INFO TNI POLRI

Selasa, 07 April 2020

Amerika Serikat Peringkat Kasus Covid-19, Indonesia di Posisi ke-36

JAKARTA - Juru bicara pemerintah Achmad Yurianto merilis jumlah kasus positif Corona per 7 April 2020. Kasus positif COVID-19 ini berdasarkan pemeriksaan PCR, bukan pemeriksaan cepat atau rapid test.

Berdasarkan perhitungan dari Senin, 6 April 2020 pukul 12.00 WIB sampai Selasa, 7 April 2020 di jam yang sama, ada penambahan sebanyak 247 orang, sehingga totalnya menjadi 2.738 jiwa.

Untuk jumlah orang yang dinyatakan bebas dari jeratan Virus Corona alias sembuh, bertambah 12 orang, menjadi 204 jiwa.

Sedangkan kasus kematian akibat COVID-19, ada penambahan sebanyak 12 orang, sehingga totalnya menjadi 221 jiwa.

Covid-19 di Dunia

Amerika Serikat masih menjadi negara dengan kasus corona paling banyak di dunia, hingga Selasa (7/4/2020) pagi WIB.

Tim statistik The New York Times merangkum, Negeri Paman Sam itu memiliki 357.036 kasus, dari 1,2 juta lebih kasus corona di dunia.

Di peringkat kedua, ada Spanyol dengan 135.032 kasus. Kemudian ada Italia dengan 132.547 kasus.

Sementara Tiongkok (mainland China) yang konon menjadi negara pertama, tempat kasus ini berkembang, kini masih memiliki 83.654 kasus. Negeri Panda itu berada di urutan kelima dunia, di bawah Jerman dengan 95.391 kasus.

Indonesia di urutan berapa? Hingga Senin (6/4/2020) kemarin, tim New York Times melansir Merah Putih ada di peringkat 36 dunia, dengan 2.491 kasus, 209 kematian. Angka itu sama dengan perhitungan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

Di Asia Tenggara, Indonesia berada di urutan ke-3, di bawah Malaysia (3.793 kasus) dan Filipina (3.660).

Hingga pagi ini, WHO mencatat ada 211 negara (wilayah) yang terpapar virus corona. Organisasi Kesehatan Dunia itu merangkum, ada 1.214.973 kasus dengan 67.841 orang meninggal. (*/IN-001)

Sumber: tempo.co, tribunnews.com

Senin, 06 April 2020

UPDATE Covid-19, Senin 6 April, 2.491 Positif, 192 Sembuh, 209 Meninggal

JAKARTA - Juru bicara pemerintah untuk penganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan ada penambahan kasus terkonfirmasi positif Corona di Indonesia pada Senin, 6 April 2020.

"Ada penambahan kasus baru konfirmasi Covid-19 dari metode PCR bukan rapid test sebanyak 218 kasus baru sehingga menjadi 2.491 kasus, Sembuh 28 orang sehingga 192 orang dan, meninggal 11 orang sehingga total 209 orang," kata Yurianto pada Senin, 6 April 2020.

Yurianto mengatakan hingga saat ini sudah ada 11.242 penduduk yang dites oleh tenaga medis dari pusat sampai daerah, dengan 80 persen di antaranya tidak terbukti positif Corona. (*/IN-001)

Paling Rentan Tertular Covid-19, Siapa yang Peduli Nasib Wartawan?

SOLOK - Ketua Forum Komunitas Wartawan Solok (F-Kuwas), Raunis, mengingatkan pentingnya alat perlindungan diri (APD) bagi seluruh wartawan yang tetap menjalankan tugasnya menyampaikan pemberitaan ke masyarakat di tengah penyebaran virus corona atau Covid-19. Menurut Raunis, peran jurnalis yang meliput dan memberikan informasi kepada masyarakat terkait perkembangan virus Corona sangatlah penting. Pria yang akrab disapa Roni Natase tersebut mengingatkan profesi jurnalis menjadi salah satu yang sangat rentan tertular virus corona.

"Ini sudah seperti situasi perang. Dan yang berada di garda depan bukan hanya tenaga medis dan paramedis, namun juga para jurnalis. Mereka ini rentan sekali terpapar Virus Corona, sedangkan alat pelindung dirinya tidak memadai. Sudah ada contohnya jurnalis yang mewawancarai dan berinteraksi dengan Menhub dan Wali Kota Bogor yang akhirnya ikut menjadi ODP," paparnya.

Beberapa jurnalis lainnya diketahui meninggal sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) akibat terpapar virus Corona. Seperti menimpa WD, jurnalis otomotif yang meninggal pada Jumat, 20 Maret 2020 di sebuah rumah sakit swasta wilayah Kota Tangerang Selatan. Untuk itu, Roni berharap semua pihak dapat membantu kinerja jurnalis berupa penyediaan APD untuk melindungi diri sekaligus mengantisipasi terus menyebarnya Virus Covid-19.

"APD untuk jurnalis itu meliputi hand sanitizer, masker. Hal itu sebagai bentuk penerapan imbauan pemerintah agar tetap menjaga jarak, memelihara kebersihan, mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer saat menjalankan tugas peliputan," ungkapnya.

F-Kuwas, lanjut Roni, akan terus memantau perkembangan yang terjadi dan terus berupaya memberikan kontribusi untuk membantu pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi bencana yang sedang terjadi.

"Kami sangat mendukung social distancing, jaga jarak sosial dan bekerja dari rumah. Tapi bagi jurnalis media, banyak yang tidak punya pilihan karena harus tetap terjun ke lapangan sebagai pejuang informasi," katanya.

Roni Natase juga menegaskan, sejak kewaspadaan terhadap virus corona di Kota Solok dan Kabupaten Solok, belum ada perhatian khusus dari unsur Pemkab Solok atau pun Pemko Solok terkait keselamatan, apalagi kesejahteraan wartawan di masa sulit ini. Demikian juga dengan unsur DPRD Kota Solok dan Kabupaten Solok. Termasuk dari institusi lain, seperti Polres Solok Kota, Polres Solok, Kodim 0309/Solok, Kejari, Pengadilan, ataupun dari BUMN dan BUMD di Kota Solok dan Kabupaten Solok.

Di sisi lain, menurutnya pembatasan sosial telah membuat gerak dan pemasukan wartawan dari iklan, pariwara ataupun kerja sama dengan pemerintah dan instansi, menjadi berkurang. Salah satu sebabnya, banyak anggaran yang justru direlokasi ke penanganan Covid-19.

"Kami sebagai kontrol sosial, paling terdepan melakukan edukasi dan sosialisasi kepada publik terkait bagaimana pencegahan tentang virus Covid- 19 ini. Bahkan, jika ada pasien yang ODP, PDP, ataupun sudah positif terjangkit virus tersebut kamilah (wartawan) yang meliputnya. Bisa dibayangkan bagaimana risiko yang kami hadapi. Namun ironisnya dengan risiko yang kami hadapi, tidak diimbangi perhatian," ungkapnya. (IN-001)

Sabtu, 04 April 2020

Update Covid-19, Sabtu 4 April, 2.092 Positif, 190 Meninggal, 191 Sembuh

JAKARTA - Pemerintah kembali memperbarui data kasus positif virus corona di Indonesia. Jumlah pasien positif corona, per Sabtu (4/4), tercatat bertambah sebanyak 106 orang. Juru bicara penanganan corona, Achmad Yurianto, mengungkapkan saat ini secara akumulatif pasien positif corona ada 2.092 orang.

"Masih terjadi penambahan kasus konfirmasi positif 106 orang, sehingga total menjadi 2.092," kata Yurianto di Kantor BNPB, Jakarta, Jumat (3/4) sore.

Sementara itu, jumlah pasien positif virus corona yang meninggal dunia bertambah 16 orang. Dengan begitu, total ada 190 pasien corona yang meninggal.

