Ramadan

Kamis, 21 Mei 2020

Demi Negara Maju, Puan Maharani Sebut Pendidikan Agama Islam Harus Dihapus? Berikut Faktanya

JAKARTA - Dalam struktur pendidikan nasional, keberadaan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) sangat penting. Bahkan dimasukan dalam tujuan pendidikan nasional yang diatur dalam perundang-undangan.

Terlebih dengan kebutuhan pendidikan karakter saat ini, PAI berperan besar dalam pembentukan karakter peserta didik.

Namun dalam sebuah unggahan, seorang pengguna Facebook Agus S menggunggah tangkapan layar dengan narasi yang menyebut nama Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani.

Menariknya dalam unggahan tersebut disertakan pernyataan Puan Maharani yang menyebutkan syarat jika ingin negara maju dan berkembang, pendidikan Agama Islam harus dihapus.

Terlebih, unggahan itu juga menampakkan tangkapan layar dari sebuah artikel yang terbit dalam salah satu blog.

“Kita jangan diam dong,” demikian bunyi narasi yang diunggah pengguna Facebook Agus S pada 19 Mei 2020

Selain itu, ia juga diketahui menggunggah gambar dengan narasi sebagai berikut:

“Puan: Jika Negara Ingin Maju Dan Berkembang, Pendidikan Agama Islam Harus Di Hapus!!”

Berdasarkan hasil penelurusan PikiranRakyat-Tasikmalaya.com dari situs Turn Back Hoax, terdapat fakta yang membantah klaim narasi yang membawa nama bahwa Puan Maharani tersebut.

Secara pasti, narasi itu sudah beredar sejak Desember 2018. Bahkan saat itu, diketahui Puan masih menjabat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Namun, namanya sudah dicatut seolah-olah membuat pernyataan tersebut.

Padahal dalam fakta sebenarnya, narasi itu merupakan tuduhan yang dialamatkan kepada Ketua Umum Yayasan Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), Siti Musdah Mulia.

Namun begitu, Musdah membantah memberikan pernyataan itu. Ia juga membantah satu partai dengan Puan, yakni PDI Perjuangan.

Secara lengkap Turn Back Hoax pernah membuat laporan terkait itu yang terlihat sebagai berikut:

“Klaim postingan bahwa Puan Maharani, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, akan menghapus pendidikan agama tidak benar.

"Rujukan postingan itu, yakni operaind[dot]blogspot.com, merupakan laman yang tidak jelas siapa penulisnya dan artikelnya merupakan hasil editan dari beberapa artikel tentang tuduhan kepada Musdah Mulia sebagai Kader PDIP dan inisiator penghapusan pendidikan Agama Islam.

"Artikel yang dirujuk itu pun tidak benar. Sebab, Musdah sudah memberikan klarifikasi melalui video di channel ICRP4Peace Channel. dan menyatakan bahwa isu dirinya kader PDIP dan ingin menghapus pelajaran Agama Islam tidak benar,” demikian bunyi narasi yang ditulis Turn Back Hoax dalam laporannya pada Kamis 13 Desember 2018.

Dengan demikian, narasi yang disebutkan dalam narasi beredar itu sudah terbukti salah. Untuk itu, konten yang mendadak viral itu termasuk dalam kategori Konten yang Menyesatkan atau Misleading Content.**

Rabu, 20 Mei 2020

Habib Bahar Dipindahkan ke Lapas Nusakambangan

BOGOR - Habib Bahar bin Smith akan dipindahkan dari Lapas Gunung Sindur di Bogor ke Lapas Klas I Batu Nusakambangan di Cilacap. Pemindahan dilakukan dengan alasan kepentingan pengamanan dan pembinaan.

"Pemindahan yang bersangkutan tidak ada maksud lainnya, selain demi kepentingan pengamanan dan pembinaan untuk yang bersangkutan, yang merupakan konsekuensi dari pelanggaran terhadap asimilasi yang diberikan," ungkap Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham dalam siaran persnya, Rabu (20/5/2020).

Habib Bahar sebelumnya kembali dijebloskan ke Lapas Gunung Sindur pada Selasa (19/5). Ia kembali ditahan usai dinilai melanggar asimilasi yang sebelumnya diberikan kepadanya.

Pelanggaran yang dimaksud ialah Habib Bahar dinilai menimbulkan keresahan di masyarakat. Sebab Bahar hadir dalam suatu kegiatan dan memberikan ceramah yang provokatif serta menyebarkan rasa permusuhan dan kebencian kepada pemerintah.

Video ceramahnya itu menjadi viral dan dapat menimbulkan keresahan di masyarakat.

Selain itu, ia juga dinilai melanggar aturan Pembatasan Berskala Besar (PSBB) dalam kondisi darurat COVID-19. Sebab Bahar telah mengumpulkan massa dalam ceramahnya itu. Padahal Bogor merupakan salah satu daerah yang sedang menerapkan PSBB.

Habib Bahar akan menjalani sisa masa pidana selama 1 tahun 5 bulan dalam kasus penganiayaan 2 remaja. (*/IN-001)

Rabu, 22 April 2020

Nuansa Islam di Newcastle United Makin Kental Usai Diakuisisi Pangeran Salman

NEWCASTLE- Datangnya Pangeran Muhammad Bin Salman yang mengakuisisi klub, membuat nuansa Islam di Newcastle United makin terasa kental. Sebelumnya, nama Pangeran Mohammad bin Salman mendadak menjadi perbincangan di berbagai media olahraga Inggris setelah dirinya resmi melakukan pembelian saham Newcastle dari tangan Mike Ashley.

Disebutkan jika putra mahkota Kerajaan Arab Saudi tersebut telah menggelontorkan uang hingga 300 juta poundsterling atau setara dengan 5,9 triliun rupiah untuk mengakuisisi saham The Magpies.

