INFO SPORT

Senin, 13 Januari 2020

Xavi Hernandes Pelatih Baru Barcelona

BARCELONA - Rumor soal kepulangan Xavi ke Barcelona semakin santer diberitakan belakangan ini. Bahkan menurut laporan terbaru, pria berumur 39 tahun itu akan segera dilantik sebagai pelatih anyar Barcelona pada hari Senin (14/1/2020) waktu setempat.

Isu pergantian pelatih di tubuh Barcelona kembali mencuat. Semuanya bermula saat klub berjuluk Blaugrana tersebut menelan kekalahan tipis atas Atletico Madrid pada babak semi-final Supercopa de Espana.

Desakan yang menuntut pelatih Barcelona, Ernesto Valverde, terdengar semakin lantang. Namun dari pihak klub sendiri telah menegaskan bahwa mereka masih percaya dengan eks nahkoda Athletic Bilbao tersebut.

Tetapi, omongan tersebut sepertinya hanya bualan belaka. Sebab Al Sadd selaku klub yang menaungi Xavi saat ini telah mengkonfirmasi bahwa Barcelona sudah bertemu dengan pelatihnya itu baru-baru ini.

Rumor semakin berkembang. Kabar terakhir mengemukakan bahwa Xavi bakalan dilantik sebagai pelatih terbaru Barcelona pada hari ini. Kalau Xavi sudah hampir pasti akan melanjutkan karir kepelatihannya di Barcelona. Dan sekarang, yang tersisa hanyalah penyelesaian beragam hal kecil dalam kontraknya saja.

Diario Sport dan Cadena Copp juga memberitakan bahwa Al Sadd tidak akan menghalangi kepulangan Xavi. Namun, klub tersebut meminta agar Xavi tetap melatih sampai laga final Qatar Cup yang berlangsung hari Jumat (17/1) nanti.

Lebih lanjut, media radio di Spanyol juga mengatakan kalau perwakilan Xavi sudah berada di Arab Saudi. Mereka berada di sana untuk menuliskan kontrak agar Xavi bisa menjadi pelatih Barcelona.

Xavi sendiri sudah mengkonfirmasi bahwa dirinya telah bertatap muka dengan Barcelona. Kendati tak membocorkan hasil perbincangannya, namun Xavi kembali menegaskan kalau menjadi pelatih Barcelona adalah mimpinya sejak lama.

"Saya tak bisa berkata apa-apa, mereka berada di sini untuk berbicara kepada saya dan kami mendiskusikan banyak hal. Maaf saya tak bisa memberikan informasi yang lebih banyak lagi," ujar Xavi.

"Saya tak bisa menyembunyikan bahwa mimpi saya adalah melatih Barcelona, saya telah menyebutkannya berulang kali dalam banyak wawancara, semuanya tahu saya mendukung Barcelona dari lubuk hati terdalam," ungkapnya. (*/IN-001)

Kazuyoshi Miura, Pesepakbola Aktif Paling Tua di Dunia Kembali Perpanjang Kontrak

YOKOHAMA - Walau telah berusia 52 tahun, Kazuyoshi Miura nampaknya belum berniat untuk gantung sepatu. Penyerang asal Jepang itu masih akan terus berada di lapangan hijau karena kontraknya diperpanjang Yokohama FC.

Miura saat ini tercatat sebagai pesepak bola tertua yang masih aktif merumput. Dia juga mengukir rekor sebagai pencetak gol paling tua di pertandingan resmi, yakni diusia 50 tahun. Dan, sejak 2005 pria kelahiran Shizuoka, pada 26 Februari 1967 tersebut terus membela Yokohama.

Kiprahnya bersama klub yang mendapat promosi ke J-League itu dipastikan bakal berlanjut. Kontraknya yang akan habis pada 31 Januari 2020, sudah diperpanjang Yokohama, Sabtu (11/1). Belum diketahui durasinya. Yang pasti, pemain berjuluk King Kazu itu akan memasuki musim ke-35 pada tahun ini.

Miura hanya tampil tiga kali di J2-League pada tahun lalu dengan total durasi 109 menit. Jika ditambah dengan turnamen Piala Kaisar, dia sudah merumput sebanyak lima kali atau selama 233 menit. Sayangnya, dia tidak pernah mencetak gol.

