Baharkam
-->

Rabu, 24 Februari 2021

Dua Polisi dan Satu Personel TNI Ditangkap karena Jual Senjata ke KKB Papua

AMBON - Dua oknum polisi diciduk karena terlibat dalam praktik jual-beli senjata api ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua. Selain dua polisi tersebut, satu personel TNI juga diamankan karena kasus yang sama. Ketiganya merupakan bagian dari tujuh orang yang menjadi tersangka atas kasus jual-beli senjata di Kota Ambon, Maluku.

Dua oknum polisi yang diduga terlibat adalah Bripka SHP dan Bripka MRA. Keduanya merupakan anggota Polresta Ambon. Sedangkan oknum TNI yang juga terlibat adalah Praka MS, anggota Kipan B Batalion 733/Masariku Ambon.

Kapolresta Pulau Ambon Kombes Pol Leo SN Simatupang mengungkap modus oknum petugas yang nekat menjual senjata tersebut. Menurut pengakuan para tersangka, aksi tersebut murni demi keuntungan pribadi. Bahkan, Bripka SHP ternyata sudah dua kali menjual senjata api kepada warga sipil berinisial WT alias J. WT alias J inilah oknum yang terciduk membawa senjata di Papua. Bripka SHP diketahui menjual senjata api rakitan laras panjang kepadanya.

"Dari hasil pengembangan penyelidikan dan penyidikan, ternyata S sudah dua kali melakukan penjualan senjata api rakitan kepada WT alias J yang tertangkap di Polres Bintuni (Papua Barat) pekan lalu," kata Leo dilansir dari Antara, Selasa, 23 Februari 2021.

Bripka SHP mengaku tidak tahu jika WT alias J akan menjual senjata yang dibeli darinya kepada KKB di Papua.

"Dia membeli senpi rakitan laras panjang jenis SS1 dari masyarakat seharga Rp6 juta lalu dijual kepada WT seharga Rp20 juta," kata Leo.

Jika senjata rakitan itu dibeli WT alias J dari Bripka SHP, lain halnya dengan senjata laras pendek jenis revolver. Senjata ini dibeli WT alias J dari Bripka MRA. Bripka MRA awalnya menyerahkan revolver tersebut kepada seorang warga sipil berinisial SN. Lalu, SN kemudian menyerahkanya kepada WT alias J. Tak hanya senjata, J juga mendapat tujuh butir peluru yang berasal dari tersangka I.

Sementara itu, oknum TNI berinisial Praka MS diduga memeroleh keuntungan Rp1,5 juta dari dua kali transaksi penjualan senjata. Praka MS menjual 200 butir amunisi kalibar 5,56 mm dengan harga Rp500 ribu pada November 2020. Sedangkan 400 butir amunisi kaliber 5,56 mm dijualnya pada Januari 2021 seharga Rp1 juta.

Praka MS ditangkap Satintel Kodam Pattimura Maluku pada Minggu, 21 Februari 2021. Penangkapan tersebut merupakan hasil pengembangan kasus kepemilikan serta penjualan senjata api dan amunisi ilegal jaringan Ambon-Papua. (*/IN-001)

Sumber: Antara

Jumat, 19 Februari 2021

Jadi Kabareskrim, Komjen Pol Agus Andrianto Siap Sukseskan Program Presisi Kapolri

JAKARTA - Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menunjuk Komjen Pol Agus Andrianto menjabat Kabareskrim Polri. Sebelumnya, Agus menjabat Kabaharkam Polri. Hal ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/318/II/KEP/2021 tertanggal 18 februari 2021. Komjen Pol Agus Andrianto mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan.

"Terima kasih, jabatan hanya amanah, mohon doanya," katanya, Jumat (19/2/2021).

Ia pun memohon doa dari masyarakat agar dapat menjalankan tugas dengan baik dan amanah. Dan menjalankan visi transpormasi Polri menuju presisi yang dicintai masyarakat. 

Disinggung apa yang akan dilakukan oleh Jenderal bintang 3 kelahiran Blora ini dalam mengemban tugas sebagai Kabareskrim Polri , Komjen Agus mengatakan dirinya akan mendukung penuh program kerja Kapolri.

"Program Presisi pak Kapolri harus kita sukseskan, mohon doanya saja agar bisa menegakkan hukum yang berkeadilan dan mewujudkan Polri yang presisi," pinta Komjen Agus.

Lebih lanjut Komjen Agus juga akan menuntaskan kasus-kasus yang menjadi atensi dan perhatian masyarakat.

"Yang pasti atensi masyarakat, yang menjadi prioritas Pak Kapolri, tentu dituntaskan," ujar Komjen Agus.

