Polri
-->

Rabu, 15 Mei 2024

Sumbar Dihantam Musibah, Kominfo Kabupaten Solok Diduga Ikut Berpolitik Praktis

 

DPRD: Kabupaten Solok juga Dihantam Banjir dan Longsor, Epyardi Masih Bupati Solok

SOLOK, INFONEWS.CO.ID - Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Solok kembali menggiring opini terkait "ikut sertanya" Bupati Solok membantu sejumlah daerah-daerah yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Sumbar. Namun, penggiringan opini tersebut dilakukan secara berlebihan, bahkan membabi-buta. Bupati Solok Capt. Epyardi Asda, M.Mar, dalam rilis Dinas Kominfo Kabupaten Solok dikesankan sebagai sosok sentral yang membahas penanganan bencana di Sumbar bersama BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) dan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) Pusat di Kabupaten Tanah Datar, Selasa (14/5/2024). Epyardi yang masih seorang Bupati dikesankan sudah seperti seorang Gubernur. 

Dinas Kominfo Kabupaten Solok menyebutkan bahwa sebelumnya Bupati Solok bersama Solok Super Team (SST) membantu Kabupaten Agam dengan mengerahkan ekskavator milik Pemkab Solok, dana Baznas Kabupaten Solok Rp25 juta, dan bantuan Korpri Kabupaten Solok sebanyak 100 paket Sembako. Dinas Kominfo Kabupaten Solok juga menyebutkan bahwa Bupati Epyardi Asda membantu dengan uang pribadinya untuk pendirian dapur umum, selimut, pakaian ganti, kain sarung serta bantuan logistik.

Saat berkunjung ke Posko Utama dj Gedung Indo Jalito (Rumah Dinas Bupati Tanah Datar), Epyardi Asda bertemu dengan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah dan Anggota Komisi VIII DPR RI John Kenedy Azis serta Bupati Tanah Datar Eka Putra. Epyardi menanyakan langsung bagaimana penanganan bencana dan survei puncak Gunung Marapi. Hal itu karena Kabupaten Solok juga memiliki gubung berapi, yakni Gunung Talang.

"Sebagai kepala daerah dan di wilayah kami juga ada gunung berapi yakni Gunung Talang. Maka saya ingin secara jelas bagaimana dan apa penanganan pasca bencana ini. Untuk Marapi ini saya berharap kita semua juga melihat langsung bagaimana kondisi puncak Marapi itu, jangan-jangan nanti masih ada sisa material lahar dingin yang mengancam warga kita di bawah kaki bukit," ujarnya.

Epyardi juga meminta BMKG untuk menjelaskan terkait cuaca yang mempengaruhi Sumbar khususnya daerah yang bedekatan dengan gunung dan perbukitan seperti Kabupaten Solok.

"Kami minta arahan dan penjelasan langsung kepala BNPB dan BMKG, memang penjelasan ini yang kami butuhkan. Kordinasi yang cepat sehingga kami kepala daerah tahu apa yang mesti dilakukan. Salah satu contoh tadi ada solusi dengan relokasi. Kemarin saya telah datang ke Kabupaten Agam, di situ masyarakat melaporkan bahwa mereka sudah takut untuk tinggal kembali di daerah itu, dan ini yang ingin kita carikan solusinya, karena menjadi traumatik bagi mereka. Tadi malam kami mendapatkan musibah yang luar biasa dan menyebabkan terputusnya akses jalan nasional yang ada di Kabupaten Solok menuju Solok Selatan," ucap Epyardi, seraya mengajak Kepala BNPB untuk melihat kondisi di Kabupaten Solok.

Hafni Hafiz: Di Kabupaten Solok Masih Banyak yang Perlu Dibenahi

Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Gerindra Kabupaten Solok, Hafni Hafiz, A.Md, menyebutkan bahwa musibah longsor juga menghantam Kabupaten Solok. Yakni jalan Kabupaten yang menghubungkan Nagari Sariak menuju Nagari Sungai Abu, yang membuat akses terputus dan masyarakat terisolir. Hafni Hafiz juga menegaskan bahwa Epyardi Asda masih Bupati Solok, dan memiliki tanggung jawab ke masyarakatnya.

"Pak Epyardi Asda hingga saat ini, masih Bupati Solok. Beberapa saat lalu, jalan Kabupaten yang menghubungkan Nagari Sariak menuju Nagari Sungai Abu, yang membuat akses terputus dan masyarakat terisolir," ungkapnya. 

Bahkan, Hafni Hafiz mengungkapkan bahwa Jalan Lingkar yang menghubungkan Kecamatan Lembah Gumanti dan Danau Kembar, sudah satu tahun tidak diperbaiki. Menurutnya, kondisinya semakin parah dan bisa lagi dilalui mobil.