Tapi, Miura meneruskan rekornya sebagai pesepak bola profesional tertua di J-League, bahkan di dunia. Sebelumnya, pada 2017, dia menjadi pemain tertua yang tampil di laga resmi. Saat itu dia berusia 50 tahun dan tujuh hari. Itu melewati rekor legenda Inggris Stanley Matthews.

Selama kariernya, Miura sudah membela 13 klub berbeda baik itu di Jepang, Brasil, Italia Kroasia dan Australia. Walau lahir di Negeri Matahari Terbit, dia memulai kariernya di Amerika Latin, bersama Santos pada 1986.

Selama empat tahun Miura merantau di Brasil dan baru pulang lagi ke kampung halaman pada 1990 lantaran bergabung dengan Verdy Kawasaki. Pada 1994, dia sempat merasakan atmosfir Serie A karena dipinjam Genoa. Namun, dia hanya mencetak satu gol dari 21 laga.

Miura juga sempat direkrut Dinamo Zagreb pada 1999 dan hanya bermain 12 kali. Sedangkan kisahnya di Australia terjadi pada 2005 setelah dipinjam Sydney FC, dimana mencetak dua gol dari empat laga. Dia juga pernah membela Jepang (1990-2000) dan mengemas 55 gol dari 89 partai. (*/IN-001)

Minggu, 05 Januari 2020

Pendaftaran Cawako Dibuka, PBB Kota Solok "Janjikan" Tuah 2015

SOLOK - Eskalasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Solok 2020 semakin berwarna dengan dibukanya pendaftaran oleh Partai Bulan Bintang (PBB) Kota Solok sejak tanggal 6 hingga 10 Januari 2020. Sementara, pengembalian formulir dijadwalkan pada 13-23 Januari 2020. Pembukaan pendaftaran oleh PBB ini, sangat menarik perhatian bagi para bakal calon Walikota-Wawako Solok. Pasalnya, PBB merupakan partai pengusung utama bagi pasangan Zul Elfian Dt Tianso dan Reinier Dt Mangkuto Alam di Pilkada Kota Solok 2015 lalu.

Ibarat pepatah Minangkabau, "Maliek contoh ka nan sudah, maliek tuah ka nan manang" (melihat contoh kepada yang telah terjadi, melihat tuah ke yang menang), tuah dan strategi PBB pada 2015 tersebut, menjadi semacam "garansi" kemenangan Pilwako Solok 2020. Apalagi, pada pemilihan legislatif (Pileg) 17 April 2019 lalu, DPC PBB Kota Solok, berhasil menggandakan kursi di DPRD Kota Solok menjadi 2 kursi dari satu kursi di Pileg 2014 lalu.

"Kita membuka pendaftaran untuk Cawako dan Cawawako Solok 2020 di Sekretariat DPC PBB Kota Solok pada jam kerja. Kita harapkan, semua calon yang berminat, bisa mendaftar dan diusulkan DPC PBB Kota Solok ke DPW dan DPP. Sebenarnya tidak ada garansi, tapi kami akan senantiasa berusaha maksimal agar calon yang diusung. Tentu berdasarkan pengalaman dan strategi yang kami miliki," ungkap Hendra Saputra, SH, Ketua Demisioner DPC PBB Kota Solok, Minggu (4/12/2020).

Hendra Saputra juga menyebutkan, proses pendaftaran dan penetapan Cawako-Cawawako Solok dimulai dari tingkat DPC. Kemudian diplenokan dan dikirim ke DPW. Setelah diplenokan lagi di DPW, berkas pencalonan akan dikirim ke DPP untuk ditetapkan.

"Dari proses tersebut, DPC PBB Kota Solok akan mengirim nama tiga pasang calon ke DPW PBB Sumbar. Demikian juga dengan DPW, juga akan mengirim tiga pasang calon ke DPP. Setelah di DPP, akan diputuskan satu pasang calon yang akan diusung oleh DPC PBB Kota Solok," ungkapnya.



Anggota DPRD Kota Solok tiga periode tersebut juga menyatakan PBB akan bersikap adil terhadap seluruh kandidat. Termasuk memfasilitasi dengan DPW dan DPP. Terkait dengan strategi khusus yang dimiliki DPC PBB Kota Solok untuk pemenangan Cawako-Cawawako, Hendra Saputra menyatakan strateginya bakal berbeda dengan strategi pada Pilkada Kota Solok 2015.

