - Kejuaraan menembak Kapolres Solok Kota III se-Sumatera, dibuka oleh Rusdi Saleh sebagai Ketua Harian Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Kota Solok. Acara tersebut dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-78, yang dilangsungkan selama dua hari, dilksanakan di lapangan Merdeka, Jalan Proklamasi, Kampung Jawa, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok, pada Sabtu (6/07/2024).

Rusdi Saleh yang juga merupakan anggota DPRD Kota Solok mengatakan, kegiatan menembak ini dilaksanakan yang ke-111. Kegiatan ini dalam mengasah kemampuan, karena penembak itu ibarat pisau yang bila tidak diasah akan tumpul dan berkarat, oleh sebab itu dengan latihan ini diharapkan kemampuan mereka senantiasa terasah,” ucap Rusdi Saleh.

Selain itu Kejuaraan menembak ini juga untuk mencari bibit baru pada usia yang produktif di cabang olahraga menembak. Menurutnya cabang olahraga menembak tidak dibatasi umur. Selain itu, Rusdi Saleh meyakini, jika usia yang masih produktif dan masih segar sehingga ada banyak potensi untuk mengembangkan diri lewat cabor menembak.

Dalam acara itu Rusdi Saleh mendapatkan kesempatan untuk melakukan penembakan pertama. Penembakan dilaksanakan dalam tiga sikap yakni jarak 300 meter dengan sikap tiarap, 200 meter sikap jongkok dan 150 sikap berdiri. Layaknya seorang petembak, saat menembak menggunakan senjata ringan, sebelumnya Rusdi Saleh melaksanan zeroing atau koreksi senjata, sebelum menembak sasaran.

“Menembak itu tidak hanya sekadar skill tetapi juga harus mengetahui dan memahami karakter senjata, aminusi, jarak tembak efektif sampai soal sistem pengamanan senpi itu sendiri,” kata Rusdi Saleh. (Niko Irawan)


Senin, 01 Juli 2024

Gerak Cepat Bupati Solok Epyardi Asda, Temui Kemenperin, Carikan Solusi Hilirisasi Tomat

 PRESS RELEASE

JAKARTA, INFONEWS.CO.ID - Bupati Solok Epyardi Asda merespon terkait adanya petani yang diduga membuang tomat hasil panennya ke dalam jurang di kawasan Alahan Panjang, Kabupaten Solok. 

Hal ini terjadi karena beberapa faktor seperti hasil panen melimpah tapi harga anjlok dan kondisi jalan yang macet di Sitinjau Lauik dan daerah lainnya.

Epyardi menemui langsung Kepala Badan Standarisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Andi Rizaldi di Jakarta dalam rangka menandatangani Nota Kesepakatan Pemerintah Kabupaten Solok dengan (BSKJI) dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan daya saing industri kecil dan menengah di ruang sinergi BSKJI Jakarta, Senin (01/07/2024).

Dalam pertemuan tersebut Epyardi menyampaikan langsung kondisi para petani di Kabupaten Solok.

"Saya ingin menyampaikan bahwa beberapa waktu kemarin petani mengeluhkan harga yang anjlok bahkan tomat hasil panen mereka terpaksa dibuang. Ini selain karena harga, juga karena akses transportasi yang macet parah di sejumlah daerah," ucapnya.

Namun, kata Bupati Epyardi dengan adanya kerja sama dengan Kementerian Perindustrian melalui  BSKJI ini diharapkan memberikan solusi bagi petani di Kabupaten Solok.

"Kami sangat yakin akan ada solusi untuk masyarakat kami. Apalagi adanya delapan balai (BSKJI) yang bisa bekerja sama dengan kami. Contohnya dengan bentuk kemasan, rasa, atau kerja sama dengan BPOM sehingga industri hilirisasi," ujarnya.

Sementara Andi mengatakan, kontribusi industri pengolahan non migas masih memberikan kontribusi terbesar dibanding sektor lainnya, yaitu sebesar 17,47% dengan share terbesar diberikan oleh sektor makanan dan minuman sebesar 6,97%. 

