RELIGIUS

Jumat, 19 Juli 2019

Kepala Staf Umum TNI Ikuti Ceramah Rohani Islam


INFONEWS.CO.ID ■ Kepala Staf Umum TNI, Letjen TNI Joni Supriyanto  bersama Danjen Akademi TNI Laksdya TNI Aan Kurnia, S.Sos., pejabat Mabes TNI, segenap Prajurit dan PNS Mabes TNI serta Ibu-ibu Ikatan Kesejahteraan Keluarga TNI Pragati Wira Anggini (IKKT PWA) mengikuti ceramah rohani Islam di Masjid Sudirman Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (17/7/2019).

K.H. Taufiqorrahman, S.Q yang sehari-hari menjabat Pimpinan Ponpes Tahfidzul Qur’an Daarut Taufiq Ar Rahman Cilandak dalam ceramahnya menyampaikan antara lain tentang pentingnya dalam menunaikan Ibadah Haji di Mekkah dan bagaimana implikasi seorang mukmin menjadi Haji Mabrur.

Ditempat terpisah, juga dilaksanakan ceramah agama Katholik di  Gereja Bunda Maria Fatima Mabes TNI oleh Romo Antonius Didit Soepartono, Pr Paroki Maria Vianney, agama Kristen Protestan di Gereja Bukit Kasih, Mabesal, Cilangkap oleh Pendeta Lusindo YL Tobing, M.Th GBI Nehemia Jakpus, dan agama Hindu di Pura Tri Jaya Dharma, Mabes TNI oleh Ipda Pol I Wayan Kantun Mandara, S.Ag., M.Fil.H. Satbrimob Polda Metro Jaya.


Aspers Panglima TNI Melepas Keberangkatan 294 Jamaah Calon Haji


INFONEWS.CO.ID ■  Asisten Personel (Aspers) Panglima TNI, Marsda TNI Dedy Permadi, S.E., M.M.D.S. mewakili Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. melepas keberangkatan 294 Jamaah Calon Haji Badan Koordinasi Urusan Haji (Bakuh) TNI Tahun 1440 H/2019 M., bertempat di Aula Gatot Soebroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (18/7/2019).

Adapun 294 Jamaah Calon Haji Bakuh TNI tersebut terdiri dari 81 jamaah Mabes TNI, 50 jamaah TNI Angkatan Darat, 81 jamaah TNI Angkatan Laut dan 82 jamaah TNI Angkatan Udara.

Panglima TNI dalam sambutannya yang dibacakan oleh Marsda TNI Dedy Permadi menyampaikan bahwa Ibadah Haji adalah ibadah yang sangat di idamkan oleh seluruh umat muslim. Di Tanah Suci nanti, Bapak dan Ibu akan menjadi tamu-tamu Allah SWT dan sekaligus juga sebagai duta bangsa Indonesia dan duta TNI.

“Saya mengucapkan selamat kepada Bapak dan Ibu sekalian yang pada tahun ini mendapat kesempatan berangkat ke tanah suci untuk menunaikan Ibadah Haji. Jaga selalu kesehatan karena ibadah haji menuntut kekuatan fisik yang prima,” kata Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Panglima TNI berpesan agar para Jamaah Calon Haji berkonsentrasi untuk beribadah. “Ingatlah bahwa Allah SWT juga memperhitungkan hubungan kita dengan sesama manusia dan alam sekitar. Gunakanlah waktu yang ada untuk berkonsentrasi beribadah, guna mendapatkan Haji yang Mabrur,” ujarnya.

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, bimbingan manasik haji yang telah dilaksanakan dapat memberikan gambaran pelaksanaan rukun-rukun dan sunah Haji bagi para jamaah dalam beribadah.

Oleh sebab itu, jagalah perilaku dan sopan santun serta bulatkan tekad dan hindari hal-hal yang dapat mengganggu kekhusyukan agar ibadah tersebut menjadi sangat bernilai. “Doa kan pula keselamatan untuk rakyat dan bangsa Indonesia serta seluruh prajurit TNI agar senantiasa memperoleh rahmat dari Allah SWT,” kata Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Rabu, 17 Juli 2019

Baznas: Potensi Zakat Nasional Mencapai Rp 233,8 Triliun Setiap Tahun


INFONEWS.CO.ID ■ Hasil riset Pusat Kajian Strategis (Puskas) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menunjukkan, potensi zakat nasional mencapai Rp 233,8 triliun per tahun.

Sementara potensi zakat Provinsi Jawa Barat yang mencapai Rp 26,845 triliun per tahun merupakan jumlah ketiga terbesar di Indonesia setelah Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Timur.

Menyikapi hal itu, Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, mengatakan kesadaran masyarakat Jawa Barat untuk membayar zakat setiap tahunnya terus meningkat.

Baznas Jawa Barat (Jabar) sendiri menyebut pengumpulan zakat di Jabar setiap tahunnya meningkat antara 25% hingga 30%.

"Zakat di Jabar sangat potensial maka perlu dikelola dengan baik untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan," kata Uu saat ditemui usai membuka Gebyar Festival Zakat ke-3 dan Rapat Kerja Daerah (Rekerda) Baznas Jabar di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Rabu (17/7/2019).

Selain kesadaran masyarakat, lanjut Uu, harus ada sedikit unsur pemaksaan untuk membayar zakat khususnya kepada Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kebijakan tersebut sudah dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang memotong sebagian gaji ASN-nya untuk dibayarkan zakat. Uu pun mengimbau 27 kepala daerah di Jabar untuk melakukan hal serupa seperti di Pemerintah Provinsi Jabar.

"Kami sudah buat Pergub (Peraturan Gubernur) untuk ASN dan seperti yang diumumkan pada Idul Fitri kemarin, penerimaan zakatnya yaitu Rp 300 miliar," ujar Uu.

"Nanti akan saya sampaikan ke Pak Emil (Ridwan Kamil) harus ada penekanan kepada kepala daerah untuk membuat aturan kepada ASN mewajibkan membayar zakat dipotong dari gaji. Seperti di Garut Rp 2,5 milyar perbulan ini berkat keberanian kepala daerahnya," imbuhnya.