Menjabat Kabaharkam Polri, Agus Andrianto membuat terobosan dengan membangun ketahanan pangan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan kelompok tani di sejumlah daerah.

Hal ini bertujuan untuk menstimulus ekonomi masyarakat di tengah pandemi covid-19.

Agus juga dikenal sosial, tegas dalam menjalankan tugas dan dekat dengan ulama. Saat menjabat Kapolda Sumut, 90 ribu lebih warga kurang mampu mendapatkan bantuan pengobatan gratis. Dari penyakit kanker, tumor hingga penyakit ringan. (*/PN-001)

Kamis, 18 Februari 2021

Diduga Pesta Shabu Bersama 11 Anggotanya, Kapolsek Perempuan di Jawa Barat Terancam Dipecat!

BANDUNG - Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Jawa Barat mengamankan Kapolsek Astana Anyar, Kompol YN, karena diduga mengonsumsi narkoba jenis shabu. Bid Propam juga mengamankan 11 anggota Polsek Astana Anyar yang juga mengonsumsi shabu bersama Kompol YN. Hal itu ditegaskan Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi A Chaniago, Rabu (17/2/2021). 

"Total ada 12 (anggota polisi diamankan), termasuk Kapolseknya. Namun, sekarang ini yang jelas masih dilakukan pendalaman oleh Propam Polda Jabar," kata Erdi dilansir dari Antara.

Erdi mengatakan, kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang dilakukan belasan anggota polisi di Bandung itu berawal dari adanya pengaduan masyarakat ke Mabes Polri. Dari laporan itu, Propam Polda Jawa Barat langsung bergerak ke Polsek Astana Anyar untuk melakukan pemeriksaan. Sejumlah anggota Polsek Astana Anyar termasuk sang Kapolsek pun menjalani tes urine. Namun, kata Erdi, hasil tes urine tersebut belum keluar.

"Sekarang masih dilakukan tes urine dan masih dilakukan pemeriksaan, nanti perkembangan akan kita sampaikan," kata Erdi.

Erdi mengatakan, Propam Polda Jawa Barat belum mendapat barang bukti. Namun, kata dia, ada orang yang sebelumnya positif narkoba.

"Kebetulan ada beberapa orang (sebelumnya) yang positif setelah dicek urinenya, ini yang akan didalami," katanya.

Atas kasus itu, Kapolsek Astanaanyar Kompol Yuni beserta belasan anggotanya terancam sanksi. Mulai dari penurunan pangkat hingga pemecatan dari dinas Kepolisian. (*/IN-001)

Kamis, 11 Februari 2021

Kapolri Lepas 40.366 Bhabinkamtimas Sebagai Tracer Penyebaran Covid-19

JAKARTA - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyebar lebih dari 40 ribu personel Bhabinkamtibmas di seluruh wilayah Indonesia untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

"Setidaknya ada 40.366 personel Bhabinkamtimbas yang sudah disiapkan untuk bertindak sebagai tracer sebagai 7 langkah deteksi dini dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19," jelas Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dalam amanatnya yang disampaikan saat apel serentak kesiapan Bhabinkamtibmas dan tenaga kesehatan sebagai tracer dan vaksinator Covid-19, Kamis (11/2/2021).

Menurut Kapolri, hal itu seiring dengan arahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), bahwa selain disiplin protokol kesehatan, penerapan penguatan 3T (Testing, Tracing, dan Treatment) juga menjadi kunci dalam upaya mengatasi pandemi Covid-19 ini.

Kapolri menyebutkan, saat ini saat ini Polri telah menyiagakan 13.500 personel tenaga kesehatan. Sebanyak 900 orang diantaranya telah dilatih untuk menjadi vaksinator oleh Bapelkes/BBBK Kementerian Kesehatan, dan 12.600 personel lainnya dalam waktu dekat akan diberikan pelatihan serupa.

"Vaksinator dan tracer Polri ini disiagakan dalam rangka membantu tugas tenaga kesehatan, khususnya pemberian vaksinasi terhadap anggota Polri maupun kepada masyarakat umum, serta berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat dalam upaya tracing sebagai langkah deteksi dini dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19," papar jenderal bintang empat tersebut.

Listyo Sigit juga berharap kepada seluruh tenaga vaksinator dan tracer Covid-19 yang telah diberikan pelatihan, akan menjadi tenaga Polri yang cakap dan profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut di masyarakat, Kapolri juga menekankan adanya sikap senantiasa bersinergi dengan seluruh Babinsa TNI dan juga petugas dinas kesehatan di wilayah masing-masing.

