INFO SPORT

Rabu, 11 Desember 2019

Ansu Fati, Pencetak Gol Termuda di Liga Champions


MILAN - Barcelona meraih kemenangan dengan skor 1-2 atas Inter Milan pada matchday ke-6 Liga Champions di San Siro, Rabu (11/12/2019) dini hari WIB. Di balik hasil ini, ada rekor yang dicetak pemain muda Ansu Fati.

Barcelona datang ke markas Inter Milan tidak dengan pemain terbaik. Lionel Messi tidak masuk skuad. Gerard Pique juga tidak nampak. Luis Suarez, Frenkie de Jong, dan Marc-Andre ter Stegen juga memulai laga di bangku cadangan.

Walau tampil dengan tim lapis kedua, klub asal Catalan tetap menang atas Chelsea. Dua gol Barcelona dicetak pemain muda jebolan La Masia yakni Carles Perez dan Ansu Fati.

Hasil ini membuat Barcelona kokoh di puncak klasemen F dengan meraih 14 poin. Barcelona tidak pernah kalah dari enam laga yang dimainkan di fase grup. Los Cules lolos ke babak 16 Besar Liga Champions.

Bikin Rekor Gol Termuda

Ansu Fati tidak memulai laga sejak menit awal. Ernesto Valverde lebih memilih memainkan Carlez Perez dan Antoine Griezmann di lini depan pada menit pertama. Ansu Fati hanya duduk di bangku cadangan.

Ansu Fati masuk pada menit ke-85, untuk menggantikan Carles Perez. Hanya dua menit berselang, Ansu Fati langsung mencetak gol ke gawang Inter Milan. Ansu Fati mencetak gol dari tendangan pertamanya.

Gol ke gawang Inter Milan membuat Ansu Fati tercatat sebagai pemain termuda yang mencetak gol di Liga Champions. Jebolan La Masia tersebut mencetak gol pada usia yang masih 17 tahun 40 hari.

Daftar Pencetak Gol Termuda dalam Sejarah Liga Champions:

17 tahun 40 hari: Ansu Fati (Inter Milan 1-2 Barcelona, 10/12/19)
17 tahun 195 hari: Peter Ofori-Quaye (Rosenborg 5-1 Olympiacos, 01/10/97)
17 tahun 216 hari: Mateo Kovačić (Dinamo Zagreb 1-7 Lyon, 07/12/11)
17 tahun 218 hari: Cesc Fàbregas (Arsenal 5-1 Rosenborg, 07/12/04)
17 tahun 218 hari: Bojan Krkić (Schalke 0-1 Barcelona, 01/04/08)
17 tahun 241 hari: Martin Klein (Panathinaikos 2-1 Sparta Praha, 27/02/02)
17 tahun 263 hari: Breel Embolo (Basel 4-0 Ludogorets, 04/11/14)
17 tahun 300 hari: Aaron Ramsey (Fenerbahçe 2-5 Arsenal, 21/10/08)
17 tahun 322 hari: Karim Benzema (Lyon 2-1 Rosenborg, 06/11/05)
18 tahun 44 hari: Alex Oxlade-Chambelain (Arsenal 2-1 Olympiacos, 28/09/11)

Terlahir untuk Mencetak Gol

Catatan apik Ansu Fati mengundang pujian dari Ernesto Valverde. Sang pelatih sangat kagum dengan aksi pemain 17 tahun tersebut. Bahkan, Valverde menyebut sang pemain memang terlahir untuk mencetak gol.

"Ansu Fati telah melalui beberapa periode yang sulit secara fisik, dengan sedikit ketidaknyamanan pada kondisi fisiknya, tetapi dia memang terlahir sebagai pencetak gol," ucap Valverde.

