INFO BALI

Senin, 09 Desember 2019

Lima Obyek Wisata yang Dulu Dipuja, Kini Ditinggalkan


Liburan menjadi salah satu cara jitu untuk menyegarkan kembali pikiran dan semangat untuk kembali menghadapi segala rutinitas yang ada. Ada banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk menghabiskan waktu liburan.
ADVERTISEMENT
Jalan-jalan ke luar negeri sepertinya bisa menjadi pilihan, tapi untuk itu kamu perlu menyiapkan bujet yang tak sedikit. Untuk menyiasatinya kamu bisa mengunjungi destinasi-destinasi wisata hits yang nggak kalah serunya.
Nah, bicara soal destinasi wisata di Indonesia, ternyata ada lho beberapa objek wisata yang hype abis, pada masanya. Namun, karena makin banyaknya objek-objek wisata baru yang bermunculan, perlahan-lahan membuat deretan objek wisata ini ditinggalkan.
Ya, dulu dipuja kini ditinggalkan. Yuk, intip lima objek wisata terbengkalai di Indonesia.
1. Kampung Gajah Wonderland
Mengusung konsep sebuah taman hiburan yang unik, Kampung Gajah Wonderland sempat hits pada masanya. Ada beragam wahana menarik yang bisa ditemukan di tempat ini seperti formula kart, delman royal, dan buggy family.
ADVERTISEMENT
Bisa dibilang Kampung Gajah Wonderland merupakan sebuah tempat wisata yang menawarkan tempat liburan terlengkap untuk keluarga.
Namun pada tahun 2017, taman bermain yang terletak di Bandung ini dinyatakan bangkrut dan ditinggalkan. Bahkan, beberapa waktu lalu taman hiburan ini sempat viral setelah beberapa wisatawan mengabadikan momen di tempat tersebut.
Ketika kamu mengunjungi tempat ini, kamu pun bisa menemukan wahana-wahana yang berserakan berantakan. Keheningan dan derit dari besi-besi bekas serta bangunan-bangunan terbengkalai pun menjadi pemandangan yang akan kamu temukan di tempat ini.
Meski cukup menyeramkan, ternyata ada beberapa wisatawan pecinta adrenalin yang berburu spot foto di sana.
2. Taman Festival Bali
Dahulu, objek wisata yang terletak di Pantai Sanur, Bali pernah menjadi primadona bagi wisatawan. Bahkan, tempat ini pernah jadi taman festival terbesar di Bali.
ADVERTISEMENT
Objek wisata yang dibangun pada tahun 1997 ini terdiri dari wahana permainan, kebun binatang, amfiteater, hingga wisata alam. Sayangnya, tempat ini ditutup dua tahun sejak dibuka, karena bangkrut.
Tempat ini pun kemudian ditinggalkan dan dibiarkan terbengkalai begitu saja. Kini, hanya tersisa bekas bangunan yang sudah tidak terawat.
Taman Festival Bali juga pernah terbakar pada tahun 2012 sehingga makin menambah kesan horor. Dinding-dinding bangunannya pun telah ditumbuhi semak belukar.
Kini tempat ini menjadi salah satu lokasi bagi mereka yang ingin menguji adrenalin. Selain itu, tempat ini juga menjadi buruan wisatawan bagi mereka yang ingin spot foto anti-mainstream.
3. Bounty Beach Club Bungalows
Berikutnya ada Bounty Beach Club Bungalows, Lombok. Hotel yang terletak di Gili Meno ini dulu pernah sangat berjaya di awal tahun 2000-an. Namun pasca-kepergian sang pemilik, hotel yang tadinya jadi tempat favorit wisatawan untuk menginap ini menjadi tak terawat.
ADVERTISEMENT
Bounty Beach Club Bungalows akhirnya ditinggalkan begitu saja bak rumah hantu. Kini hanya tersisa tiang-tiang kayu bangunan yang roboh dan usang serta ditumbuhi dengan lumut. Bangunan terbengkalai ini juga menyisakan kursi, meja, hingga kolam renang yang serba berantakan.
Tempat ini pun memiliki aura yang cukup menyeramkan, sehingga bisa membuat bulu kuduk siapa pun merinding ketika menginjakkan kaki di tempat ini.
4. Taman Rekreasi Bedugul Hotel
Dari Lombok bergeser sedikit ke Bali, kamu bisa menemukan tempat wisata lainnya yang juga ditinggalkan yaitu Taman Rekreasi Bedugul Hotel.
Terletak di kawasan Bedugul Bali, hotel ini kabarnya dibangun oleh salah satu keluarga Cendana. Ada yang bilang bahwa bangunan ini dimiliki oleh pengusaha asal Cina. Sayangnya, hingga kini siapa pemilik resmi hotel seram ini tak ada yang tahu pasti.
ADVERTISEMENT
Hotel yang diperkirakan telah berdiri sejak tahun 90-an ini belum sempat beroperasi. Pembangunannya pun bahkan tak rampung, karena ada beberapa bangunan yang dibiarkan terbengkalai begitu saja.
Konon, hotel ini sekarang jadi angker. Bahkan hingga mendapat julukan The Ghost Palace atau Istana Hantu. Keangkerannya pun sampai diberitakan media asing lho.
Banyak cerita yang menyelimuti tempat ini, mulai dari sosok pegawai yang meninggal di sana lantaran kondisi kerja yang tak layak. Arwahnya yang tak tenang kemudian gentayangan dan menjadi penunggu di hotel itu hingga sekarang.
Selain itu, cerita bahwa ada sosok gadis cantik berwajah oriental dengan rambut sepundak yang menggoda pemuda yang lewat situ pada tengah malam.
5. Taman Remaja Surabaya
Terakhir, Taman Remaja Surabaya menjadi salah satu destinasi yang cukup populer di Kota Pahlawan. Wahananya pun terbilang cukup lengkap, mulai dari boom-boom car, rumah hantu, hingga mini coaster bisa ditemukan di tempat tersebut.
ADVERTISEMENT
Taman bermain ini pun menjadi salah satu destinasi liburan favorit keluarga. Namun sayangnya, Pemerintah Kota Surabaya terpaksa menutup Taman Remaja Surabaya, karena dianggap tidak memenuhi beberapa syarat pembangunan. Akhirnya, tempat ini ditinggalkan begitu saja dan dibiarkan terbengkalai tanpa ada kejelasan dari pihak pengelola.
Kamu tertarik mengunjungi deretan tempat ini?
Sumber: kumparan.com