Potensi zakat Provinsi Jabar sebesar Rp 26,845 triliun per tahun ini hampir mendekati jumlah (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) APBD Jabar per tahun yang mencapai lebih dari Rp 34 triliun.

Bila dikelola dengan optimal, Ketua Baznas Jabar, Arif Ramdani, mengatakan potensi zakat itu bisa mengentaskan kemiskinan di Jabar.

"Mudah-mudahan bisa mengoptimalkan potensi tersebut sehingga kita bisa membantu mengentaskan kemiskinan dan mendukung visi Jabar juara lahir batin," ujar Arif Ramdani.

Dia pun menyebut bahwa Gebyar Festival Zakat ke-3 dalam rangkaian Rakerda Baznas Jabar ini bertujuan untuk penguatan komitmen dalam mengemban amanah pengelolaan zakat agar tercapai tujuan pengentasan kemiskinan.

"Juga untuk konsolidasikan potensi zakat di Baznas 27 kabupaten dan kota," katanya.

Adapun, laporan keuangan Baznas Jabar yang diikuti 80% Baznas kota dan kabupaten dari tahun 2015-2018 sudah diaudit dan mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Dalam kelembagaan, Baznas Jabar juga telah mendapat akreditasi A dari Kementerian Agama Republik Indonesia.

Kepercayaan masyarakat kepada kami juga telah dibuktikan dengan diraihnya penghargaan pelopor kebangitan ekonomi umat berbasis zakat," tutup Arif.

Jumat, 12 Juli 2019

Ponpes Darul Ulum Padang Magek Dikunjungi Mahasiswa UKM


INFONEWS.CO.ID ■  Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulum Padang Magek, Sumatera Barat, mendapat kehormatan dikunjungi mahasiswa dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM). Kunjungan 16 orang rombongan Mahasiswa Fakulti Sains Kesehatan UKM, ke Ponpes Darul Ulum Padang Magek pada Kamis, 11 Juli 2019 kemarin itu memberi kesan yang amat baik bagi kedua belah pihak. Mereka saling berbagi cerita hingga terjalin persaudaraan.

Demikian antara lain disampaikan Drs. H. Syahyuti Abbas, salah seorang Pimpinan Ponpes Darul Ulum, yang terletak di Padang Magek, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, usai acara pertemuan dengan rombongan dari UKM tersebut. “Pertemuan kedua belah pihak sangat penting dan bermakna bagi keduanya, salin berbagi pengalaman hingga terjalin silahturahmi dan persaudaraan,” kata Syahyuti Abbas.

Hadir pada acara kunjungan itu, Syahyuti Abbas didampingi Guru Kepala Pondok Tuanku Jakfar Imam Mudo dan Ketua Yayasan Darul Hafazah Mandiri yang menawungi pondok Bakhtiar Datuk Murun serta beberapa pengurus lainnya. Hampir seluruh santri yang sedang mondok di Ponpes Darul Ulum hadir juga dalam pertemua dengan mahasiswa dari negeri jiran ini.

Menurut Syahyuti, kunjungan Mahasiswa UKM itu merupakan pertama kali ke Darul Ulum. Mereka selain bersilaturrahmi, juga memberi tip ilmu kesehatan kepada santri dan masyarakat sekitar. Pihaknya merasa bangga dan senang menerima kunjungan ini.

Sementara itu, mahasiswa UKM juga merasa bahagia disambut di Darul Ulum. “Kedatangan kami berkunjung dalam setengah hari ini adalah dalam rangka melancarkan studi. Kami harus punya rekan untuk berbagi ilmu. Kami merasa senang atas sambutan keluarga besar Darul Ulum,” kata Soraya, salah seorang dari rombongan mahasiswa UKM itu.

Dia juga mengatakan jika nanti ada kesempatan, akan berkunjung kembali ke Ponpes Darul Ulum. “Pada lain kesempatan, kami ingin berkunjung lagi ke sini,” imbuh Soraya.

Dalam acara kedatangan mahasiswa UKM ke Ponpes kemarin, selain pengurus dan santri Pondok Pesantren, mereka juga disambut oleh masyarakat sekitar. (RFD/Red)

Sabtu, 06 Juli 2019

Besok Pagi Terbang ke Tanah Suci, Calhaj Asal Sukoharjo Ketahuan Bawa Powerbank

  Besok Pagi Terbang ke Tanah Suci, Calhaj Asal Sukoharjo Ketahuan Bawa Powerbank

INFONEWS.CO.ID ■ Jamaah calon haji (Calhaj) asal Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) lewat embarkasi Adi Soemarmo, akan diberangkatkan pada Minggu (7/7/2019) pagi.

Sebanyak 358 orang rombongan Calhaj kelompok terbang (Kloter) I dari Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Karanganyar mulai masuk Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali, pada Sabtu (6/7/2019).

Sehari sebelumnya, barang - barang bawaan jamaah Calhaj yang dikemas dalam koper tertutup sudah tiba lebih dulu untuk pemeriksaan pabean dengan x-ray.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Adi Soemarmo Solo, menjelaskan kepada wartawan, pemeriksaan tersebut berdasarkan Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 15 Tahun 2018, tentang barang-barang yang dilarang dalam penerbangan.
Sesuai aturan, barang yang dilarang adalah bahan peledak, cairan dengan volume tertentu, makanan dengan bau menusuk, serta barang lain sesuai dengan aturan penerbangan.

Dalam pemeriksaan tersebut, petugas pemeriksa mendapati sejumlah koper yang berisi powerbank untuk telepon seluler.

Kepala Seksi Koper PPIH Embarkasi Adi Soemarmo Solo, Sukamdi, mengatakan powerbank merupakan salah satu benda yang dilarang dibawa dalam penerbangan.

"Seluruh koper yang kami terima harus diperiksa sebelum kami serahkan ke pihak Garuda Indonesia. Dalam pemeriksaan melalui X-ray, petugas mendapati barang yang dilarang berupa powerbank di dalam delapan koper,” katanya.