"Tentu akan sangat berbeda. Sebab, masa dan bakal calon yang akan maju juga berbeda. Namun, sesuai dengan kultur dan budaya di Kota Solok, PBB memiliki massa militan, yang siap bergerak secara dinamis dan terstruktur. Tentu dengan program dan pola sesuai calon yang akan ditetapkan DPP," ungkapnya.

Hendra Saputra juga mengungkapkan, pihaknya melakukan seluruh proses pendaftaran dan penjaringan Cawako-Cawako Solok secara terbuka. Termasuk adanya calon dari daerah lain, yang memiliki niat untuk membangun Kota Solok untuk lebih maju.

"Konsepnya adalah 'Solok Maju'. Maksudnya, bagaimana membuat Kota Solok bisa lebih maju, dengan program-program strategis," lanjutnya.

Pada Pileg 17 April 2019 lalu, DPC PBB Kota Solok berhasil mengirim dua wakilnya ke DPRD Kota Solok periode 2019-2024. Jumlah ini meningkat satu kursi dibanding Pileg 2014 lalu. Yakni Hendra Saputra dari Dapil Tanjung Harapan dan Wazadly dari Dapil Lubuk Sikarah. Hendra Saputra meraih 827 suara dari 1.121 suara PBB di Dapil Lubuk Sikarah. Sementara Wazadly mengoleksi 461 suara dari total 1.069 suara yang diraup di Dapil Lubuk Sikarah. (rijal islamy)

Selasa, 31 Desember 2019

Refleksi Akhir Tahun Polres Solok Kota, WBBM, Skimming ATM, Hinggal Illegal Mining

Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) menjadi pencapaian khusus nan prestisius bagi Polres Solok Kota, Polda Sumbar, di tahun 2019. Namun, sejumlah kasus menonjol lain, juga berhasil diungkap. Seperti Skimming (pembobolan) ATM, illegal mining (penambangan ilegal) hingga pencurian dengan modus pecah kaca mobil.

Kepolisian Resor (Polres) Solok Kota menggelar jumpa pers akhir tahun 2019 di Mapolres Solok Kota, Selasa (31/12/2019). Jumpa pers tersebut dipimpin langsung Kapolres Solok Kota AKBP Ferry Suwandi, S.IK, dan diikuti perwira jabatan utama (PJU). Hadir Wakapolres Kompol Aksalmadi, Kabag Ops Kompol Bresman Simanjuntak, Kabag Sumda Kompol Irwan Zani, Kabag Ren Kompol Yus Eri, Kasat Sabhara AKP Poniman, Kasat Reskrim Iptu Defrianto, Kasat Resnarkoba AKP Joko Sunarno, Kasat Lantas Iptu Zamri Naldi, Kasat Intelkam AKP Milson Joni , dan Kasat Binmas Iptu Laydi. Dari jajaran Kapolsek, hadir Kapolsek Kota Solok AKP Zamri Elfino, Kapolsek X Koto Dibawah Iptu Ahmad Ramadhan, Kapolsek X Koto Diateh Iptu Hendri, Kapolsek Junjung Siri Iptu Satrialis, Kapolsek Bukit Sundi Iptu Thamrin Chan, dan Kapolsek IX Koto Sungai Lasi Iptu Edi Yuhendra.



Prediket pelayanan publik dengan kategori sangat baik yang diraih Polres Solok Kota pada November 2019 dan prediket Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) pada 10 Desember 2019, menjadi prestasi yang sangat membanggakan bagi jajaran Polres Solok Kota. Selain "naik kelas" dari prediket Wilayah Bebas Korupsi (WBK) yang diraih pada Desember 2018, Polres Solok Kota menjadi satu-satunya Polres di Sumbar yang meraih prediket WBBM pada 2019.

Raihan WBBM ini, menjadi prestasi tersendiri bagi AKBP Ferry Suwandi, S.IK. Ibarat kata pepatah; "Mempertahankan lebih sulit dari merebut", Ferry berhasil mempertahankan, bahkan meningkatkan capaian WBK menjadi WBBM yang telah diraih Kapolres sebelumnya AKBP Dony Setiawan Dt Pandeka Rajo Mudo. Dengan gaya kepemimpinan yang "cool", mantan Kapolres Agam tersebut, membawa sejumlah perubahan di Mapolres Solok Kota. Tentu saja dengan gayanya sendiri. Ferry Suwandi dilantik menjadi Kapolres Solok Kota pada Kamis, 19 September 2019, sesuai Surat Telegram Mabes Polri nomor ST/2317/KEP/2019.