Dengan tambahan dana melimpah dari sang putra Kerajaan, klub Newcastle United diprediksi bakal menjadi pesaing baru dalam perebutan gelar juara di Liga Inggris dalam beberapa tahun kedepan.
Tidak hanya berpotensi juara Liga Inggris, kehadiran pangeran berusia 34 tahun ini juga semakin memperkental nuansa islami dalam tubuh Newcastle United.

Dalam beberapa musim sebelumnya, Newcastle United memang pernah diperkuat cukup banyak pemain beragama islam seperti Hatem Ben Arfa, Papiss Cisse, hingga Cheick Tiote. Bahkan di musim ini pun tradisi pemain muslim di Newcastle masih berlanjut dengan kedatangan Nabil Bentaleb dari Schalke.

Selain itu pada tahun 2013 silam, Newcastle United terpilih sebagai klub Liga Primer Inggris dengan jumlah pemain musim terbanyak, hingga membuat sang pelatih saat itu Alan Pardew meminta pihak klub untuk membangun sebuah masjid agar sang pemain bisa menjalankan ibadahnya.

"Saya pikir, penting untuk mendukung kehidupan beragama pemain. Karena, beberapa pemain percaya kesuksesannya di lapangan atas doa mereka. Jadi kita harus menghormati dan memberi toleransi beragama," ujar Alan Pardew dilansir laman bubblews.

Namun berbeda dengan masjid pada umumnya, milik Newcastle ini merupakan tempat khusus beribadah sehingga disebelahnya cukup banyak penganut agama lain yang juga diberikan lahan dalam melakukan aktivitas keagamaan.

Selain memiliki banyak historis pemain muslim dan ditambah dengan ketersediaan masjid sebagai tempat ibadah, kini masuknya Pangeran Muhammad Bin Salman yang datang dari negara mayoritas islam, Newcastle United terlihat makin bernuansa islami jelang kompetisi Liga Inggris musim depan. (*/IN-001)

Sumber: indosport.com

Kamis, 13 Februari 2020

Iriadi Dt Tumanggung Sambut Optimistis Terpilihnya Zulkifli Hasan di Kongres PAN Kendari

SOLOK - Bakal Calon Bupati Solok, Iriadi Dt Tumanggung menyambut optimistis Kongres V Partai Amanat Nasional (PAN) yang diselenggarakan 10-11 Februari di Kendari. Terpilihnya kembali Zulkifli Hasan sebagai Ketua Umum dan Hatta Radjasa dipercaya menjabat Ketua Majelis Pertimbangan Partai, dinilai Iriadi sebagai wujud dari kuatnya pembinaan karakter dan ketokohan di PAN. Melalui pemilihan yang berlangsung demokratis, Zulkifli Hasan memperoleh 331 suara sementara kompetitornya Mulfachri Harahap 225 dan Drajat Wibowo 6 suara.

"Beliau (Zulkifli Hasan, red) merupakan kader terbaik yang dimiliki PAN sekarang ini. Jadi wajar jika kembali memperoleh kepercayaan melalui kongres," ujar Iriadi Dt Tumanggung.

Ditambahkan Iriadi yang merupakan Bakal Calon Bupati Solok Sumbar ini, PAN ke depan dipastikan akan lebih baik terutama sosok Hatta Radjasa yang duduk sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Partai. Kedua tokoh ini bila bersinergis maka akan menjadikan PAN lebih diperhitungkan lagi.


"PAN itu partai besar yang memiliki kader mengakar sampai lapisan paling bawah. Jadi memang harus dipimpin kader sekaliber Hatta Radjasa dan Zulkifli Hasan. Keduanya sosok pemimpin berkarakter," imbuhnya.

Disinggung pencalonannya sebagai Bupati Solok yang akan dipilih September mendatang, Iriadi optimis akan mampu bersaing dengan kandidat lainnya. Dijelaskan, dirinya tengah menggalang dukungan partai politik.

"Komunikasi sudah kita bangun, Insya Allah tidak ada kendala untuk maju dalam pertarungan nantinya. Kita maju untuk menang," ujarnya optimis.


Kandidat Bupati Solok 2020

Saat ini, Iriadi Dt Tumanggung disebut-sebut sebagai salah satu tokoh rantau asal Kabupaten Solok yang berpeluang besar memenangkan kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di tahun 2020 mendatang. Iriadi mengaku, dirinya terpanggil untuk membangun kampung halamannya, dan berbuat lebih luas lagi di Kabupaten Solok.

"Kabupaten Solok itu kaya akan sumber daya alam pertanian dan pariwisata. Sentuhan pertanian modern dan pariwisata yang dikemas maksimal, akan mampu membuat masyarakat lebih makmur dan sejahtera. Sentuhan dan pengemasan tersebut harus dimulai dan dilakukan oleh sebuah birokrasi yang baik. Yakni berupa regulasi, perencanaan program, dan kebijakan yang pro rakyat," ungkapnya.


Sebelum masuk ke ranah perekonomian, Iriadi Dt Tumanggung menegaskan dirinya bakal terlebih dahulu menata aspek religius. Mengusung visi; "Bersama Membangun Pertanian Modern dan Pariwisata Menuju Solok Maju, Sejahtera dan Religius", Iriadi Dt Tumanggung menegaskan, pembangunan fisik harus juga diiringi dengan pembangunan mental dan spritualitas. Maka itu jika dirinya dipercaya memimpin Solok nantinya akan memprioritaskan keberadaan surau menjadi pusat pendidikan sejak dini dan wahana pembentukan karakter yang berakhlakulkarimah.