Petugas PPIH memanggil ke-8 pemilik koper tersebut agar membuka koper masing-masing dan mengeluarkan barang bawaannya yang terlarang.

Calhaj yang kedapatan membawa powerbank sempat kebingungan mencarinya, dengan alasan yang menata barang bawaan tersebut termasuk powerbank adalah keluarganya.

"Sebenarnya saya sudah diberitahu larangan membawa powerbank di pesawat. Tetapi saya khilaf karena mengikuti saran teman untuk memasukkan powerbank dalam koper," tutur Calhaj asal Sukoharjo, Dewi Setyowati.

Berdasarkan jadwal pemberangkatan jemaah Calhaj lewat embarkasi Adi Soemarmo Solo, sebanyak 358 Calhaj Kloter I dari Kabupaten Sukoharjo akan bertolak ke Tanah Suci pada Minggu pukul 05.35.

Para tamu Allah tersebut akan dilepas Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, di Bandara Adi Internasional Soemarmo Solo.

Pada musim haji 2019 ini, sebanyak 34.171 Calhaj asal Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, akan diberangkatkan dari embarkasi Adi Soemarmo Solo dalam 97 Kloter.

Terkait dengan kabar tentang wabah hepatitis A yang muncul di Jawa Timur, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Surakarta, Tenny Setyoharini, yang dihubungi wartawan memastikan di Kota Solo tidak terjangkit wabah hepatitis A.

Dia berpesan khususnya kepada para jemaah Calhaj agar menjaga kesehatan melalui perilaku pola hidup bersih sehat atau PHBS, misalnya cuci tangan sebelum makan dan semacamnya.

■ sumber: PR/rls

Jumat, 05 Juli 2019

MUI: Memberi Selamat Pada Kecurangan Itu Dilarang Allah

  MUI: Memberi Selamat Pada Kecurangan Itu Dilarang Allah

INFONEWS.CO.ID ■ Jika diyakini Pemilu 2019 curang maka hak siapapun, termasuk Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno tidak memberi ucapan selamat kepada presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo-Maruf Amin.

"Allah melarang ucapkan selamat pada kecurangan. Apalagi membantu mendukung koalisi dengan kecurangan karena kecurangan itu dosa, munkar, menjadi sumber perpecahan dan  permusuhan," kata pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Anton Tabah Digdoyo kepada redaksi, Jumat (5/7).

"Baca Al Quran V/2 dan XI/113. Al Quran lengkap bahas hal ini," imbuh Anton.

Menurut Anton, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sendiri di media mengakui Pemilu 2019 banyak terjadi kecurangan. Sehingga mengherankan pernyataan majelis hakim Mahkamah Konstitusi dalam pembacaan naskah putusan bahwa kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) seperti didalilkan Tim Hukum Prabowo-Sandi adalah ranah lembaga lain, yakni Bawaslu RI.

BACA JUGA: Bahasa Apa yang Digunakan Bangsa Jin? 

MK menegaskan, hanya bisa mengadili kecurangan angka-angka.

"Lah curang itu dari angka-angka. Kita sepakat dengan Prof Rocky Gerung harusnya MK teliti alat bukti dengan cermat bukan langsung buat kesimpulan," ujarnya.

BACA JUGA: Ma’ruf Amin Membenarkan Akan Ada Menteri Dari PBNU 

Kembali masalah ucapan selamat pada sesuatu yang terindikasi curang. Anton mengingatkan, jangankan curang, di dalam ajaran Islam itu diatur tidak boleh sembarangan memberi salam.

"Islam memang sangat detail maka ilmuwan-ilmuwan Barat akui Islam bukan sekadar agama terakhir tapi juga peradaban baru yang komplit," pungkas mantan petinggi Polri ini. (Sumber: rmol)


Kamis, 04 Juli 2019

BMH Bareng Tabassum Emde Salurkan Bantuan Dalam Santunan Akbar



INFONEWS.CO.ID ■ Baitul Maal Hidayatullah (BMH) bekerja sama dengan Tabassum Emde kembali menggelar aksi sosial  terhadap sesama dengan membagikan bingkisan kepada 600 anak yatim serta janda dhuafa.

Ahad, (30/6). Bertempat di Masjid As Salam, Perum Puri Mas, Rungkut, Surabaya, ratusan anak-anak yatim beserta dengan ibundanya mulai memadati masjid As Salam sejak pukul 08.00 pagi.

Penyaluran berupa paket pendidikan yakni tas sekolah, uang saku 50 ribu peranak dan paket sembako serta uang belanja 600 ribu perorang.

Imam Muslim, selaku Manager Program & Pendayagunaan BMH Jawa Timur mengungkapkan bahwa kegiatan sosial ini dalam rangka kerja sama BMH dengan Tabassum Emde serta Fatimatuzahro Travel dari Semarang sebagai wujud peduli terhadap pendidikan anak-anak yatim & dhuafa serta memberikan kontribusi yang optimal kepada masyarakat dan lingkungan yang membutuhkan.

 “Semoga dengan adanya Santunan tersebut, anak-anak semakin termotivasi untuk meraih prestasi dalam belajarnya,”ungkap Muslim.

Mayoritas anak yatim yang menerima manfaat bantuan adalah anak-anak jenjang Sekolah Dasar (SD), dan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Mereka berasal dari beberapa daerah, ada yang tinggal di kawasan pemulung Makam Rangkah, Keputran Panjunan, Kampung Nelayan Kenjeran, Kampung Karangrejo dan lain sebagainya.

Pratama (9 tahun), salah satu penerima manfaat bantuan dalam Santunan Akbar tersebut mengungkapkan bahwa,

“Saya senang bisa punya tas sekolah baru dan uang saku dari kakak-kakak, Semoga besok ada lagi, terima kasih Kak,”ucap Pratama, seorang anak yatim sejak usia 1 tahun tersebut. (Mustofa/Humas BMH Jatim).