"Dengan melihat potensi daerah di daerah Sumatera Barat, masih terbuka peluang sektor yang dapat dikembangkan untuk dapat mendongkrak kontribusi industri pengolahan non migas dari sektor lainnya termasuk dengan tomat. Sehingga bisa diandalkan pengembangan hilirisasi produknya sehingga memberi nilai tambah yang tinggi," ucapnya.

Lebih lanjut Kepala BSKJI mengatakan untuk mengatasi fluktuasi harga tomat, BSKJI  sudah melakukan penelitian dan kajian tentang pengolahan tomat, lebih lanjut dengan kerjasama Pemerintah Kabupaten Solok dengan BSKJI, pihaknya akan melakukan pelatihan pengolahan tomat kepada para petani tomat di Kabupaten Solok.

"Saya berharap dan yakin IKM Kabupaten Solok dapat semakin berdaya saing. Kami memiliki sejumlah balai yang memiliki keahlian dan teknologi yang dapat disinergikan program dan kegiatannya dengan program dan kegiatan Pemerintah Daerah Kabupaten Solok seperti yang disampaikan pak bupati tadi," ujarnya menambahkan.

Diungkapkannya, BSKJI di bawah Kementerian Perindustrian mempunyai tugas menyelenggarakan koordinasi, perumusan, penerapan, pemberlakuan dan pengawasan standardisasi industri, optimalisasi pemanfaatan teknologi industri, penguatan industri hijau, dan penyusunan rekomendasi kebijakan jasa industri.

Guna membidik sasaran pertumbuhan industri manufaktur sebesar 5,80% di tahun 2024, Kementerian Perindustrian telah menyiapkan sejumlah langkah strategis dan hal ini tertuang dalam program prioritas pada tahun 2024. Diantaranya adalah program penerapan, pemberlakuan dan pengawasan SNI wajib, program pendidikan dan pelatihan vokasi berbasis kompetensi, hilirisasi industri, program restrukturisasi mesin dan peralatan kepada pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM), serta implementasi industri 4.0.

Terkait dengan aksi buang tomat yang diduga dilakukan oleh petani, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Solok Kenedi Hamzah mengungkapkan, hasil pembahasannya bersama kelompok tani, terungkap bahwa kejadian ini sering terjadi ketika harga tomat anjlok. 

"Ini karena petani sudah memanen tomat mereka dan dibawa ke pasar sayur tetapi tidak ada yang membeli maka mereka membuang demi hanya untuk menyelamatkan petinya. Sebagian petani memilih tidak memanen tomatnya dan membiarkan busuk dilahan, supaya tidak menambah biaya, setidaknya bisa jadi pupuk organik," tuturnya.

Ini berkaitan dengan harga tomat cukup lama tinggi karena daerah Padang Panjang dan Tanah Datar tidak bisa menanam tomat karena faktor bencana termasuk juga daerah sentra lainnya kurang menanam. 

"Maka petani Solok banyak menanam. Sekarang kita over produksi sehingga harga anjlok. Termasuk di Jawa juga ikut panen. Dulu harganya sempat Rp 12 ribu Tapi sekarang harga di petani kita Rp 700 dan RP 1.200 di pedagang," ucapnya.

Dijelaskan Kenedi, diperlukan pola tanam dimana penerapannya bertujuan untuk memanfaatkan sumber daya lahan secara optimal, efektif dan efisien untuk menghindari risiko kegagalan panen dalam sistem usaha tani karena hanya mengusahakan satu jenis tanaman saja dalam satuan waktu tertentu. (*/rel/Niko Irawan)


Minggu, 30 Juni 2024

Viral, Petani di Kabupaten Solok Buang Hasil Panen Tomat ke Jurang

 

SOLOK, INFONEWS.CO.ID - Janji-janji kampanye Bupati Solok Capt. H. Epyardi Asda, M.Mar dan Wakil Bupati Jon Firman Pandu, SH, mulai dipertanyakan masyarakatnya sendiri. Apalagi, dengan adanya niat Epyardi Asda maju ke Pilkada Gubernur Sumbar 2024, sejumlah elemen masyarakat mempertanyakan kinerja Epyardi Asda selama menjadi Bupati Solok dan apa "jualan" mantan Anggota DPR RI itu menuju Pilkada Sumbar 27 November 2024 nanti. Jika saat memimpin Kabupaten Solok saja Epyardi Asda dinilai gagal, bagaimana bisa mantan kapten kapal dagang itu bisa percaya diri akan mampu memimpin 19 kabupaten/kota se-Sumbar.