"Kita akan canangkan Gerakan Kembali ke Surau yang mengandung pesan pentingnya surau sebagai pusat pembentukan karakter dan pendidikan dini. Maka itu fasilitasnya harus disediakan secara merata dan memadai. Di samping tempat anak-anak mengaji, Surau nantinya akan dilengkapi dengan perpustakaan yang dapat membuka cakrawala masyarakat khususnya kalangan generasi muda. Sejak dini, generasi muda Solok harus dipersiapkan dengan pengetahuan agama yang memadai. Regenerasi ulama mesti sudah dipikirkan sejak sekarang. Kita cari perguruan tinggi Islam yang berkualitas baik dalam maupun luar negeri untuk menitipkan generasi Solok belajar di sana," tambahnya.

Di bidang perekonomian dan pemberdayaan, Iriadi Dt Tumanggung menginginkan sektor pertanian dan pariwisata menjadi andalan Kabupaten Solok. Alumni Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya, Palembang ini, mengatakan Kabupaten Solok kaya akan sumber daya alam sehingga pemanfaatannya harus dioptimalkan.

"Langkah awal tentunya harus merubah mindset (pola fikir) masyarakat yang selama ini masih banyak mengandalkan pola pertanian tradisional menuju pola pertanian modern. Banyak aspek yang bisa dilakukan efisiensi seperti penggunaan lahan sempit yang bisa menghasilkan maksimal serta waktu panen yang relatif lebih singkat. Membangun pabrik pengolahan hasil pertanian dalam satu kawasan terintegrasi. Hal ini penting di samping bisa menjamin mutu hasil produksi, juga dapat memangkas biaya transportasi dan harga modal akan lebih terjangkau," ujarnya.


Sekilas Iriadi Dt Tumanggung

Nama Iriadi Dt Tumanggung, tidak muncul secara tiba-tiba di bursa Pilkada Kabupaten Solok 2020. Jauh hari, nama Iriadi sudah menjadi pembicaraan, khususnya di Nagari Selayo, Kecamatan Kubung. Kiprahnya sebagai birokrat senior dan disegani di Pemprov Sumsel, ternyata juga berdengung hingga ke Kabupaten Solok. Layaknya warga Minangkabau yang suka merantau, keinginan pulang kampung dan berbakti di tanah kelahiran, membuat Iriadi menegaskan niat menjadi bakal calon Bupati Solok.

Kurun waktu 35 tahun bukan waktu yang singkat untuk pengabdian Iriadi Dt Tumanggung sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sumatera Selatan. Berbagai jabatan strategis pernah diembannya mulai dari Kacabdin Pertanian Pasang Surut Kabupaten Musi Banyuasin, Kabag Pemerintahan Kantor Pembantu Gubernur Sumsel Wilayah 1 Musi Banyuasin, Sekretaris KPU Kabupaten Musi Banyuasin selama 11 tahun, Kepala Hubla Biro Penghubung Pemerintah Provinsi Sumsel di Jakarta, Kepala Samsat Musi Banyuasin, Kepala Samsat Kota Palembang dan terakhir saat ini masih menjabat Kepala Sekretariat Badan Pengawas Pemilu Provinsi Sumatera Selatan.

Iriadi Dt Tumanggung lahir di Selayo pada 11 November 1962. Alumni Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya, Palembang ini, hingga kini, dipercaya Gubernur Sumsel Herman Deru sebagai Kepala Sekretariat Bawaslu Sumsel. Kinerja dan kedekatannya dengan Gubernur Sumsel sebelumnya, Alex Nurdin, membuat Iriadi Dt Manggung dipercaya memimpin jabatan-jabatan strategis di Pemprov Sumsel.

Menjadi kandidat unggulan di bursa Pilkada Kabupaten Solok 2020, Iriadi dikebal sebagai sosok pekerja keras yang sukses dalam "kompetisi hidup" di tanah rantau. Pengalamannya di Sumsel, membuatnya dianggap sebagai figur yang mampu dan layak mengganti Bupati Solok saat ini, Gusmal Dt Rajo Lelo. Apalagi dalam berbagai jabatan terakhir Iriadi banyak berkecimpung dalam tugas kepemiluan yang menuntut integritas tinggi.


Mantan Gubernur Sumsel dua periode, Alex Noerdin, mengaku dirinya sangat mengapresiasi kemampuan Iriadi dalam menjalankan tugasnya sebagai ASN. Alex Noerdin melihat sosok Iriadi sebagai figur yang memiliki kemampuan manajerial tinggi dan selalu dapat melaksanakan tugas dengan tuntas dan baik.

"Sejak saya menjabat Bupati Musi Banyuasin sudah cukup mengenal sosok Iriadi ini. Penilaian saya, beliau (Iriadi –red) sangat berpengalaman dan mumpuni. Malah saat menjabat Gubernur, Iriadi menjadi Kepala UPTD Samsat yang berhasil gemilang dengan memaksimalkan target pemasukan pajak sebesar Rp 100 miliar perbulan. Ini tentunya sebuah prestasi tersendiri," tutur Alex Noerdin.

Ditambahkan Alex Noerdin yang pada tahun 2005 telah diberi gelar Dipertuan Datuk Sri Baginda dari Yang Dipertuan Agung Raja Alam Pagaruyung ini, dirinya mengapresiasi positif pencalonan Iriadi sebagai Bupati Solok mendatang.

"Saya sangat memahami karakter masyarakat Minang yang tidak sembarangan dalam memiliki pemimpin. Tentu dengan terlebih dulu melihat track record para kandidat yang ada. Nah, Iriadi ini merupakan sosok yang berpengalaman dalam birokrasi dan memiliki pergaulan luas baik di lembaga legislatif maupun eksekutif. Saya rasa cocok untuk kebutuhan Kabupaten Solok sekarang ini," ujar Alex Noerdin yang juga Ketua Partai Golkar Sumsel ini.