Rabu, 03 Juli 2019

Lembaga Adat Melayu Riau Gelar Milad Ke–49


INFONEWS.CO.ID ■ Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Mohammad Fadjar,  MPICT menghadiri acara "halal bihalal" dan penyerahan penghargaan sekaligus Sempena Milad Ke-49 Lembaga Adat Melayu Riau di jalan Pangeran Diponegoro, Pekanbaru Riau pada Senin (01/07/19) malam.

Dalam acara tersebut, pemberian Penghargaan Ingatan Budi terhadap Datuk dan Datin karena telah berjasa dalam mengisi dan membangun Lembaga Adat Melayu Riau.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution, S.IP didampingi oleh Ketua Lam Riau Datuk Seri Syahril Abu Bakar.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur Riau, Ketua DPRD Provinsi Riau serta Perwakilan Forkopimda Provinsi Riau, para ketua Lembaga Adat Melayu Riau tingkat Kabupaten/Kota, para pengurus LAM Riau dan Tamu undangan lainnya.

Usai menghadiri acara tersebut, Danrem mengucapkan selamat ulang tahun kepada Lembaga Adat Melayu Riau yang ke – 49.

"Selamat kepada Lembaga Adat Melayu Riau yang kini berusia 49 Tahun. Seiring dengan perkembangan jaman Adat Istiadat Suatu Daerah seperti LAM harus kita pertahankan keberadaan nya sebagai Jati Diri Masyarakat Melayu di Provinsi Riau. Semoga LAM Riau selalu menjadi Panutan, Penengah dan Motivator di tengah-tengah masyarakat dalam perkembangan Jaman," ujar Danrem.

Danrem juga mengucapkan selamat kepada Para Penerima Ingatan Budi yang telah berjasa dalam mendirikan, mengisi dan mempertahankan Budaya Melayu Riau.

(Hendriansyah/rls)

Selasa, 02 Juli 2019

Bantu Renovasi Masjid, Cara Prajurit Kostrad Memakmurkan Masjid


INFONEWS.CO.ID ■ Disamping menjalankan tugas pokoknya menjaga kedaulatan Negara, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif PR 328 Kostrad melaksanakan kegiatan-kegiatan teritorial bersama-sama dengan masyarakat, salah satunya adalah membantu pembangunan tempat wudu Masjid Fisabilillah, Kampung Sanggaria, Kabupaten Keerom, Jayapura (01/07).

Disampaikan oleh Dansatgas Pamtas Yonif PR 328 Kostrad, Mayor Inf Erwin Iswari, S.Sos., M.Tr (Han) kegiatan renovasi pembuatan tempat wudu merupakan program dari Dewan Masjid Fisabilillah, untuk mendorong warga giat beribadah dan nyaman dalam melaksanakan ibadah dibangun tempat wudu yang lebih besar lagi.

Kegiatan pembangunan tempat wudu ini dilaksanakan oleh seluruh warga Kampung Sanggaria bersama-sama personel Pos Kout Km 31 yang dipimpin oleh Letda Inf Eka Deny yang dibantu oleh karang taruna Kampung Sanggaria.

“Seluruh warga gotong royong bersama-sama membangun, termasuk warga non muslim juga turut ikut dalam kegiatan tersebut sebagai bukti kuatnya toleransi beragma di wilayah ini,” tuturnya.

Ketua Dewan Masjid Kampung Fisabilillah Bapak Arief mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan bantuan dari personel Satgas, “Kebersamaan ini merupakan toleransi beragama antar warga baik muslim maupun non muslim yang sama-sama saling membantu apabila ada kegiatan, dan kami ucapkan terima kasih atas bantuan Satgas dalam pelaksanaan kegiatan ini.” Pungkasnya.

■ Heriyanto/Penkostrad

Wanita Pembawa Anjing ke Masjid Resmi Tersangka


INFONEWS.CO.ID ■ Penyidik Satuan Reskrim Polres Bogor akhirnya menahan wanita SM (52 tahun) karena masuk ke masjid Al-Munawarah, Sentul, Kabupaten Bogor dengan membawa seekor anjing.

Tersangka SM dikenakan pasal 156 a KUHP dan saat ini tersangka ditahan dengan terlebih dahulu di periksa di Rumah Sakit Polri, Jakarta.

Otoritas Polres Bogor AKP Ita Puspita Lena kepada wartawan Selasa (2/7/2019) di Cibinong mengatakan, setelah 1x24 jam kasus wanita membawa anjing di Sentul, penyidik Satreskrim Polres Bogor menahan pelaku tersebut.

Berdasarkan alat bukti beberapa keterangan 5 orang saksi, serta barang bukti berupa rekaman video, pakaian dan sepatu yang digunakan SM saat masuk ke dalam mesjid, penyidik meningkatkan status penyidikan dan menaikan status SM menjadi tersangka.

“SM resmi ditahan sebagai status tersangka sesuai pasal 156 a KUHP  terkait penodaan dan penistaan agama,” kata Ita Puspita Lena kepada wartawan, hari ini.

Dengan ditingkatkan penangganan kasus tersebut ke penyidikan, maka penyidik akan mengirimkan Surat Pemberitahuan dimulai Penyidikan (SPDP) kepada Kejaksaan Negeri Cibinong pada Selasa (2/7/2019).

Ita Puspita Lena menjelaskan, terhadap tersangka  SM dikenakan penahanan. Dikarenakan adanya keterangan dari keluarga  tersangka bahwa SM  memiliki gangguan kejiwaan.

Tersangka saat ini masih diobservasi terkait masalah kejiwaan oleh ahli jiwa untuk memastikan apakah betul  tersangka terganggu kejiwaannya.

“Tersangka kita chek kesehatan di RS Polri dengan penjagaan anggota Polri dan untuk penanganan kasus berlanjut terus,” jelas Ita Puspita Lena.

Sesuai Pasal 156 KUHP berbunyi  "barang siapa dimuka umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia, diancam dengan penjara pidana paling lama empat tahun penjara atau pidana denda paling banyak Rp 4.500,"

Sebagaimana diberitakan,  Pada hari Minggu (30/6/2019)  sekitar jam 14.00 WIB di Masjid Al Munawaroh Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor telah diamankan  seorang perempuan berinisial SM, alamat Sentul Bogor.