Kapolri juga menyebut, di luar tantangan dan kesulitan yang datang bersama pandemi Covid19, pihaknya juga harus senantiasa optimis bahwa selalu ada peluang untuk membuat lompatan kemajuan. 

Tidak hanya keluar dari situasi krisis pandemi Covid-19, tapi bahkan peluang untuk menjadikan Indonesia sebagai negara berpenghasilan tinggi sejajar dengan negaranegara maju di dunia.

"Bapak Presiden RI telah menekankan bahwa untuk mengatasi pandemi Covid- 19 dengan segala dampaknya, seluruh komponen Bangsa harus bahu membahu menerapkan disiplin ketat menjalankan protokol kesehatan di manapun dan kapanpun. Optimisme masyarakat harus terus dijaga dengan keseriusan dan upaya pemerintah melakukan percepatan penanganan pandemi Covid-19," pesan Kapolri.

Adapun apel kesiapan yang dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia dengan menggelar tenaga kesehatan sebagai vaksinator dan Bhabinkamtibmas sebagai tracer ini merupakan wujud keseriusan Polri dalam membantu pemerintah menanggulangi Covid-19 dan mendukung program vaksinasi nasional. (*/IN-001)

Rabu, 10 Februari 2021

Wali Kota Binjai Terpilih Meninggal Dunia, Positif Covid-19


BINJAI - Wali Kota Binjai terpilih periode 2021-2024, H. Juliadi dilaporkan meninggal dunia di RS Bunda Thamrin, Kota Medan, Sumatera Utara pada Selasa malam, 9 Febuari 2021. Sebelumnya, almarhum terkonfirmasi positif Covid-19 dan menjalani perawatan medis di rumah sakit tersebut. Kepala Dinas Kesehatan Kota Binjai, dr Sugianto mengatakan, Juliandi menghembuskan nafas terakhir di ruang ICU RS Bunda Thamrin, pada pukul 22.40 WIB.

 "Tadi saya sudah koordinasi dengan direktur RS (Bunda Thamrin), dapat kabar Pak Juliadi meninggal dunia," ungkap Sugianto.

Juliadi mendapat perawatan di RS Bunda Thamrin tersebut selama sebelas hari sejak terhitung tanggal 30 Januari 2021. "Ya, saya baru dengar kabar," ungkap Sugianto.

Wali Kota Binjai terpilih, H Juliadi sempat batal menghadiri rapat paripurna pleno penetapan kepala daerah terpilih periode 2021-2024 di Gedung DPRD Sementara Ovany, Jalan T Amir Hamzah, Binjai Utara. Belakangan, diketahui bahwa Juliadi terkonfirmasi positif COVID-19.

Juliadi terpapar COVID-19 sebelum resmi dilantik menjadi Wali Kota. Namun, hingga kini belum ada jadwal resmi kapan Wali Kota Binjai dan Wali Kota Binjai terpilih akan dilantik.

Di Pilkada Binjai 2020, Juliadi berpasangan dengan Wakil Wali Kota, Amir Hamzah, meraih 66.731 suara atau (50,95 persen). Pasangan nomor urut 3 yang diusung Partai Golkar, PPP dan Partai Demokrat ini mengungguli 2 pasangan lainnya.

Pasangan nomor urut 3, Lisa Andriani Lubis-Sapta Bangun hanya mampu meraih 44.213 suara (33,76 persen) dan pasangan nomor urut 1, Rahmat Sorialam Harahap-Usman Jakfar meraih 20.030 suara (15,29 persen). (*/IN-001)

Minggu, 07 Februari 2021

Dua Ekor Harimau Sumatera Lepas dari Kebun Binatang, Satu Tewas Ditembak

SOLOK - Seekor harimau yang lepas dari Kebun Binatang Sinka Zoo Singkawang terpaksa dilumpuhkan oleh penembak jitu, Sabtu (6/2/2021). Harimau Sumatera bernama Elka tersebut sebelumnya memangsa beberapa hewan penghuni Sinka Zoo, termasuk seekor burung unta. Tak jauh dari lokasi penembakan, petugas menemukan burung unta dalam keadaan mati akibat digigit sang harimau.

Kapolres Singkawang AKBP Prasetiyo Adhi Wibowo menyampaikan, bahwa pada proses penangkapan dua ekor harimau itu pihaknya mengedepankan proses pembiusan.

"Ketika proses pembiusan tidak berdampak maksimal, dan keselamatan anggota di lapangan membahayakan, maka penindakan pun akan dilakukan dengan terukur," jelasnya saat memimpin operasi penangkapan dua harimau yang lepas, Sabtu (6/2/2021).

