INFO BUDAYA
-->

Rabu, 14 April 2021

Politisi yang Hanya Modal Finansial, Merusak!

JAKARTA - Ekonom senior Rizal Ramli menilai kebanyakan politisi saat ini hanya bermodalkan finansial tetapi tidak memiliki modal sosial. 

"Tokoh2 kemerdekaan Indonesia tidak mempunyai modal finansial, tetapi memiliki modal sosial yg luar biasa: visi, karakter, ilmu, kepemimpinan, keberpihakan pada rakyat. Itulah yg mengubah & memerdekakan Indonesia. Hari ini, modal politisi hanya modal finansial, itulah yg merusak!” cuitnya melalui akun Twitter @RamliRizal, Selasa (5/1/2021). 

Menurutnya, politisi yang hanya mengandalkan modal finansial semata dalam berpolitik hanya akan merusak karena sistem politik yang dianut menjadi kapitalisme. 

"Berbeda dgn Eropa, parpol dibiayai negara. Anggota DPR bekerja utk rakyat, sehingga kesejahteraan sosial, ekonomi, kebahagian tinggi," cuitnya kemudian. 

Rizal pun menjadikan Ali Sadikin, Gubernur DKI Jakarta periode 1966-1977, sebagai sosok ideal dalam menimba ilmu kepemimpinan. Dia menilai Bang Ali, panggilan akrab Ali Sadikin, adalah sosok yang apa adanya tetapi mampu meminpin dengan cara yang efektif. 

"Saya tiru cara Bang Ali untuk menganjurkan teman2 wartawan utk menulis secara faktual kelemahan2 lembaga yg saya pernah pimpin. Karena pejabat2 selalu bilang, "semua beres, tidak ada masalah". Padahal banyak rakyat mengeluh. Dari tulisan dan laporan wartawan, kami bisa koreksi,” cuit Rizal sebelumnya. (*/IN-001)

Sumber: bisnis.com

Selasa, 30 Maret 2021

Kisah Francis Ngannou, Dulu Cari Makanan di Tempat Sampah, Jadi Kuli Tambang, Imigran Gelap, Kini Juara UFC

LAS VEGAS - Nama Francis Ngannou langsung mencuat usai menjadi juara kelas berat UFC. Dia meraihnya usai mengalahkan Stipe Miocic di pertarungan bertajuk UFC 260, Minggu (28/3/2021) siang WIB. Dalam duel itu, petarung berjuluk The Predator itu menunjukkan kekuatan yang tak tertandingi dan membuat Miocic terkapar di ronde kedua setelah melayangkan berbagai serangan yang brutal.

Sukses ini bagaikan mimpi. Ada jalan panjang yang harus dilalui petarung asal Kamerun itu. Bahkan, perjalanan kisahnya bak skenario di film Hollywood. Tumbuh di kota kecil Batie di Kamerun, Ngannou tidak memiliki apa-apa saat kecil dan sering kelaparan. Dibesarkan ibunya yang menjadi single parent, dia lalu tinggal bersama bibinya.

Saking miskinnya kehidupan mereka, Ngannou sampai harus mencari makanan di tempat sampah untuk bertahan hidup. Dia mengaku harus bersaing dengan tikus untuk mendapatkan makanan.

"Saya harus pergi ke pasar pada malam hari untuk mencari makanan di tempat sampah," kata Ngannou di Joe Rogan Experience, dikutip Sport Bible, Senin (29/3/2021).  

"Kadang-kadang, saya harus berdebat dengan tikus di tempat sampah - 'Jauhi tomat ini, ini milik saya, tomat busuk ini milik saya, bukan milik kamu."

Untuk mencari uang, pria kelahiran 5 September 1986 itu terpaksa bekerja sebagai kuli tambang pasir pada usia 10 tahun sampai usia 17 tahun. Semua dilakukannya untuk menafkahi keluarganya yang dilanda kemiskinan.

"Saya berumur sekitar sepuluh tahun ketika saya mulai menambang di desa. Meskipun pekerjaan itu ditujukan untuk orang dewasa, tetapi kami tidak punya pilihan. Kami mengambil apa yang kami miliki saat itu," ujarnya.