"Kita sangat bersyukur dengan raihan prediket WBBM ini. Sebagai bukti nyata bahwa tingkat layanan di Mapolres Solok Kota sudah diakui di level nasional. Ini merupakan kerja keras seluruh personel. Kita harapkan hal ini bisa terus dipertahankan dan ditingkatkan," ungkap Ferry.



Selain prediket WBBM, jajaran Polres Solok Kota selama kepemimpinan AKBP Ferry Suwandi, juga berhasil mengungkap sejumlah kasus menonjol dan menjadi perhatian masyarakat di wilayah hukum Polres Solok Kota. Di antaranya, skimming (pembobolan) automatic teller machine (ATM), perampokan dengan modus pecah kaca mobil, hingga pengungkapan illegal mining (penambangan ilegal).

Skimming ATM terjadi di ATM Bank Mandiri, Kelurahan Pasar Pandan Air Mati (PPA) Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok, Rabu (3/10/2019) pukul 13.00 WIB. Empat pelaku diamankan Sat Reskrim pada pukul 14.00 WIB, atau satu jam usai kejadian. Modusnya, keempat pelaku berpura-pura "membantu" seorang nasabah yang kartu ATM-nya tersangkut di mesin ATM. Padahal, sebelumnya, lubang ATM tersebut, sudah disumbat lem oleh salah seorang pelaku.



Modusnya, satu pelaku menyarankan agar segera menghubungi nomor call center yang tertera di mesin ATM tersebut. Setelah tersambung dengan operator, yang sebenarnya adalah salah seorang pelaku, melalui nomor tersebut, korban diminta untuk menyebutkan nomor pin ATM dan sisa saldo. Namun kartu ATM korban tetap tidak bisa dikeluarkan dari mesin ATM. Dimana para pelaku sebelumnya telah mengganjal kotak ATM dengan lem.

Setelah itu tersangka mencongkel kotak ATM dengan mengunakan obeng dan mengambil kartu ATM. Kemudian, menarik uang korban dengan mengunakan kartu tersebut, di tempat ATM lainnya.

Mendapat koordinasi dari pihak Bank Mandiri, Sat Reskrim Polres Solok Kota bergerak cepat, melakukan penyelidikan dan pengejaran. Hasilnya, sekira pukul 14.00 WIB keempat pelaku ditangkap di sebuah rumah makan Lintas Sumatera, yang berada di samping Hotel Jayakarta, Kabupaten Tanah Datar. Keempat pelaku yang ditangkap berinisial ELD (29), EPA (24), MCH (24), dan DRA (29). Keempatnya, merupakan warga Desa Belambangan, Kecamatan Buay Runjung, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera Selatan.



Personel Sat Reskrim Solok Kota juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp 900.000. Kemudian 1 buah lem china, 15 lembar stiker call center BRI, 10 lembar stiker call center BNI, 15 lembar  stiker Tips keamanan ATM bersama. Lalu 1 buah obeng, 2 unit Sepeda motor, dan 2 unit Handphone.

Tindak kejahatan lain yang juga berhasil diungkap yakni, aksi pecah kaca mobil. Modusnya dengan mengintai kendaraan di masjid maupun tempat lain yang dianggap menyimpan uang di kendaraan maupun barang berharga lainnya. Aksi pecah kaca mobil itu diawali dengan survei oleh pelaku terhadap korban yang diinginkan, setelah diyakini mobil korban membawa uang dan menyimpan di kendaraan baru dilakukan aksinya dengan memecahkan kaca kendaraan.

Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata para pelaku bukanlah masyarakat Solok, melainkan dari luar Sumatera Barat. Tersangka pecah kaca mobil yang diringkus beberapa hari lalu berasal dari Lubuk Linggau Sumatera Selatan.



Satu kasus menonjol lainnya, adalah pengungkapan illegal mining di dua lokasi di Nagari Bukik Tandang, Kecamatan Bukit Sundi, Kabupaten Solok. Personel Polres Solok Kota menahan 11 tersangka, dan mengamankan sejumlah peralatan penambangan emas ilegal. Di antaranya mesin yang digunakan, pompa dan beberapa peralatan lainnya.