Wakil Gubernur Sumsel periode 2013-2018, Ishak Mekki, menilai sosok Iriadi Dt Tumanggung sebagau pekerja keras yang berkomitmen tinggi dan bertanggungjawab dalam melaksanakan tugas yang diembannya. Di samping itu, Iriadi dikenalnya juga selalu memperhatikan hal-hal kecil sehingga tugas yang dikerjakannya selalu membawa hasil positif.

"Saya mengenalnya sebagai pribadi dan aparatur negara yang memiliki komitmen dan loyalitas tinggi kepada atasan. Sehingga tugas apapun yang diberikan, Iriadi selalu mampu menyelesaikannya dengan baik," ujar Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel, yang kini merupakan anggota DPR RI 2019-2024.

Wartawan senior Sumsel, Heriyanto M.Si, menilai Iriadi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi dan peduli terhadap lingkungan. Untuk itu dirinya berkeyakinan jika Kabupaten Solok dipimpin Iriadi maka akan dapat semakin maju dan berkembang.

"Yang saya tahu beliau (Iriadi, red) memiliki kepedulian sosial yang tinggi dan setia kawan. Terbukti di Lampung ada masjid yang sengaja dibangun sendiri oleh Iriadi. Jadi beliau ini pergaulannya juga sangat luas. Bukan hanya di Sumsel dan Sumbar saja," tutur Heriyanto. (IN-001)

Selasa, 04 Februari 2020

Langka, Tiga Legislator dan Lima Mantan DPRD Bersilaturahim dengan Masyarakat di Griya Ampang Kualo

SOLOK - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Solok menggelar silaturahim dan ramah tamah dengan warga RT01/RW05, Griya Ampang Kualo, Kelurahan Nan Balimo, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok, Senin malam (3/2/2020). Rombongan dipimpin langsung Ketua DPRD Yutris Can, bersama Anggota DPRD dari Fraksi Golkar Ramadhani Kirana Putra dan Anggota DPRD dari Fraksi PAN Rusdi Saleh.

Istimewanya, silaturahim itu, juga dihadiri oleh lima orang mantan Anggota DPRD Kota Solok. Yakni Wakil Ketua DPRD Kota Solok dari Partai Amanat Nasional (PAN) periode 2014-2019 Irman Yefri Adang, SH, MH, Wakil Ketua DPRD Kota Solok dari Partai Demokrat periode 2004-2009 dan 2009-2014 Zulfadhli, S.Kom, MM, Anggota DPRD Kota Solok dari Partai Demokrat periode 2004-2009 Antri Sopen, dan Anggota DPRD Kota Solok dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) periode 2014-2019 H. Dalius dan Yosri Martin.

Angggota DPRD Kota Solok Rusdi Saleh (kanan) menyerahkan bantuan untuk Pos Ronda kepada Ketua Kompleks Griya Ampang Kualo, Kelurahanan Nan Balimo, Kecamatan Tanjung Harapan Kota Solok, Zulfadhli, S.Kom, MM, Senin malam (3/2/2020).


Rombongan disambut oleh tokoh masyarakat, ketua RT, RW, pemuda dan masyarakat di kompleks Griya Ampang Kualo, termasuk penghuni kompleks Direktur Utama PDAM Kota Solok, Rabbiluski.

Ketua Kompleks Griya Ampang Kualo, Zulfadhli, S.Kom, MM, menyatakan kegiatan ini merupakan ukhuwah Islamiyah antara legislatif dan masyarakat. Hal ini merupakan buah dari kekompakan seluruh penghuni kompleks. Menurutnya, setelah pos ronda diresmikan, yang merupakan salah satu wadah tempat berkumpul dan bersosialisasi.

"Banyak hal yang perlu disampaikan. Pertemuan yang sangat unik karena dihadiri oleh Ketua DPRD, Anggota DPRD dan para mantan Anggota DPRD Kota Solok. Kita berharap, pertemuan ini akan semakin meningkatkan komitmen masyarakat dan para legislator untuk mengabdi ke Kota Solok. Khususnya di Kompleks Griya Ampang Kualo," ujarnya.

Angggota DPRD Kota Solok Rusdi Saleh memberikan sambutan saat silaturahim dan ramah-tamah di Pos Ronda Kompleks Griya Ampang Kualo, Kelurahanan Nan Balimo, Kecamatan Tanjung Harapan Kota Solok, Senin malam (3/2/2020).


Anggota DPRD Kota Solok, Rusdi Saleh, mengapresiasi penerimaan masyarakat di Kawasan Griya Ampang Kualo yang disebutnya sangat luar biasa. Menurutnya, silaturahmi akan memperluas sudut pandang. Sehingga, integritas, komitmen dan konsistensi seluruh elemen masyarakat dan pemerintahan, akan membawa perubahan yang lebih baik ke depannya.

"Sejak awal dilantik, integritas, komitmen dan konsistensi kita ke masyarakat sudah sangat jelas. Saat ini, kami adalah perwakilan seluruh masyarakat Kota Solok. Tidak lagi memandang daerah pemilihan. Jika diminta masyarakat, kita tidak lagi bicara tentang kepentingan, tapi sudah merupakan kewajiban. Apapun keluhan masyarakat, harus siap diperjuangkan," ungkapnya.

Angggota DPRD Kota Solok Ramadhani Kirana Putra, SE, MM, memberikan sambutan saat silaturahim dan ramah-tamah di Pos Ronda Kompleks Griya Ampang Kualo, Kelurahanan Nan Balimo, Kecamatan Tanjung Harapan Kota Solok, Senin malam (3/2/2020).


Anggota DPRD Kota Solok dari Partai Golkar, Ramadhani Kirana Putra, SE, MM, menyatakan DPRD saat ini adalah tempat dan servernya segala permasalahan masyarakat. Karena merupakan penyambung aspirasi masyarakat. Seperti persalahan-permasalahan utama di masyarakat, seperti pendidikan, akses kesehatan, pembangunan, dan segala kebutuhan masyarakat lainnya.