Senin, 07 Oktober 2019

Pagari Sirkuit MotoGP di Lombok, Dua Warga Jadi Tersangka

LOMBOK - Dua warga Dusun Ujung Lauk, Desa Kuta, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) jadi tersangka kasus pemagaran area sirkuit motoGP di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika.

"Kami tetapkan dua orang menjadi tersangka atas aksi pemagaran yang terjadi di area MotoGP," kata Kasatreskrim Polres Lombok Tengah AKP Rafles P Girsang, Minggu (6/10/2019)

Dua tersangka tersebut, yaitu Abdul Mutalib selaku Kepala Dusun Ujung Lauk dan Usman yang mengeklaim sebagai pemilik tanah yang dipagari

"Dua tersangka itu adalah Kepala Dusun Ujung Lauk atas nama Abdul Mutalib dan Usman, warga sekitar.

Abdul Mutalib menyebutkan, dia kaget mendengar dirinya sudah ditetapkan menjadi tersangka.

"Saya kaget mendengar kabar itu (penetapan tersangaka) padahal posisi saya waktu itu sebagai kepala dusun yang mencoba menengahi persoalan warga dan pihak ITDC (Indonesia Tourism Development Corporation)," ungkap Abdul.

Abdul menyebutkan, pada saat dilakukan pemagaran oleh warga, dirinya sedang menghadiri acara perkawinan adat Sasak.

"Saat itu kan, saya sudah telat datang karena sedang menghadiri upacara perkawinan adat, dan saya waktu itu mencoba melerai," ungkap Abdul.

Pihak Satreskrim Polres Lombok Tengah telah melakukan pemeriksaan terhadap tiga warga terkait kasus ini pada hari Minggu lalu.

Pihak ITDC sebagai pengelola menilai, masyarakat telah melakukan penghentian sepihak. Saat dikonfirmasi, Corporate Secretary ITDC Miranti N Rendranti menyampaikan beberapa poin mengenai tindakan warga tersebut.

Pertama, menurut ITDC, pengerjaan tersebut sudah melalui tahap sosialisasi dengan masyarakat.

"Padahal sudah dibuka ruang komunikasi di kantor desa, kecamatan dan Satgas Penyelesaian Tanah di Pemkab Loteng," ujar Miranti dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat.



Sebelumnya, pada Rabu (2/10/2019), puluhan warga Dusun Ujung Lauk, Desa Kuta, Lombok Tengah, mendatangi kantor Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC). Kedatangan puluhan warga ini untuk meminta ITDC membayar tanah yang berada di Dusun Ujung Lauk, yang digunakan sebagai lahan sirkuit MotoGP.

"Kami mendesak Kepala Pemerintah di ITDC untuk segera membayar tanah masyarakat yang berada di Dusun Ujung Lauk yaitu eks jalan Desa," ungkap Alus Darmiah, salah satu warga yang melakukan aksi.

Menurut Darmiah, tanah yang digunakan untuk pembangunan sirkuit MotoGP yaitu bekas akses jalan penghubung dusun antar dusun di Desa Kuta yang dimiliki oleh warga dan belum dibebaskan oleh ITDC.

"Lahan bekas jalan ini milik warga, karena ini semulanya milik warga, jadi kembali kepada warga, bukan ke pada ITDC," kata Alus.

Adapun luas lahan yang diklaim masyarakat yakni sebanyak kurang lebih 72 are.

Sementara itu, dari pihak ITDC yang menemui warga saat melakukan aksi yakni Dedi Romansyah selaku Legal Officer menyebutkan, dirinya hanya bisa menampung aspirasi tidak bisa memberikan keputusan, dan aspirasi masyarakat nantinya akan disampaikan ke atasan.

"Saya menerima aspirasi masyarakat, tapi saya tidak bisa memberikan keputusan, saya hanya menampung dan nantinya akan kita sampaikan ke atasan kita terkait persoalan ini," ungkap Dedi, yang menemui perwakilan masa.

Sebelumnya, warga melakukan pemagaran eks jalanan tersebut pada saat operasi pengerjaan sirkuit, dengan menggunakan bambu dan kayu.



Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) menjamin keamanan pembangunan sirkuit MotoGP yang akan dibangun di kawasan Mandalika, Lombok Tengah. Kepala Bidang Humas Polda NTB Kombes Purnama mengatakan, hal tersebut tertuang dalam nota kesepahaman pemberian bantuan pengamanan dalam proyek di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika.

Nota kesepahaman tersebut telah ditandatangani Kapolda NTB Irjen Nana Sudjana dan Presiden Direktur PT ITDC Abdulbar M Mansoer di hadapan pejabat utama Polda NTB, Kapolres Lombok Tengah, Jajaran Direksi dan Manajemen PT ITDC.

Kapolda mengatakan, nota kesepahaman ini merupakan bantuan Polri kepada pihak PT ITDC yang memiliki arti penting bagi terselenggaranya tujuan negara, khususnya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Nota kesepahaman tersebut berisi kegiatan pertukaran data dan/atau informasi, jasa pengamanan, kontinjensi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengawasan dan pengendalian serta penegakan hukum.