Meski kerja keras, Ngannou tetap menjalani aktivitasnya seperti anak lainnya, yakni bersekolah. Namun, dia harus menempuh perjalanan dua jam untuk ke sekolah. Dia juga tidak memiliki uang untuk beli perlengkapan dasar seperti pulpen atau tas. Sehingga, dia harus melakoni pekerjaan lain seperti menjadi tukang ojek untuk mencoba memenuhi kebutuhan.

Sampai pada akhirnya Ngannou memutuskan pergi meninggalkan Kamerun. Berbagai ujian pun harus dilewati dalam perjalanan tersebut. Misalnya, dalam perjalanan ke Aljazair, dia harus minum di sumur kotor yang berisi bangkai hewan setelah melintasi gurun Sahara.

Saat sampai di Maroko, dia kemudian mengarahkan pandangannya untuk memasuki Spanyol. Namun, usahanya itu gagal, bahkan dia harus mendekam dipenjara selama dua bulan karena melintasi perbatasan secara ilegal melalui laut. Ketika dibebaskan, dia pergi ke Paris, Prancis, tanpa sepeser uang pun.

Setelah hidup sebagai gelandangan, akhirnya dia memulai latihan bertarung secara gratis di bawah asuhan Didier Carmont pada 2013.

Awalnya, dia menekuni tinju, namun beralih ke tarung bebas dan melakoni pertarungan pertamanya pada November tahun itu.

Pada akhirnya, dia bisa menjejaki kakinya di UFC dan melakukan pertarungan pertamanya pada 2015, dan berhasil membuat Luis Henrique babak belur. Sampai akhirnya dia menjadi juara dunia kelas berat usai melibas Stipe Miocic, Minggu kemarin. (*/IN-001)

Sumber: inews.id

Senin, 22 Maret 2021

Cimory Yogurt Squeeze, Yogurt Pertama di Indonesia dalam Kemasan Pouch untuk Nutrisi Lebih Maksimal

              

Jakarta – Pandemi COVID yang melanda seluruh dunia berdampak terhadap perubahan perilaku konsumen Indonesia. Perubahan gaya hidup masyarakat di masa pandemi membawa pada kesadaran untuk memulai hidup sehat. Hal ini dapat terlihat dari gaya hidup yang mulai diterapkan seperti berolahraga hingga mengonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi agar imunitas tubuh dapat meningkat. Meskipun banyak masyarakat yang dapat melakukan pekerjaan dan aktivitas dari rumah, namun sebagian orang masih harus pergi bekerja ke kantor dan melakukan kegiatan di luar rumah. Makanan dan minuman yang bernutrisi, kemasan kekinian dan yang dapat meningkatkan mood booster serta harga yang terjangkau menjadi hal yang diminati oleh Konsumen Indonesia. CIMORY YOGURT SQUEEZE menjadi Ready to Drink yang pertama yang menjawab semua kebutuhan konsumen di masa kini.

Menjadi yang pertama di Indonesia, Cimory berikan inovasi berupa cara baru menikmati yogurt dalam kemasan yang lebih mudah untuk digenggam, rasa yang enak, dan bernutrisi. Sebagai produsen susu dan yogurt, kali ini Cimory meluncurkan produk baru yaitu Cimory Yogurt Squeeze dalam kemasan pouch dengan 6 varian rasa yaitu Original, Strawberry, Blueberry, Peach, Honey, dan Aloevera. Produk ini memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk dapat menikmati kesegaran dan manfaat dari yogurt dengan cepat dan praktis tanpa harus menggunakan sendok ataupun mangkok.

Jika banyak masyarakat yang masih enggan mengonsumsi yogurt dikarenakan tingkat keasaman yang sulit diterima, Cimory Yogurt Squeeze memiliki rasa yang mild dan creamy dengan banyak kandungan nutrisi yang baik untuk tubuh. Terbukti sejak munculnya Cimory Yogurt Squeeze tahun lalu, banyak respon positif bahkan menjadi perbincangan yang cukup viral dari masyarakat yang tertarik untuk mulai mengkonsumsi yogurt secara regular. Dengan nutrisi yang seimbang dalam setiap kemasan, rasa yang enak dan sensasi creamy yang mengenyangkan, membuat penikmat yogurt dari kalangan anak-anak hingga dewasa bisa mendapatkan pilihan yang tepat untuk dikonsumsi setiap hari.