"Kami merasakan bahwa peran DPRD belum maksimal, salah satunya, karena legislatif bukan eksekutor. Misalnya dalam legislasi, kewenangan DPRD hanya sampai Perda. Karena itu kami sangat butuh masukan dari seluruh elemen masyarakat. Saat ini, kami banyak mendapat informasi dan laporan bahwa masyarakat belum mendapatkan hak-haknya m secara utuh. Seperti hak untuk kesehatan, pendidikan, hak hidup yang layak, dan hak-hak lain. Karena itu, butuh pemimpin yang bisa memperlakukan seluruh masyarakat, wilayah, daerah dan elemen lainnya dengan adil," ungkapnya.

Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Solok Irman Yefri Adang, SH, MH, memberikan sambutan saat silaturahim dan ramah-tamah di Pos Ronda Kompleks Griya Ampang Kualo, Kelurahanan Nan Balimo, Kecamatan Tanjung Harapan Kota Solok, Senin malam (3/2/2020).


Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Solok Irman Yefri Adang, menyatakan kunjungan langsung ke masyarakat merupakan cara untuk menyampaikan niat baik berbakti ke daerah. Irman menegaskan dirinya bersiap maju dan mendampingi Yutris Can dalam kontestasi Pilkada Kota Solok 23 September nanti. Dengan pengalaman selama 10 tahun di legislatif DPRD Kota Solok, Adang mengaku siap melanjutkan pengabdian di ranah eksekutif.

"Masa 10 tahun di legislatif, kami menyadari bahwa masyarakat Kota Solok butuh perubahan ke arah yang lebih baik. Butuh lompatan-lompatan ke depan, tidak cukup hanya berjalan gontai. Butuh terobosan-terobosan terkait permasalahan yang dihadapi masyarakat. Dengan integritas, komitmen dan konsistensi, kita yakin masyarakat Kota Solok bakal maju. Tentu dengan memberikan regulasi dan peluang seluas-luasnya untuk masyarakat. Sehingga masyarakat bisa kreatif dan penuh inovasi," tegasnya.

Ketua DPRD Kota Solok Yutris Can, SE, memberikan sambutan saat silaturahim dan ramah-tamah dengan masyarakat di Pos Ronda Kompleks Griya Ampang Kualo, Kelurahanan Nan Balimo, Kecamatan Tanjung Harapan Kota Solok, Senin malam (3/2/2020).


Ketua DPRD Kota Solok Yutris Can, SE, memuji RT dan penghuni kompleks, yang selalu siap. Yutris Can juga memuji berbagai kinerja dan para mantan Anggota DPRD Kota Solok. Menurut Boris, para mantan Anggota DPRD Kota Solok tersebut, telah meletakkan dasar pembangunan masa depan untuk Kota Solok.

"Para senior-senior kami ini, telah meletakkan pondasi penting bagi Kota Solok saat ini. Berbagai inovasi yang sangat luar biasa, telah beliau-beliau titipkan kepada kami Anggota DPRD Kota Solok saat ini. Seiring dengan hal itu, semangat rekan-rekan DPRD, senantiasa berbuat untuk menjawab kebutuhan. Kompleks ini, penuh dengan tokoh-tokoh Kota Solok. Seluruhnya, saya yakin memiliki kepentingan untuk membangun daerahm Meski tidak lagi menjadi anggota DPRD, pengabdian tidak berhenti," ujarnya.

Yutris Can juga menegaskan agar Pilkada Kota Solok, yang akan berlangsung pada 23 September 2020 nanti, tidak membuat masyarakat terpecah belah. Boris mengingatkan, bahwa seluruh bakal calon yang saat ini mengapung di bursa Pilkada, merupakan saudara dan keluarga besar di Kota Solok.

"Mari kita nikmati proses ini, tanpa menjadikan kita terpecah-belah dan terkotak-kotak. Sebab, seluruh calon yang muncul saat ini, sama-sama adalah saudara dan keluarga kita. Semuanya sama-sama memiliki itikad dan niat baik membangun Kota Solok. Pilih lah calon yang mengerti kebutuhan dan oermasalhaan yang dihadapi masyarakat. Yakni calon yang siap dengan solusi. Karena masyarakat Kota Solok sudah cerdas dalam menentukan pilihan," ungkapnya.

Masyarakat menyampaikan pertanyaan saat silaturahim dan ramah-tamah dengan Anggota DPRD Kota Solok di Pos Ronda Kompleks Griya Ampang Kualo, Kelurahanan Nan Balimo, Kecamatan Tanjung Harapan Kota Solok, Senin malam (3/2/2020).


Ramah Tamah

Dalam sesi ramah-tamah, masyarakat mengungkapkan berbagai permasalahan yang dihadapinya. Salah seorang oenghuni Griya Ampang Kualo, Retno, mengatakan warga saat ini mengeluhkan jalan dari kompleks ke arah rumah dinas Walikota masih becek dan tiang lampu penerangan belum ada. Sejumlah pemuda, juga meminta Anggota DPRD untuk memaksimalkan fungsi pos ronda dan melengkapinya dengan berbagai fasilitas, seperti keramik dan loteng pos ronda.

"Ini merupakan catatan khusus bagi kami, karena merupakan kepentingan masyarakat banyak. Terkait penerangan kita akan sampaikan ke dinas terkait dan ke pihak PLN. Terkait akses jalan yang masih belum dilakukan pengerasan, kita akan perjuangkan di APBD Perubahan 2020, karena APBD 2020 saat ini sedang berjalan," ujarnya.