Terbaru, sebuah video pendek berdurasi 15 detik viral di media sosial TikTok, facebook dan Instagram sejak Sabtu (29/6/2024) kemarin. Video tersebut memperlihatkan aksi sejumlah petani di Kabupaten Solok yang membuang tomat hasil panennya ke jurang.

Tomat yang semula sudah ditaruh ke dalam peti kayu, tampak kemudian dikeluarkan oleh petani, dan dibuang ke jurang yang terdapat di pinggir jalan.

Video aksi petani membuang tomat ini diunggah oleh akun TikTok @arseno_0619, dan kemudian banyak diunggah ulang oleh akun Citizen Journalis di Instagram.

Menurut informasi yang dihimpun, petani melakukan aksi membuang tomat ke jurang tersebut lantaran anjloknya harga.

Menurut pemilik akun yang bernama Beni Arseno itu, petani lebih memilih membuang tomatnya daripada membusuk.

Hal itu ditenggarai harga tomat yang saat ini dibanderol dengan harga Rp500 perkilogram.

"Karena tidak laku, mau bagaimana lagi, (karena) udah mau membusuk di gudang," kata Beni, dikutip dari katasumbar.com.

Aksi para petani ini pun mendapatkan banyak respons negatif dari warganet. Banyak pula yang menyayangkan aksi petani tersebut.Sebagian warganet ada yang mengusulkan tomat yang sudah hampir busuk tersebut diolah kembali.

"Kenapa harus di buang,kenapa tidak di buat saos tomat aja. Kalau bisa nanti diusulkan di nagari usaha membuat saos tomat,sehingga pas harga anjlok tidak dibuang," sebut akun TikTok @andi.dharma02.

Di sisi lain, tidak sedikit pula warganet yang membandingkan harga tomat di pasaran, yang harganya saat ini terbilang tinggi. Kendati begitu, Beni menyebut, petani sudah tidak bisa berbuat banyak, sehingga membuang tomat menjadi pilihan yang terbaik.

Dalam janji politiknya saat kampanye Pilkada Kabupaten Solok 2020 lalu, Epyardi Asda dan Cawabup Jon Firman Pandu mengedepankan sejumlah program unggulan. Di antaranya, Pembangunan Pabrik Saus Cabe dan Tomat, Pembangunan Sentra Pertanian dan Perdagangan Terpadu, serta Satu Kecamatan Satu Produk Unggulan. 

"Alam sudah menunjukkan, tinggal masyarakat yang akan menilai," ujar Epi, Warga Kotobaru, Kecamatan Kubung. (Niko Irawan)

Sabtu, 29 Juni 2024

Kembali Ukir Prestasi Tingkat Nasional, Bupati Epyardi Asda dan Ketua TPP PKK Kabupaten Solok Raih Penghargaan Bergengsi Manggala Karya Kencana di Semarang

PRESS RELEASE

SEMARANG, INFONEWS.CO.ID - Bupati Solok H. Epyardi Asda, M.Mar dan Ketua TP-PKK Kabupaten Solok Ny.Hj Emiko Epyardi Asda, Sp menerima penghargaan Manggala Karya Kencana (MKK) dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dalam momentum peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31 di Merapi Grand Ballroom, Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Kota Semarang Jawa Tengah, Jumat (28/06/2024).

Penghargaan paling bergengsi ini diberikan langsung oleh Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo kepada Bupati Solok. Sedangkan penghargaan MKK untuk Ketua TP-PKK Kabupaten Solok diserahkan langsung oleh Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan dan Pemuda Kemenko PMK Woro Sri Hastuti.