Selain itu, kegiatan ini juga sebagai wujud komitmen Polri dalam mendukung terselenggaranya proses pembangunan nasional, khususnya faktor keamanan dalam pembangunan perekonomian di wilayah NTB.

Salah satunya mengawal pembangunan destinasi pariwisata super prioritas yang telah ditetapkan pemerintah. Termasuk mendukung kelancaran proses pembangunan infrastruktur sirkuit MotoGP di kawasan Mandalika.

KEK Mandalika merupakan salah satu dari empat destinasi wisata unggulan yang masuk dalam program percepatan pelaksanaan proyek strategis nasional.

"Saya berkomitmen terhadap keamanan orang asing atau turis sehingga tidak menjadi korban kejahatan. Kami maksimalkan langkah-langkah pencegahan. Rasa memiliki juga ada pada kami sebagai bagian dari warga NTB," kata Kapolda Nana dalam keterangan tertulis, Kamis (5/9/2019).

Nana mengatakan, dengan ditandatanganinya nota kesepahaman ini, menjadi tanda dimulainya kerja sama yang berpedoman pada prinsip-prinsip saling menguntungkan, kesetaraan dan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien serta akuntabel.

Hal ini berlandaskan Keputusan Presiden Nomor 63 Tahun 2004 tentang Pengamanan Obvitas dan Peraturan Kepolisian Nomor 3 Tahun 2019, tentang Pemberian Bantuan Pengamanan pada Obyek Vital Nasional dan Objek Tertentu. (*/IN-001)

Kamis, 05 September 2019

Juru Kunci Paruh Musim, Ini Skenario Semen Padang Selamat dari Degradasi

PUTARAN pertama Shopee Liga 1 2019 telah berakhir. Bali United mengunci puncak klasemen dengan 40 poin. Klub kebanggaan Ranah Minang, Semen Padang FC, menghuni dasar klasemen dengan 11 poin. Akankah Kabau Sirah terdegradasi, seperti tim juru kunci paruh pertama musim-musim sebelumnya?

Meski belum semua tim menuntaskan 17 pertandingan, putaran pertama Liga 1 2019 telah berakhir. Semen Padang FC mengoleksi 11 poin dari 16 pertandingan dengan rincian dua kemenangan, lima imbang, dan sembilan kali kalah. Total 13 gol berhasil disarangkan berbanding 23 gol kemasukan dengan selisih gol minus 11. Kabau Sirah masih menyisakan satu laga tunda menghadapi Persija Jakarta, yang berlaga di partai final Piala Indonesia.

Paruh pertama Liga 1 Liga Indonesia 2019-2020, menjadi musim kelabu bagi Semen Padang FC. Kemenangan bahkan baru diraih di pekan ke-12, kala menjamu PSIS Semarang. Pelatih Syafrianto Rusli mundur setelah kalah 1-3 dari Tira-Persikabo selepas laga tunda pekan ke-4.

Sejarah membuktikan, tim juru kunci paruh pertama nyaris selalu berakhir dengan degradasi. Apalagi, saat kompetisi berubah nama menjadi Liga 1. Pada 2018, PSMS Medan yang jadi juru kunci paruh musim, dengan koleksi 18 poin, akhirnya terdegradasi setelah mengakhiri kompetisi di urutan paling bawah dengan 34 poin. Juru kunci di edisi 2017, Persiba Balikpapan yang mengoleksi 7 poin, terdegradasi setelah mengoleksi 27 poin di akhir musim.

Saat kompetisi bernama Indonesia Super League (ISL) tahun 2014, yang menggunakan sistem dua wilayah, nasib dua tim penghuni juru kunci paruh pertama, Persijap Jepara dan Persiba Bantul, juga berakhir turun kasta ke Divisi Utama. Nasib serupa juga terjadi pada ISL 2009/2010, tim juru kunci Persitara Jakarta Utara, yang mengoleksi 15 poin di paruh pertama, akhirnya terdegradasi di pengujung musim dengan 28 poin.

Meski begitu, sejarah juga mencatat, ada tiga tim juru kunci paruh musim yang berhasil selamat dari lubang jarum. Ketiga tim tersebut adalah Arema Indonesia di musim 2011/2012, Persija Jakarta di musim 2013, dan Pelita Jaya di musim 2010/2011. Ketiganya selamat dari mimpi terburuk seluruh tim di kasta tertinggi sepakbola Indonesia.



Skenario Semen Padang FC Lolos dari Degradasi

Mungkinkah Semen Padang FC lolos dari jerat degradasi? Secara matematis tentu sangat bisa. Apalagi Arema, Pelita dan Persija telah membuktikannya. Syartanya, tentu saja dengan mengoleksi poin sebanyak-banyaknya di paruh kedua liga. Tapi, bagaimana caranya?

Berkaca pada musim-musim sebelumnya, klub-klub juru kunci paruh pertama, hanya mampu mengoleksi kisaran 20 poin di paruh kedua. Di 2018, PSMS mengoleksi 16 poin dan terdegradasi di poin 34 di akhir musim. Edisi 2017, Persiba Balikpapan mengoleksi 20 poin di paruh kedua dan finish di 27 poin. Persitara Jakarta Utara di 2009/2010, hanya mampu meraup 13 poin di paruh kedua berbanding 15 poin di paruh pertama.

Tapi, jika berkaca pada pengalaman Arema Indonesia dan Persija Jakarta, peluang Semen Padang tetap terbuka lebar. Pada musim 2011/2012, Arema Indonesia mampu meraih 24 poin di paruh kedua, sehingga selamat dari jerat degradasi. Sementara, Persija Jakarta pada edisi 2013, "menggila" dan meraup 30 poin untuk survive. Catatan tersebut, bisa menjadi patokan bagi Semen Padang di paruh kedua nanti. Yakni dengan mengoleksi minimal 24 poin atau 30 poin. Apalagi, selisih poin Semen Padang (11 poin), dengan tim-tim di atasnya tidak sampai sepuluh poin. Yakni Persija Jakarta (14 poin), Barito Putra dan Persela Lamongan (15 poin), Badak Lampung dan PSIS Semarang (16 poin), Kalteng Putra (17 poin), Bhayangkara United (18 poin), hingga Persib Bandung (19 poin) dan Persipura (20 poin). Bahkan, selisih Kabau Sirah dengan peringkat ke-4, Arema FC, hanya 15 poin. Artinya, hanya berselisih 5 kemenangan.