"Mohon teman-teman media dan netizen untuk memviralkan. Dalam kapasitas sebagai Anggota DPRD, saya sudah berkali-kali meneriakkan ini. Bahkan sudah membawa Dinas PUPR ke lapangan. Tapi, tak ada progress (kemajuan) hingga kini. Saya memohon dengan penuh harap, agar kita tidak hanya memikirkan daerah (Kabupaten/Kota) lain. Di dalam Kabupaten Solok, masih banyak yang perlu kita benahi," ungkapnya.

Bachtul: Musibah Jangan Jadi Ajang Kampanye

Hal senada juga diungkapkan salah satu tokoh masyarakat Kabupaten Solok, Ir. Bachtul. Anggota DPRD Sumbar dua periode (2004-2009 dan 2009-2014) tersebut meminta agar musibah yang menghantam Sumbar tidak menjadi ajang politik bagi Bupati Solok Epyardi Asda. Politisi dari Nagari Guguak, Kecamatan Gunung Talang itu, juga meminta Epyardi Asda untuk segera pulang, karena Kabupaten Solok juga terkena musibah.

"Di Agam tidak ada jalan Kabupaten Solok, tidak ada irigasi Kabupaten Solok. Tapi disini (Kabupaten Solok), yang terisolir rakyat Epyardi. Pulanglah segera. Lihat masyarakat kita yang terisolir dan terkena musibah. Nanti lah berkampanye untuk Calon Gubernur. Daftar dulu ke KPU Sumbar, baru berkampanye. Saya akan tunaikan janji saya untuk membungkuk 100 kali, jika Epyardi Asda punya nyali untuk ikut Pilgub Sumbar. Kalau tidak, berarti dia pengecut yang tak punya nyali," tegasnya. (Niko Irawan)


Selasa, 07 Mei 2024

Ikut Kontestasi Pilwako Solok, Zulfadli Ilyas Mendaftar di PAN Kota Solok

SOLOK, INFONEWS.CO.ID - Mantan kepala  Dinas Sosial Kota Solok, Zulfadli Ilyas, ikut berkontestasi di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Solok 2024. Zulfadli Ilyas yang baru 2 bulan ini pensiun dari Aparatur Sipil Negara (ASN) memperlihatkan keseriusannya dengan mendaftar sebagai bakal calon Wakil Walikota ke DPD Partai PAN kota Solok, Senin (6/6/2024). Saat pendaftaran  Zulfadli yang datang bersama koleganya disambut oleh Ketua DPD PAN Kota Solok Yutris Can bersama panitia Penyaringan Bakal Calon Kepala Daerah PAN Kota Solok lainnya.

Selepas temu ramah dan bercengkrama di Kantor DPD PAN Kota Solok yang berada tetap bertahan ditepi Batang Lembang di Kawasan KTK itu, Yutris Can menyampaikan kegembiraannya menyambut kehadiran Zulfadli Ilyas bersama koleganya. Ia menyebutkan, bahwa Zulfadli Ilyas merupakan Balon ketiga  yang mengembalikan formulir pendaftaran sebagai bakal calon Wakil Kepala Daerah dari 5 orang yang mengambil formulir.

"Kita Partai PAN Kota Solok membuka pendaftaran Bakal Calon Kepala Daerah bagi siapapun yang berminat untuk maju Pilkada 2024," ujar Yustris Can yang karib di panggil Boris itu.

Disebutkan, selain Zulfadli Bakal Calon lainnya yang telah mengembalikan formulir pendaftaran ke DPD PAN Kota Solok adalah Nofi Candra, Ramadhani Kirana Putra yang sekarang menjabat sebagai Wakil Walikota Solok, kemudian Leo Murphy, Angry Nursya dan Suryadi Nurdal.

"Kita segera memproses pendaftaran calon calon ini. Secepatnya kita akan umumkan siapa yang kita dukung menjadi Calon Walikota atau Wakil Walikota Solok," tutur Yutris Can.

Sementara Zulfadli menyampaikan rasa bangganya karena disambut cukup hangat dan penuh kekerabatan di rumah PAN Kota Solok. 

"Mudah-mudah Berbagai hal luar biasa ini menjadi sinyal bahwa PAN akan mendukung penuh pencalonan kita maju dalam bursa pemilihan Walikota  dan  Wakil walikota Solok periode 2024-2029 ini," ucap Zulfadli Ilyas.

Sekilas riwayat Zulfadli Ilyas, ia pernah menjadi seorang pendidik atau guru agama di Muhammadyah Nagari Sumani, dan tidak beberapa lama menjadi guru agama Zulfadli lulus jadi ASN dan sampai beliau mengakhiri karirnya di ASN dengan jabatan sebagai Kepala Dinas Sosial Kota Solok pada Maret 2024 lalu. (Niko Irawan)


Nofi Candra Maju di Pilkada Kota Solok 2024

SOLOK, INFONEWS.CO.ID - Akhirnya H. Nofi Candra, SE  memutuskan untuk maju pada Pemilihan kepala daerah di Kota Solok, hal itu dilihatkan dirinya ikut mendaftar sebagai bakal calon Walikota Solok ke DPD Partai PAN, Partai Demokrat, dan PPP kota Solok, Senin (6/5/2024)

Keputusan NC, panggilan akrab Nofi Candra maju pada kontestasi Pilkadai di kota Solok, terjawab sudah karena mantan Senator RI asal Sumbar periode 2014 -2019 ini di gadang calon kuat Bupati Solok.