Anugerah Manggala Karya Kencana merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan Pemerintah Pusat melalui Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) kepada pemerintah daerah, pemangku kepentingan, mitra kerja BKKBN serta organisasi perempuan, yang mendukung pelaksanaan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana), atas prestasi dan komitmen serta peran aktifnya dalam pembangunan program keluarga, kependudukan dan keluarga berencana serta percepatan penurunan stunting untuk mewujudkan keluarga berkualitas menuju Indonesia Emas tahun 2024.

Penghargaan tertinggi dari pemerintah pusat ini menjadi bukti nyata bahwa Pemerintah Kabupaten Solok di bawah kepemimpinan Bupati Epyardi Asda  berpartisipasi aktif dalam menjalankan program pengendalian penduduk, seperti keluarga berencana, percepatan penurunan stunting dan perencanaan keluarga.

Dengan diterimanya Penghargaan MKK ini akan semakin meningkatkan komitmen serta kerja keras seluruh jajaran Solok Super Team (SST) dan para stakeholder terkait lainnya untuk terus menyukseskan program pembangunan keluarga yang berkualitas di Kabupaten Solok.

Pada kesempatan yang sama Kepala BKKBN Hasto Wardoyo memberikan apresiasi atas prestasi yang diterima baik oleh Kepala Daerah, Ketua TP-PKK maupun stakeholder lainnya, dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Ia berharap semoga prestasi yang diraih ini bisa menjadi contoh dan motivator di daerah masing-masing dalam upaya menangani stunting.

Selama rangkaian peringatan Harganas yang ke-31 di Semarang ini, Pemerintah Kabupaten Solok berhasil memboyong 5 penghargaan nasional sekaligus, persembahan DPPKBP3A beserta jajaran Solok Super Tim (SST) tentunya dengan dukungan semua pihak dan masyarakat di Kabupaten Solok. (*/rel/Niko Irawan)


Jumat, 28 Juni 2024

Lengkapi Penghargaan Bupati Solok, Nagari Jawi-Jawi Sabet 2 Penghargaan Tingkat Nasional

 PRESS RELEASE

SEMARANG, INFONEWS.CO.ID - Luar Biasa, Nagari Jawi-Jawi, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok berhasil menyabet dua penghargaan tingkat nasional sekaligus.

Adapun penghargaan yang diraih itu adalah Kampung Keluarga Berkualitas Nagari Jawi Jawi Kabupaten Solok Terbaik dalam Kolaborasi Wisata Budaya Tingkat Nasional, serta Kampung Keluarga Berkualitas Nagari Jawi Jawi Kabupaten Solok sebagai juara 3 tingkat Nasional tahun 2024 kategori Kabupaten.

Penghargaan ini melengkapi prestasi Kabupaten Solok dalam rangkaian Hari Keluarga Nasional ke-31 Tahun 2024, setelah sebelumnya Bupati Solok, Epyardi Asda menerima penghargaan atas prestasinya sebagai satu satunya Bupati di Indonesia yang mempunyai komitmen tinggi dalam Optimalisasi penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas

Penghargaan Kampung Keluarga Berkualitas Nagari Jawi-jawi terbaik Tingkat Nasional dalam Kolaborasi Wisata Budaya ini diterima oleh Bupati Solok, diwakili Kepala Dinas PPKBP3A Kabupaten Solok, dr. Maryeti Marwazi, MARS dari Kepala BKKBN Pusat, Dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) di Hotel Tentrem Semarang, Kamis (27/06/2024)

Sementara Penghargaan Kampung Keluarga Berkualitas Nagari Jawi Jawi Kabupaten Solok sebagai juara 3 tingkat Nasional tahun 2024 Kategori Kabupaten diterima langsung oleh Ketua Pokja Kampung Keluarga Berkualitas Nagari Jawi Jawi, Lasperman yang didampingi Camat Gunung Talang Riswandi Bahauddin AP, S.Sos dan juga Wali Nagari Jawi-Jawi, Kelly Beminda.