Masyarakat menyampaikan pertanyaan saat silaturahim dan ramah-tamah dengan Anggota DPRD Kota Solok di Pos Ronda Kompleks Griya Ampang Kualo, Kelurahanan Nan Balimo, Kecamatan Tanjung Harapan Kota Solok, Senin malam (3/2/2020).


Sementara, dari kalangan tokoh agama, meminta para Anggota DPRD Kota Solok untuk meninjau ulang kebijakan pemotongan honor untuk guru mengaji di MDA, yang saat ini jumlahnya sangat kecil dan penerimaannya pun sekali tiga bulan. Pertanyaan ini, langsung dijawab Anggota DPRD, Rusdi Saleh. Menurutnya, hal itu seharusnya menjadi salah satu fokus bagi Kota Solok dengan jargon Kota Beras Serambi Madinah.

"Kebetulan sekali, saya sebelum menjadi Anggota DPRD Kota Solok, adalah aktivis sosial. Saya saat ini diberikan amanah oleh Yayasan Darianis Yatim, milik Pak Yenon Orsa, yang fokus pada pembangunan sarana ibadah dan membantu kegiatan-kegiatan keagamaan dan pendidikan di Sumbar. Sejumlah masjid yang sudah dan sedang dibangun oleh Yayasan Darianis Yatim di Kota Solok seperti masjid di Asrama 12, masjid di SMPN 3, masjid di SMPN 1, masjid di RSU M Natsir, dan masjid-masjid lainnya, yang saat ini jumlahnya sudah 20 masjid di Kota Solok dan Kabupaten Solok. Karena itu, permasalahan biaya guru mengaji di MDA di kompleks Griya Ampang Kualo ini, akan kami jadikan prioritas. Nanti akan kami huhungi MDA dan mushalla tersebut," ujar Rusdi Saleh yang disambut tepuk tangan masyarakat. (IN-001)

Kamis, 30 Januari 2020

Cerita Tentang Shalat Jumat Perdana di Masjid At Taqwa SMPN 3 Kota Solok


Wakil Walikota Solok, Reinier Dt Mangkuto Alam, meresmikan Masjid At Taqwa di Kompleks SMPN 3 Kota Solok. Masjid ke-57 di Kota Solok tersebut, dibangun oleh seorang alumninya, Yenon Orsa, melalui yayasan miliknya, Darianis Yatim. Prosesi peresmian, juga ditandai dengan Shalat Jumat perdana, Jumat (24/1/2020).

Prosesi peresmian Masjid At Taqwa di Kompleks SMPN 3 Kota Solok, berlangsung khidmat dan semarak. Selain Wakil Walikota Solok, Reinier Dt Mangkuto Alam, peresmian masjid ke-20 yang dibangun Yayasan Darianis Yatim di Kota dan Kabupaten Solok tersebut, dihadiri oleh Ketua DPRD Kota Solok Yutris Can, Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Solok Irman Yefri Adang, perwakilan Kemenag Kota Solok Afrizen, Ketua Baznas Kota Solok AKBP (Purn) Zaini, Kepala Dinas Pendidikan Rosavela Yohariza, Kabag Kesra Heppy Dharmawan, kepala sekolah dan majelis guru, alumni SMPN 3 Solok, serta para siswa.

Usai peresmian, para undangan dan hadirin diajak pihak sekolah untuk makan bersama. Tak lama berselang, waktu Shalat Jumat semakin dekat. Para undangan dan hadirin kemudian diajak untuk melaksanakan Shalat Jumat perdana di masjid baru tersebut.

Yang unik, Masjid At Taqwa berada di sudut paling kiri gerbang sekolah. Keberadaannya tepat di tengah-tengah pemukiman penduduk dan bersisian langsung dengan jalan raya. Sehingga, dengan pembangunan gerbang baru untuk masjid tersebut, membuat lokasinya sangat strategis dan bisa disinggahi siapapun.

Masjid At Taqwa SMPN 3 Kota Solok di Kelurahan Nan Balimo, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok.

Selain membangun masjid secara utuh, Yayasan Darianis Yatim juga membangun fasilitas berwudhuk, dan melengkapi sound system, karpet, kipas angin, hingga sandal wudhuk. Sehingga, jamaah bisa menjadi nyaman.

Tak lama berselang, masjid sudah dipenuhi jamaah yang tidak hanya terdiri dari para undangan peresmian, tapi juga oleh masyarakat sekitar dan siswa-siswa SMPN 3 Kota Solok. Dengan arsitektur dan fasilitas yang nyaman, para jamaah mulai berzikir dan menunaikan shalat tahiyatul masjid.

Bertindak sebagai Khatib di Shalat Jumat perdana adalah Jonedi, guru SMPN 5 Kota Solok. Sedangkan muadzin oleh salah satu guru SMPN 1 Kota Solok. Dalam ceramahnya, Jonedi menekankan pentingnya menjaga hati dan selalu beritikad baik. Menurutnya, tidak hanya perbuatan baik yang harus dibalas dengan kebaikan. Tapi juga keburukan, harus juga dibalas dengan kebaikan. Sebab, Islam senantiasa mengajarkan umatnya untuk selalu berfikiran dan bertindak positif.

"Rasulullah senantiasa mencontohkan perbuatan baik dalam penyebaran Islam. Sebab, Islam adalah rahmatan lil alamin atau rahmat bagi sekalian alam. Tidak hanya untuk umat Islam semata, tapi juga segenap manusia dan alam raya ini," ujarnya.

Peresmian Masjid At Taqwa SMPN 3 Kota Solok di Kelurahan Nan Balimo, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok, Jumat (24/1/2020).