Saat pendaftaran itu,  NC yang datang bersama pengurus dan Ketua DPC Partai Gerindra Kota Solok Syaiwat Hamli sekitar pukul 10.00 Wib, disambut hangat oleh Ketua DPD PAN Kota Solok Yutris Chan bersama panitia  Penyaringan Bakal Calon Kepala Daerah PAN Kota Solok lainnya.

Selepas temu ramah dan bercengkrama di Kantor DPD PAN Kota Solok yang berada persis ditepi Batang Lembang di Kawasan KTK itu, Yutris Chan menyampaikan kegembiraannya menyambut kehadiran Nofi Candra bersama Ketua Partai Gerindra Kota Solok bersama jajaran pengurus lainnya. Ia menyebut, bahwa Nofi Candra  merupakan Balon ke Lima  yang mengembalikan formulir pendaftaran Balon Kepala Daerah dari 10 orang yang mengambil formulir.

"Kita Partai PAN Kota Solok membuka pendaftaran Bakal Calon Kepala Daerah bagi siapapun yang berminat untuk maju Pilkada 2024," ujar Yustris Can yang karib di panggil Boris itu.

Disebutkan, selain Nofi Candra, Bakal Calon lainnya yang telah mengembalikan formulir pendaftaran ke DPD PAN Kota Solok adalah Ramadhani Kirana Putra yang sekarang menjabat sebagai Wakil Walikota Solok, kemudian  Leo Murphy, Angry Nursya dan Suryadi Nurdal.

"Kita segera memproses pendaftaran bakal calon ini. Secepatnya akan kita umumkan siapa yang kita dukung menjadi Calon Walikota atau Wakil Walikota Solok," tutur Yutris Can.

Terhadap itu, Nofi Candra menyampaikan rasa bangganya karena disambut cukup hangat dan penuh kekerabatan  di rumah PAN Kota Solok.  "Mudah-mudahan  sambutan yang luar biasa ini menjadi sinyal bahwa PAN akan mendukung penuh pencalonan kita maju dalam bursa pemilihan Walikota Solok periode 2024-2029 ini," ucap Nofi Candra.

Selesai di kantor PAN, masih bersama Ketua DPC Partai Gerindra Kota Solok Syaiwat Hamli dan pengurus lainya, mantan Calon Bupati Solok tahun 2020 itu, langsung bergerak ke kantor DPC Partai Demokrat Kota Solok dengan agenda yang sama, mengembalikan formulir pendaftaran sebagai Balon Walikota Solok.

Pada hari yang sama, pengusaha sekaligus politisi partai Gerindra itu juga menyambangi kantor DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Solok guna menuntaskan skedul pendaftaran balon Walikota. Di kantor partai berlambang Ka’bah ini, Nofi Candra dan rombongan sudah ditunggu oleh Ketua Dewan Pakar DPW PPP Sumbar Daswippetra Dt. Manjinjiang Alam, Ketua dan Sekretaris DPC  PPP Kota Solok, Fakria Murphie dan Yavis Tamain, serta ketua penjaringan Balon M. Abrar Sy dan jajaran pengurus lainnya.

Menyambut itu, Ketua DPC PPP Kota Solok Fakria Murphie mengatakan, pihaknya  menyambut positif kedatangan langsung Nofi Candra bersama jajaran pengurus partai Gerindra Kota Solok.

"Kita melihat, kedatangan Nofi Candra membuktikan keseriusannya untuk maju sebagai peserta dalam kontestasi pemilihan Walikota Solok tahun 2024 ini,” kata Fakria Murphe.

Terhadap itu, Bakal Calon Walikota Solok, Nofi Candra mengatakan, dirinya sengaja datang sekaligus bersilaturahmi dengan pengurus PPP guna mengambil sekaligus mengembalikan formulir pendaftaran sebagai Balon Walikota.

Ini bentuk kesungguhan kita maju sebagai calon Walikota Solok, datang ke kantor PPP dan berdiskusi dengan jajaran pengurus partai tentang langkah ke depan. Tentu dengan harapan, PPP akan mendukung pencalonan kita bersama Gerindra,” ujar NC.

Nofi menyebut, dirinya sudah menyatakan sikap untuk maju sebagai Walikota Solok periode 2025-2026. Kendati peluang untuk maju kembali sebagai Bupati Solok sangat terbuka lebar, namun dirinya lebih ingin mengabdi di Kota Solok dan bersama-sama membangun kota ini menjadi lebih maju dan berkembang.