■ R-08

Selasa, 25 Juni 2019

Muhammadiyah Berharap Ada Rekonsiliasi Sosial di Kalangan Masyarakat


INFONEWS.CO.ID ■ Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengharapkan adanya rekonsiliasi sosial di kalangan masyarakat setelah putusan hasil sidang sengketa pemilihan presiden (Pilpres) di Mahkamah Konstitusi (MK) diumumkan.

"Artinya semua pihak bisa bersatu kembali, karena Indonesia itu lebih penting dibandingkan segala sesuatu. Adapun ganjalan-ganjalan, diselesaikan dengan mekanisme konstitusi kita," ujar Ketua PP Muhammadiyah Prof Dr H. Dadang Kahmad, M.Si,di Jakarta, Senin (24/6/2019).

Dadang juga mengharapkan masyarakat dapat menerima hasil putusan MK berdasarkan kesepakatan penyelesaian perkara kedua kubu, dan dapat kembali kepada kesibukan masing-masing, setelah hakim MK memberi putusan sidang sengketa pilpres.

"Apapun keputusannya kita harus siap menerima putusan itu. Saya kira karena itu sudah sepakat, seperti dalam Al-Quran, kalau sudah disepakati dan diputuskan, maka bertawakallah kepada Allah," ujar dia.

Dadang mengharapkan para hakim MK dapat bersikap jujur, memuliakan kejujuran dalam menegakkan keadilan, juga bersikap transparan bersendikan undang-undang yang berlaku dalam memberikan putusan.

MK diharapkan berhati-hati dalam mempertimbangkan, serta tidak pilih kasih dalam memutuskan perkara sengketa pilpres yang menyangkut kepentingan bangsa.

Muhammadiyah mengharapkan Indonesia sebagai negara yang berlandaskan Pancasila dapat menjamin kehidupan beragama dapat tumbuh dengan baik. (Antara)

Minggu, 23 Juni 2019

Bersama Jamaah, Babinsa 13 Buntu Pane Bersihkan Masjid Al Hidayah


INFONEWS.CO.ID ■ Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 13/Buntu Pane jajaran Kodim 0208/Asahan Serda Toni Suwandi dan pengurus masjid Al-Hidayah membersihkan dan membentangkan kain sajadah yang digunakan shalat Jum'at berjamaah, di dusun 2 Desa Sei Silau Timur Kecamatan Buntu Pane Kabupaten Asahan, Sabtu (22/06/2019).

Kegiatan yang dilakukan bersifat gotong royong dengan dukungan seluruh warga ini melibatkan para unsur masyarakat terkait lainnya, dengan sasaran pembersihan disekitar lingkungan tempat ibadah dan Didalam Mesjid.

Pengurus Masjid Al Hidayah Ustadz Amran  mengatakan Saya ucapkan terimakasih kepada Pihak Koramil 13 /BP   yang ikut membantu kebersihan. “Keindahan dan kenyamanan masjid, sehingga Masjid ini terlihat bersih, nyaman dan terjalin ukhuwah Islamiyyah,” tuturnya.

Bapak Iman , salah satu tokoh masyarakat setempat mengatakan, kegiatan tersebut akan terus dilakukan oleh warga secara bergantian, tidak hanya di lingkungan tempat ibadah tetapi tempat lain.

“Saya berharap semangat masyarakat tetap tumbuh seiring keberadaan Babinsa Koramil 13/BP yang selalu mengajak peduli bersih lingkungan,” ungkapnya.

Danramil13/BP  Kapten Inf B Simatupang mengatakan tujuan kegiatan ini sebagai pererat hubungan di masyarakat juga sarana silaturahmi dalam mendukung kegiatan kebersihan lingkungan, demi terciptanya lingkungan yang sehat.

“Kegiatan ini juga sebagai langkah dan upaya kita terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan yang pada muaranya akan berdampak baik bagi kesehatan masyarakat sekitarnya,” paparnya.

■ rls/Rasyid

Minggu, 16 Juni 2019

Gandeng Forkopimda Kota Langsa, Koramil 22/Lgsb Laksanakan Subuh Berjamaah


INFONEWS.CO.ID ■ Komandan Koramil 22/Langsa Barat Lettu Inf Suprianto beserta jajarannya melaksanakan sholat subuh berjamaah bertempat di Masjid Baitul Aminin, Desa Seuriget, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa, Sabtu (15-06-2019).

Dia mengatakan kegiatan rutin ini dilaksanakan seluruh Forkopimda ( Forum Komunikasi/Koordinasi Pimpinan Daerah ) Kota Langsa tersebut setiap hari Sabtu, bertujuan untuk mengajak masyarakat guna meningkatkan keimanan dan ketaqwaan lewat memakmurkan Masjid di tiap-tiap Desa.

Selain itu, kegiatan subuh berjamaah bermakna memulai secara bertahap mencapai kesejahteraan di Desa tersebut dengan cara dapat dengan mudah berkontak dialog langsung bersama Forkopimda setelah kegiatan berlangsung.

Dia mengatakan, bahwa Manunggal Subuh ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat.

Menurutnya, kebersamaan itu merupakan persatuan dan kesatuan yang akan tetap terjaga. 

Dalam kegiatan manunggal subuh ini di imami oleh Tgk. Drs Usman dan tausiyah yang di isi oleh Tgk. Ismail Damanik dengan membawakan tema “Yang Membatalkan Pahala Ibadah”.

Kegiatan Manunggal subuh dilanjutkan dengan pemberian bantuan kepada anak Yatim Piatu dan masyarakat yang kurang mampu oleh Unsur Forkopimda Kota Langsa.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Unsur Forkopimda Kota Langsa, Unsur Muspika Langsa Barat, Anggota Ramil 22/Lgsb, Perangkat Desa dan Masyarakat Desa Seuriget.