Yurianto menyebut pasien positif corona yang sembuh juga bertambah 10 orang. Sehingga saat ini tercatat ada 191 pasien yang sembuh dari COVID-19.

Meluasnya penyebaran virus corona ini tak hanya mengancam kesehatan, tapi perekonomian juga ikut terdampak. Misalnya saja di DKI Jakarta per Jumat (3/4) pukul 10.30 WIB total sudah ada 25.408 pekerja yang di-PHK dan dirumahkan melapor ke Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakergi) DKI Jakarta.

Para pekerja tersebut berasal dari 4.235 perusahaan. Disnakergi DKI Jakarta memang membuka kanal pelaporan untuk pekerja yang terdampak wabah virus corona hingga Sabtu (4/4).

Kepala Disnaker DKI Jakarta Andri Yansyah belum mau mengungkapkan teknis pemberian kartu prakerja dan pemberian subsidi kepada mereka yang sudah mendaftar. Dia hanya mengungkapkan akan ada bantuan dari pemerintah.

"Insyaallah akan ada bantuan, baik dari pemerintah pusat maupun dari pemerintah daerah," kata Andri Yansyah saat dihubungi, Jumat (3/4). (*/IN-001)

Sumber: kumparan.com

Kamis, 02 April 2020

UPDATE Covid-19, 1.790 positif, 112 sembuh, dan 170 meninggal

JAKARTA - Pemerintah mengumumkan jumlah terbaru kasus positif virus corona COVID-19 di Indonesia. Per Kamis (2/3/2020), tercatat 1.790 kasus positif, 112 sembuh, dan 170 meninggal.

"Kasus konfirmasi positif yang baru sebanyak 113 sehingga jumlah total menjadi 1.790 kasus positif akumulatif," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona COVID-19, Achmad Yurianto, Kamis (2/4/2020).

Pasien yang dinyatakan sembuh setelah 2 kali mendapatkan hasil negatif dalam pemeriksaan bertambah 9 kasus menjadi 112. Kasus meninggal dunia bertambah 13 menjadi 170.

Sebelumnya, Presiden Jokowi meminta setiap pemudik dari Jabodetabek yang pulang ke kampung halaman ditetapkan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) COVID-19. Hal ini untuk menekan penularan di daerah-daerah.

"Saya ingin mendorong agar ada partisipasi di tingkat komunitas baik itu RW maupun RT. Sehingga pemudik yang pulang dari Jabodetabek bisa diberlakukan sebagai ODP, sehingga harus jalankan isolasi mandiri," kata Jokowi dalam rapat terbatas bersama para menteri kabinetnya secara virtual, Kamis (2/4/2020).

Jokowi melihat pengawasan di daerah soal pemudik ini mulai digalakkan. Ia meminta untuk lebih diintensifkan lagi.

"Di hilir pengawasan dan pengendalian di level daerah utamanya di level kelurahan dan level desa sekarang ini saya lihat sudah mulai digerakkan oleh daerah dan mulai bergerak," tutur dia. (*/IN-001)

Rabu, 01 April 2020

19 Pati TNI AD dan 8 Pati TNI AL Dimutasi, Wakasad Dijabat Mayjen TNI Moch Fachruddin

JAKARTA - Sebanyak 27 Perwira Tinggi (Pati) TNI terdiri dari 19 Pati jajaran TNI AD, dan 8  Pati jajaran TNI AL dimutasi. Berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/355/III/2020 tanggal 31 Maret 2020 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI. Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Tatang Sulaiman dimutasi menjadi Pati Mabes TNI, dalam rangka persiapan pensiun. Penggantinya, adalah Mayjen TNI Moch. Fachruddin, yang sebelumnya adalah Asisten Operasional (Asops) Kasad.

Mutasi jabatan di lingkungan TNI, merupakan upaya dalam rangka memenuhi kebutuhan organisasi dan pembinaan karier, serta mengoptimalkan tugas-tugas TNI yang semakin kompleks dan dinamis. TNI melaksanakan mutasi dan promosi jabatan di tingkat Perwira Tinggi TNI.

Sebanyak 19 Pati TNI AD yang dimutasi  yaitu Letjen TNI Tatang Sulaiman dari Wakasad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Mayjen TNI Moch. Fachruddin, S.Sos. dari Asops Kasad menjadi Wakasad, Mayjen TNI Surawahadi dari Koorsahli Kasad menjadi Asops Kasad, Mayjen TNI R. Wisnoe Prasetja Boedi dari Pangdam V/Brw menjadi Koorsahli Kasad (Validasi Orgas), Mayjen TNI Widodo Iryansyah, S.Sos., M.M. dari Aspam Kasad menjadi Pangdam V/Brw.

Kemudian, Mayjen TNI Teguh Arief Indratmoko dari Pangdam IM menjadi Asintel Kasad (Validasi Orgas), Mayjen TNI Hassanudin, S.I.P., M.M. dari Asrena Kasad menjadi Pangdam IM, Brigjen TNI Hendrasto Joko Saksono, S.E., M.M. dari Ses Ditjen Kuathan Kemhan menjadi Asrena Kasad, Brigjen TNI Abdul Rahman Made, S.I.P., M.Si. dari Dirmat Ditjen Kuathan Kemhan menjadi Ses Ditjen Kuathan Kemhan.

Selanjutnya, Brigjen TNI Heru Sudarminto, S.I.P., M.Sc. dari Waasrena Kasad menjadi Dirmat Ditjen Kuathan Kemhan, Kolonel Kav Erwin Djaniko, S.Sos. dari Pamen Denma Mabesad menjadi Wasrena Kasad Bid. Ren (Validasi Orgas), Kolonel Czi Adisura Firdaus Tarigan dari Paban I/Jakrenstra Srenad menjadi Waasrena Kasad Bid. Dal (Orgas Baru), Kolonel Inf Mukhlis dari Paban II/Jemen Srenad menjadi Waasrena Kasad Bid. Jemen dan RB (Orgas Baru).

Brigjen TNI Broto Guncahyo, S.Sos., M.Tr. (Han) dari Irops Itjen TNI menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Kolonel Inf Fauzi Rusli, S.H. dari Irut Ter Itops Itjen TNI menjadi Irops Itjen TNI, Mayjen TNI Benny Octaviar, M.D.A. dari Pa Sahli Tk. III Bid. Banusia Panglima TNI menjadi Pa Sahli Tk. III Bid. Wassus dan LH Panglima TNI.

Brigjen TNI Sugeng Sutrisno, S.H., M.H. dari Anggota Pokkimiltama Mahkamah Agung menjadi Hakim Agung Mahkamah Agung, Brigjen TNI Weni Okianto, S.H., M.H. dari Kadilmilti II Jakarta Mahkamah Agung menjadi Anggota Pokkimiltama Mahkamah Agung, dan Brigjen TNI Dr. Slamet Sarwo Edy, S.H., M.H. dari Panmudpidmil Mahkamah Agung menjadi Kadilmilti II Jakarta Mahkamah Agung.

Sementara 8 Pati TNI AL, yaitu Laksda TNI Ir. Fery Sidjaja, M.M. dari Pa Sahli Tk. III Bid. Wassus dan LH Panglima TNI menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun), Laksma TNI Tatit E. Witjaksono, S.E., M.Tr. (Han) dari Wadan Seskoal menjadi Pa Sahli Tk. III Bid. Banusia Panglima TNI, Kolonel Laut (P) Imam Musani, S.E., M.Si. dari Dirdik Seskoal menjadi Wadan Seskoal, Laksma TNI M. Zainudin, S.H., M.M. dari Iropslat Itjenal Mabesal menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun).