Dari 18 laga tersisa di paruh kedua, untuk meraih 24 poin, Semen Padang harus minimal meraih 8 kali kemenangan dan 10 kemenangan untuk 30 poin. Peluang meraih 24 poin atau 30 poin, sebenarnya bukan hal yang mustahil bagi Kabau Sirah. Pasalnya, dari 18 laga tersisa, Semen Padang bakal memainkan 8 laga kandang di Stadion H Agus Salim Padang. Jadi, Kabau Sirah harus mampu memaksimalkan seluruh laga kandang dan kembali menjadikan "Stadion H Agus Salim sebagai Neraka Bagi Tim Tamu".

Selain itu, di laga tandang, Semen Padang juga harus mulai bisa menyulitkan tim tuan rumah. Kabar baiknya, usaha tersebut sudah terlihat di laga tandang terakhir melawan Madura United, Rabu (28/8/19) lalu. Madura United yang berada di papan atas (peringkat ke-3) berhasil diimbangi dengan skor 1-1.

Dari segi internal klub, Semen Padang harus segera mencari pelatih berkualitas, baik itu lokal maupun asing, yang bisa langsung memberikan dampak signifikan terhadap penampilan tim. Sebab, situasi saat ini, Semen Padang butuh penyelamatan. Artinya, Semen Padang butuh pelatih yang telah mengenal kultur sepak bola Indonesia. Muhammad Zein Al Hadad dan Jafri Sastra barang kali bisa menjadi solusi. Jika melihat sejarah dan catatan mereka sebelumnya.

Muhammad Zein Al Hadad, sosok yang sangat dikenang oleh Persija Jakarta. Mamak (panggilan Zein Al Hadad) pernah menyelamatkan Persija Jakarta tahun 2017 lalu di setengah kompetisi tersisa, usai ditinggalkan pelatih sebelumnya Paul Camargo. Persija yang saat itu berada di tepi jurang degradasi berhasil dibawa pelatih keturunan Arab tersebut selamat. Saat dipegang Mamak, Persija sudah 14 kali tidak pernah menang, sama seperti kondisi Semen Padang saat ini. Usai menyelamatkan Persija, Mamak diganti. Namun, dirinya mengaku tidak masalah, sebab, Mamak memang seringkali hanya berperan sebagai penyelamat tim.

Jafri Sastra, salah satu pelatih asal Sumbar yang sangat disegani di pentas nasional. Jafri menjadi buah bibir saat menjuarai Piala Jenderal Sudirman 2016 bersama Mitra Kukar. Di final, Jafri menghadang Nilmaizar yang saat itu menangani Semen Padang. Pada kondisi Semen Padang saat ini, Jafri Sastra bisa menjadi pilihan. Apalagi, jika melihat rekam jejaknya musim 2018 lalu yang menyelamatkan PSIS Semarang dari jerat degradasi.

Setelah itu, Semen Padang hanya perlu memadukan permainan dengan pemain asing baru yang telah direkrut, yakni Yoo Hyun-koo, Thiago Moura, dan Henrique Santos. Kemudian, memaksimalkan pemain-pemain andalan dan strategi yang mumpuni.

Nasib kini berada di tangan Semen Padang sendiri. Akankah berakhir terdegradasi seperti tim-tim juru kunci paruh musim lainnya atau menolak menyerah seperti Arema Indonesia, Pelita Jaya dan Persija Jakarta? Jawabanya bisa diketahui di akhir Shopee Liga 1 2019.



Tim Legenda Sumatera

Persatuan Sepak Bola Semen Padang atau Semen Padang Football Club (SPFC) didirikan pada 30 November 1980. Klub yang didanai oleh pabrik semen tertua di Indonesia tersebut mengawali perjalanan mereka di kancah sepak bola Indonesia dengan mengikuti Divisi 1 Galatama tahun 1980.

Setelah 2 musim berkompetisi di Divisi Galatama, tahun 1982 Semen Padang FC berhasil menjuarai divisi tersebut dan promosi ke Divisi Utama. Mereka juga berhasil menjuarai Piala Galatama 1992 dengan mengalahkan Arema Malang di final, berkat gol semata wayang Delfi Adri.

Skuad semen Padang FC saat menjuarai Divisi I 1982 era Galatama diantaranya adalah Dahlan, Zalfi (Kiper), Suharno, Edi Muchni, Muharman, Hamdani Lubis, Ramlan, Karyadi Rusni, Asfinal, Suranto, Syafrianto Rusli, Setujuwono, Aprius, Lasdi Arman dengan pelatih Jenniwardin.

Perjalanan Semen Padang FC di kasta tertinggi Liga Indonesia yang dimulai sejak 1982 berjalan datar dan nyaris tanpa gelar selama hampir 10 tahun. Semen Padang FC baru bisa meraih gelar dalam dunia sepakbola tanah air yakni menjadi juara Piala Galatama pada 21 Juli 1992.

Skuad mereka kala menjuarai Juara Piala Galatama 1992 di antranya adalah Trisno Affandi, Toni Tanjung (Kiper), Endra M, Hendra Susila, Welliansyah, Joni Effendi, Nilmaizar, Riki Darman, Asfinal, Ahmad Syukri, Taufik Yunus, Afdal Yusra, Anton Syofnevil, Musfadli, Abdul Aziz, Herizon Idrus, Masykur Rauf, Delfi Adri dengan pelatih Suhatman Imam.