Penambangan emas ilegal yang dilakukan masih semi mekanis, dengan cara membuat aliran sungai baru, kemudian menampungnya dengan karpet. Setelah sejumlah pasir yang mengandung emas ditampung, kemudian disaring untuk memisahkan pasir dan emas. Sistem kerjanya memang sedikit menguras tenaga karena semi mekanis. Aktivitas tambang emas ilegal itu sudah berlangsung sejak beberapa bulan belakangan ini. (rijal islamy)

Berwisata ke Puncak Mandeh, Fakhrizal Disambut Masyarakat dengan Kebanggaan

PESSEL - Mantan Kapolda Sumbar, Irjen Pol Fakhrizal, mengunjungi Kawasan Puncak Mandeh, Kecamatan XI Koto Tarusan, Pesisir Selatan, Minggu (29/12/2019). Sejatinya, kunjungan tersebut bagi Fakhrizal dan keluarga adalah untuk berwisata ke salah satu destinasi wisata idola bagi Sumatera Barat. Namun, kedatangan Fakhrizal disambut dengan sangat luar biasa oleh masyarakat, pengunjung dan pedagang di kawasan tersebut.

Meski tanpa berpakaian dinas, masyarakat menyambut Fakhrizal dengan antusias. Sejumlah pengunjung dan pedagang memberanikan diri untuk foto bersama dengan perwira tinggi Polri asli Sumbar tersebut. Sambil menikmati segarnya kelapa muda, Fakhrizal dan Ny. Ade Fakhrizal bercengkrama dengan pengunjung dan pedagang dengan penuh canda tawa.

Kedatangan Fakhrizal sore itu, menjadi pusat perhatian warga dan pedagang setempat  untuk berfoto bersama. Tak hanya itu, dengan tanpa membeda-bedakan asal, pekerjaan dan usia, Irjen Pol Fakhrizal bercengkerama dengan sejumlah pedagang makanan dan minuman di kawasan Puncak Mandeh tersebut.

"Tadi saya sempat foto bersama dengan pak Fakhrizal. Jarang-jarang bisa berfoto dengan pak Jendral. Apalagi jendral yang pernah menjadi Kapolda Sumbar," ucap Yayan salah seorang pedagang.

Pedagang lainnya, Lilik, yang berdagang makanan dan minuman, mengaku sangat bangga. Sebab, baru kali ini warungnya bisa didatangi seirang jenderal, apalagi mantan Kapolda Sumbar. Walaupun Fakhrizal hanya menikmati minuman di warungnya, namun bersalaman dengan Irjen Fakhrizal menjadi sebuah kebanggan pribadi baginya.

"Beliau memang Polisi Niniak Mamak. Sekali saja bertemu dengan beliau, kami merasa sudah sangat akrab. Penampilan beliau sangat ramah dan bersahabat," ujarnya.

Sementara itu, Irjen Pol Fakhrizal mengatakan dirinya sangat nyaman mengunjungi Kabupaten Pesisir Selatan. Menurutnya, Pessel adalah satu daerah di Sumbar yang memiliki potensi sektor pariwisata yang sangat menjanjikan. Menurutnya, keberadaan sektor pariwisata itu, harus terus dikembangkan. Baik itu infrastruktur, dan beragam fasilitas lainnya.

"Sektor pariwisata di Pessel, telah terbukti mampu menggerakkan perekonomian masyarakat. Potensi yang dimiliki Pessel, harus dikelola dengan tepat. Sehingga, masyarakat bisa merasakan langsung efek tersebut. Jangan sampai terjadi, pembangunan sektor pariwisata hanya dirasakan segelintir orang. Tapi harus dirasakan oleh seluruh elemen masyarakat," ungkapnya.

Sebelumnya, Irjen Pol Fakhrizal telah menegaskan dirinya bakal maju sebagai Calon Gubernur Sumbar. Fakhrizal menegaskan dirinya maju di kontestasi Pilkada Sumbar 2020 dari jalur independen (perseorangan). Putra Kamang tersebut, menggandeng Genius Umar, yang kini merupakan Walikota Pariaman.

Untuk maju dari jalur independen, saat ini, Fakhrizal mengklaim sudah mengumpulkan 321.000 dukungan KTP yang sudah terentri datanya oleh Tim. Sementara yang ditetapkan KPU Sumbar untuk calon perseorangan (independen) minimal sebanyak 316.051 dukungan KTP.