Kolonel Laut (P) Aswoto Saranang dari Pamen Sahli Kumhan Pati Sahli Kasal Bid. Soskumdang menjadi Iropslat Itjenal Mabesal, Laksma TNI Gig Jonias Mozes Sipasulta, M.Mar.Stud. dari Wadan Kodiklatal menjadi Pati Mabes TNI AL (Meninggal Dunia), Brigjen TNI (Mar) Amir Faisol, S.Sos., M.M. dari Danpasmar 3 Kormar menjadi Wadan Kodiklatal, dan Kolonel Mar Edi Juardi dari Wakapusjapermildas TNI menjadi Danpasmar 3 Kormar. (*/IN-001)

Senin, 30 Maret 2020

Panglima TNI Pimpin Sertijab Komandan Pusat Polisi Militer

JAKARTA - Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, memimpin serah terima jabatan Komandan Pusat Polisi Militer TNI dari Mayjen TNI Dedy Iswanto, kepada Brigjen TNI Eddy Rate Muis, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (30/3/2020).

Serah terima jabatan Komandan Pusat Polisi Militer TNI (Danpuspom TNI) berdasarkan Keputusan Panglima TNI nomor Kep/324/III/2020 tanggal 20 Maret 2020.

Selanjutnya, Mayjen TNI Dedy Iswanto, menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun). Sedangkan Brigjen TNI Eddy Rate Muis, sebelumnya menjabat sebagai Direktur Hukum Pada Deputi Bidang Informasi, Hukum dan Kerjasama Bakamla.

Dalam acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) tersebut, Danpuspom TNI Brigjen TNI Eddy Rate Muis melakukan penandatanganan pakta integritas dan berita acara serah terima jabatan, dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan yang dipimpin langsung oleh Panglima TNI. Akibat penyebaran virus corona (Covid-19), seluruh personel yang terlibat prosesi Sertijab menggunakan masker, termasuk Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. (*/IN-001)

Sabtu, 28 Maret 2020

UPDATE Sabtu (28/3/2020), Covid-19 di Indonesia 1.155 Kasus, Sembuh 59, Meninggal 102 Orang

JAKARTA - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan ada penambahan pasien positif Corona menjadi 109 kasus

"Sehingga total 1.155 kasus, pasien sembuh 59 orang, kematian menjadi 102 orang," kata Yurianto, Sabtu, 28 Maret 2020.

Yurianto mengatakan untuk itu menjadi penting bagi masyarakat agar tetap mematuhi anjuran di rumah saja untuk isolasi diri. Selain itu, ia juga meminta masyarakat mengurangi aktivitas dan interaksi di luar rumah.

Ia pun mengingatkan masyarakat untuk mencuci tangan dengan sabun setiap hendak makan atau minum. "Jadi tidak perlu menggunakan hand sanitizer, cukup menggunakan sabun dengan air mengaliar," kata Yurianto. (*/IN-001)



[ copy pasang di sinebar/ lokasi yg memungkinkan... data covid-19 dari kemenkes, update otomatis]

Kamis, 26 Maret 2020

5 Warga Sumbar Positif Covid-19

PADANG - Angka pasien Covid 19 positif di Sumbar terus bertambah. Data pantau Covid-19 Provinsi Sumbar menunjukkan angka 5 pasien positif. Sedangkan hasil negatif 15 orang dan yang masih dalam pemeriksaan 22 orang.

Masih data dari pantauan Covid-19 Pemprov Sumbar, total Orang Dalam Pantauan (ODP) di daerah ini sebanyak 818 orang dan Pasien Dalam Pantauan (PDP) 22 orang.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana yang dirilis, Kamis (26/3/2020), telah ada penambahan sebanyak 893 orang positif covid-19 di Indonesia. Dari data yang disampaikan Juru Bicara Pemerintah, Achmad Yurianto ada  penambahan 103 kasus baru dari hari sebelumnya. Jumlah yang meninggal dunia di Indonesia ada sebanyak 78 orang, bertambah 20 orang dari kemarin. Sementara yang sembuh ada sebanyak 35 orang.

Sebelumnya seorang Pasien Dalam Pemantauan (PDP) yang ditangani oleh RSAM Bukittinggi dinyatakan positif terpapar virus Corona (Covid 19).

Selain itu satu orang PDP yang telah dirawat di ruangan isolasi RSAM Bukittinggi meninggal dunia. (*/IN-001)

Pemukulan Tiga Polisi oleh Atasan di Padang Pariaman Viral di Medsos

PADANG PARIAMAN - Video seorang perwira pertama (pama) Polres Padang Pariaman, Sumatera Barat, yang diduga melakukan tindakan pemukulan terhadap tiga anggota Polri beredar di media sosial (medsos).

Dalam video berdurasi 1 menit 15 detik yang disebar di laman Medsos Facebook. Salah satunya oleh akun Koordinator Nasional (Kornas) Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak (TRC PA), Naumi Supriadi. Dalam video itu, seorang perwira polisi melakukan pemukulan terhadap tiga anggota Polri di lapangan apel Mapolres Padang Pariaman.

"KORNAS TRCPA MEMINTA KEPADA KAPOLRI UNTUK COPOT DENGAN TAK HORMAT .IPDA SDC....KEKERASAN TAK LAGI PANTAS DI PERTONTON KAN dan APA YANG AKAN DI PELAJARI DENGAN SEBUAH KEKERASAN ??.. KEPADA KAPOLRI .KORNAS TRCPA BERSURAT," tulis Naumi.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, insiden itu terjadi lantaran tiga anggota Polri itu terlambat datang apel.

"Benar, mereka itu terlambat datang apel makanya diambil tindakan itu," kata Satake Bayu dikutip Tagar.id, Rabu, 25 Maret 2020 malam.

Satake mengatakan kasus tersebut sudah ditangani pihak Polres Padang Pariaman.

"Saya sudah hubungi Kapolresnya, kasus tersebut telah diambil alih oleh unit Profesi dan Pengamanan (Propam)," katanya.

Naumi: Bukan Lagi Eranya Kekerasan Fisik Dipertontonkan

Koordinator Nasional (Kornas) Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak (TRC PA), Naumi Supriadi mengaku sangat kecewa, dan meminta Kapolri Jendral Idham Azis agar pelaku di copot dengan tidak hormat dari jabatannya.

"Bukan eranya. Kekerasan fisik tak lagi pantas dipertontonkan di kalangan kepolisian. Apalagi di kalangan perwira, karena tidak ada pelajaran positif yang bisa diambil dengan sebuah kekerasan," tegas Naumi.

Terkait kasus itu, Kalemdikpol Polri Komjen Arief Sulistyanto ikut memberi tanggapan. Menurut Arief, biasanya perwira polisi yang bersikap tidak profesional itu bermasalah saat menjalani pendidikan

"Kami bekerja di hulu, dengan adanya fenomena seperti ini harus menjadi pelajaran bagi taruna Akpol (calon perwira polisi) yang saat ini sedang dalam program pendidikan. Sejak saya menjabat Kalemdiklat sudah saya buat komitmen integritas terhadap seluruh taruna," beber Arief dalam keterangannya, Kamis (26/3/2020).

IPW: Mencoreng Citra Institusi

Ketua Presidum Indinesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, meyayangkan terjadinya peristiwa ini. Menurutnya, tindakan ini telah mencoreng citra institusi Polri di masyarakat. Neta S Pane juga menegaskan, apapun alasannya, tindakan penyiksaan tidak boleh dilakukan oleh anggota polri kepada bawahannya, apalagi secara terbuka di lapangan yang bisa disaksikan semua orang.

"IPW mengecam keras tindakan sadis yang dilakukan perwira pertama (pama) Polri Akpol lulusan 2019 tersebut. Ironisnya, tindakan sadis itu terbiarkan cukup lama, padahal semua anggota Polres Pariaman bisa menyaksikannya. IPW berterimakasih kepada pihak yang sudah merekam dan memviralkan peristiwa yang sangat memalukan institusi kepolisian ini," ujarnya dalam keterangan tertulisnya yang dikutip sindonews.com, Kamis (26/3/2020).