Ansu Fati sendiri diprediksi bakal menjadi 'Lionel Messi baru' untuk Barcelona. Dia telah tampil bagus sejak promosi ke tim utama pada musim 2019/2020. Apakah Ansu Fati bisa menjadi penerus Lionel Messi? (*/IN-001)

Senin, 09 Desember 2019

Vietnam Rebut Emas Sepakbola SEA Games 2019

MANILA - Vietnam sukses merebut medali emas dari cabang sepak bola. Hal itu setelah Timnas wanita mereka menang 1-0 atas Thailand dalam partai puncak di Stadion Rizal Memorial, Filipina, Minggu (8/12/2019).

Sejak awal laga, pertandingan berjalan alot. Vietnam tampak menguasai pertandingan tapi Thailand berhasil membangun pertahanan dengan solid.

Thailand yang merasa kurang begitu gereget langsung melakukan pergantian saat laga baru berusia 27 menit. Mereka memasukkan Taneekarn Dangda untuk menggantikan Jaruwan Caiyarak.

Akan tetapi, hingga turun minum skor kacamata tak berubah. Pada paruh kedua, Thailand sempat berselebrasi usai Orappin Waenngoen sukses menjebol gawang Vietnam. Tapi gol tersebut dianggap tak sah karena si pemain dianggap dalam posisi offside.

Menit ke-72, Vietnam mendapatkan peluang emas. Mendapatkan umpan silang, Huynh Nhu menanduk bola tapi sundulannya masih jauh dari harapan.

Paruh kedua akhirnya bertahan tanpa gol. Laga kemudian dilanjutkan ke babak tambahan waktu. Tambahan waktu baru berjalan tiga menit, Vietnam sukses membuka skor melalui Hai Yen Pham usai memanfaatkan tendangan bebas dari sisi kiri.

Thailand terus mencari gol penyeimbang. Taneekarn Dangda nyaris menyamakan skor menit ke-102 lewat sepakan dari luar kotak penalti tapi bola masih melambung tinggi.

Hingga peluit panjang, skor 1-0 untuk Vietnam tak berubah. Ini adalah medali emas keenam Vietnam dari cabang sepak bola wanita setelah sebelumnya direbut 2001, 2003, 2005, 2009, dan 2017. (*/IN-001)

Susunan Pemain:

VIETNAM: Kim Thanh; Nguyen Thi Xuyen, Chuong Thi Kieu, Pham Thi Tuoi, Hong Nhung; Bich Thuy, Thai Thi Thao, Tuyet Dung, Duong Thi Van, Duong Van, Huynh Nhu

THAILAND: Waraporn Boonsing; Natthakarn Chinwong, Philawan, Warunee Phetwiset, Thongsombut; Chetthabutr, Thongsombut, Chaiyarak, Orapin Waenngoen, Saengchan, Nildhamrong.

Skenario Semen Padang Selamat dari Degradasi di Tiga Laga Tersisa


Tersisa Tiga Laga, Ini Skenario Semen Padang Selamat dari Degradasi

Kekalahan 0-2 Semen Padang FC dari Bali United pada pekan ke-30, di Stadion Gelora H Agus Salim Padang, Senin (2/12/2019), sejatinya sudah menghapus peluang Kabau Sirah selamat dari jerat degradasi. Namun, Kabau Sirah menolak menyerah. Peluang kembali terbuka, saat dijamu Barito Putra, di Stadion Demang Lehman, Martapura, Jumat (6/12/2019). Kabau Sirah menggulung tuan rumah dengan skor telak, 3-0. Hasil ini, mengatrol posisi Semen Padang ke urutan 17 dari 18 kontestan Liga 1 2019. Kabau Sirah hanya berjarak 6 poin dari peringkat ke-15, atau garis terakhir ke Liga 1 2020. Tiga laga tersisa, akan menjadi sangat krusial bagi Semen Padang. Bagaimana skenario Kabau Sirah selamat?

Tiga tim peringkat terbawah Liga 1 2019 akan didepak ke Liga 2 musim 2020. Tiga tim tersebut adalah Semen Padang FC (peringkat ke-17 dengan 31 poin), Badak Lampung FC (peringkat ke-16 dengan 33 poin) dan Kalteng Putra (peringkat ke-18 dengan 30 poin). Sementara itu, lima tim di atas zona merah, masih berpeluang disalip. Yakni Persela Lamongan (peringkat ke-15 dengan 37 poin) dan Barito Putra (37 poin). Serta Persija Jakarta dan TIRA Persikabo (38 poin).