"Jadi untuk persyaratan minimal pendaftaran sudah terlewati. Dan sekarang masih berproses puluhan ribu dukungan KTP yang dilakukan pengentriannya oleh tim. Dukungan itu adalah amanah, dan kami akan menjaganya, dimana tetap maju melalui jalur independen di Pilkada Sumbar 2020," sebut Fakhrizal.

Menurut rencananya, sebut Fakhrizal, di bulan Februari 2020, akan dilakukan deklarasi dan sekaligus mendaftar ke KPU Sumbar.

"Tenggat waktu dari KPU itu Maret, tapi Insyaallah, Februari 2020, kami dengan Pak Genius sudah mendaftar ke KPU Sumbar," ujarnya.

Mantan Kapolda Sumbar yang sekarang dinas di Mabes Polri itu, menyatakan maju di Pilkada Sumbar 2020, sebagai pengabdian untuk membangun Sumbar ke arah yang lebih baik, dan lebih maju lagi. Sekaligus dengan majunya melalui jalur independen, Fakhrizal-Genius, bersama-sama dengan masyarakat Sumbar, ingin menorehkan sejarah baru secara nasional, dimana bukan di Aceh saja calon gubernur dari jalur independen bisa memenangkan Pilkada, Sumbar pun Insyaallah bisa.

"Sumbar itu dari dulu merupakan gudang sejarah. Jadi saatnya sekarang sejarah itu dibuat," sambung Genius Umar, yang juga Walikota Pariaman itu, sambil menegaskan kembali bahwa tidak jadi maju di Pilkada Sumbar 2020 itu hanya isu saja. (IN-001)

Minggu, 29 Desember 2019

Kota Solok Tuan Rumah Porprov Sumbar 2024, Tanah Datar-Padang Panjang 2022, Pariaman 2026

Kota Solok Siapkan Porprov Termegah di Sumbar 2024. Tanah Datar dan Padang Panjang tuan rumah bersama di 2022 dan Kota Pariaman Tuan Rumah Porprov 2026.

PADANG - Kota Solok terpilih sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar ke-18 tahun 2024 mendatang. Hal itu terungkap dalam Rapat Kerja KONI Sumbar di Hotel Axana, Kota Padang, Sabtu malam (28/12/2019). Kota Solok akan menjadi tuan rumah perdana cabang multi iven tersebut, sejak daerah itu dimekarkan dari Kabupaten Solok pada 16 Desember 1970. Sementara, untuk Porprov 2022 akan dihelat di Tanah Datar bersama Kota Padang Panjang. Sedangkan Porprov tahun 2026 akan dilangsungkan di Kota Pariaman.

Selain tuan rumah tunggal di tahun 2024, Kota Solok akan menjadi tuan rumah bersama pada helatan Porprov 2020 ini, dengan menjadi host tiga cabang olahraga. Yakni Taekwondo, Karate dan Biliar. Hal ini akan menjadi semacam test event (helatan ujian) bagi daerah berjuluk Kota Beras Serambi Madinah ini, menunjukkan kesiapannya menjadi tuan rumah Porprov ke-18 di tahun 2024.

Ketua KONI Sumbar Syaiful, SH, M.Hum, bersama peraih medali emas SEA Games XXX-2019 Filipina, Suci Wulandari, beberapa waktu lalu.


Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumbar, Syaiful, SH, MH, mengucapkan selamat kepada Tanah Datar dan Padang Panjang yang menjadi tuan rumah Porprov 2022, serta Kota Solok dan Kota Pariaman yang menjadi tuan rumah di Porprov 2024 dan 2026. Syaiful mengharapkan daerah-daerah tersebut bisa mempersiapkan diri lebih matang lagi. Menurutnya, helatan Porprov menjadi sesuatu yang sangat penting dalam pembinaan olahraga di Sumbar. Terutama dalam memunculkan atlet-atlet dan mempersiapkan atlet untuk iven yang levelnya lebih tinggi lagi.

"Kita ucapkan selamat kepada daerah-daerah yang ditunjuk sebagai tuan rumah Porprov. Kita sangat berharap, mereka mampu melaksanakan Porprov yang lebih baik dari pelaksanaan Porprov-Porprov sebelumnya," harapnya.