Neta S Pane juga mengingatkan, Polri adalah lembaga dan aparatur penegak hukum, jika seorang bawahan melakukan kesalahan, sefatal apapun kesalahan itu, atasan harus menghukumnya dalam koridor hukum, bukan melakukan penyiksaan. Apalagi penyiksaan itu dilakukan di lapangan terbuka yg semua orang bisa menyaksikannya.

"Sangat disayangkan penyiksaan ini dilakukan atas nama pembinaan. Ini sebuah kesalahan fatal dan persepsi yang ngawur tentang pembinaan. Tindakan sadis itu mengabaikan fungsi Polri sebagai pelayan, pelindung, pengayom dan pelaku penegakan hukum yang Promoter. Bagaimana yang bersangkutan bisa menjadi polisi yang promoter dalam melayani masyarakat wong kepada sesama anggota polri sendiri saja bisa bersikap sadis, bengis dan tega melakukan penyiksaan," tutur Neta S Pane dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/3/2020).

Untuk itu sesuai dengan UU, Neta menyatakan pelaku harus diproses secara hukum dengan pasal berlapis. Antara lain pasal yang mengatur tentang penyiksaan. Selain itu, sikap pelaku yang sadis dan bengis menjadi bukti nyata pelaku tidak pantas lagi menjadi anggota Polri.

"Institusi Polri harus segera memecatnya. Begitu juga Kapolres yang menjadi atasan pelaku harus segera dicopot karena membiarkan pelaku berbuat sadis, bengis dan semena- mena di halaman polres," sebutnya.

Neta Pane juga menegaskan, pembiaran tindakan sadis ini menunjukkan bahwa Kapolres tidak punya wibawa dan tidak mampu membina bawaannya. Sehingga bawahan bisa bertindak semaunya. Sedangkan ketiga bintara jika melakukan kesalahan tetap harus diproses oleh Propam Polda Sumbar.

"Bagaimana pun kasus seperti ini dimana anggota polri bertindak sadis dan bengis melakukan penyiksaan, terutama di lapangan terbuka tidak boleh terulang lagi. Tindakan sadis itu hanya akan menunjukkan bahwa polri yang promoter hanya sebuah isapan jempol belaka," tandasnya. (*/IN-001)

Sumber: tagar.id, sindonews.com.

Satu Warga Bukittinggi Positif Covid-19, Satu Pasien PDP Meninggal Tadi Malam

BUKITTINGGI - Kota Bukittinggi mengumumkan kasus pertama warga positif virus corona (Covid-19) di Sumatera Barat. Satu perempuan yang dirawat di Rumah Sakit Ahmad Muchtar (RSAM) Bukittinggi positif terjangkit Covid-19. Sementara, satu pasien dalam pemantauan (PDP) asal Solok Selatan, meninggal dunia, Rabu malam (25/3/2020). Namun, hasil tes labor swap menunjukkan negatif Covid-19 dan justru positif HIV. Hal itu dikatakan Walikota Bukittinggi, Sumatera Barat, Ramlan Nurmatias Kamis pagi (26/4/2020).

Warga yang positif corona adalah perempuan. Suami yang bersangkutan memiliki riwayat perjalanan ke Malaysia untuk acara tabligh akbar. Menurut Ramlan, hasil pemeriksaan labor swap dari Unand menunjukkan istri positif terjangkit corona.

"Kami sudah mengontak keluarga pasien tersebut dan bersedia dijemput untuk kami lakukan isolasi. Satu keluarga ada empat orang," katanya.

Pemerintah saat ini tengah menelusuri riwayat kontak pasien dengan warga lain.

"Warga yang positif ini juga punya toko. Kami sedang tangani bagaimana riwayat perjalanan dan interaksinya," katanya.

Sementara satu pasien dalam pemantauan meninggal di RSAM Bukittinggi berasal dari Kabupaten Solok Selatan pada Rabu (25/3/2020) malam.

Untuk pasien yan meninggal, Ramlan mengatakan belum diketahui hasil labor apakah positif atau negatif corona. (*/IN-001)

Kabar Baik, Sudah 103.396 Orang Dinyatakan Sembuh Usai Positif Covid-19

JAKARTA - Di tengah duka dan kepedihan karena wabah virus corona yang saat ini sudah menyebar ke seluruh dunia, terselip sebuah kabar baik. Berdasarkan laporan yang disajikan Universitas John Hopkins, lebih dari 103.000 orang, tepatnya 103.396, dinyatakan sembuh.

Selain itu, terdapat sejumlah kabar lain. Seperti misalnya Korea Selatan yang grafik pasien sembuh karena virus corona meningkat pesat.

Atau fakta bahwa Italia, negara dengan angka kematian Covid-19 tertinggi di dunia, selama dua hari beruntun melaporkan penurunan data korban meninggal.

1. China laporkan lebih dari 70.000 pemulihan

Lebih dari 70.000 orang di China berhasil sembuh, di mana hampir 59.000 orang terjadi di Hubei, provinsi yang paling terdampak wabah.

Beijing mengklaim mereka bisa menghentikan penyebaran. Indikatornya adalah satu kasus domestik yang diumumkan pada Minggu (22/3/2020).

Klaim tersebut terjadi setelah Negeri "Panda" melontarkan serangkaian kebijakan ketat. Salah satunya adalah lockdown Wuhan, kota tempat di mana wabah terdeteksi.

Meski begitu, China melaporkan adanya kasus impor. Pada Minggu, mereka melaporkan 46 kasus, dengan 13 di antaranya terjadi di ibu kota Beijing.

Karena itu guna mencegah gelombang kedua, pemerintah setempat mengalihkan penerbangan ke 12 bandara, dan menerapkan pemeriksaan kesehatan bagi pendatang.

2. Sepertiga penderita di Korea Selatan sembuh

Negeri "Ginseng", yang menjadi klaster terbesar Asia (9.037 kasus), mengumumkan sepertiga pasien, atau 3.507, dinyatakan sembuh.

Kemudian pada Selasa (24/4/2020), Seoul hanya melaporkan 76 kasus harian, 14 hari beruntun mereka mengumumkan di bawah 100 infeksi.

Merujuk data dari Statista, Korea Selatan melakukan tes terhadap lebih dari 316.000 orang pada Minggu, di mana langkah itu jadi titik penting mitigasi.

Yoon Tae-ho, direktur jenderal kesehatan Korsel menyatakan, pihaknya tidak menurunkan kewaspadaan meski angkanya terus menurun.

"Masih terdapat naik turun meski tren-nya berkurang. Prioritas kami adalah mencegah infeksi sporadis dan kasus berulang," tegas Yoon.

Sejak Minggu, Seoul memberlakukan kebijakan social distancing selama 15 hari. Melarang kegiatan agama, olahraga, dan hiburan.

Mayoriyas kasus virus corona yang ditemukan di Negeri "Ginseng" berasal dari kelompok keagamaan bernama Gereja Shincheonji.

3. Korban sembuh Italia melebihi angka kematian

Hingga saat ini, Italia sudah melaporkan 6.077, dan menjadi negara dengan korban meninggal tertinggi karena Covid-19 di dunia.

Meski begitu seperti diberitakan Newsweek, Roma patut berbangga. Sebab saat ini, mereka sudah menyatakan 7.432 korban sudah pulih.

Selain itu dalam dua hari berturut-turut, Roma mengumumkan penurunan dalam laporan kematian harian sejak Minggu pekan lalu.

Begitu wabah tersebut menjangkiti pada Februari, Negeri "Pizza" menerapkan lockdown, dan dimulai dari kawasan utara yang notabene wilayah paling parah.