Tahun 1993/1994, Semen Padang FC tampil pertama kalinya di Piala Winner Asia dan berhasil menembus 8 besar. Kala itu tim asal Jepang berhasil menyingkirkan Nilmaizar dan kawan-kawan.

Catatan apik yang pernah diperoleh Semen Padang FC adalah peringkat 4 ISL 2010-2011, Runner Up Piala Indonesia 2012, Juara IPL 2012, Juara Community Shield 2013, 8 Besar AFC Cup, finalis Piala Jenderal Sudirman 2015 dan peringkat 4 Piala Presiden 2017. (rijal islamy)

Jumat, 16 Agustus 2019

Pesta Nasi Jinggo Warnai Perayaan HUT RI Di Bali


INFONEWS.CO.ID ■ Bertempat di halaman Gedung Kesenian DR. Ir. Soekarno, Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan Jembrana, Kabupaten  Jembrana, Provinsi Bali, hari ini telah dilaksanakan Jalan Santai, Pesta Nasi Jinggo dan Panjat Pinang, dalam rangka Rangkaian HUT Kota Negara ke-124 dan HUT Kemerdekaan RI ke-74 Tahun 2019, yang diselenggarakan oleh Pemkab Jembrana dan dihadiri para Pejabat serta masyarakat ± 10.000 orang.

Adapun rangkaian kegiatan diawali dengan Jalan Santai yang dilepas oleh Bupati Jembrana, I Putu Artha, SE.MM) yang didampingi Unsur FKPD Kab. Jembrana dan Ketua sementara DPRD Kabupaten Jembrana, dengan melalui route start dari Gedung Kesenian Dr. Ir Soekarno ke arah Barat - jalan Sudirman - jalan Rajawali -  jalan Merpati - jalan Cendrawasih - jalan Sudirman dan kembali finish di Gedung Kesenian Dr. Ir Soekarno.

Seusai pelaksanaan Jalan Santai kegiatan dilanjutkan Pesta Nasi Jinggo dan Panjat Pinang di halaman Gedung Kesenian Dr. Ir. Soekarno, yang telah disiapkan oleh panitia dengan diikuti oleh peserta dari siswa-siswa peserta jalan santai, dengan hadiah alat perlengkapan sekolah.

"Kegiatan diakhiri dengan pengundian kupon berhadiah diantaranya hadiah utama berupa 1 unit Sepeda Motor, 1 buah Kulkas, 3 unit Sepeda Gunung, 2 unit Sepeda BMX, 4 buah Kompor Gas dan Dispenser", jelas Panitia. 

■ R-01/SUAR

Kamis, 01 Agustus 2019

Polri Gagalkan Ratusan Kilogram Daging Beku di Bali


INFONEWS.CO.ID ■ Upaya penyelundupan masih Marak terjadi melalui Pelabuhan Penyebrangan Ketapang - Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, pada Kamis (1/8).

Terbukti, Jajaran Polsek Kawasan Laut Gilimanuk berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ratusan kilogram daging beku ke Bali.

Kapolsek Gilimanuk AKP Gusti Nyoman Sudarsana mengatakan pengungkapan kasus itu berawal ketika petugas di Pos II pintu masuk Bali memeriksa truk box cream putih DK 9331 BE dikemudikan Benyamin Pieter Johan (50) Penduduk Asal Surabaya.

Saat diperiksa, truk ekspedisi PT Puspasari Perkasa dari Surabaya tujuan Denpasar ditemukan 8 box sterofoam daging bebek dan tuna beku tanpa dilengkapi sertifikat kesehatan dari karantina.

Kemudian Petugas menyita 6 sterofoam daging bebek beku sekitar 300 kg Serta 2 sterofoam Daging tuna beku sekitar 100 kg.
Satu lembar STNK atas nama perusahaan dan kerugian mencapai jutaan Rupiah.

"Ini melanggar pasal 31 jo pasal 6 huruf a dan c UU RI no 16 tahun 1992 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan yaitu membawa atau mengangkut media pembawa hama dan penyakit hewan karantina dari suatu area ke area lain di wilayah RI tanpa dilengkapi sertifikaf kesehatan dari karantina asal," jelas Kapolsek.

Oleh karena itu, pihaknya akan tetap memproses kasus ini.

"Selanjutnya, temuan ini akan kami limpahkan ke Karantina Wilayah Kerja Gilimanuk," pungkasnya.

■ R-01/BLKN

Senin, 22 Juli 2019

Maknai Galungan Kuningan, Bupati Artha Ajak Perteguh Swadharma Masing-masing

 Maknai Galungan Kuningan, Bupati Artha Ajak Perteguh Swadharma Masing-masing

INFONEWS.CO.ID ■ Hari Suci Galungan dan Kuningan kembali diperingati umat hindu yang jatuh pada tanggal  24 Juli 2019 & 3 Agustus 2019. Hari raya Galungan yang datang setiap enam bulan sekali ini tepatnya pada setiap Budha Kliwon Wuku Dungulan, diyakini sebagai hari kemenangan Dharma atas Adharma

Momentum hari suci itu, Bupati Jembrana I Putu Artha bersama dengan Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan turut mengucapkan selamat hari raya sekaligus mengajak umat memaknai hari raya melalui pelaksanaan dharma setiap harinya.

Artha juga mengatakan Hari Raya ini merupakan momentum yang baik dalam mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dan memohon  agar umat manusia dihindarkan dari bencana alam, dan segala mara bahaya.

“Patutlah kita berterima kasih dengan ketulusan atas anugerah Hyang Widhi yang diberikan kepada kita sehingga mampu merayakan Galungan dan Kuningan dengan baik serta mendoakan agar  senantiasa diberikan keselamatan, kedirgayusan, perlindungan dan tuntunan lahir bathin, “ kata Artha.