Farell Sutantio selaku Presiden Direktur PT Cisarua Mountain Dairy (Cimory) mengatakan, “Cimory Yogurt Squeeze adalah produk inovasi terbaru dari cimory yang menggunakan kemasan dalam bentuk Pouch. Dengan kemasan yang lebih convenient Cimory Yogurt Squeeze cocok dikonsumsi oleh berbagai kalangan karena lebih praktis dan tidak perlu repot menggunakan sendok ataupun mangkok. Cimory Yogurt Squeeze juga memiliki tekstur lembut, rasa yang creamy dan kandungan manfaat nutrisi yang baik kebutuhan harian tubuh.”

Cimory akan terus berkomitmen menghadirkan produk makanan dan minuman yang bernilai gizi tinggi dan mendorong masyarakat unuk menerapkan pola hidup sehat terutama di masa pandemi saat ini.

Cimory Squeeze telah tersedia di berbagai minimarket, supermarket dan hipermarket di seluruh Indonesia dengan kisaran harga Rp. 10.000 - Rp. 12.000. Untuk informasi lebih lanjut dapat ditemukan di website: www.cimory.com, Instagram: @cimoryindonesia, Youtube : @cimoryindonesia atau hubungi call centre Cimory di 021-589048888

oOo

Untuk pertanyaan dan informasi lebih lanjut dapat menghubungi:

Sheila Aryyani Hanusanti General Manager Marketing PT. Cisarua Mountain Dairy +62 82182838188 Sheila.aryyani@cimory.com  Lolo Sianipar PR Consultant for Cimory +62 816 99 6007 Lolo@piarconsulting.com

Tentang Cimory

Cimory Manufacturing Group menaungi 4 perusahaan yang bisnis utamanya bergerak dibidang pangan yaitu daging (PT Macroprima Panganutama), telur (PT. Java Eggs Specialties), kacang kedelai (PT. Indosoya Sumber Protein) dan susu (PT Cisarua Mountain Dairy, disingkat menjadi Cimory) berdiri tahun 2006. sejak 2016 bisnis unit perusahaan sudah dikonsolidasikan menjadi dua kelompok usaha yaitu, manufacturing group dan hospitality group. Adapun manufacturing group membawahi beberapa Industri makanan minuman berbasis protein seperti industri pengolahan susu, daging, telor dan kedelai. Sedangkan, hospitality group yang membawahi restoran, shop dan wisata rekreasi keluarga. Saat ini perusahaan juga sedang membangun medium scale modern dairy farming yang kelak akan menjadi model atau percontohan bagi yang berminat menjadi mitra sekaligus pemasok susu ke pabrik Cimory sebagai bentuk kerjasama. Cimory Group juga sedang membangun Cimory Prigen di Jawa Timur yang merupakan gabungan dari restoran & wisata rekreasi keluarga.(*)

Sabtu, 20 Maret 2021

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Padang dan Bukittinggi

PADANG - Tim Detasemen Khusus 88 Anti Teror (Densus 88) Mabes Polri menangkap beberapa terduga teroris di Kota Padang dan Bukittinggi, Jumat siang (19/3/2021). Di Kota Padang ada dua titik tempat penangkapan dilakukan, yakni di kawasan Kuranji dan Gunung Pangilun. 

"Tadi memang saya lihat polisi ramai-ramai di sana, ada yang berseragam khusus, ada yang berseragam polisi umum dan ada juga yang berpakaian preman, namun saya hanya sekadar melihat sebentar saja, karena tertutup," ucap Yudha, salah satu warga yang melihat penangkapan di kawasan Gunung Pangilun, Kecamatan Nanggalo Padang.

Sementara warga lain juga membenarkan kejadian penangkapan tersebut namun mereka tidak diizinkan mendekat dengan lokasi. 