Di Vo, sebuah kota kecil di bagian Venezia, tes yang digelar berulang-ulang terhadap warganya membuat mereka tak lagi mencatatkan kasus infeksi. (*/IN-001)

Sumber: kompas.com

Senin, 23 Maret 2020

UPDATE Covid-19, 342.407 Terjangkit, 14.753 Tewas, 99.041 Sembuh

JAKARTA - Jumlah kasus virus corona terus merangkak naik di seluruh dunia, terutama negara paling terjangkit. Berdasar data Worldmeters yang dikutip kompas.com, jumlah kasus global per 23 Maret 2020 siang adalah 339.036. Kemudian pada Senin sore, angka itu bertambah menjadi 342.407 kasus. Angka ini bertambah lebih dari 30 ribu dibanding hari sebelumnya.

Sementara itu, jumlah negara dan wilayah yang terjangkit virus corona pun bertambah menjadi 192, dan satu transportasi angkut (Diamond Princess yang bersadar di Yokohama, Jepang).

Dari total kasus tersebut, jumlah kematian mencapai 14.753 kasus, sementara 99.041 kasus di antaranya sembuh.

Update Kasus Corona di Indonesia

Update terbaru corona per 23 Maret 2020 pukul 15.46 WIB terdapat total ada 579 kasus Covid-19 di Indonesia.

Angka ini bertambah 65 kasus sejak pemerintah mengumumkan data pada Minggu (22/3/2020) sore, atau dalam 24 jam terakhir.

Hal ini diungkapkan juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers di Graha BNPB.

"Ada penambahan kasus baru 65 orang, yang tersebar di berbagai provinsi. Sehingga total kasus ada 579 orang," kata Achmad Yurianto.

Sebelumnya, pemerintah menyebutkan bahwa ada 514 orang yang positif virus corona, dengan 48 pasien meninggal dunia setelah mengidap Covid-19.

Hingga Senin sore, pemerintah mengantakan ada satu lagi korban meninggal karena Covid-19, sehingga totalnya menjadi 49 pasien meninggal.

Sementara itu, dari 579 pasien ada satu lagi yang dinyatakan sembuh. Sehingga jumlah pasien sembuh menjadi 30 orang.

Update Corona Dunia

Di seluruh dunia, lonjakan kasus positif corona terbanyak ada di Amerika Serikat dengan 8.178 kasus positif baru.

Setelah itu, ada Italia dengan tambahan 5.560 kasus, Spanyol ketambahan 4.413 kasus positif baru, Jerman dengan 3.117 kasus positif baru, Perancis dengan 1.559 kasus positif baru, dan Iran dengan 1.028 kasus positif baru.

Sementara itu, kenaikan angka kematian akibat corona terbanyak ada di Italia, yakni 651 kematian baru, diikuti Spanyol yang mengalami 432 kematian baru, dan Iran 129 kematian baru. Untuk AS, ada 110 kematian baru. (*/IN-001)

50 Negara dengan Kasus Positif Virus Corona Terbanyak per Senin (23/3/2020)

1. China: 81.093 terinfeksi (+39) dan 3.270 meninggal (+25).
2. Italia: 59.138 terinfeksi (+5.560) dan 5.476 meninggal (+651).
3. Amerika Serikat: 35.070 terinfeksi (+8.178) dan 458 meninggal (+110)
4. Spanyol: 29.909 terinfeksi (+4.413) dan 1.813 meninggal (+432).
5. Jerman: 25.481 terinfeksi (+3.117) dan 99 meninggal (+15).
6. Iran: 21.638 (+1.028) terinfeksi dan 1.685 meninggal (+129).
7. Perancis: 16.018 terinfeksi (+1.559) dan 674 meninggal (+112)
8. Korea Selatan: 8.961 terinfeksi (+64) dan 111 meninggal (+7).
9. Swiss: 7.776 terinfeksi (+1.214) dan 100 meninggal (+2).
10. Inggris: 5.683 terinfeksi (+665) dan 281 meninggal (+48).
11. Belanda: 4.204 terinfeksi (+578) dan 179 meninggal (+43).
12. Austria: 3.631 terinfeksi (+660) dan 16 meninggal (+8).
13. Belgia: 3.401 terinfeksi (+586) dan 75 meninggal (+8).
14. Norwegia: 2.385 terinfeksi (+215) dan 7 meninggal.
15. Swedia: 1.934 terinfeksi (+164) dan 24 meninggal (+4).
16. Australia: 1.709 terinfeksi (+423) dan 7 meninggal.
17. Brasil: 1.604 terinfeksi (+426) dan 25 meninggal (+7).
18. Portugal: 1.600 terinfeksi (+320) dan 14 meninggal (+2).
19. Kanada: 1.470 terinfeksi (+142) dan 20 meninggal (+1).
20. Denmark: 1.450 terinfeksi (+124) dan 13 meninggal.
21. Malaysia: 1.306 terinfeksi (+123) dan 11 meninggal (+1).
22. Israel: 1.238 terinfeksi (+355) dan 1 meninggal.
23. Turki: 1.236 terinfeksi (+289) dan 30 meninggal (+9).
24. Ceko: 1.165 terinfeksi (+170) dan 1 meninggal.
25. Jepang: 1.101 terinfeksi (+47) dan 41 meninggal (+5).
26. Irlandia: 906 terinfeksi (+121) dan 4 meninggal (+1).
27. Pakistan: 804 terinfeksi (+182) dan 6 meninggal (+3).
28. Luksemborg: 798 terinfeksi (+128) dan 8 meninggal.
29. Ekuador: 789 terinfeksi (+257) dan 14 meninggal (+7).
30. Thailand: 721 terinfeksi (+122) dan 1 meninggal.
31. Kapal Diamond Princess: 712 terinfeksi dan 8 meninggal.
32. Polandia: 649 terinfeksi (+114) dan 7 meninggal (+2).
33. Chili: 632 terinfeksi (+95) dan 1 meninggal.
34. Finlandia: 626 terinfeksi (+103) dan 1 meninggal.
35. Yunani: 624 terinfeksi (+94) dan 15 meninggal (+2).
36. Indonesia: 579 terinfeksi (+65) dan 49 meninggal (+1).
37. Islandia: 568 terinfeksi (+95) dan 1 meninggal.
38. Saudi Arabia: 511 terinfeksi (+119).
39. Qatar: 494 terinfeksi (+13).
40. Filipina: 462 (+98) terinfeksi dan 33 meninggal (+8).
41. Singapura: 455 terinfeksi (+13) dan 2 meninggal.
42. Rusia: 438 terinfeksi (+132) dan 1 meninggal.
43. Rumania: 433 meninggal (+66) dan 3 meninggal (+3).
44. India: 425 terinfeksi (+93) dan 8 meninggal (+3).
45. Slovenia: 414 terinfeksi (+31) dan 3 meninggal (+3).
46. Peru: 363 terinfeksi (+55) dan 5 meninggal.
47. Hong Kong: 356 terinfeksi (+82) dan 4 meninggal.
48. Estonia: 352 terinfeksi (+46).
49. Bahrain: 337 terinfeksi (+27) dan 2 meninggal (+2).
50. Mesir: 327 terinfeksi (+33) dan 14 meninggal (+4).

Kamis, 19 Maret 2020

Doni Monardo: Lockdown Tak Jadi Opsi, Cukup Social Distancing

JAKARTA - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Doni Monardo menegaskan bahwa lockdown atau karantina wilayah sampai saat ini tak masuk dalam opsi pemerintah dalam upaya mengatasi penyebaran virus Corona di Indonesia.

"Masalah lockdown itu tidak usah lagi kita bahas. Kita harus patuh dengan keputusan pemerintah pusat. Bapak Presiden tidak akan memberikan status lockdown, cukup dengan social distancing (pembatasan interaksi sosial)," ujar Doni usai rapat terbatas dengan presiden lewat Video Conference, Kamis (19/3/2020).