Lebih jauh ditambahkannya , suasana Galungan Kuningan sebagai  kemenangan Dharma melawan Adharma mampu menjadi pembimbing seluruh masyarakat , khususnya di Jembrana , dalam melaksanakan swadharma masing-masing. Bupati asal Melaya ini juga mengingatkan, pengabdian dan pekerjaan yang dilakukan hendaknya tetap berlandaskan pada ajaran Dharma, kebenaran dan keikhlasan, terlebih saat merayakan hari suci seperti Galungan dan Kuningan.

Lebih jauh dari itu sejatinya peringatan Galungan Kuningan ini proses pendewasaan diri semakin baik, secara mental maupun spiritual. Semangat juang untuk tidak lelah mengabdikan diri demi kesejahteraan masyarakat Jembrana,“ tandas Bupati Artha.
( abhi)

Jumat, 19 Juli 2019

Bali Terima Penghargaan Inovasi Pelayanan Publik Lewat Sipadu

  Bali Terima Penghargaan Inovasi Pelayanan Publik Lewat Sipadu

INFONEWS.CO.ID ■ Gubernur Bali Wayan Koster yang diwakili Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali Ida Bagus Wisnuardhana menerima penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019 yang diserahkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Syafruddin di Gumaya Tower Hotel, Semarang, Kamis (18/7) malam.

Inovasi yang mendapat penghargaan adalah Sistem Pertanian Terpadu (Sipadu).

Ditemui usai penyerahan penghargaan, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali Ida Bagus Wisnuardhana mengatakan raihan ini merupakan bukti salah satu bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Bali melalui Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali untuk meningkatkan produksi kuantitas dan kualitas produksi pangan serta menjadikan Bali sebagai pulau organik dalam rangka mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

"Untuk mewujudkan itu maka harus tersedia pupuk organik dalam jumlah dan kualitas yang memadai dan murah produksi lokal dalam hal ini dihasilkan oleh kelompok tani yaitu kelompok-kelompok Sipadu," kata Wisnuardhana.

Ia menambahkan dengan semakin banyak kelompok-kelompok Sipadu yang mengolah pupuk serta disertifikasi maka pupuk organik dapat bersaing di pasaran dengan harga yang cukup tinggi, yaitu Rp. 950/kg sehingga pendapatan kelompok tani meningkat.

"Sedangkan kelompok-kelompok tani di luar Sipadu diberikan pupuk organik produksi lokal yang disubsidi pemerintah dengan harga hanya Rp.150/kg," jelas pejabat asal Tabanan ini.

Pemprov Bali pantas berbangga karena Sipadu terpilih menjadi Top 99 inovasi terbaik tahun 2019 dari tiga ribu lebih proposal inovasi yang masuk dari seluruh Indonesia. MenPAN-RB  Syafruddin mengatakan tim seleksi independen harus bekerja keras sehingga bisa menentukan 99 inovasi terbaik.

"Tentu inovasi ini lahir karena dinamika kehidupan sehingga kebutuhan masyarakat harus dijawab dengan kemajuan teknologi namun berkarakter kearifan lokal," kata MenPAN RB. Ia menambahkan inovasi-inovasi pelayanan publik ini membantu peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Hadir mendampingi Kadis Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali, Kepala UPT Pertanian Terpadu, Dr. I Wayan Sunada, Kepala Bagian Tata Laksana Biro Organisasi Setda Provinsi Bali Putu Yupi Wahyundari dan Kepala Bagian Data dan Dokumentasi Biro Humas dan Prorokol Setda Provinsi Bali Ida Bagus Surja Manuaba

■ Made Asnawa

Kamis, 04 Juli 2019

Tari Kreasi Bung Byog Diapresiasi Penonton

 Tari Kreasi Bung Byog

INFONEWS.CO.ID ■ Sekaa Gong Kebyar Dewasa Kerta Maheswara Jaya Pasti dari Desa Perancak, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana, kemarin malam (2/7) tampil pada perhelatan Pesta Kesenian Bali ke 41 di Panggung Terbuka Arda Candra Art Centre Denpasar.

Pada pertunjukan tersebut, Sekaa Gong Kebyar Dewasa Kerta Maheswara Jaya Pasti menampilkan tabuh kreasi kekebyaran berjudul Ngangsur, Tari Kreasi Solah Ngrawit berjudul Bung Byog, Sandyagita yang berjudul Purwa Nirarta dan Tari Kreasi Kekebyaran berjudul Purancak.

Pada penampilan Bung Byog, penonton memberikan apresiasi berupa applause saat pertunjukan.

Bung Byog sendiri merupakan tari kreasi yang merupakan singkatan dari bumbung gebyog. Tari kreasi tersebut menceritakan kehidupan agraris di Kabupaten Jembrana pada saat menumbuk padi. Suara yang di timbulkan oleh penumbuk padi menjadi inspirasi seniman untuk menciptakan tarian kreasi tersebut.

Tari kreasi tersebut di tarikan oleh tiga orang wanita remaja yaitu I Gusti Komang Tyas Lukyantari, Ni Kadek Putri Indira Febrianti, Agung Ayu Komang Mia Anjali. Dalam tarian tersebut, mereka tidak hanya menampilkan gerak tari namun juga melakukan atraksi melempar bilah bambu keatas, memainkan alu dan juga memainkan bilah bambu sebagai alat musik.

“Kami berlatih intense selama tiga bulan. Yang tersulit pada saat kita melakukan atraksi. Karena tidak terbiasa dan baru kali ini mencobanya,” ujar Tyas dan ke dua rekannya.

Selain Tari Kreasi Solah Ngrawit berjudul Bung Byog, Sekaa Gong Kebyar Dewasa Kerta Maheswara Jaya Pasti juga menampilkan Tabuh Kreasi Kekebyaran yang berjudul Ngangsur (nafas tersengal – sengal). Tabuh tersebut menceritakan nafas manusia yang mempengaruhi aktivitasnya sehari hari.