Dengan tiga laga sisa, Semen Padang maksimal bisa meraih 9 poin. Artinya, poin maksimal yang bisa diraih adalah 40 poin. Menilik dari tiga lawan yang akan dihadapi, jika performa saat menghadapi Barito Putra bisa dipertahankan, Semen Padang FC di atas kerta bisa meraup poin penuh. Di tiga laga sisa, Kabau Sirah bakal bertandang ke PSIS Semarang pada 13 Desember, kemudian menjamu Pusamania pada 17 Desember dan laga penutup di kandang Persela Lamongan pada 22 Desember.

Satu strip di atas Semen Padang FC, Badak Lampung mengoleksi 33 poin. Namun, tim yang merupakan metamorfosis dari Perseru Serui tersebut akan menjamu Bhayangkara United pada 12 Desember. Lalu dua laga tandang yang bakal super berat. Yakni melawat ke kandang Persib Bandung pada 16 Desember dan Persebaya Surabaya pada 22 Desember.

Sementara itu, tim juru kunci Kalteng Putra, juga tidak kalah sulit menjalani tiga laga terakhir. Yakni menjamu Persipura Jayapura pada 12 Desember. Lalu bertandang ke Bhayangkara United pada 16 Desember dan laga pamungkas menjamu Persija Jakarta pada 22 Desember.

Tim peringkat ke-14, Persela Lamongan akan menjamu PSS Sleman pada 11 Desember. Kemudian melawat ke kandang TIRA Persikabo pada 16 Desember. Laga pamungkas, akan menjamu Semen Padang FC pada 22 Desember. Laga ini, sangat tricky, karena jika jelan laga pamungkas anak asuh Nilmaizar sudah selamat dari zona degradasi, Semen Padang FC bakal diuntungkan. Namun jika tidak, Semen Padang FC harus siap-siap saling bunuh melawan tim yang dilatih mantan pelatihnya sendiri.

Di peringkat ke-11, bercokol PSIS Semarang dengan 40 poin dengan baru memainkan 30 laga. Keuntungan bagi PSIS, tiga laga terakhir bakal mereka mainkan di kandang sendiri. Yakni menjamu Semen Padang FC pada 13 Desember. Lalu menjamu Madura United pada 17 Desember. Kemudian laga pamungkas menghadapi Bhayangkara Ujited pada 22 Desember.

Di peringkat ke-15, Barito Putra akan menjalani tiga laga pamungkas menghadapi tim-tim kuat. Yakni, menjamu PSM Makassar pada 11 Desember. Lalu bertandang ke Papua menghadapi Persipura Jayapura pada 16 Desember. Laga terakhir menjamu Arema FC pada 22 Desember.

Di peringkat ke-12, ada TIRA Persikabo. Tim yang sempat memimpin klasemen Liga 1 2019 ini, kini terseok jelang kompetisi berakhir. Namun, dengan koleksi 38 poin, tim asuhan Rahmad Dharmawan tersebut, hanya butuh satu kemenangan saja untuk selamat dari degradasi. Tim hasil merger PS TNI dan Persikabo Bogor ini akan melawat ke Bali United pada 12 Desember, menjamu Persela Lamongan pada 16 Desember dan berkunjung ke kandang PSS Sleman pada 22 Desember.

Satu tim lainnya, Persija Jakarta, hingga saat ini juga belum sepenuhnya aman. Mengoleksi 38 poin, juara musim lalu tersebut butuh satu kemenangan dari tiga laga tersisa. Yakni menjamu Madura United pada 13 Desember, menjamu Persebaya Surabaya pada 17 Desember, serta laga pamungkas di kandang Kalteng Putra pada 22 Desember.