Saat ini, kata Doni, opsi yang dipilih pemerintah adalah melakukan rapid test atau tes massal. Kendati saat ini alat rapid test ini belum tersedia di tanah air dan masih dalam proses impor dari beberapa negara.

"Kami sedang meminta izin kepada Bea Cukai, Kementerian Perdagangan, dan juga BPOM, untuk mempermudah akses. Sebagaimana UU Nomor 24/2007, BNPB akan mendapatkan kemudahan akses dalam situasi bencana ini," ujar Doni.

Sementara itu, kata Doni, pemerintah saat ini fokus melakukan sejumlah upaya dengan metode kolaborasi penta-helix berbasis komunitas.

"Kita semua berkoordinasi mulai dari pemerintah pusat di dukung oleh TNI/ Polisi. Kemudian dibantu para akademisi, pakar, dan mereka yang ahli dalam meneliti. Selain itu kita butuh bantuan dunia usaha, komunitas termasuk relawan organisasi kemasyarakatan dan juga media," ujarnya.

Pasien positif Covid-19 semakin bertambah di Indonesia. Per 19 Maret 2020, sudah ada 309 kasus. Dari 309 kasus, 25 orang meninggal. Penambahan jumlah kasus secara signifikan ini tersebar di sejumlah daerah, yang terbanyak masih di DKI Jakarta, yakni 52 pasien positif Corona. (*/IN-001)

Sumber: tempo.co

Rabu, 11 Maret 2020

Kunjungan ke Solok, Kajati Sumbar Tekankan Jajarannya Mempercepat Penanganan Perkara Korupsi

SOLOK - Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumatera Barat Amran, SH, MH mengunjungi Kejari Solok dalam rangka kunjungan kerja, Selasa (10/3/2020). Amran dalam arahannya menekankan agar jajaran Kejari Solok untuk mempercepat penanganan kasus korupsi di Solok. Amran juga mengingatkan agar jajarannya tidak melakukan perbuatan tercela yang dapat mencoreng nama institusi kejaksaan.

"Percepat penanganan perkara korupsi untuk mendapatkan kepastian hukum. Dengan catatan, harus didukung bukti yang lengkap," tegasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Amran dan rombongan Kejati Sumbar disambut Bupati Solok Gusmal Dt Rajo Lelo, Pj. Sekda Kota Solok Nova Elfino, Kapolres Solok Kota AKBP Ferry Suwandi, Kapolres Solok AKBP Azhar Nugroho, Ketua DPRD Kabupaten Solok Jon Firman Pandu, Ketua DPRD Kota Solok Yutris Can, Dandim 0309/Solok Letkol ARM Reno Triambodo, serta Kajari Solok dan jajarannya.



Amran juga mengingatkan jajarannya, agar memegang teguh prinsip kehati-hatian dalam memproses suatu kasus. Apalagi menurutnya, rangkaian proses untuk helatan pemilihan sejumlah kepala daerah serta pemilihan gubernur sudah dimulai.

"Kejaksaan jangan terlibat atau dijadikan alat politik," katanya.

Pada kesempatan itu setidaknya ada enam poin yang yang diinstruksikan oleh Kajati di hadapan Kajari Solok serta jajaran. Di antaranya adalah kejaksaan ikut berperan aktif untuk membantu masyarakat, seperti kondisi bencana dengan menjalin komunikasi bersama instansi terkait. Kemudian juga diinstrukikan untuk menyelesaikan tunggakan barang bukti yang ada di kejaksaan (zero barang bukti).



"Segera laksanakan putusan yang telah berkekuatan hukum tetap (inkrah). Selesaikan proses barang bukti yang pernah disita," katanya.

Amran juga memesankan agar kinerja bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) Kejari ditingkatkan melalui Surat Kuasa Khusus (SKK). (IN-001)

Minggu, 08 Maret 2020

Polres Solok Gelar Sertijab Dua Kasat dan Tiga Kapolsek

SOLOK - Kepolisian Resor (Polres) Solok menggelar upacara serah terima jabatan(Sertijab) dua kepala satuan (Kasat) dan tiga Kapolsek, di Lapangan Apel Mapolres Solok, di Arosuka, Sabtu (7/3/2020). Sertijab dipimpin langsung Kapolres Solok AKBP Azhar Nugroho. Dua Kasat tersebut adalah Kasat Lantas Iptu Bayful Yendri dan Kasat Sabhara AKP Darmansyah. Sementara tiga Kapolsek yang dimutasi adalah Kapolsek Pantai Cermin, Kapolsek Danau Kembar dan Kapolsek Hiliran Gumanti.

Kapolres Solok AKBP Azhar Nugroho mengatakan Kepada pejabat yang baru agar dapat melayani masyarakat sebaik mungkin dengan tidak mengesampingkan tugas pokok sebagai anggota polri yang merupakan bentuk tanggung jawab pimpinan ucapnya.

"Saya ucapkan terima kasih kepada pejabat lama yang telah melaksanakan tugas dengan baik. Mutasi yang terjadi di lingkungan Polres Solok merupakan suatu hal yang biasa di tubuh Polri demi penyegaran dan untuk kepentingan organisasi. Mutasi adalah hal biasa dalam suatu organisasi karena tidak ada jabatan yang kekal," ucapnya.

Sebelumnya, mutasi kembali bergulir di jajaran Polda Sumbar. Kali ini, gerbong mutasi bergulir di tingkat Wakapolres, Kepala Satuan (Kasat), Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek), Kaur Bins Opsnal (KBO), hingga Kasubag. Dengan level kepangkatan dari Inspektur Polisi Dua (Ipda), Inspektur Polisi Satu (Iptu), Ajun Komisaris Polisi (AKP), Komisaris Polisi (Kompol), hingga Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP). Hal ini sesuai dengan Surat Telegram (ST) Kapolda Sumbar Nomor ST/259/II/KEP/2020, yang ditandatangani Kepala Biro SDM Polda Sumbar Kombes Pol Hendra Wirawan, SH, S.IK, MH, tertanggal 21 Februari 2020.
Di Polres Solok Kota, tiga Kapolsek dan satu Kasat terjadi mutasi. Kasat Sabhara AKP Poniman, dimutasi menjadi Kanit 2 Siturjawali Subditgasum Ditsamapta Polda Sumbar. Posisi AKP Poniman diisi pejabat baru, AKP Darmansyah, yang sebelumnya menjabat sebagai Kasat Sabhara Polres Solok Arosuka.

Kapolsek Kota Solok, AKP Zamri Elfino, ternyata hanya sebentar "balik kandang" ke Polres Solok Kota. Mantan Kasat Reskrim Polres Solok Kota tersebut dimutasi ke Kota Padang sebagai Kapolsek Koto Tangah. Jabatan Kapolsek Kota Solok akan diisi oleh "orang lama" di Polres Solok Kota, yakni AKP Isburman, Kasubbagkum Bag Sumda Polres Solok Kota. Di Mapolres Solok Kota, AKP Isburman sempat menjabat sebagai Kasat Binmas.

Kapolsek IX Sungai Lasi, Iptu Edy Yuhendra dimutasi menjadi Kasubbaghumas Bagops Polres Solok Kota. Jabatan tersebut tentu tidak asing baginya, pasalnya Iptu Edy Yuhendra pernah menjadi Perwira Urusan (Paur) Humas. Posisi Kapolsek IX Koto Sungai Lasi akan dijabat Iptu Evi Wansri yang sebelumnya adalah Kapolsek Pantai Cermin Polres Solok Arosuka.

Kapolsek X Koto Dibawah (Singkarak) Iptu Ahmad Ramadhan, dimutasi ke Polda Sumbar menjadi Panit 2 Unit 1 Subdit 2 Ditreskrimum Polda Sumbar. Jabatan Kapolsek Singkarak akan dijabat Iptu Yasril, Kasubbagkum Bagsumda Polres Solok Arosuka.