Pertunjukan kemudian dilanjutkan oleh Sandyagita yang berjudul Purwa Nirarta yang merupakan perpaduan gerak tari dan suara. Purwa Nirarta menceritakan perjalanan Dang Hyang Nirarta dalam penyebaran agama hindu di Bali.

Pertunjukan ditutup oleh Tari Kreasi Kekebyaran berjudul Purancak yang menceritakan I Gusti Ngurah Rangsasa seorang penguasa daerah Tanjung Ketapang yang arogan, keras dan kejam. Setiap yang masuk ke wilayahnya wajib hukumnya menyambah batu perahyangannya. Tibalah Dang Hyang Nirarta ke Bali dan beliapun diminta menyembah.

Namun saat menghaturkan sembah tiba tiba batu perahyangan milik I Gusti Ngurah Rangsasa hancur. I Gusti Ngurah Rangsasa pun marah dan terjadilah pertempuran yang diakhiri kekalahan I Gusti Ngurah Rangsasa.(**)

Minggu, 30 Juni 2019

Tingkatkan PAD, Bupati Tabanan Terapkan Aplikasi Pajak Secara Online


INFONEWS.CO.ID ■ Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, setuju dengan pemandangan umum Fraksi Dewan bahwa kedepan Pendapan Asli Daerah (PAD) harus terus ditingkatkan, hal tersebut sesuai dengan potensi yang dimiliki Kabupaten Tabanan.

Untuk itu Eka segera akan melakukan berbagai terobosan  yang lebih bersifat inovatif, diantaranya dengan melakukan event pembayaran PBB, penerapan aplikasi pajak secara online dan lain sebagainya.

Srikandi asal Tegeh Angseri itu juga mengucapkan terimakasih yang setinggi-setingginya atas apresiasi terhadap Empat Ranperda tersebut dan pencapaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk kelima kalinya secara berturut-turut terhadap LKPD Kabupaten Tabanan untuk tahun 2014-2018.

“Opini WTP ini hakekatnya merupakan hasil kerja keras kita bersama, seluruh OPD serta seluruh komponen yang terkait di dalam pengelolaan keuangan Daerah. Diharapkan kedepan kerjasama lebih ditingkatkan kembali guna mencapai apa yang kita harapkan,” jelas Bupati Eka.

Disamping itu, Bupati Eka juga tidak memungkiri bahwa masih banyak kendala di dalam pelaksanaannya. Maka untuk menanggulangi kendala-kendala tersebut, ditegaskan Bupati Eka agar dicarikan formulasi solusinya, sehingga penerapannya bisa lebih disempurnakan.

“Dalam pelaksanaan terdapat beberapa kendala yang harus diformulasikan solusi untuk disempurnakan penerapannya,” imbuh Bupati Eka.

Terkait "Ranperda" tentang retribusi tempat rekreasi dan olahraga, Bupati Eka menyampaikan pihaknya sepakat dengan fraksi di dewan sebagai upaya  untuk meningkatkan  pelayanan dan kenyamanan pengunjung yang pada akhirnya akan menuju pada peningkatan penerimaan dari retribusi daerah, ucap Bupati Eka.

■ R-09

Rabu, 15 Mei 2019

Gelar Buka Puasa Bersama, Bupati Artha Bagikan Paket Sembako


INFONEWS.CO.ID ■ Pemerintah Kabupaten Jembrana, pada Senin (13/5) menyelenggarakan buka puasa bersama di Gedung Kesenian DR Ir Soekarno.

Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Jembrana I Putu Artha, Wabup Made Kembang Hartawan, Anggota Forkopimda Jembrana, Kepala – Kepala OPD Pemkab Jembrana, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan ASN di lingkungan Pemkab Jembrana.

Di acara itu pula, Pemkab Jembrana membagikan 20 paket sembako kepada warga muslim kurang mampu dan membagikan paket buku tulis kepada anak – anak yang hadir disana.

Dalam sambutannya, Bupati Artha mendoakan agar ibadah puasa dapat dilaksanakan dengan sebaik – baiknya, penuh rahmat dan lunas sampai Idul Fitri nanti. Menurut Artha, buka puasa bersama ini merupakan salah satu media untuk makin meningkatkan keimanan dan ketaqwaan umat kepada Yang Maha Kuasa, sekaligus mempererat tali silaturahim di internal umat islam maupun antar umat beragama, sebagai peneguh kekuatan kita dalam menjaga ideology negara kita, Pancasila.

Selain itu Bupati Artha juga mengucapkan terima kasihnya atas peran masyarakat yang telah mensukseskan pelaksanaan pemilu 2019.

“Pemilu 2019 telah berjalan dengan aman, damai dan lancar. Tingkat partisipasi meningkat signifikan, menunjukkan kesadaran masyarakat makin meningkat. Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah mensukseskan pelaksanaan Pemilu Serentak 2019,” kata Artha.

“Alhamdulilah telah berhasil mencapai tujuan bersama bangsa ini. Semua tidak terlepas dari kerukunan persaudaraan kita yang telah terjalin dengan baik sejak lama. Untuk itu kami berharap seluruh tokoh umat senantiasa memberikan doa, tuntunan, pencerahan kepada umat, agar keutuhan NKRI dengan Kebhinekaannya tetap terjaga dengan baik dan ideology Pancasila menjadi nafas dan menjiwai seluruh anak bangsa Indonesia,” ujar Artha.

Sementara itu, Haji Tafsil yang merupakan Wakil Ketua MUI Jembrana dalam tausiyahnya mengatakan, dengan berpuasa, kedepan akan menjadikan yang lebih baik lagi.