"Insya Allah kita memiliki komitmen tinggi dan ikhtiar  untuk maju  mewujudkan masa depan Kota Solok yang lebih baik. Apalagi ketika PPP  ikut mendukung pencalonan kita," ujar Nofi Candra. (Niko Irawan)


Selasa, 02 April 2024

Jawab Video Klarifikasi Ketua DPRD Kabupaten Solok Dodi Hendra, Jubir Pemkab Solok Safriwal: Tidak Ada Hubungan Senjata Tajam dengan Interpelasi

 Press Release

Jawab Video Klarifikasi Ketua DPRD Kabupaten Solok Dodi Hendra, Jubir Pemkab Solok Safriwal: Tidak Ada Hubungan Senjata Tajam dengan Interpelasi

"Sajam Justru Tebar Ketakutan Kepada ASN dan Tamu yang Hadir"

SOLOK, INFONEWS.CO.ID - Sehubungan dengan apa yang disampaikan oleh Ketua DPRD Kabupaten Solok dalam video klarifikasi melalui akun tiktok pribadinya beberapa waktu yang lalu terkait tindakannya mengeluarkan senjata tajam  saat memimpin sidang paripurna pada, Kamis (28/3/2024), Dapat kami Jelaskan ada beberapa pernyataan Saudara Ketua DPRD Dodi Hendra yang tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. 

1. Gagalnya agenda sidang interpelasi di ruang sidang paripurna DPRD pada tanggal 9 Januari 2024 tidak ada kaitan dengan mengamuknya seorang warga di ruang sidang. 

Hal ini dikarenakan pada saat terjadi peristiwa tersebut ruang sidang paripurna DPRD dalam keadaan kosong (tidak ada aktivitas) Sebagaimana keterangan dan konfirmasi dari Sekretaris DPRD Kabupaten Solok. Warga tersebut datang pada pukul 11.45 WIB, sedangkan dari pagi tidak ada satupun Pimpinan dan Anggota DPRD yang ada di ruang sidang. 

Warga yang mengamuk di ruang sidang adalah warga yang kecewa dan marah kepada Ketua DPRD atas dugaan perkosaan terhadap salah satu warga Kabupaten Solok yang diduga dilakukan oleh Ketua DPRD Kabupaten Solok dimana Ketua DPRD seharusnya menjadi panutan, mengayomi dan melindungi warganya. Salah satu warga yang mengamuk adalah paman korban.

Warga yang masuk ke dalam ruang sidang paripurna DPRD tersebut bermaksud meminta penjelasan atas kasus dugaan perkosaan oleh Ketua DPRD, salah seorang warga tersulut emosi karena setelah menunggu lama Ketua DPRD tidak juga bisa ditemui. 

Gagalnya agenda sidang interpelasi justru disebabkan karena tidak tercapainya courum yaitu 50% +1 dari keseluruhan Anggota DPRD. Pada sidang tanggal 5 Januari 2024, sidang paripurna penyampaian laporan usul pelaksanaan hak interpelasi hanya dihadiri 13 orang dari 35 Anggota DPRD, dan pada tanggal 8 Januari 2024 hanya dihadiri 13 orang, dan pada tanggal 9 Januari 2024 sidang paripurna persetujuan pelaksanaan hak interpelasi, tidak seorang pun Pimpinan dan Anggota DPRD yang hadir di ruang sidang paripurna dari pagi sampai malam.  

Jadi dapat disimpulkan bahwa dari awal sidang paripurna dalam rangka pelaksanaan hak interpelasi ini tidak pernah mencapai courum, dan pada saat pengambilan keputusan hak angket justru tak satupun Pimpinan dan Anggota DPRD hadir dalam sidang. 

2.Terkait pernyataan Ketua DPRD yang mengatakan adanya dugaan Rp. 10 miliar aset negara diambil atau diluluhkan untuk wisata pribadi adalah tidak benar. Tidak ada aset Pemerintah Daerah Kabupaten Solok yang berada dalam kawasan Objek Wisata Bukit Cambai (Cambai Hill). 

Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya satupun aset bangunan maupun tanah yang berada di Kawasan Wisata Bukit Cambai yang tercatat dalam Kartu Inventaris Barang (KIB) Pemerintah Kabupaten Solok. Hal ini juga sudah dipertegas dengan surat keterangan/penjelasan dari Kepala Badan Keuangan Daerah Indra Gusnadi melalui surat Nomor :  900/251/BKD-2023 dan Kepala Bidang Barang Milik Daerah/Aset Kabupaten Solok yang menyatakan bahwa tanah dan bangunan yang berada dalam Kawasan Wisata Bukit Cambai tidak tercatat pada kartu inventaris barang sebagai Barang Milik Daerah (BMD) Kabupaten Solok. Ini berarti bahwa tidak ada tanah dan bangunan di kawasan Bukit Cambai milik Pemda Kabupaten Solok. 

Selain itu tidak ada APBD yang dipergunakan untuk pembangunan objek wisata Bukit Cambai, hal tersebut dapat dibuktikan dengan dokumen APBD Tahun 2021 sampai dengan saat ini (Tahun Anggaran 2024) tidak ada yang diperuntukan untuk pembangunan objek Wisata Bukit Cambai. Sehingga pernyataan aset negara yang diambil dan diluluhkan tersebut adalah tidak benar dan mengada-ngada. 