Pada putaran pertama Shopee Liga 1 2019, Bali United mengunci puncak klasemen dengan 40 poin. Klub kebanggaan Ranah Minang, Semen Padang FC, menghuni dasar klasemen dengan 11 poin. Paruh pertama Liga 1 Liga Indonesia 2019-2020, menjadi musim kelabu bagi Semen Padang FC. Kemenangan bahkan baru diraih di pekan ke-12, kala menjamu PSIS Semarang. Pelatih Syafrianto Rusli mundur setelah kalah 1-3 dari Tira-Persikabo selepas laga tunda pekan ke-4.

Sejarah membuktikan, tim juru kunci paruh pertama nyaris selalu berakhir dengan degradasi. Apalagi, saat kompetisi berubah nama menjadi Liga 1. Pada 2018, PSMS Medan yang jadi juru kunci paruh musim, dengan koleksi 18 poin, akhirnya terdegradasi setelah mengakhiri kompetisi di urutan paling bawah dengan 34 poin. Juru kunci di edisi 2017, Persiba Balikpapan yang mengoleksi 7 poin, terdegradasi setelah mengoleksi 27 poin di akhir musim.

Saat kompetisi bernama Indonesia Super League (ISL) tahun 2014, yang menggunakan sistem dua wilayah, nasib dua tim penghuni juru kunci paruh pertama, Persijap Jepara dan Persiba Bantul, juga berakhir turun kasta ke Divisi Utama. Nasib serupa juga terjadi pada ISL 2009/2010, tim juru kunci Persitara Jakarta Utara, yang mengoleksi 15 poin di paruh pertama, akhirnya terdegradasi di pengujung musim dengan 28 poin.

Meski begitu, sejarah juga mencatat, ada tiga tim juru kunci paruh musim yang berhasil selamat dari lubang jarum. Ketiga tim tersebut adalah Arema Indonesia di musim 2011/2012, Persija Jakarta di musim 2013, dan Pelita Jaya di musim 2010/2011. Ketiganya selamat dari mimpi terburuk seluruh tim di kasta tertinggi sepakbola Indonesia.

Skenario Semen Padang FC Lolos dari Degradasi

Mungkinkah Semen Padang FC lolos dari jerat degradasi? Secara matematis tentu bisa. Apalagi Arema, Pelita dan Persija telah membuktikannya. Syaratnya, tentu saja dengan mengoleksi poin sebanyak-banyaknya di paruh kedua liga. Tapi, bagaimana caranya?

Berkaca pada musim-musim sebelumnya, klub-klub juru kunci paruh pertama, hanya mampu mengoleksi kisaran 20 poin di paruh kedua. Di 2018, PSMS mengoleksi 16 poin dan terdegradasi di poin 34 di akhir musim. Edisi 2017, Persiba Balikpapan mengoleksi 20 poin di paruh kedua dan finish di 27 poin. Persitara Jakarta Utara di 2009/2010, hanya mampu meraup 13 poin di paruh kedua berbanding 15 poin di paruh pertama.

Tapi, jika berkaca pada pengalaman Arema Indonesia dan Persija Jakarta, peluang Semen Padang tetap terbuka lebar. Pada musim 2011/2012, Arema Indonesia mampu meraih 24 poin di paruh kedua, sehingga selamat dari jerat degradasi. Sementara, Persija Jakarta pada edisi 2013, "menggila" dan meraup 30 poin untuk survive. Catatan tersebut, bisa menjadi patokan bagi Semen Padang di tiga laga tersisa. Yakni dengan mengoleksi minimal 24 poin atau 30 poin.

Dari 18 laga tersisa di paruh kedua, Semen Padang FC telah mengoleksi 20 poin. Artinya, 9 poin di tiga laga tersisa, akan sangat krusial terhadap nasib Kabau Sirah.