Kolaborasi Kampung Wisata Budaya ini menjadi salah satu inovasi dari Kampung Keluarga Berkualitas Nagari Jawi-Jawi dalam melestarikan budaya dan wisata keindahan alamnya.

Nagari Jawi-Jawi telah dikembangkan menjadi Nagari Wisata sejak 2017 dan sudah dikunjungi wisatawan yang berasal lebih dari 24 negara.

Sebagai Nagari Wisata, Nagari Jawi-Jawi mengandalkan kebudayaan lokal sebagai daya tarik wisata. Untuk mencapai tujuan itu, nagari tersebut melakukan pemerekan (branding) diri dengan Desa Wisata Kampung Budaya Jawi-Jawi.

Konsep dari nagari, oleh nagari, untuk nagari adalah kunci sukses pembangunan ekonomi & masyarakat Nagari Jawi jawi dalam mewujudkan Kampung Keluarga Berkualitas, serta perpaduan, integrasi dan kolaborasi program OPD/Lintas Sektor membuktikan komitmen dalam menjalankan program yang diamanatkan Inpres Nomor 3 tahun 2022 tentang Optimalisasi penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas. (*/rel/Niko Irawan)


KNPI Kota Solok Pernah Berjaya di Masa Kepemimpinan Nofi Candra

SOLOK, INFONEWS.CO.ID - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Solok pernah berjaya dimasa kepemimpinan Nofi Candra, (NC) hal itu disampaikan oleh salah seorang mantan sekretaris KNPI dimasa kepeminpinan Nofi candra menjadi ketua Dewan Pempinan Daerah (DPD) KNPI Kota Solok, periode 2009 - 2012.

Menurut mantan sekretaris DPD KNPI Azwir Azra, dimasa itu benar - benar sangat terkesan dan rasa kebersamaan dalam berorganisasi terwujud dibawah pimpinan bung Nofi Candra, dimana panggilan "Bung" adalah sebuah panggilan yang familiar dalam Organisasi DPD KNPI. Pada saat itu Bung Nofi Candra merupakan salah seorang tokoh pemuda Kota Solok yang terpilih sebagai Ketua DPD KNPI Kota Solok, periode 2009-2012 melalui musyawarah Daerah. 

Jadi yang menariknya sosok Bung Nofi Candra saat menjadi Ketua KNPI, dia mampu mempersatukan pemuda - pemuda ketika menjabat sebagai ketua KNPI Kota Solok. Dimana yang biasanya dalam berorganisasi apabila terpilih sebagai ketua semua rival tidak dimasukkan dalam kepengurusan KNPI, namun berbeda dengan perlakuan bung Nofi Candra dimana dia justru merangkul semua rival rival dan anggota DPRD serta pengurus Partai Politik yang berhasil disatukan oleh Bung Nofi Candra untuk masuk dalam kepengurusan KNPI,  bahkan seluruh OKP-OKP yang terdaftar pada Kesbangpol Kota Solok mampu dipersatukan oleh Bung Nofi Candra. 

Bung Nofi Candra berpendapat untuk melancarkan jalannya organisasi kita harus merangkul semua rival dan tokoh tokoh pemuda karena dengan semangat kebersamaan itu atau istilah bung NC, "Barek Samo Dipikua, Ringan Samo Dijinjiang",  baru bisa lancar dalam melaksanan program- program organisasi KNPI, papar Azwir.

Lanjut Azwir menyampaikan, memang hal itu kami buktikan dengan semangat kebersamaan bersama pengurus KNPI, Alhamdulilah semua program DPD KNPI  selama 3 tahun terlaksana dengan baik. Program program yang kami laksanakan itu seperti bedah rumah, penanaman seribu pohon, dan Thaharoh masjid menjelang masuknya bulan suci ramadhan. 

Bahkan kami sukses melaksanakan program kegiatan Jambore Pemuda se-Sumatera  Barat pada tahun 2010  dimana dipercayakan kepada kami pengrus KNPI Kota Solok sebagai tuan rumah, acara tersebut kami laksanakan di bumi perkemahan Ampang Kualo, Kelurahan Kampung Jawa, Kota Solok. Acara Jambore itu dihadiri oleh Deputi Kepemudaan Kemenpora Republik Indonesia. Ungkap, mantan Sekretaris KNPI Kota Solok.