Pengurus KONI Sumbar, Nofi Sastera (kiri) saat pemungutan suara calon tuan rumah Porprov Sumbar di Hotel Axana, Padang, Sabtu malam (28/12/2019).


Syaiful menegaskan, dalam penentuan tuan rumah Porprov Sumbar 2022, 2024 dan 2026 di Hotel Axana, Sabtu malam (28/12/2019), KONI Sumbar memakai sistem yang baru. Jika sebelumnya penentuan tuan rumah dilakukan dengan penunjukan oleh KONI Sumbar, namun kemarin, penentuan tuan rumah dilakukan dengan pemungutan suara oleh seluruh KONI Kabupaten/Kota se-Sumbar. Dalam pemungutan suara untuk tuan rumah Porprov 2022, Tanah Datar dan Padang Panjang memperoleh 8 suara, sedangkan Kota Solok meraih 5 suara, Kota Pariaman meraih 3 suara dan Solok Selatan 2 suara.

"Kelima daerah tersebut, melakukan pengusulan tuan rumah untuk Porprov tahun 2022, bukan untuk Porprov 2024 maupun 2026. Namun, usai pemilihan KONI Sumbar menawarkan untuk tuan rumah di tahun 2024 dan 2026. Kota Solok akhirnya ditunjuk sebagai tuan rumah di tahun 2024 dan Kota Pariaman untuk Porprov 2026, sesuai dengan urutan raihan suaranya," ungkap Syaiful.

Pengurus KONI Sumbar dan Pengurus KONI Kabupaten/Kota se-Sumbar usai pemungutan suara calon tuan rumah Porprov Sumbar di Hotel Axana, Padang, Sabtu malam (28/12/2019).


Syaiful juga menyebutkan, lima daerah yang mengusulkan diri sebagai tuan rumah Porprov telah melakukan presentasi kesiapannya dalam Raker tersebut. Sebelumnya, Tim KONI Sumbar juga telah melakukan verifikasi kesiapan ke seluruh daerah yang mengajukan diri sebagai tuan rumah.

"Karena semua daerah tersebut dinilai sangat siap, maka sejatinya mereka berhak menjadi tuan rumah," ujarnya.

Terkait Porprov pertama kali yang akan digelar di Kota Solok, Syaiful menyatakan bahwa Kota Solok terlihat sangat siap. Hal itu menurutnya terbukti dalam presentasi dan verifikasi lapangan yang dilakukan KONI Sumbar beberapa waktu lalu. Di samping itu, Kota Solok saat ini sangat getol membenahi sarana olahraga. Dengan waktu yang cukup panjang, yakni tahun 2024, Syaiful berharap Kota Solok akan lebih siap.

"Saya yakin, Kota Solok akan menjadi tuan rumah yang baik. Meski akan menjadi tuan rumah tunggal. Antusiasme pemerintah daerah, DPRD Kota Solok, KONI Kota Solok dan masyarakatnya sangat tinggi. Kita harapkan dengan waktu yang cukup panjang, mereka mampu mempersiapkan diri dengan lebih baik. Salah satunya dengan dukungan anggara multi year (tahun jamak) jelang 2024," ungkapnya.

Walikota Solok Zul Elfian, SH, M.Si Dt Tianso dan Wawako Solok Reinier, ST, MM, Dt Mangkuto Alam.


Sementara itu, Walikota Solok Zul Elfian, SH, M.Si Dt Tianso, menyatakan pihaknya sangat bersyukur Kota Solok akan menjadi tuan rumah Porprov Sumbar tahun 2024. Menurutnya, dengan menjadi tuan rumah 2024, persiapan lebih matang. Zul Elfian juga menyatakan pihaknya akan mempersiapkan diri sebagai tuan rumah yang baik.

"Alhamdulillah. Sebagai satu-satunya daerah di luar daerah pemekaran, Kota Solok menjadi satu-satunya daerah yang belum pernah menjadi tuan rumah Porprov. Karena itu, kita akan membuktikan bahwa Kota Solok layak menjadi tuan rumah. Bahkan menjadi tuan rumah termegah sepanjang sejarah Porprov di Sumbar. Tentu dibutuhkan dukungan dari seluruh elemen, seperti DPRD, KONI Kota Solok, dan masyarakat Kota Solok," ujarnya. (rijal islamy)
© Copyright 2018 INFONEWS.CO.ID | All Right Reserved