Tim Legenda Sumatera

Persatuan Sepak Bola Semen Padang atau Semen Padang Football Club (SPFC) didirikan pada 30 November 1980. Klub yang didanai oleh pabrik semen tertua di Indonesia tersebut mengawali perjalanan mereka di kancah sepak bola Indonesia dengan mengikuti Divisi 1 Galatama tahun 1980.

Setelah 2 musim berkompetisi di Divisi Galatama, tahun 1982 Semen Padang FC berhasil menjuarai divisi tersebut dan promosi ke Divisi Utama. Mereka juga berhasil menjuarai Piala Galatama 1992 dengan mengalahkan Arema Malang di final, berkat gol semata wayang Delfi Adri.

Skuad semen Padang FC saat menjuarai Divisi I 1982 era Galatama diantaranya adalah Dahlan, Zalfi (Kiper), Suharno, Edi Muchni, Muharman, Hamdani Lubis, Ramlan, Karyadi Rusni, Asfinal, Suranto, Syafrianto Rusli, Setujuwono, Aprius, Lasdi Arman dengan pelatih Jenniwardin.

Perjalanan Semen Padang FC di kasta tertinggi Liga Indonesia yang dimulai sejak 1982 berjalan datar dan nyaris tanpa gelar selama hampir 10 tahun. Semen Padang FC baru bisa meraih gelar dalam dunia sepakbola tanah air yakni menjadi juara Piala Galatama pada 21 Juli 1992.

Skuad mereka kala menjuarai Juara Piala Galatama 1992 di antranya adalah Trisno Affandi, Toni Tanjung (Kiper), Endra M, Hendra Susila, Welliansyah, Joni Effendi, Nilmaizar, Riki Darman, Asfinal, Ahmad Syukri, Taufik Yunus, Afdal Yusra, Anton Syofnevil, Musfadli, Abdul Aziz, Herizon Idrus, Masykur Rauf, Delfi Adri dengan pelatih Suhatman Imam.

Tahun 1993/1994, Semen Padang FC tampil pertama kalinya di Piala Winner Asia dan berhasil menembus 8 besar. Kala itu tim asal Jepang berhasil menyingkirkan Nilmaizar dan kawan-kawan.

Catatan apik yang pernah diperoleh Semen Padang FC adalah peringkat 4 ISL 2010-2011, Runner Up Piala Indonesia 2012, Juara IPL 2012, Juara Community Shield 2013, 8 Besar AFC Cup, finalis Piala Jenderal Sudirman 2015 dan peringkat 4 Piala Presiden 2017. (rijal islamy)

Sabtu, 07 Desember 2019

Taklukkan Myanmar, Indonesia Jumpa Vietnam di Final SEA Games


MANILA - Drama enam gol dan satu kartu merah terjadi pada laga timnas U23 Indonesia vs Myanmar. Timnas U23 Indonesia pada akhirnya sukses menjadi tim pertama yang melaju ke final SEA Games 2019 setelah menang 4-2 hingga babak perpanjangan waktu, di Stadion Rizal Memorial, Sabtu (7/12/2019). Indonesia Vietnam yang di versus Kamboja menang telak 4-0.

Pada babak perpanjangan waktu, Indonesia mencetak dua gol lewat kaki Osvaldo Haay pada menit ke-101 dan Evan Dimas (102'). Pada menit ke-119, Myanmar harus bermain dengan 10 orang setelah Aung Naing Win mendapat kartu merah.

Sebelumnya, Indonesia dan Myanmar bermain imbang 2-2 pada waktu normal sehingga laga harus berlanjut ke babak perpanjangan waktu.

Jalannya Pertandingan

Di waktu normal, laga ini berjalan sangat ketat. Setelah bermain hati-hati di babak pertama, Indonesia dan Myanmar baru gencar beradu serangan di 45 menit kedua. Indonesia sukses unggul dua gol terlebih dahulu lewat tembakan Evan Dimas Darmono pada menit ke-57 dan sundulan Egy Maulana Vikri (70').

Terlalu asyik menyerang, lini belakang Indonesia dihukum oleh dua gol cepat Myanmar. Zulfiandi dan kiper Nadeo Arga Winata melakukan blunder yang menyebabkan Myanmar menyamakan kedudukan.