Usai Shalat Jumat, silaturahmi para undangan dan tuan rumah tidak serta merta usai. Anggota DPRD Kota Solok, sekaligus perwakilan Yayasan Darianis Yatim, Rusdi Saleh, mendapat banyak permintaan pembangunan masjid oleh para undangan. Terlebih, saat ini masjid yang sedang dibangun maupun yang dipugar oleh Yayasan Darianis Yatim, mayoritas berada di Kota Solok dan berada di sekolah-sekolah umum. Sebut saja, di sejumlah di Kota Solok, seperti SMPN 1 Kota Solok, SMPN 2 Kota Solok, SMPN 4 Kota Solok, SMPN 5 dan SMPN 6 Kota Solok. Kemudian masjid di Asrama 12 di Kelurahan Tanah Garam, masjid di RSUD M Natsir di Kelurahan Simpang Rumbio Kota Solok, serta rehab masjid di berbagai wilayah di Kota Solok. Sehingga, pihak Kementerian Agama Kota Solok dan Kementerian Agama Kabupaten Solok juga ingin mendapatkan bantuan serupa.

"Insyaaallah. Tahun 2020 ini, kita sudah merencanakan pembangunan sejumlah masjid di Kabupaten Solok. Salah satunya di sebuah madrasah di Kabupaten Solok. Kami hanya berharap, masyarakat senantiasa mendoakan Pak Yenon Orsa selaku pemilik Yayasan Darianis Yatim, untuk selalu sehat dan diberi kelapangan rezeki oleh Allah. Sehingga, bisa semakin banyak masjid dan sarana pendidikan yang dibangunnya di Kota Solok, Kabupaten Solok dan Sumbar," harap Rusdi Saleh.

Wakil Walikota Solok, Reinier Dt Mangkuto Alam, menyampaikan kata sambutan pada Peresmian Masjid At Taqwa SMPN 3 Kota Solok di Kelurahan Nan Balimo, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok, Jumat (24/1/2020).


Sebelumnya, dalam prosesi peresmian Masjid At Taqwa pagi harinya, Wakil Walikota Solok Reinier Dt Mangkuto Alam menegaskan jargon Kota Beras Serambi Madinah, sangat terbantu dengan hadirnya Yayasan Darianis Yatim. Sehingga, semakin menggairahkan kegiatan agamis di Kota Solok. Reinier juga mengungkapkan saat ini, seluruh sekolah di Kota Solok sudah menyemarakkan Tahfidz Alquran.

"Manfaatkan, rawat dan jaga masjid ini dengan sebaik-baiknya. Sehingga, saat Yenon Osra berkunjung ke SMPN 3 Kota Solok suatu saat nanti, beliau akan merasa niat baiknya bisa bermanfaat maksimal. Sehingga, nantinya membuat beliau bisa mengusahakan berbagai kegiatan lain di SMPN 3 Solok," ungkapnya.

Ketua DPRD Kota Solok, Yutris Can, SE, menyampaikan kata sambutan pada Peresmian Masjid At Taqwa SMPN 3 Kota Solok di Kelurahan Nan Balimo, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok, Jumat (24/1/2020).


Ketua DPRD Kota Solok, Yutris Can, memberikan apresiasi dan penghargaan tinggi terhadap Yayasan Darianis Yatim. Menurut Yutris Can, niat baik ini harus disambut semua pihak, salah satunya karena sudah sangat membantu meringankan APBD. Dari 20 masjid yang telah dibangun oleh Yayasan Darianis Yatim di Kota Solok dan Kabupaten Solok, biaya pembangunan mencapai Rp 30 miliar. Sementara, dari APBD Kota Solok, hanya sanggup membangun satu atau dua masjid pertahun.

"Niat tulus ini, merupakan sesuatu yang tidak terjadi di daerah lain. Pak Yenon Osra, sebagai alumni SMPN 3 Kota Solok, sangat ingin pembangunan akhlak generasi muda dimulai dari masjid. Sehingga, komitmen Kota Beras Serambi Madinah, tidak sekadar jargon. SD dan SLTP sangat vital bagi generasi muda. Pendidikan agama di sekolah umum harus lebih baik lagi," ungkapnya.

Wakil Walikota Solok, Reinier Dt Mangkuto Alam, menandatangani prasasti Peresmian Masjid At Taqwa SMPN 3 Kota Solok di Kelurahan Nan Balimo, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok, Jumat (24/1/2020).


Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solok, Alizar Chan, yang diwakili Afrizen, mengungkapkan Masjid At Taqwa di SMPN 3 Kota Solok, merupakan masjid ke-57 di Kota Solok. Afrizen mengungkapkan Kemenag Kota Solok sangat mengapresiasi ketulusan Yayasan Darianis Yatim dalam mewujudkan kondisi agamis di Kota Solok.

"Keberadaan Masjid At Taqwa SMPN 3 Kota Solok ini, sudah kami laporkan ke Kanwil Kemenag Sumbar. Dari Kemenag Kota Solok sendiri, kita siap memberikan dukungan penuh. Misalnya, dalam penyediaan Ustadz dan Ustadzah pada setiap kegiatan-kegiatan agama di sini," ungkapnya.

Afrizen mengungkapkan saat ini di Kota Solok, ada sekitar 128 penyuluh agama khusus, hasil dari kerja sama Pemko Solok dan Kemenag Kota Solok.

"Pokoknya kita siap membantu segala kebutuhan. Sehingga, kehidupan agamis dapat semakin semarak di Kota Solok, Kota Beras Serambi Madinah," ungkapnya.

Kepala SMPN 3 Kota Solok, Marzaledi Kamra, memberikan penghargaan kepada Rusdi Saleh, perwakilan Yayasan Darianis Yatim, saat Peresmian Masjid At Taqwa SMPN 3 Kota Solok di Kelurahan Nan Balimo, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok, Jumat (24/1/2020).