Terkait dengan Aset Objek wisata Bukit Cambai, Sdr. Dodi Hendra telah melaporkan ke APH (Kapolda dan Kajati), dari hasil gelar perkara di Polda Sumbar tidak ditemukan peristiwa pidana, dari hasil gelar perkara di Kajati Sumbar juga tidak ditemukan perbuatan pidana serta dari hasil gugatan di Pengadilan Negeri Koto Baru juga dinyatakan gugatan pengguggat tidak dapat diterima (ditolak) dan putusan ini telah memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde). Sehingga semua aduan yang dituduhkan tidak terbukti.

Laporan juga di layangkan oleh Sdr Dodi Hendra kepada Kemendagri Cq. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Dari hasil Pengawasan yang dilakukan oleh Tim Auditor Itjen Kemendagri, Tim menyatakan pengaduan yang dituduhan Dodi Hendra tidak terbukti, bahkan Tim Auditor Itjen Kemendagri menyayangkan ada laporan seperti ini dan setelah ditinjau ke lapangan ternyata laporan tersebut tidak benar.

3.Sesuai dengan Permendagri 19 tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah pasal 12 menyatakan bahwa  Kepala SKPD selaku pengguna barang yang ditetapkan melalui keputusan Bupati. 

Pada instansi Sekretariat DPRD yang bertindak sebagai kepala SKPD adalah sekretaris DPRD, bukan Ketua DPRD. Sehingga sekretaris DPRD lah yang bertindak sebagai pengguna BMD yang bertanggung jawab terhadap seluruh BMD yang ada di lingkungan Sekretariat DPRD termasuk aset yang ada dalam ruang sidang DPRD. 

Terkait dengan terjadinya pengrusakan BMD oleh salah seorang warga, maka perlu disampaikan bahwa warga tersebut sudah meminta maaf kepada Sekretaris DPRD dan selaku Pengguna BMD di Sekretariat DPRD sudah sewajarnya Sekretaris DPRD mengambil kebijakan damai dengan warga tersebut yang telah menyadari kekhilafannya. Warga tersebut telah mengganti segala kerusakan yang ada dan meminta maaf kepada Pemerintah Kabupaten Solok dan DPRD Kabupaten Solok melalui Sekretaris DPRD Kabupaten Solok selaku Pengguna BMD Sekretariat DPRD Kabupaten Solok. 

4.Terkait dengan situasi gedung DPRD saat ini. Menurut keterangan Kasat Pol PP Kabupaten Solok Elafki, bahwasanya setiap saat ada satuan pengamanan yang bertugas menjaga keamanan lingkungan DPRD 24 jam. Dan apabila ada acara khusus di DPRD akan ada penambahan personil dari Satpol PP untuk pengamanan kegiatan, dan tidak tertutup kemungkinan akan dilakukan penggeledahan kedepannya. Mana tahu masih ada saja yang membawa senjata tajam ke dalam ruang sidang. 

Jadi tidak benar kondisi gedung DPRD tidak aman, dan tidak perlu Ketua DPRD membawa senjata tajam ke ruang sidang. 

5.Terkait dengan renovasi rumah dinas ketua DPRD, kegiatan tersebut tidak pernah dianggarkan dalam DPA Sekretariat DPRD maupun DPA SKPD Kabupaten solok lainnya.  Saudara Dodi hendra ketika baru menjabat sebagai Ketua DPRD langsung menunjuk rekanan dalam hal ini  CV. FR untuk melakukan pengerjaan renovasi rumah dinas tersebut, tanpa melalui proses pengadaan yang benar, yaitu dengan proses tender karena nilainya melebihi Rp. 200 juta.  Setelah pekerjaan selesai rekanan menagih pembayaran pekerjaan tersebut ke Sekretariat DPRD dan BKD Kabupaten Solok, tentunya Sekretariat DPRD dan BKD tidak bisa membayar pekerjaan tersebut karena tidak ada dalam DPA. 

Kemudian, disisi lain kondisi Ketua DPRD Kabupaten Solok, Dodi Hendra membawa senjata tajam ke ruang sidang paripurna baru-baru ini, sebaliknya justru tebar dan membuat ketakutan kepada ASN dan tamu undangan yang hadir dalam sidang tersebut, termasuk dugaan ancaman kepada Kepala Daerah, dalam hal ini Bupati Solok, Epyardi Asda. 

Karena kami melihat, Sajam itu dibawa setelah sebelumnya beberapa kali juga pernah keluar nada ancaman dari Ketua DPRD sendiri dalam beberapa grup percakapan whatapp, bahkan di grup percakapan publik sekalipun. Dimana dalam percakapan itu, terlihat jelas dia akan membuat lobang (melukai/menusuk) pada orang-orang yang dirasanya mengganggu kepentingannya di DPRD saat agenda sidang. Tidak saja ancaman kepada Bupati Solok, pimpinan DPRD yang lain, tetapi juga kepada Sekwan, bahkan kepada ASN yang bertugas di Sekretariat DPRD. 