Dua gol Myanmar dicetak oleh Aung Kaung Mann pada menit ke-79 dan Win Naing Tun (81'). Kedua pemain ini baru dimasukkan pelatih Myanmar, Velizar Emilov Popov, di babak kedua. Laga ini harus berlanjut ke babak perpanjangan waktu setelah kedua tim bermain imbang 2-2 di waktu normal.

Pada babak pertama perpanjangan waktu, tempo pertandingan sangat jauh menurun. Pada menit ke-101, Indonesia kembali unggul. Kali ini Osvaldo Haay yang banyak mendapat peluang pada akhirnya sukses mencetak gol.

Menerima umpan silang Asnawi Mangkualam, Osvaldo yang berdiri bebas di tiang jauh dengan mudah membelokkan bola dengan kaki kanan. Skor 3-2 bertahan hingga akhir perpanjangan waktu babak pertama.

Di awal perpanjangan waktu babak kedua, sempat terjadi ketegangan dari kedua tim yang membuat laga sempat terhenti sekitar lima menit. Hal ini tidak lepas dari salah satu pemain Myanmar yang dengan sengaja mendorong Osvaldo.

Dalam tayangan ulang, Osvaldo terlihat sedang berdoa di samping bola sebelum babak kedua perpanjangan waktu dimulai. Salah satu pemain Myanmar yang ingin segera memulai pertandingan kemudian mendorong Osvaldo untuk mengambil bola.

Tidak ada kartu kuning yang keluar karena kejadian ini. Di perpanjangan waktu babak kedua, Myanmar yang tertinggal tampil lebih mendominasi. Namun, Indonesia sukses mengakhiri laga lebih cepat setelah mencetak gol keempat pada menit ke-102.

Gol ini berawal dari akselerasi Saddil Ramdani di sisi kiri yang diakhiri umpan silang. Umpan Saddil diterima dengan baik oleh Sani Rizki untuk diteruskan ke Evan Dimas yang sudah berlari dari lini kedua.

Evan Dimas yang mendapat ruang tembak sangat lebar dengan mudah menempatkan bola ke sisi kanan atas gawang. Pada menit ke-119, Myanmar harus bermain dengan 10 orang. Aung Naing Win mendapat kartu merah setelah dengan sengaja menendang Osvaldo dari belakang. Tidak ada gol tambahan yang tercipta, skor 4-2 untuk Indonesia berakhir hingga peluit panjang. (*/IN-001)

Susunan Pemain

INDONESIA U-23: 12-Nadeo Arga Winata; 14-Asnawi Mangkualam Bahar, 2-Andy Setyo Nugroho, 5-Bagas Adi Nugroho, 11-Firza Andika (Alekvan Dodi Djin 100'); 7-Zulfiandi (Rachmat Irianto 98'), 6-Evan Dimas Darmono, 15-Saddil Ramdani, 20-Osvaldo Haay, 10-Egy Maulana Vikri (Witan Sulaeman 104'); 9-Muhammad Rafli (Sani Rizki Fauzi 46')

Pelatih: Indra Sjafri

MYANMAR U-23: 18-Sann Sat Naing; 2-Win Moe Kyaw, 5-Ye Yint Aung, 3-Ye Min Thu, 12-Aung Wunna Soe; 6-Hilaing Bo Do, 8-Myat Kaung Khant, 15-Aung Naing Win, 19-Htet Phyoe Wai, 20-Nay Moe Naing, 7-Lwin Moe Aung

Pelatih: Velizar Emilov Popov

Senin, 02 Desember 2019

Mutasi Perwira Bergulir di Polres Solok Kota

SOLOK - Mutasi perwira bergulir di Polres Solok Kota. Sejumlah jabatan yang terkena mutasi, sesuai dengan Surat Telegram Rahasia (STR) Kapolda Sumbar Nomor ST/1111/XI/KEP/2019, tersebut adalah jabatan Wakil Kepala Kepolisian Resor (Waka Polres), Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasat Res Narkoba), Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas), Kepala Satuan Intelijen dan Keamanan (Kasat Intelkam) dan Perwira Menengah (Pama).