“Ibarat ulat pada pohon. Semasih menjadi ulat, dia akan makan sembarangan. Kemudian nantinya ulat tersebut berpuasa saat menjadi kepompong, menekan hawa nafsunya. Saatnya tiba dia berubahlah menjadi kupu – kupu. Sama dengan kita sebagai umat beragama, diajak menahan lapar dan hawa nafsu dan nantinya untuk menjadi umat yang lebih baik di masa yang akan datang,” ungkapnya.

■ Made Asnawa

Jumat, 10 Mei 2019

Manajemen Tanah Lot Tingkatkan Pelayanan Antipasi Lonjakan Wisatawan


INFONEWS.CO.ID ■ Tanah   Lot   selalu   berusaha   memberikan   pelayanan   maksimal   terhadap wisatawan yang berkunjung. Maka dari itu, untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap para wisatawan yang berkunjung ke Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot, Manajemen   Operasional   menggelar   pelatihan   dan   pembekalan   sumber   daya manusia (SDM) bagi karyawan.

Program pelatihan tahun ini dibagi menjadi 3 sesi kegiatan.   Sesi   I   digelar   Rabu   (8/5/2019)   yang   mengambil  tema  tentang Bahaya Terorisme dan Etika Pelayanan Public. Sesi ini menghadirkan narasumber langsung dari  Kepolisian  Resort Tabanan  yang  diwakili  oleh AKP.  Ni  Made  Lestari, SH, MH yang   merupakan   Kasat   Binmas   Polres   Tabanan   untuk   sharing   informasi   tentang Perkembangan Terorisme  dan  Upaya  Pencegahannya. 

Untuk  pemaparan  tentang etika pelayanan public dipaparkan langsung oleh Manager Operasional DTW Tanah Lot. Kedua tema ini sangat penting maknanya mengingat DTW Tanah Lot adalah kawasan   wisata   yang   dikunjungi   banyak   wisatawan   domestic   maupun mancanegara.  Adanya  pelatihan  ini  juga  sesuai  dengan  situasi  dan  kondisi  DTW Tanah Lot yang notabene salah satu daerah destinasi wisata favorit di Bali.

Acara pembekalan dihadiri 153 orang karyawan yang bertempat di wantilan PuraLuhur   Pakendungan.   Tentang   perkembangan   terorisme,   AKP   Ni   Made   Lestari memaparkan bahwa saat ini perkembangan terorisme sangat massif dan terstruktur karena   jaringan   terorisme   sangat   mudah   menyusup di masyarakat dengan kemajuan   teknologi seperti melalui media social.

“Jaman   sekarang   cara   untuk menularkan   paham-paham   radikalisme   sudah   semakin   berkembang   pesat.   Yang paling efektif  adalah melalui media social (medsos) karena tidak kenal waktu dan tempat. Siapa saja, kapan saja, dan dimanapun orang bisa akses dengan mudah hanya dengan modal handphone android serta paket internet," ujarnya. 

Sedangkan upaya pencegahan tidak bisa hanya oleh pemerintah atau aparat keamanan saja, tapi semua elemen masyarakat harus ikut berperan. Dimulai dari diri sendiri dan keluarga terdekat. Kita semua harus terlibat aktif karena perkembangannya sangat sangat cepat.

“Upaya pencegahannya sendiri tidak bisa dilakukan oleh pemerintah atau aparat keamanan   saja,   namun   masyarakat   juga   harus   ikut   berperan.   Caranya   dari   dirisendiri,  keluarga,  atau  pun  tetangga di  lingkungan  tempat  tinggal  kita.  Jika  adagerak gerik mencurigakan, maka lebih baik dilaporkan ke aparat terdekat agar bisadicek   selanjutnya. 

Dengan   upaya-upaya   tersebut   diharapkan   bisa   mencegah terjadinya aksi terorisme yang meresahkan masyarakat. Selain itu dari pemerintah sendiri   juga   melakukan   deradikalisasi   terhadap   orang-orang   yang   pernah berhubungan   atau   terlibat   dengan   paham   radikal   maupun   aksi   terorisme.

“Jadi jika diterapkan di DTW Tanah Lot, maka semua elemen baik itu karyawan,   pedagang,   masyarakat   sekitar   harus   antisipatif   untuk   mencegah   aksi terorisme. Karena DTW Tanah Lot sudah terkenal sampai tingkat dunia, jika sekalisaja kejadian maka efeknya  akan sangat luar biasa. Jadi  mari kita jaga bersama demi keamanan, kenyamanan serta kelangsungan kedepannya," tutupnya.

Sementara itu pemaparan  Manager Operasional tentang   Etika Pelayanan Publik lebih memfokuskan  ke pelayanan yang simple namun berkesan. 

Dengan   prinsip senyum, salam, sapa akan meninggalkan kesan positif tersendiri bagi wisatawan. Mereka akan merasa lebih nyaman dan akrab. 

“Sebagai pelayan pariwisata memang  harus lebih dinamis dan ramah terhadap  wisatawan.  Karena  pariwisata mengenal konsep Sapta Pesona yang dimana disana sudah dijabarkan dengan jelas. Ada Ramah, dimana nantinya keramahtamahan itu akan meninggalkan Kenangan tersendiri bagi wisatawan,"   ujarnya. 

Dengan   pelayanan   prima   dan   inovasi   dilapangan diharapkan wisatawan akan kembali berkunjung ke DTW Tanah Lot yangkita banggakan ini," tutupnya.

Untuk Sesi II akan digelar hari ini Kamis (9/5/2019) berupa dharma wacana dengan narasumber  Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Acharya Nanda.   Dan  Sesi   III   dilanjutkan dengan Tirta Yatra ke Pura Watu Klotok, Pura Goa Lawah, dan Pura Besakih yang akan dilaksanakan tanggal 11-12 Mei 2019 [rls/*r5]
© Copyright 2018 INFONEWS.CO.ID | All Right Reserved