■ Sontang Nasution/rls

Jumat, 14 Juni 2019

Jalin Silaturahmi, Danyonarmed 12 Kostrad Kunjungi Ponpes Majma’al Bahrain


INFONEWS.CO.ID ■ Dalam rangka HUT ke-57 Resimen Atileri Medan (Menarmed) 1 Kostrad dan Batalyon Armed 12  Kostrad,  Danyonarmed 12 Kostrad, Mayor Arm Ronald F Siwabessy dan staf melaksanakan anjangsana kepada Kiai Muchtar Mu’thi, pendiri Pondok Pesantren Majma’al Bahrain, sebuah pesantren yang kental bernuansakan cinta tanah air, kemarin.

Mayor Arm Ronald F Siwabessy dalam kunjungannya menyampaikan bahwa maksud kunjungan ini adalah sebagai bagian dari silaturahmi dan mohon doa restu Kiai Muchtar Mu’thi dalam rangka HUT ke-57 Resimen Armedn 1 Kostrad dan Yonarmed 12 Kostrad. Selain itu juga, kegiatan ini dimaksudkan untuk menimba ilmu dan pengalaman dari Kiai Muchtar Mu’thi yang kaya akan berbagai pengalaman yang sangat berguna bagi generasi muda saat ini.

Di usianya yang sudah sepuh, Kiai Muchtar Mu’thi tidak henti-hentinya mengobarkan semangat kebangsaan, persatuan dan kesatuan lewat ajaran-ajarannya.

“Awal dari persatuan dan kesatuan adalah cinta tanah air. Bagaimana mungkin seorang individu atau kelompok akan bersatu jika tidak cinta terhadap tanah airnya,” demikian beliau berujar.

Cinta tanah air, imbuhnya, adalah dasar dari bagaimana kita menjaga bangsa dan negara Indonesia agar tetap menjadi rumah yang aman dan nyaman bagi semua golongan.

Ditambahkan Mayor Arm Ronald, bahwa sesungguhnya cinta tanah air merupakan senjata yang paling canggih melebihi teknologi apapun. Karena tanpa cinta tanah air, maka secanggih apapun teknologi persenjataan yang ada akan menjadi tidak ada gunanya, ibarat berjuang tanpa tujuan.

Mayor Arm Ronald  juga mengapresiasi pembentukan organisasi Persaudaraan Cinta Tanah Air (PCTA) yang didirikan atas inisiatif Kiai Muchtar Mu’thi dalam rangka semakin menumbuhkembangkan rasa cinta tanah air dan persaudaraan diantara anak-anak bangsa yang penuh dengan keberagaman suku, agama, ras dan antar golongan yang ada.

“Kami harapkan satuan kami dapat berkolaborasi dengan PCTA untuk turut berupaya nyata memberikan pemahaman tentang wawasan kebangsaan dan NKRI bagi generasi muda,” pungkasnya.

■ Red/Penkostrad 

Selasa, 04 Juni 2019

Besok Lebaran, Inilah Rukun Shalat Id

Besok Lebaran, Inilah Rukun Shalat Id

INFONEWS.CO.ID ■  1 Syawal atau tepatnya saat hari raya Idul fitri, umat Islam yang tidak ada uzur dianjurkan untuk keluar rumah, tak terkecuali perempuan haid.

Perempuan yang sedang menstruasi memang dilarang untuk shalat, tapi ia dianjurkan turut mengambil keberkahan momen tersebut dan merayakan kebaikan bersama kaum muslimin lainnya. Setiap orang pada saat itu dianjurkan menampakkan kebahagiaan dan kegembiraan.

Hukum shalat id adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan). Sejak disyariatkan pada tahun kedua hijriah, Rasulullah tidak meninggalkannya hingga beliau wafat, kemudian ritual serupa dilanjutkan para sahabat beliau.

Secara global syarat dan rukun shalat id tidak berbeda dari shalat fardhu lima waktu, termasuk soal hal-hal yang membatalkan. Tapi, ada beberapa aktivitas teknis yang agak berbeda dari shalat pada umumnya. Aktivitas teknis tersebut berstatus sunnah.

Situs NU merilis, waktu shalat Idulfitri dimulai sejak matahari terbit hingga masuk waktu dzuhur. Berbeda dari shalat Idul adha yang dianjurkan mengawalkan waktu demi memberi kesempatan yang luas kepada masyarakat yang hendak berkurban selepas rangkaian shalat id, shalat Idul fitri disunnahkan memperlambatnya. Itu untuk memberi kesempatan mereka yang belum berzakat fitrah.

Shalat id dilaksanakan dua rakaat secara berjamaah dan terdapat khutbah setelahnya. Namun, bila terlambat datang atau mengalami halangan lain, boleh dilakukan secara sendiri-sendiri (munfarid) di rumah ketimbang tidak sama sekali.

Berikut tata cara shalat id secara tertib. Penjelasan ini bisa dijumpai antara lain di kitab Fasalatan karya Syekh KHR Asnawi, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama asal Kudus; atau al-Fiqh al-Manhajî ‘ala Madzhabil Imâm asy-Syâfi‘î (juz I) karya Musthafa al-Khin, Musthafa al-Bugha, dan 'Ali asy-Asyarbaji.

Pertama

Shalat id didahului niat yang jika dilafalkan akan berbunyi “ushallî rak‘ataini sunnatan li ‘îdil fithri”. Ditambah “imâman” kalau menjadi imam, dan “ma'mûman” kalau menjadi makmum.

Artinya: “Aku berniat shalat sunnah Idul fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”

Hukum pelafalan niat ini sunnah. Yang wajib adalah ada maksud secara sadar dan sengaja dalam batin bahwa seseorang akan menunaikan shalat sunnah Idul fitri.

Sebelumnya shalat dimulai tanpa adzan dan iqamah (karena tidak disunnahkan), melainkan cukup dengan menyeru "ash-shalâtu jâmi‘ah".

Kedua

Takbiratul ihram sebagaimana shalat biasa. Setelah membaca doa iftitah, disunnahkan takbir lagi hingga tujuh kali untuk rakaat pertama. Di sela-sela tiap takbir itu dianjurkan membaca:

Artinya: “Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang.”