Demikian penjelasan kami sampaikan untuk dapat meluruskan segala informasi yang berkembang, supaya tidak menjadi bias dan menjadi informasi bohong (hoaks) yang salah di tengah masyarakat. (Dinas Kominfo Kabupaten Solok)

Sabtu, 30 Maret 2024

Termasuk Epyardi Asda, H. Budi Global Siap Hadapi Siapapun di Pilkada Kabupaten Solok 2024

SOLOK, INFONEWS.CO.ID - Percaturan Pilkada 2024 di Kabupaten Solok semakin manarik, seru dan menjadi panas, setelah muncul sosok nama yang tidak asing lagi bagi sebagian masyarakat Kabupaten Solok, yaitu H. Budi Satriadi, SKM, MM atau yang lebih dikenal dengan sebutan Budi Global dengan latar belakang seorang Pengusaha.

Pengusaha sukses asal Nagari Salimpek, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok ini siap untuk maju pada pilkada 2024 di Kab. Solok, dia menyampaikan bahwa tidak takut berhadapan dengan calon - calon lain, baik itu Bupati Solok Epyardi Asda, Jumat (29/3/2024).

H. Budi Satriadi, SKM, MM, (Budi Global). Baginya, sebagai putra daerah, siapapun mempunyai hak untuk memimpin, dan mengabdi untuk membangun daerahnya dari keterpurukan. “Apalagi, itu diawali dengan niat yang baik sehingga pengabdian terhadap daerah tersebut terasa sedang beribadah,” ujar Budi Satriadi

Baginya, Bupati Solok, Epyardi Asda itu juga hanya seorang manusia biasa yang memiliki kelebihan dan kekurangan. Tidak ada yang harus ditakutkan untuk bersaing dengannya pada Pilkada Kabupaten Solok 2024 nanti.

Pria yang akrab disapa “Budi Global” itu menegaskan bahwa dirinya akan merangkul semua pihak, baik di saat kontestasi Pilkada maupun jika nantinya terpilih. Selain itu, dirinya akan fokus mengabdi untuk menjadikan Kabupaten Solok lebih maju.

Budi Satriadi yang suka menerima masukan, saran dan kritikan dari seluruh unsur masyarakat termasuk insan pers, menyebutkan bahwa Kabupaten Solok harus dibangun bersama, karena tidak bisa seorang diri atau sekelompok orang saja. Semua elemen dan semua pihak harus dirangkul, terlibat agar memiliki tanggung jawab pada dirinya sendiri, keluarga dan ke daerah.

“Muaranya adalah untuk kesejahteraan semua orang tanpa didampinginya. Pemerintah harus hadir dalam setiap permasalahan yang dihadapi masyarakatnya. Sebaliknya, seluruh masyarakat turut serta membangun daerah sesuai kapasitasnya masing-masing,” paparnya.

Budi Satriadi menyatakan jika dirinya mendapatkan amanah dari masyarakat Kabupaten Solok untuk menjadi Kepala Daerah, target utamanya adalah menjadikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Indeks Pembangunan Manusia (HDI) Kabupaten Solok berada di 10 besar Sumatera Barat (Sumbar).

Menurutnya, selama tiga tahun belakangan, IPM Kabupaten Solok berada di peringkat 17 dari 19 kabupaten/kota di Sumbar, dan itu artinya IPM Kabupaten Solok berada di peringkat tiga terbawah.

“Kabupaten Solok merupakan daerah yang memiliki potensi ruah, baik Sumber Daya Manusia (SDM) maupun Sumber Daya Alam (SDA). Mulai dari pertanian, pariwisata, perkebunan, perikanan, hingga pertambangan. Namun, potensi itu belum tergarap secara maksimal, karena kurangnya stimulan dan akses ke sumber-sumber pendapatan, dan keinginan pemimpin daerah,” sebutnya.

Pengusaha sukses yang taat pada aturan tersebut mengatakan dirinya ingin pembangunan di Kabupaten Solok didasarkan pada potensi masing-masing wilayah, dan pemerintah hadir dengan stimulasi, fasilitas dan inovasi.

“Konsepnya mirip dengan konsep Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), yakni setiap kawasan dibangun berdasarkan potensi yang dimiliki,” jelasnya.

Terkait Sumber Daya Manusia (SDM), Budi Satriadi menegaskan bahwa Kabupaten Solok dikaruniai oleh para aparatur sipil negara (ASN), para guru, pengusaha, petani dan masyarakat yang memiliki daya juang dan ketekunan tinggi.

Hal itu dibuktikan dengan banyaknya warga Kabupaten Solok yang memiliki peran besar di berbagai daerah di Sumbar, maupun di perantauan. Menurutnya warga asal Kabupaten Solok diterima dengan baik di daerah lain, demikian juga warga daerah lain juga diterima dengan baik di Kabupaten Solok.