Mantan Sekretaris KNPI itu merasakan bahwa menjalanakan organisasi dengan semangat kebersamaan yang terkesan sangat indah, pesan Azwir apakah kebersamaan itu bisa kita bangkitkan lagi ? Terutama bagi para pemuda, generasi milenial istilah zaman now. Dan Azwir Azra mengucapkan rasa terima kasihnya kepada senior - senior yang tergabung dalam kepengurusan DPD KNPI periode 2009-2012, ketika itu pemuda jaya melalui program demi program.

DPD KNPI periode 2009-2012 itu, Nofi Candra sebagai Ketua, Azwir Azra sebagai Sekretaris, dan Herdiyulis sebagai Bendahara. (Niko Irawan)


Kamis, 27 Juni 2024

Satu-Satunya di Indonesia, Kabupaten Solok Raih Apresiasi Kampung Keluarga Berkualitas dari BKKBN

 PRESS RELEASE

SEMARANG, INFONEWS.CO.ID - Satu-satunya Kabupaten di Indonesia, Kabupaten Solok berhasil meraih Apresiasi Kampung Keluarga Berkualitas dari BKKBN Pusat. Penghargaan itu diterima langsung oleh Bupati Solok, Epyardi Asda dari Kepala BKKBN Pusat, Dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) dalam rangkaian Hari Keluarga Nasional ke 31 Tahun 2024 di PO Hotel Semarang, Jawa Tengah, Rabu (26/06/24).

Pemberian apresiasi dilakukan berdasarkan beberapa kriteria yakni Persentase tertinggi jumlah Kampung Keluarga Berkualitas terhadap jumlah desa/kelurahan, Persentase tertinggi jumlah Kampung Keluarga Berkualitas mandiri dan berkelanjutan terhadap jumlah desa/ kelurahan, Pemerintah daerah yang memiliki regulasi terkait penyelenggaran Kampung Keluarga Berkualitas.

Selanjutnya, Kabupaten/Kota yang memiliki Tim Koordinasi Kampung Keluarga Berkualitas, Pemerintah daerah (OPD yang membidangi pengendalian penduduk dan Keluarga Berencana) yang memiliki anggaran penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas yang bersumber dari APBD murni.

Berdasarkan seleksi yang dilakukan, dari 514 kab/kota maka Kabupaten Solok ditetapkan sebagai salah satu dari 6 pemenang Apresiasi Pemerintah Kabupaten dan Kota tahun 2024.

Adapun Kabupaten/kota yang ditetapkan sebagai pemenang apresiasi itu ialah

1. Kota Yogyakarta (D.I. Yogyakarta),

2. Kota Madiun (Jawa Timur),

3. Kota Banjar (Jawa Barat),

4. Kota Mojokerto (Jawa Timur),

5. Kabupaten Solok (Sumatera Barat),

6. Kota Cimahi (Jawa Barat).

Pada kesempatan tersebut, bupati didampingi Kepala Dinas PPKBP3A Kabupaten Solok, dr. Marwazi, MARS beserta jajaran, Camat Gunung Talang, Wali Nagari Jawi-jawi dan Pokja Kampung Keluarga Berkualitas Jawi-Jawi. (*/rel/Niko Irawan)


Rabu, 26 Juni 2024

Gestur Politik Zul Elfian Umar Semakin Terlihat di Pilkada Kota Solok

SOLOK, INFONEWS.CO.ID - H. Zul Elfian Umar, SH, M.Si Dt Tianso Wali Kota Solok hadir di acara Halal bihalal, Silaturahmi dan Musyawarah Cabang Dewan Pimpinan Cabang Ikatan Warga Saniang Baka (IWS) Solok, di Ruang Pwrtemuan Kantor PT Citra Nusantara Mandiri (CNM), Kelurahan Kampung Jawa, Kota Solok, Minggu (23/6/2024). Dalam kegiatan itu, gestur politik Zul Elfian Umar kepada salah satu bakal calon Wali Kota Solok periode 2025 - 2030, yakni H. Nofi Candra, SE. 