Atau boleh juga membaca:

Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar.”

Ketiga

Membaca Surat al-Fatihah. Setelah melaksanakan rukun ini, dianjurkan membaca Surat al-A'lâ. Berlanjut ke ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti shalat biasa.

Keempat 

Dalam posisi berdiri kembali pada rakaat kedua, takbir lagi sebanyak lima kali seraya mengangkat tangan dan melafalkan “allâhu akbar” seperti sebelumnya. Di antara takbir-takbir itu, lafalkan kembali bacaan sebagaimana dijelaskan pada poin kedua. Kemudian baca Surat al-Fatihah, lalu Surat al-Ghâsyiyah. Berlanjut ke ruku’, sujud, dan seterusnya hingga salam.

Sekali lagi, hukum takbir tambahan (lima kali pada pada rakaat kedua atau tujuh kali pada rakaat pertama) ini sunnah sehingga apabila terjadi kelupaan mengerjakannya, tidak sampai menggugurkan keabsahan shalat id.

Kelima

Setelah salam, jamaah tak disarankan buru-buru pulang, melainkan mendengarkan khutbah Idul fitri terlebih dahulu hingga rampung. Kecuali bila shalat id ditunaikan tidak secara berjamaah. Hadits Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah mengungkapkan:

“Sunnah seorang Imam berkhutbah dua kali pada salat hari raya (Idulfitri dan Idul Adha), dan memisahkan kedua khutbah dengan duduk.” (HR Asy-Syafi’i)

Pada khutbah pertama khatib disunnahkan memulainya dengan takbir hingga sembilan kali, sedangkan pada khutbah kedua membukanya dengan takbir tujuh kali. Wallâhu a’lam. (Mahbib)

Senin, 03 Juni 2019

Hari Ini, Pengikut Tariqat Syatriyah Aceh Rayakan Idulfitri



INFONEWS.CO.ID ■ Ribuan umat Islam dari tariqat Syatariyah pengikut ulama kharismatik Abu Habib Muda Seunagan di Provinsi Aceh, sudah merayakan Idulfitri 1440 Hijriah pada Senin pagi.

Pengikut tariqat Syatariyah ini melaksanakan ibadah shalat id di Kompleks Masjid Peuleukung, Desa Peuleukung, Kecamatan Seunagan Timur, Kabupaten Nagan Raya.

"Jumlah murid Abu Habib Muda Seunagan ini ada sekitar 50.000 orang lebih, semuanya tersebar di Aceh," kata Teuku Raja Keumangan, cucu kandung Abu Habib Muda Seunagan kepada wartawan di Nagan Raya.

Penentuan jatuhnya 1 Syawal 1440 Hijriyah oleh pengikut ulama kharismatik tersebut didasarkan pada hisab bilangan lima, yang dasar hukumnya tertuang dalam kitab ajaran Islam.

Metode hitungan ini, kata Teuku Raja Keumangan, hanya khusus digunakan oleh tariqat Syatariyah dan sudah dikembangkan sejak 250 tahun silam, sejak Habib Seunagan hidup di masa lalu.

Habib Seunagan adalah kakek dari Abu Habib Muda Seunagan atau akrab disapa Abu Peuleukung.

Selain di Nagan Raya, pengikut ulama kharismatik tersebut juga serentak merayakan Idulfitri pada Senin pagi.

Mereka tersebar di sejumlah kabupaten di Aceh di antaranya Kabupaten Aceh Barat, Aceh Barat Daya, dataran tinggi Gayo, serta di daerah lainnya di provinsi berjuluk "Serambi Mekkah" itu.

■ Antara

Kapolres Lumajang: Selamat Jalan Ibu Ani Yudhoyono


INFONEWS.CO.ID ■ Indonesia sedang berduka saat istri Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono meninggal dunia usai menjalani perawatan kanker darah di National University Hospital (NUH) Singapura. Hari ini, Minggu (2/6/2019), jenazah Ani Yudhono dimakamkan di TMP Kalibata, Jaksel.

Ani Yudhoyono menjalani perawatan di Singapura karena kanker darah yang dideritanya, SBY selalu berada di sisi kekasih hatinya itu hingga akhirnya Ani berpulang pada Sabtu (1/6/2019) pukul 11.50 waktu Singapura.

Almarhumah Ibu Ani Yudhoyono sebagai Sebagai pribadi maupun sebagai ibu negara telah banyak memberikan kebaikan dan sumbangsih untuk bangsa Indonesia. 

Berbagai kiprahnya selama menjabat ibu negara ikut serta menyukseskan pembangunan Indonesia, khususnya di bidang sosial, pendidikan dan kesehatan.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH mengingat sosok Ani Yudhoyono saat menggagas program RUMAH PINTAR.

“Ribuan rumah pintar di bangun di setiap daerah dengan partisipasi masyarakat dan swasta. Rumah pintar berisi buku-buku dan sarana belajar bagi anak-anak sekitar. Tujuan Almarhumah, ingin meningkatkan pendidikan anak Indonesia,” kata Arsal.

“Dimanapun berada setiap anak Indonesia bisa belajar dan mendapatkan pendidikan yang layak. Kiprah beliau dibidang pendidikan, sosial dan kesehatan bisa dijadikan pelajaran maupun teladan, khususnya bagi para wanita Indonesia,” sambungnya.

Di Bulan Ramadhan yang mulia ini, mari kita menyisipkan doa kepada Ibu Ani Yudhoyono. 

“Saya secara pribadi dan atas nama Polres Lumajang turut mendoakan agar segala amal baik Almarhumah di dunia diterima dan Arwah beliau mendapatkan tempat terbaik sisi Allah SWT,” pungkas Arsal. (rls)

Sabtu, 01 Juni 2019

Pemulangan Jenazah Ibu Ani Yudhoyono Dipercepat


INFONEWS.CO.ID ■ Pemulangan jenazah Ibu Negara 2004-2014 Ani Yudhoyono ke Jakarta yang rencananya pada Minggu (2/6/2019) pagi dipercepat menjadi malam ini.