“Potensi SDA dan SDM tersebut, secara logikanya mampu membawa daerah dan masyarakat Kabupaten Solok sejahtera. Namun kenyataannya, data dari Badan Pusat Statistik (BPS), Kabupaten Solok berada di peringkat ketiga terbawah. Hal ini sungguhlah miris, tentu harus ada pembaharuan. Hal inilah yang memantapkan diri saya untuk maju dalam kontestasi Pilkada Kabupaten Solok 27 November 2024 mendatang,” ungkapnya.

Budi Satriadi juga menyatakan akan maju dari jalur Partai Politik (Parpol) di Pilkada 2024. Dikatakannya, saat ini dirinya sudah menjalin komunikasi serius dengan sekira 5 partai yang memiliki wakil di DPRD Kabupaten Solok 2024-2029. Demikian juga dengan tokoh-tokoh masyarakat se-Kabupaten Solok.

“Alhamdulillah. Tanggapan mereka (Parpol dan tokoh masyarakat) sangat positif dan antusias dengan niat, itikad dan komitmen saya untuk maju menjadi Calon Kepala Daerah. Optimisme ini, diharapkan akan menjalar ke seluruh wilayah dan seluruh elemen di Kabupaten Solok,” harapnya.

Seperti diketahui, nama Budi Satriadi (Budi Global) saat ini mulai menjadi buah bibir di masyarakat Kabupaten Solok, sebagai salah satu calon kandidat Bupati Solok. Puluhan balihonya sudah tersebar di sejumlah titik-titik strategis di Kabupaten Solok.

Namun seiring dengan namanya yang terus diperbincangkan, hantaran kampanye negatif juga ikut mengiringi kepopulerannya. Apalagi sebagai pengusaha yang bergerak di dunia pertambangan dan perkayuan, sosok yang sangat supel tersebut dicoba untuk melekatkan cap pengusaha yang beraktivitas di jalur ilegal.

“Saya pastikan, seluruh bidang usaha yang saya geluti, semuanya legal. Sesuai dengan prinsip hidup saya dalam berusaha, saya tidak akan memulai sesuatu jika belum lengkap dan memenuhi seluruh persyaratan. Demikian juga dengan Pilkada, saya tidak akan memutuskan maju, jika syarat dan rukun belum terpenuhi. Termasuk dengan kepastian syarat kursi partai, maupun dengan biaya operasional,” tegasnya.

Sekilas H. Budi Satriadi, SKM, MM

Budi Satriadi lahir di Nagari Salimpek, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumbar pada tanggal 17 Mei 1976. Di saat dirinya berumur 1 tahun, ayahnya meninggal dunia, yang sekaligus menjadikan ibunya yang seorang guru menjadi “Single parent”.

Menempuh pendidikan awal di SDN 1 Alahan Panjang (Tamat tahun 1989) dan SMPN 1 Alahan Panjang, Budi Satriadi kemudian melanjutkan ke ⁠SMA Adabiah Padang (Tamat tahun 1995). Budi kemudian memilih masuk ke ⁠Akademi Keperawatan (Akper) Depkes RI Padang dan tamat tahun 1998.

Gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM) diperolehnya pada tahun 2007 di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) Padang. Sementara itu, gelar Magister Manajemen (MM) diraihnya setelah menyelesaikan S-1 di Universitas Putra Indonesia (UPI) Padang tahun 2011.

Setelah tamat dari Akper Depkes Padang pada tahun 1998, Budi Satriadi langsung lulus dan diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Penempatannya adalah sebagai perawat di Ruang Operasi RSUP M Djamil Padang. Budi kemudian menjadi Ahli Mesin Jantung di Ruang Operasi RSUP M Djamil Padang pada tahun 2001.

Di sela menjalani rutinitas sebagai paramedis di rumah sakit terbesar di Sumbar sejak tahun 1998, Budi Satriadi membangun perusahaan CV Salsabilla Jaya Utama pada tahun 2000, yang bergerak di bidang Peralatan Kesehatan dan Laboratorium. ⁠

Dengan perusahaan ini, Budi Satriadi mengimpor peralatan medis. Selanjutnya, pada tahun 2004, Budi Satriadi menjadi Direktur Utama di PT Global Mineral Sejahtera yang bergerak di bidang pertambangan pertambangan besi. Di saat inilah, panggilan “Budi Global” melekat padanya.

Pada tahun 2005, saat mulai merasakan tantangan baru di tambang biji besi, Budi Satriadi mengambil pilihan tersulit dalam hidupnya, yakni memilih mundur sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Tujuannya agar fokus ke dunia pertambangan.

Di tahun yang sama, Budi Satriadi menjadi ⁠Direktur Utama PT Global Forwarding Company (Perusahaan Agen Kapal) dan Direktur Utama PT Global Stevedoring Company (Perusahaan bongkar muat kapal).

Kemudian, ⁠berlanjut menkadi Direktur PT Budi Satriadi Industries (Smelter Besi) tahun 2008-sekarang), ⁠PT Kuansing Mineral Sejahtera (tambang dan pengolahan/Stone Crusher Batuan) tahun 2010-sekarang, dan ⁠PT Kuansing Makmur Sejahtera (General Kontraktor) 2014 -sekarang.