Waka Polres Solok Kota Kompol Budi Prayitno dimutasi menjadi Kasub Baganev Bagbinopsnal Ditres Narkoba Polda Sumbar. Jabatan Waka Polres Solok Kota diisi oleh Kompol Aksalmadi, yang sebelumnya adalah Kanit 3 Subdit 1 Ditreskrimum Polda Sumbar.



Kasat Narkoba AKP Dodi Apendi dimutasi menjadi Panit 1 Unit 4 Subdit 2 Ditreskrimsus Polda Sumbar. Penggantinya adalah AKP Joko Sunarno yang sebelumnya bertugas di Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Solok.



Kasat Lantas Iptu Sugeng Riadi dimutasi menjadi Kanit 1 Sat PJR Ditlantas Polda Sumbar. Posisi Sugeng, diisi oleh Iptu Zamri Naldi, yang sebelumnya merupakan Kasubbagpers Bag Sumda Polres Sijunjung.



Kasat Intelkam Iptu Luhur Fachri Utomo, mengikuti jejak mantan Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan, yang kini menjabat Kapolres Payakumbuh. Luhur menjadi Kasat Intelkam Polres Payakumbuh, menggantikan AKP Zamzami, yang dimutasi menjadi Kasat Intelkam Polres Padang Pariaman. Jabatan Kasat Intelkam Polres Solok Kota kini dijabat AKP Milson Joni, yang sebelumnya adalah Panit 3 Subdit 1 Ditintelkam Polda Sumbar.



Sementara itu, satu Pama Polres Dharmasraya, Ipda Maihendri, dimutasi ke Polres Solok Kota. Bagi Maihendri, pindah ke Polres Solok Kota merupakan "pulang kampung". Pasalnya, Polres Solok Kota merupakan penempatan pertamanya sebagai polisi. Maihendri menjadi viral setelah dirinya membangun rumah pasangan tua, Samuni, di Nagari Indudur, Kecamatan IX Koto Sungai Lasi, Kabupaten Solok, saat menjadi Bhabin Kamtibmas Polsek Sungai Lasi. Atas kepeduliannya tersebut, Maihendri mendapat penghargaan dari Kapolri saat itu, Jendral Prof HM Tito Karnavian. (rijal islamy)

Jumat, 29 November 2019

Imbang Lawan Persebaya, Semen Padang FC Kembali ke Dasar Klasemen


BALIKPAPAN - Semen Padang FC, Kalteng Putra, dan Badak Lampung, sama-sama menjadi penghuni zona degradasi klasemen sementara Liga 1 hingga pekan ke-28. Namun, saat melakoni laga ke-29 , ketiga tim meraih hasil berbeda. Semen Padang harus menerima nasib yang berbeda dari Perseru dan Kalteng Putra. Tim Kabau Sirah (julukan Semen Padang), hanya sanggup main imbang saat dijamu Persebaya Surabaya 1-1 di Stadion Batakan, Balikpapan, Kaltim. Kondisi ini hanya menambah satu poin untuk Semen Padang dan belum bisa memindahkan posisi Kabau Sirah dari dasar klasemen.

Sementara Kalteng Putra dan Perseru justru meraih kemenangan di laga ke 29 mereka. Kalteng Putra menang 1-0 lawan Tira Kabo. Sementara Perseru Badak Lampung melibas Madura United 3-0

Dengan kemenangan ini otomatis menambah 3 poin sehingga terus berjarak dengan Semen Padang. Ketiga tim hanya berjarak satu poin

Tak Main Baik Babak Pertama

Pelatih Semen Padang Eduardo Almeida mengaku babak pertama Semen Padang tak bermain baik. Semen Padang melawan Persebaya Surabaya di laga ke 29 Liga 1 2019 berakhir dengan skor imbang 1-1.