Kehadiran Wako Solok pada pagi pukul 8.00 WIB hingga 9.00 WIB itu disambut dengan penuh keakraban dan keharmonisan dari tokoh-tokoh IWS yang telah duluan hadir. Seperti Ketua DPP IWS H.Dino Dosimili, dan H.Imram Haikal Gubalo, H Jon memori, H. Nof Naizar, Muhkrizon, SH, serta para tokoh IWS lainnya. Di dalam acara itu ada yang begitu menghangatkan yang buat acaranya semakin terjalin kekerabatannya yaitu antara Zul Elfian Umar dan Nofi Candra, mereka berdua saling bersalaman dan berpelukan dengan kesan yang penuh keakraban. Menjelang berpamitan untuk berangkat ke bandara menuju Jakarta dengan agenda tugasnya, Wali kota Solok itu berpesan kepada seluruh tokoh IWS yang hadir agar selalu menjaga kerukunan dan kekompakan agar IWS selalu berperan dalam segala hal.

Namun, harus diingat bahwa Zul Elfian Umar dan Nofi Candra memiliki hubungan kekerabatan dan sama-sama berasal dari Nagari Saniang Baka, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok. Dari hal itu juga melihatkan arah sinyal H. Zul Elfian Umar ke Nofi Candra karena Nofi Candra adalah keluarganya. Ditambah lagi bahwa warga Saniang Baka yang dikenal dengan persatuan IWS-nya begitu kompak dan saling mendukung dan juga mereka punya peran besar dalam perputaran ekonomi Kota Solok.

Tidak bisa dipungkiri peran dan dukungan IWS sangat besar terhadap kemenangan H. Zul Elfian Umar dalam percaturan Pilkada sebelumnya, dimulai pada saat Zul Elfian Umar menjadi Wakil Wali Kota Solok yang berpasangan dengan Irzal Ilyas, M.M. Datuak Lawik Basa periode 2010 - 2015, dan pada periode 2015-2021 Zul Elfian Umar berpasangan dengan Reinier, ST.MM berhasil meraih kemenangan menjadi Wali Kota Solok. Di periode 2021 - 2025 Zul Elfian Umar yang berpasangan dengan Ramadhani Kirana Putra berhasil mempertahankan kemengannya menjadi Wali Kota Solok. 

Menurut Ketua DPC IWS terpilih Nofita Naizar, IWS adalah bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat Kota Solok dan IWS berkomitmen dengan sepenuhnya untuk selalu berpartisipasi aktif dalam pembangunan Kota Solok bersama Pemerintah Daerah dan masyarakat Solok lainnya, terutama di bidang ekonomi, sosial dan kemasyarakatan. 

Di sisi lain Nof Putra Gobah nama beliau yang biasa disapa atau dikenal oleh banyak orang, ketika ditanya dengan munculnya nama Nofi Candra untuk ikut kontestasi Pilkada Kota Solok, Ketua IWS Terpilih itu mengatakan IWS akan mendukung penuh anak kemenakan yg ingin berkiprah dibidang politik dan aktifitas positif lainnya. 

"Seratus Persen bulat dan tidak ada sumbingnya dukungan dari kami, baik sesepuh, ninik mamak, pengurus dan seluruh warga Saniangbaka di Solok dan daerah lain termasuk di pusat," ungkap alumni SMAN 1 Solok ini.

Dalam musyawarah cabang IWS yang dilaksanakan tersebut terpilih secara aklamasi dengan Ketua DPC IWS Nofita Naizar, Sekretaris Mukrizon, SH, dan Bendahara Roki Adeswan, SH, MH. Mubes IWS tersebut dihadiri oleh pengurus IWS pusat, dan pengurus IWS daerah lainnya. (Niko Irawan)


© Copyright 2018 INFONEWS.CO.ID | All Right Reserved