Kepala SMP Negeri 3 Kota Solok Marzaledi Kamra menyatakan, pembangunan Masjid At Taqwa ini awalnya diprakarsai oleh para alumni SMP Negeri 3 Kota Solok, serta dibantu oleh yayasan Darianis Yatim. Marzaledi mengatakan, Masjid At Taqwa akan dijadikan sebagai pusat kegiatan keagamaan seperti sholat 5 waktu, dan kegiatan tahfiz Al Quran. Tidak hanya murid, namun masyarakat juga bisa memanfaatkan masjid tersebut dengan telah dibentuknya panitia Masjid At Taqwa dengan melibatkan masyarakat di sekitar SMP Negeri 3 Kota Solok.

Perwakilan Yayasan Darianis Yatim, Rusdi Saleh, menyatakan masjid ke-20 yang dibangun di SMPN 3 Kota Solok ini, merupakan wujud dari komitmen Pemilik Yayasan Darianis Yatim, Yenon Osra, untuk mewujudkan kehidupan religius di Kota Solok. Sebagai alumni SMPN 3 Kota Solok, Yenon Osra menurut Rusdi Saleh sangat ingin menghadiri peresmian masjid di almamaternya. Namun, karena banyaknya agenda, Yenon Osra belum bisa hadir.

"Pak Yenon Osra sebagai Alumni 3 SMPN Kota Solok, sangat ingin hadir dalam peresmian ini. Namun, karena kesibukan, beliau meminta maaf kepada seluruh keluarga besar SMPN 3 Kota Solok," ungkapnya.

Rusdi Saleh
Anggota DPRD Kota Solok/Perwakilan Yayasan Darianis Yatim.


Rusdi Saleh, yang juga Anggota DPRD Kota Solok, menegaskan pihaknya dan Yayasan Darianis Yatim, tidak akan mencampur baurkan politik dan pengabdian. Menurutnya, pihaknya akan selalu menghargai seluruh pandangan politik. Pengabdian Yayasan Darianis Yatim menurutnya merupakan sebuah amanah dan pengabdian.

"Tidak ada kepentingan politik dan pengabdian bercampur baur. Komitmen dan integritas Pak Yenon Osra, hanya untuk pengabdian ke agama dan masyarakat," ujarnya.

Rusdi Saleh mengungkapkan, Yayasan Darianis Yatim selain membangun sarana ibadah seperti masjid, juga melakukan sejumlah kegiatan sosial lain di Sumatera Barat. Di antaranya bedah rumah masyarakat miskin, membantu pendidikan dari tingkat SD, SLTP, SLTA, hingga perguruan tinggi. Bahkan, saat ini, ada 4 mahasiswa yang dibantu biaya pendidikannya di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir.

"Pak Yenon Osra hanya berharap, kiprah dan kegiatan Darianis Yatim hendaknya di-support oleh semua elemen masyarakat dan pemerintah setempat. Di Kota Solok misalnya, bisa menjadi kota yang berakhlakul karimah. Salah satunya, menjadikan masjid-masjid sebagai pusat tahfidz Alquran. Sehingga, bisa menjadi daerah yang diberkahi. Demikian juga untuk daerah-daerah lainnya," harapnya.

Peresmian Masjid At Taqwa SMPN 3 Kota Solok di Kelurahan Nan Balimo, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok, Jumat (24/1/2020).


Menurut Rusdi Saleh, masjid di kompleks sekolah merupakan upaya untuk meningkatkan pemahaman agama dan fasilitasi ibadah bagi generasi penerus.

"Keberadaan masjid di kompleks sekolah ini diharapkan para siswa bisa shalat berjamaah, serta aktivitas beragama lainnya. Sehingga, pemahaman agama bagi generasi penerus ini bisa semakin kuat. Darianis Yatim selalu berusaha menjaga komitmen untuk syiar Islam di Sumbar," ungkapnya.

Rusdi Saleh juga menuturkan, Yayasan Darianis Yatim merupakan sebuah yayasan yang dibentuk oleh perantau asal Tanjung Bingkung, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Yenon Orsa. Menurut Rusdi Saleh, yayasan yang berdiri pada tahun 2012 tersebut, bergerak di bidang sosial kemasyarakatan dan pendidikan.

"Tujuan utama, adalah untuk meningkatkan pemahaman agama dan keimanan. Serta mencegah dampak negatif, seperti kenakalan remaja dan penyalahgunaan Narkoba. Perlu diingat, konsep Yayasan Darianis Yatim, memberi dan berbagi, bukan untuk dipuji, tapi untuk berempati dan merasakan apa yang dirasakan orang lain. Jadi, pembangunan berdasarkan kebutuhan, bukan dasar kedekatan," ujarnya.

Yenon Orsa
Pemilik Yayasan Darianis Yatim


Yenon Orsa merupakan tokoh perantau asal Nagari Tanjung Bingkung, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok. Yenon Osra sukses dalam bidang pendidikan dan Teknologi Informatika (TI). Melalui Yayasan Darianis Yatim, Yenon Orsa selama dikenal sebagai orang yang banyak membantu biaya pendidikan siswa miskin berprestasi, membangun dan memugar masjid dan mushalla, serta membangun sarana di bidang pendidikan.

Kepercayaan Yenon Orsa ke Rusdi Saleh berawal dari adik kandungnya, Yenna Roseva Boer, yang satu kelas dengan Rusdi Saleh di SMAN 1 Kota Solok. Dari berbagai pertemuan dan kegiatan, Yenon Orsa akhirnya tertarik dengan komitmen dan kejujuran Rusdi Saleh. Hingga akhirnya, Rusdi Saleh menjadi decission maker (pengambil keputusan) di Yayasan Darianis Yatim untuk mengelola seluruh proyek pembangunan masjid, pemberian beasiswa, hingga bantuan kepada masyarakat kurang mampu di Sumbar. (rijal islamy)
© Copyright 2018 INFONEWS.CO.ID | All Right Reserved