Penembakan, kata dia, terpaksa dilakukan mengingat hewan ini sudah memilik insting untuk berburu dan membunuh. 

"Kami sudah berkoordinasi dengan BKSDA dan akhirnya terpaksa menembak,” kata Kapolres.

Menurut Kapolres pencarian masih terus dilanjutkan untuk menangkap satu ekor harimau lagi yang belum diketahui keberadaannya.

Pasca dua harimau penghuni Kebun Binatang Sinka Zoo lepas, pihak pengelola langsung menutup Kebun Binatang Sinka Zoo mulai Jumat, 5 Februari 2021.

Pengurus Kebun Binatang Sinka Zoo Singkawang, Elka Surya mengatakan, penutupan lokasi wisata sementara ini, hingga kedua harimau tersebut benar-benar berhasil ditangkap.

"Terhitung Jumat kemarin, sudah tidak ada tamu-tamu dari luar maupun lokal yang datang berkunjung ke Sinka Zoo Singkawang," terang Elka.

Elka juga mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di sekitar Kawasan Sinka Zoo untuk selalu waspada.

Dia meminta kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan foto-foto yang beredar di media sosial. Dimana foto-foto tersebut menyebutkan jika harimau yang lepas sudah sampai ke jalan raya dan lain-lain.

"Itu belum ada, saat ini kedua harimau yang lepas tersebut masih terpantau di sekitar kawasan Sinka Zoo," katanya. 

Elka berjanji akan memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan lepasnya dua harimau dari Sinka Zoo Singkawang.

"Nanti akan ada rilis resmi yang akan dikeluarkan oleh BKSDA mengenai perkembangan baru lepasnya dua harimau tersebut," katanya.

Pasca lepasnya dua harimau di Sinka Zoo, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Balai KSDA Singkawang dan Provinsi Kalbar, Kodim dan Polres Singkawang.

"Koordinasi yang dilakukan untuk melakukan pemantauan dan penyisiran. Untuk tindakan selanjutnya akan terus kita koordinasikan dengan Balai KSDA Kalbar karena bagaimanapun hewan buas ini dilindungi oleh UU," tandasnya.

Sebelumnya seorang pawang kebun binatang Sinka Zoo di Singkawang, Kalimantan Barat (Kalbar), tewas setelah dua ekor harimau lepas dari kandang, Jumat (5/2/2021). Pawang tersebut meninggal setelah berupaya mencegah dua karnivora tersebut kabur dari kandangnya.

Menurut laporan dari Kapolres Singkawang, dua harimau itu memang dilepas ke area bermain yang menjadi rutinitas para harimau. Kejadian tersebut dijelaskan oleh salah satu pawang Sinka Zoo, Agus Alpian.

"Pada hari Jumat tanggal 5 Februari 2021 saudara Agus sesudah istirahat pukul 13.00 WIB mengeluarkan harimau dari kandang untuk dilepas di areal bermain harimau yang merupakan rutinitas setiap hari," demikian diungkapkan AKBP Prasetyo Adhi Wibowo dalam keterangan tertulis, Sabtu (6/2/2021).

Prasetyo menjelaskan, setelah Agus mengeluarkan harimau dari kandang, ia kemudian keluar kandang dan pergi membeli perlengkapan mandi cuci. Tak lupa Agus meminta salah satu pawang lainnya yaitu Itus, untuk memberi makan dan memasukan kembali harimau dan beruang ke dalam kerangkeng di area kandang.

"Karena saudara Agus sudah izin dengan pengawas untuk tidak bisa melanjutkan pekerjaan. dikarenakan memiliki urusan keluarga," tutur Prasetyo.

Berikutnya, pada pukul 14.00 WIB, Agus ternyata menerima pesan melalui WhatsApp dari rekan kerjanya bahwa ada harimau lepas karena kandang jebol. Lalu, Agus bergegas mengecek kandang harimau di Sinka Zoo.

"Agus pergi untuk mengecek dengan menggunakan mobil truk, dan benar adanya bahwa kondisi kandang harimau jebol dan harimau berada di luar kandang," jelas Prasetyo.

Saat melakukan pengecekan, Agus sudah melihat darah dan korban yang tergeletak diduga karena terkaman harimau. Korban tersebut adalah salah satu pawang bernama Ferry Darmawan.

"Pada pukul 16.00 WIB korban dibawa ke Rumah Sakit Abdul Azis Singkawang untuk dilakukan pertolongan pertama," ucap Prasetyo. (*/IN-001)

© Copyright 2018 INFONEWS.CO.ID | All Right Reserved