Selain tiga Kapolsek dan Kasat, mutasi juga terjadi di jabatan lainnya di Polres Solok Kota. Kanit Dalmas 1 Sat Sabhara, Iptu Epi Apriadi, dimutasi menjadi Kasubagkum Bagsumda Polres Pasaman. Kaur Bins Opsnal (KBO) Polres Sawahlunto Iptu Mardanus, menjadi warga baru Polres Solok Kota, sebagai Kanit Lantas Polsek Kota Solok.

Di Polres Solok (Arosuka) juga terjadi pergantian dua Kasat dan tiga Kapolsek. Kasat Lantas Iptu Bayful Yendri, dimutasi menjadi Kanit 3 Sat PJR Ditlantas Polda Sumbar. Posisi Kasat Lantas Polres Solok Arosuka menjadi lowong. Jabatan tersebut, untuk sementara diisi oleh Iptu Hidayanda Rizki, Kanit Regident Sat Lantas Polres Solok Arosuka.

Jabatan Kapolsek Pantai Cermin Iptu Evi Wansri yang dimutasi sebagai Kapolsek IX Koto Sungai Lasi, akan diisi oleh pejabat sementara (PS) Iptu Haryoto, yang sebelumnya menjabat Kaur Bins Opsnal (KBO) Sat Lantas Polres Solok Arosuka.

Kepindahan AKP Darmansyah menjadi Kasat Sabhara Polres Solok Kota, membuat jabatan tersebut menjadi kosong. Posisinya akan diisi oleh Iptu Awaluddin, yang sebelumnya merupakan Kapolsek Danau Kembar Polres Solok Arosuka. Jabatan Kapolsek Danau Kembar diisi oleh pejabat sementara (PS) Iptu Sainol Saprianto, KBO Sat Sabhara Polres Solok Arosuka.

PS Kapolsek Hiliran Gumanti, Iptu Iwan Ariyadi dimutasi sebagai Panit 2 Subdit 1 Dit Intelkam Polda Sumbar. Penggantinya adalah Iptu Azirman, yang sebelumnya adalah Kanit Binpolmas Sat Binmas Polda Sumbar. (IN-001)

Selasa, 03 Maret 2020

Berhubungan Sesama Jenis di Mihrab Mushalla di Cupak Solok, Pelaku Diduga LGBT Ditangkap Warga

Bupati Solok Gusmal Dt Rajo Lelo (kiri) bersama Walinagari Cupak Fatmi Bahar Dt Tuo di salah satu kegiatan di Nagari Cupak beberapa waktu lalu.
SOLOK - Warga Nagari Cupak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok digegerkan dengan penemuan dua remaja laki-laki yang diduga melakukan hubungan sesama jenis di Mihrab Mushalla, Senin dinihari (2/3/2020). Kedua remaja tersebut, E (23) warga VI Suku Kota Solok dan R (13) warga Air Dingin, Lembah Gumanti Kabupaten Solok, dipergoki warga dalam kondisi bugil.

Walinagari Cupak, Fatmi Bahar Dt Tuo, menuturkan penangkapan keduanya berawal dari kecurigaan warga saat kedua laki-laki tersebut, sekira pukul 21.00 WIB, minta izin menginap di mushalla, karena kemalaman dan tidak punya ongkos ke Air Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok. Oleh warga, kedua remaja ini kemudian diberikan tempat untuk beristirahat di dalam Mushalla Surau Dagang, yang sehari-hari dipakai sebagai tempat ibadah dan kegiatan keagamaan lainnya oleh warga sekitar.

"Keduanya datang sekira pukul 21.00 WIB, hari Minggu (1/3/2020). Keduanya minta izin kepada warga untuk menumpang menginap karena kemalaman dan tidak punya ongkos untuk pulang ke Air Dingin," terang Fatmi Bahar.

Namun sekira pukul 23.00 WIB, warga mulai curiga karena lampu di bagian dalam mushalla dipadamkan. Sekira pukul 03.00 WIB, warga yang penasaran, mendatangi mushalla tersebut secara diam-diam untuk memastikan kondisi yang terjadi. Kecurigaan warga ternyata benar, kedua tersangka dipergoki tengah asik melakukan hubungan sesama jenis di mijrab mushalla dengan kondisi sama-sama bugil.

Kejadian tersebut praktis membuat buncah warga yang ada di sekitar mushalla tersebut. Para pemuda yang sebelumnya duduk di warung di pinggir Jalan Raya Cupak, kemudian berhamburan datang ke lokasi kejadian. Kedua pelaku pun ditangkap warga. Massa yang geram karena ulah pelaku yang telah menodai kesucian tempat ibadah umat Islam tersebut, akhirnya bisa ditwnangkan Walinagari Cupak Fatmi Bahar Dt Tuo yang ikut turun ke lokasi.

"Kedua tersangka kemudian kami serahkan kepada Polsek Gunung Talang untuk diproses secara hukum," Fatmi Bahar.

Kapolres Solok AKBP Azhar Nugroho, melalui Kapolsek Gunung Talang Iptu Azwari Siregar, SH menyatakan kedua pelaku ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Satreskrim Polres Solok.

"Setelah di Polsek Talang, kasus ini kemudian ditangani oleh unit PPA Polres Solok. Sebab, salah seorangnya masoh di bawah umur," ungkapnya.

Bupati Solok, Gusmal Dt Rajo Lelo, menyatakan pihaknya sangat sedih kejadian yang sangat memiriskan ini di Kabupaten Solok. Gusmal mengajak seluruh komponen untuk duduk bersama mencari solusi dari permasalahan ini.

"Setahun yang lalu, kami di Kabupaten Solok pernah melakukan Muzakarah Ulama, untuk menemukan penyebab adanya perilaku LGBT ini. Karena, kalau kita bisa menemukan penyebabnya, pasti ada obatnya," ujarnya.

Gusmal juga meminta segenap elemen masyarakat harus bergerak dan berfikir ke arah itu. Apalagi kalau merujuk ucapan Wagub Sumbar, Nasrul Abit, di sejumlah media beberapa waktu lalu, yang mengatakan Sumbar tertinggi perilaku lesbian, gay, biseksual, transgender (LGBT) di Indonesia.

"Insyaallah saya kembali akan membicarakannya dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kementerian Agama (Kemenag) serta dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk membahas hal ini. Mudah-mudahan kita bisa menemukan obatnya," ungkapnya. (IN-001)

Ponpes Darut Thalib, Pilihan Hidup Keluarga Mualaf Asal Nias di Kota Solok

Pondok Pesantren Darut Thalib, Laing, Kota Solok, Pilihan Hidup Keluarga Mualaf Asal Nias Selatan
Boby Gustiadi: Ponpes Adalah Bengkel Manusia
Pilihan hidup mendirikan pondok pesantren, menghadirkan konsekuensi besar bagi keluarga Thalib. Sebuah keluarga mualaf asal Nias Selatan, Pulau Nias, Sumatera Utara. Alih-alih "menikmati hidup", keluarga ini malah "menceburkan" diri mengurus generasi miskin, bermasalah, bahkan para calon "bandit" dari keluarga broken home. Di usia yang sangat muda, kegetiran dan kepiluan, menjadi "santapan" sehari-hari bagi warga Ponpes yang berdiri tahun 2017 ini.
Pondok pesantren Darut Thalib, berada di Kelurahan Laing, Kecamatan Tanjung Harapan Kota Solok, Sumbar. Untuk mencapai Ponpes ini, tidak begitu sulit. Meski berada di sisi utara Kota Solok yang didominasi kawasan hutan dan peladangan, dibukanya jalan lingkar utara yang menghubungkan kawasan Banda Pandung, Kelurahan Tanah Garam, Kota Solok, dengan Nagari Saok Laweh, Kecamatan Kubung, dan Nagari Guguak Sarai, Kecamatan IX Koto Sungai Lasi, Kabupaten Solok, membuat Ponpes ini mudah dicapai. Berdirinya sejumlah perkantoran seperti Kantor DPRD Kota Solok, Rumah Dinas Walikota Solok, Kantor Samsat Laing, Kantor Pengadilan Agama Kota Solok, dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II.B Laing, Kota Solok, membuat Ponpes ini berada di kawasan yang cukup ramai. Ponpes ini hanya berjarak sekira belasan meter hingga 1 kilometer dari kantor-kantor tersebut.