Pada tahun 2012, Budi Satriadi yang semakin akrab disapa “Budi Global” mulai masuk ke sejumlah organisasi. Yakni menjadi Ketua Himpunan Pengusaha Muda (Hipmi) Kabupaten Solok tahun 2012-2015. Kemudian, Pengurus BPD Hipmi Sumbar 2015-2020.

Ketua Komite Tetap Kamar Dagang dan Industri (Kadin) tahun 2017 sampai sekarang. Kemudian, ⁠Pengurus Masyarakat Alam Gumanti 2023 sampai sekarang. Ketua Persatuan Golf Indonesia (PGI) Sumbar (2022-2026).

Dari pernikahannya dengan Hj. Rozalinda, S.ST, mereka dikaruniai empat orang anak. Yakni Abid Aziz Adinda, ⁠Afrand Shah Adinda, ⁠Akhtar Nafis Adinda dan ⁠Gibran Khalfani Adinda. (Niko Irawan)


Sabtu, 23 Maret 2024

Wako Solok Serahkan Bantuan untuk Korban Bencana di Pesisir Selatan


SOLOK, INFONEWS.CO.ID - Jum'at (22/03/24) Wali Kota Solok, Zul Elfian Umar secara langsung berkunjung dan menyerahkan bantuan uang tunai Rp 20 Juta atas bencana alam Banjir Bandang dan Tanah Longsor yang melanda Kabupaten Pesisir Selatan beberapa waktu lalu.

Kunjungan wako didampingi Plt.Kepala Dinas Sosial Kota Solok, Bitel, Kalaksa BPBD Kota Solok, Herman, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Solok, Nurzal Gustim, Kepala Dinas Pertanian Kota Solok, Zulkifli, Kasatpol PP Kota Solok, Zulkarnaini beserta rombongan lainnya.

Kedatangan rombongan Kota Solok disambut langsung Bupati Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar didampingi Sekda Pesisir Selatan, Mawardi Roska dan beberapa kepala OPD terkait Pemkab Pessel di Kantor Bupati Pesisir Selatan.

Wako Zul Elfian Umar mengucapkan rasa duka yang mendalam atas musibah yang melanda Kabupaten Pesisir Selatan. Semoga musibah ini tidak membuat Pessel terpuruk namun bersama mengambil hikmah dibalik musibah ini.

"Bantuan ini mungkin bukan seberapa, namun semoga dapat menjadi sedikit pelipur lara bagi Pesisir Selatan. Pak Bupati, Pak Sekda bersama seluruh OPD terkait agar senantiasa sehat selalu karena kami yakin perlu perjuangan ekstra untuk memulihkan kondisi masyarakat Pessel pasca bencana alam ini," ucap wako.

Menanggapi itu, Bupati Pessel, Rusma Yul Anwar mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada Walikota Solok beserta rombongan yang telah hadir langsung ke Pesisir Selatan serta menyerahkan bantuan tersebut.

"Kehadiran Wako Solok beserta rombongan tentu akan menjadi Sitawa Sidingin bagi kami, penyejuk dan penyemangat bagi kami dalam melewati masa-masa setelah bencana ini," ujar Bupati.

Data sampai saat ini, terdapat 489 rumah rusak berat akibat banjir dan tanah longsor. Dari jumlah itu paling banyak terdapat di Kecamatan Sutera, yakni sebanyak 127 unit, kemudian Linggo Sari Baganti 115 unit, Tarusan 86 unit, Lengayang 83 unit, Kecamatan IV Jurai 49 unit, Batang Kapas 20 unit. Sedangkan di kecamatan lainnya sebanyak 8 unit. 

korban jiwa yang ditemukan dalam banjir dan longsor di Pesisir Selatan mencapai 25 orang. Empat orang lainnya belum ditemukan, yaitu 2 orang di lokasi banjir bandang Kampung Langgai, Kecamatan Sutera; 1 orang di mobil terseret arus banjir di Kecamatan Koto XI Tarusan; dan 1 orang terseret arus banjir di Kecamatan Bayang.

Untuk masa Tanggap darurat bencana 14 hari pertama akibat banjir dan tanah longsor yang terjadi 7 Maret 2024 lalu berakhir Kamis (21/3) ini. 

"Karena kondisi di lapangan masih membutuhkan, sehingga dilakukan penambahan selama 14 hari ke depan," tutupnya.

Seusai menyerahkan bantuan di Kantor Bupati Pesisir Selatan, Wako beserta rombongan juga singgah di Posko Kesehatan Kota Solok untuk Bencana Banjir dan Longsor Pessel yang berlokasi di Barung-Barung Balantai.

Dilokasi itu, Dinas Sosial Kota Solok juga menyerahkan bantuan beras untuk posko yang juga akan dimanfaatkan bersama masyarakat sekitar posko. (Niko Irawan)

© Copyright 2018 INFONEWS.CO.ID | All Right Reserved