Pelatih Semen Padang Eduardo Almeida mengaku, para pemainnya pada babak pertama tidak bermain dengan baik.

Hal tersebut dikonfirmasi langsung saat jumpa pers usai pertandingan berakhir.

"Permainan tim di babak pertama memang tidak baik, namun di babak kedua permainan kita berbeda dan bisa menahan imbang Persebaya Surabaya," ujar Eduardo Almeida.

Disinggung soal tim yang harus keluar dari zona degradasi, Eduardo Almeida mengatakan bahwa timnya harus meraih poin sebanyak-banyaknya.

"Yang jelas kami harus meraih poin sebanyak-banyaknya di setiap pertandingan yang ada," tambahnya.

Yu Hyunko pemain dari Semen Padang juga mengatakan, bahwa timnya hari ini bermain cukup bagus sehingga bisa mencuri satu poin atas Persebaya Surabaya. Ia menambahkan bahwa yang terpenting adalah, tim dapat keluar dari zona tidak aman itu.

"Posisi kita paling bawah, yang kita pikirkan adalah lolos dari zona degradasi itu. Kami percaya bahwa tim kami dapat keluar dari zona tersebut," tutupnya.

Diogo Campos Cetak Gol

Seperti apa laga seru di Stadion Batakan Balikpapan ini? Begini ulasannya. Klub Persebaya Surabaya harus puas dengan skor akhir 1-1.

Saat itu menghadapi Semen Padang dalam laga pekan ke-29 liga 1 di Stadion Batakan, Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (28/11/2019).

Pertarungan ini berjalan menarik sejak awal peluit babak pertama dibunyikan. Kedua tim langsung melakoni jual beli serangan. Klub Persebaya membuka golnya pada menit 9' lewat gol Diogo Campos Gomes.

Gol tersebut tercipta atas kerjasama yang apik antara Muhammad Alwi Slamat dan Diogo Campos Gomes. Dengan baik Diogo Campos Gomes melepaskan tembakan kedepan gawang Semen Padang dan gagal diantisipasi sang kiper Teja Paku Alam.

Tentu Semen Padang tidak tinggal diam, ia memberikan perlawanan kedalam pertahanan Persebaya. Perlawanan tersebut tidak berakhir sia-sia, dibuktikannya lewat Vanderlei Francisco melalui skill individunya dan berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit 21'.

Hingga 45 menit babak pertama berakhir, kedudukan Persebaya Surabaya dan Semen Padang berakhir imbang dengan skor 1-1.

Skuat Bajul Ijo akhirnya kembali memberikan tekanan kepertahanan Semen Padang. Terlihat beberapa kali peluang diciptakan, namun usaha tersebut belum membuahkan hasil.

Tim Semen Padang tidak tinggal diam, beberapa serangan juga dilontarkan didepan gawang Miswar Saputra. Namun beberapa kali tendangan dari pemain Semen Padang harus melenceng jauh dari sang mistar. Hingga turun minum babak kedua berakhir, kedudukan tidak berubah dengan skor 1-1 untuk kedua tim.

Hasil ini tentu bagi Bajul Ijo Persebaya Surabaya kurang memuaskan hanya satu poin pulang ke Surabaya. Padahal ingin mendapat tiga poin agar bisa terus merangsek peringkat atas klasemen Liga 1 2019.

Arek Bonek Gelar Nobar di Balikpapan

Pihak Bonek East Borneo akan kembali adakan nonton bareng untuk mendukung tim kebangganya Persebaya Surabaya. Pertandingan kali ini skuat bajul ijo Persebaya Surabaya berlaga melawan Semen Padang, Kamis (28/11/2019).

Nonton bareng tersebut sengaja di adakan karena Bonek Mania suporter dari Persebaya Surabaya tidak dapat menyaksikan langsung tim kebanggaannya berlaga karena sanksi yang didapat. (*/IN-001)
© Copyright 2018 INFONEWS.CO.ID | All Right Reserved