"Ya ada penangkapan di salah satu rumah belakang Sentral Jepara, Gunung Pangilun di geledah polisi. Tapi warga tak tahu terkait apa. Tepat di samping MAN 2 Padang, di Jalan Rawa Sanur," ucap warga yang enggan menyebutkan namanya.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Satake Bayu Setianto membenarkan ada penangkapan terduga teroris, namun dia menyarankan untuk konfirmasi di Mabes Polri. "Memang benar ada penangkapan terduga teroris tapi itu kewenangan dari Mabes Polri," katanya. (*/IN-001)

Sumber: okezone.com

 

Kamis, 18 Maret 2021

Prostitusi Online, Polda Metro Jaya Tangkap Artis Cynthiara Alona

JAKARTA - Polda Metro Jaya menahan artis Cynthiara Alona atas tuduhan prostitusi online. Kabar penahanan dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, Kamis (18/3).

"Benar. Ada artis inisial CA yang ditahan," kata dia.

Yusri menjelaskan, penyidik saat ini masih menginterogasi Cynthiara Alona. Menurut keterangan Yusri, penyidik saat ini membongkar praktik prostitusi online di salah satu hotel kawasan Tangerang. Cynthiara diketahui sebagai pemilik hotel.

"Kami sudah tetapkan CA sebagai tersangka karena keterlibatan soal kepemilikan, dia pemilik daripada hotel daripada adanya penggerebekan prostitusi online yang ada di Kota Tangerang, itu hotel miliknya," ujar dia.

Yusri belum berbicara terlalu jauh mengenai keterlibatan Cynthiara Alona. Yang jelas, kata dia sudah dilakukan penangkapan.

"Sekarang lagi dilakukan pendalaman dan dilakukan penahanan terhadap yang bersangkutan sejak pagi tadi," tandas dia. (*/IN-001)

Sumber: liputan6

Selasa, 16 Maret 2021

Wamendes PDTT: KKB Tidak Berhak Terima Dana Desa

JAKARTA - Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, Transmigras, dan Daerah Tertinggal (Wamendes PDTT), Budi Arie Setiadi, mengatakan, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) tidak berhak mendapat Dana Desa. Menurut Budi Arie di Jakarta, Minggu (14/3/2021) KKB tidak berhak menerima dana desa, hanya warga yang berhak.

Seperti diketahui, pada Jumat (12/3) KKB menyandera pesawat perintis milik Susi Air jenis Pilatus PC-6 S1-9364 PK BVY di Kabupaten Puncak, Papua. "Mereka menyandera dengan alasan kecewa terhadap Kepala Kampung setempat yang tidak memberikan dana bantuan desa untuk mendukung aksi mereka," katanya.

Menyikapi kejadian ini Wamendes PDTT Budi Arie menjelaskan, dana desa digunakan untuk tugas prioritas nasional, ketahanan pangan, penanggulangan Covid-19, dan infrastruktur desa. 

"Dana bantuan desa itu harus dimanfaatkan untuk kepentingan desa, tidak untuk organisasi kriminal atau separatis bersenjata macam KKB ini," tegas Wamendes PDTT.

Sebagai contoh penggunaannya, Dana Desa di Ilambet, Ilaga, Puncak, Papua, digunakan untuk Posyandu sebesar Rp 64 juta. Kata Budi Arie Dana Desa di sana juga digunakan untuk pemeliharaan jalan sebesar Rp50 juta dan rehabilitasi rumah sebesar Rp168 juta.

Kemudian, peningkatan kapasitas perangkat desa sejumlah Rp 55 juta dan penanganan keadaan mendesak Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa Rp 504 juta. Karena itu Budi Arie, menyesalkan kejadian penyanderaan oleh KKB tersebut. Ia berharap aparat keamanan untuk menindak tegas apa yang dilakukan oleh KKB.

"Sangat tidak pantas. Aparat keamanan harus bertindak tegas. Ini persoalan hukum dan keamanan," pungkas Budi Arie. (*/IN-001)

© Copyright 2018 INFONEWS.CO.ID | All Right Reserved