"Rencananya memang besok, tapi diputuskan malam ini juga," kata Duta Besar RI untuk Singapura I Gusti Ngurah Swajaya di Singapura, Minggu (1/5/2019).

Ia mengatakan keputusan mempercepat pemulangan jenazah itu datang dari keluarga.

Direncanakan, pesawat Hercules milik TNI AU akan tiba di pangkalan AU Singapura Payalebar sekitar pukul 18.00 waktu setempat.

Kemudian, jenazah akan diberangkatkan dari KBRI pada pukul 19.00 waktu Singapura dan bertolak ke Jakarta pukul 20.00 waktu setempat.

"Malam ini, tunggu pesawat datang dulu, perkiraan jam 20.00," kata Dubes seperti dilansirkan Antara.

Sementara itu, saat ini jenazah sedang dishalatkan dengan diimami Menteri Pendidikan dan Kebudayaan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, M Nuh.

Lepas dishalatkan, jenazah dibawa ke lobi Riptaloka untuk disemayamkan.

"Terbuka untuk umum," kata dia. (Antara/Foto: The Straits Times)

Kamis, 23 Mei 2019

Ustadz Arifin Ilham Ingin Dimakamkan di Dekat Pohon Kedondong


INFONEWS.CO.ID ■ Ustadz Arifin Ilham dimakamkan di dekat pohon kedondong di Pondok Pesantren Az Zikra, Gunung Sindur, Jawa Barat, sesuai wasiat yang pernah disampaikan almarhum semasa hidupnya.

Jenazah Ustadz Arifin Ilham saat ini sedang diberangkatkan ke Gunung Sindur setelah sebelumnya dishalatkan di Masjid Az Zikra, Sentul, pada pukul 17.45 WIB, Kamis.

Setibanya di sana, jenazah akan dishalatkan kembali di Masjid Az Zikra, Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, dan kemudian dikebumikan di dekat pohon kedondong yang pernah ditanamnya.

Semasa hidup, Ustadz Arifin Ilham pernah berwasiat jika beliau meninggal dunia agar dishalatkan di dua tempat berbeda yakni di Az Zikra, Sentul, dan Az Zikra Gunung Sindur, serta dimakamkan di dekat pohon tersebut.

Di sekitar lokasi pemakaman, telah hadir ribuan orang yang datang dari berbagai tempat di Jabodetabek dan daerah lain yang telah menunggu sejak pagi untuk turut menshalatkan dan mendoakan almarhum secara langsung.

Proses pemakaman dilakukan sedikit terlambat karena pesawat yang membawa jenazah dari Malaysia mengalami keterlambatan.

Jenazah diperkirakan sampai di lokasi pemakaman setelah Isya dan dimakamkan dengan kehadiran ribuan orang yang menjadi jamaah pengajian yang dipimpin almarhum, santri dan para tamu undangan yang kursinya telah disiapkan di sekitar lokasi pemakaman.

Ustadz Arifin Ilham meninggal dunia pada Rabu (22/5) pukul 23.20 waktu Penang, Malaysia. Dan kabar kepergiannya disampaikan putra Arifin Ilham, Alvin Faiz, lewat akun Instagram pada Rabu (22/5).

"Innalillahiwainnailaihirojiun Telah wafat Abi kami tercinta Abi @kh_m_arifin_ilham," tulisnya.

Alvin mendoakan ayahnya mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan menambahkan bahwa keluarga sudah ikhlas dengan kepergian almarhum.

"Semoga Allah terima amal ibadahnya, diampuni semua dosanya, dimasukkan ke surganya Allah SWT, amin," tulis Alvin.

Sebelumnya ustadz Arifin Ilham telah beberapa kali diisukan meninggal dan juga dibantah beberapa kali.

Sumber: Antara

Senin, 20 Mei 2019

MUI: Kecurangan Dalam Pemilu Harus Diselesaikan


INFONEWS.CO.ID ■ Tokoh Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan people power merupakan konsekuensi demokrasi, tidak melanggar konstitusi serta tidak boleh dihalang-halangi.

"Tetapi syaratnya people power itu merupakan aksi damai, tanpa kekerasan dan tidak terjebak anarkisme," kata Din seusai Pengkajian Ramadhan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI di Jakarta, Minggu (19/5/2019).

Menurut Din yang juga Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu, aparat keamanan seharusnya juga menghadapinya dengan sikap damai dan mengayomi.

Ia tidak setuju people power yang memaksakan kehendak dan berakhir chaos, karena hanya akan membuat sesama muslim berhadapan.

"Harga sosialnya terlalu mahal. Itu sikap saya. Saya pendukung perdamaian," katanya.

Ia juga menegaskan tidak setuju jika Komisi Pemilihan Umum (KPU) didelegitimasi, namum jika KPU sebagai penyelenggara pemilu yang bekerja atas mandat konstitusi itu tidak menyelenggarakan pemilu dengan jujur, adil, transparan, dan akuntabel maka hasilnya cacat konstitusi.

Kecurangan dalam pemilu, ujar dia, harus diselesaikan dan diverifikasi. Kalau kecurangan tidak terbukti maka tuduhan itu adalah fitnah, tetapi kalau benar maka itu merupakan musibah dan tidak bisa dianggap remeh.

"Awalnya dikira 'human error', tapi begitu akhirnya menumpuk, ini bukan kealpaan manusia lagi, ini harus diverifikasi," katanya.

Dalam kesempatan kajian itu, Din juga meminta umat Islam tidak ada lagi yang mendebat sila pertama Pancasila agar dikembalikan ke masa Piagam Jakarta yang berbunyi, "Ketuhanan Yang Maha Esa dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya".

"Menurut saya sila pertama yang sekarang Ketuhanan Yang Maha Esa lebih kuat dan luas maknanya, yakni tauhid. Agama yang paling dekat dengan Pancasila itu adalah Islam," katanya.  (Sumber: Antara)
© Copyright 2018 INFONEWS.CO.ID | All Right Reserved