Ponpes Darut Thalib di Jalan kapten Bahar Hamid, Laing Taluak, Kelurahan Laing, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok, Sumbar. 

Dari jalan lingkar utara ke arah Kantor Pengadilan Agama Kota Solok, Samsat Laing, Kantor Lingkungan Hidup Kota Solok, dan saat melewati Lapas Kelas II.B Laing Solok, Ponpes Darut Thalib sudah terlihat. Tepatnya di Jalan kapten Bahar Hamid, Laing Taluak, Kelurahan Laing, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok. Bangunannya terlihat mungil namun berdiri dengan gagah. Di samping kanan bangunan tiga lantai itu, terdapat rumah berwarna hijau milik keluarga Thalib. Keluarga pendiri dan pengurus Ponpes. Di sebelah kirinya, para tukang sedang membangun pondasi bangunan tambahan pesantren yang dananya berasal dari dana hibah APBD Kota Solok 2020.

Saat dilihat lebih detail, gagahnya bangunan yang sejatinya mirip ruko minimalis itu, berasal dari tampilan bagian depan yang penuh dengan ornamen arsitektur masjid dan simbol-simbol keagamaan. Namun ternyata, ornamen arsitektur itu, adalah podium utama pementasan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional Tingkat Sumbar di Kota Solok pada Juni 2019 lalu. Ornamen-ornamen tersebut, memang diminta pihak Ponpes ke Panitia MTQ, lalu ditata pihak Ponpes dijadikan mushalla, dan dihiasi dengan nama dan logo Ponpes dari digital printing (cetakan digital).

"Etalase" Ponpes Darut Thalib di Jalan kapten Bahar Hamid, Laing Taluak, Kelurahan Laing, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok, Sumatera Barat. 

Ditelusuri lebih ke dalam, lantai dasar Ponpes masih berupa coran semen kasar. Namun di ruang kantor dan ruang majelis guru, dilapisi dengan karpet berwarna merah. Karpet inipun berasal dari "sisa-sisa" helatan MTQ Nasional Tingkat Sumbar di Kota Solok 2019. Dua lantai di atasnya, kondisinya juga separuh siap, dimanfaatkan sebagai asrama santri dan ruang kelas. Di bagian belakang bangunan, terdapat deretan pakaian santri yang sedang dijemur. Terbatasnya ruang, membuat sebagian pakaian santri, juga dijemur menggunakan hanger (penggantung) di sebuah pohon. Sangat miris, saat diketahui bahwa bangunan ini menjadi rumah bagi seratusan santri dan majelis guru (pengasuh pondok).

Pimpinan Ponpes Darut Thalib, Boby Gustiadi Thalib Bu'ulolo, menjamu Anggota DPRD Kota Solok, Rusdi Saleh, yang datang berkunjung pada Senin sore (2/3/2020). Jamuan yang sangat sederhana terhadap anggota dewan yang berpenampilan sederhana pula. Disuguhi air mineral gelas, buah rambutan asal Sijunjung dan duku dari Solok Selatan, percakapan berlangsung santai, namun sangat akrab. Disaksikan belasan majelis guru (pengasuh Ponpes).

Rusdi Saleh (belakang, lima dari kiri) bersama Pimpinan Ponpes Darut Thalib Ustadz Boby Gustiadi Thalib (belakang, enam dari kiri) bersama majelis guru Ponpes Darut Thalib, Senin (2/3/2020).

Boby Gustiadi dengan raut muka yang tenang, mengucapkan terima kasih kepada Pemko Solok dan DPRD Kota Solok yang telah menganggarkan dana hibah ke pesantren Darut Thalib sebesar Rp 500 juta di APBD Kota Solok 2020. Pria kelahiran 11 Agustus 1994 ini, menuturkan dana tersebut dimanfaatkan untuk membangun bangunan baru di bagian kiri bangunan lama.

"Tentu saja, dana sebesar itu sangat berarti bagi kami dan para santri. Jangankan Rp 500 juta, Rp 1.000 saja sangat berarti bagi kami," ujarnya.

Rusdi Saleh
Anggota DPRD Kota Solok/Perwakilan Yayasan Darianis Yatim

Rusdi Saleh yang juga merupakan perwakilan Yayasan Darianis Yatim di Sumbar, menyatakan dirinya sangat tersentuh dengan kondisi Ponpes Darut Thalib. Menurut Rusdi Saleh, di saat Yayasan Darianis Yatim sudah membangun 20 masjid di Kota Solok dengan dana puluhan miliar rupiah, ternyata masih ada lembaga pendidikan keagamaan dengan kondisi yang sangat memiriskan seperti ini. Pria yang sebelum terpilih menjadi Anggota DPRD Kota Solok 2019-2024, adalah seorang aktivis sosial kemasyarakatan ini, berjanji akan mengupayakan berbagai hal untuk membantu keberlangsungan Ponpes Darut Thalib ini. Baik sebagai anggota dewan, maupun kapasitasnya sebagai perpanjangan tangan Yenon Orsa, pemilik Yayasan Darianis Yatim.

"Saya adalah aktivis sosial melalui Yayasan Darianis Yatim milik Pak Yenon Orsa. Yayasan sosial yang membangun masjid, membantu biaya pendidikan dan membantu masyarakat yang butuh pertolongan. Ini merupakan komitmen moral kami di yayasan, dan tidak ada sangkut pautnya politik ataupun maksud-maksud lain," tegasnya.

Pembangunan Ponpes Darut Thalib di Jalan kapten Bahar Hamid, Laing Taluak, Kelurahan Laing, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok, Sumatera Barat.

Sejak didirikan pada 1 Juli 2017, Ponpes Darut Thalib sempat viral di Kota Solok pada Agustus 2019 lalu. Saat itu, karena keterbatasan ruang belajar, para santri belajar di tenda roder, yang dipinjamkan oleh Polres Solok Kota. Karena viral, akhirnya pihak Darut Thalib dan Polres Solok Kota yang saat itu dipimpin oleh AKBP Dony Setiawan Dt Pandeka Rajo Mudo (kini Kapolres Payakumbuh), menghentikan aktivitas belajar di tenda dan kembali belajar berdesak-desakan di ruangan yang ada, meski over kapasitas.

Beberapa waktu lalu, tersiar kabar bahwa para santri Ponpes Darut Thalib makan dengan lauk seadanya. Bahkan di beberapa hari, para santri makan hanya dengan kerupuk, sayur dan cabai. Pimpinan Pospes, Boby Gustiadi, dan sejumlah majelis guru mencari berbagai upaya untuk mencari dana operasional. Dalam satu bulan Ponpes Darut Thalib membutuhkan setidaknya Rp 8 juta untuk beras, Rp 5 juta untuk lauk pauk, Rp 500 ribu untuk air minum galon, ditambah biaya lainnya seperti listrik, air, buah-buahan, dan sebagainya. Hal inilah yang kemudian mempertemukan pihak Darut Thalib dengan Rusdi Saleh.

"Etalase" Ponpes Darut Thalib di Jalan kapten Bahar Hamid, Laing Taluak, Kelurahan Laing, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok, Sumatera Barat.

Kabar ini, akhirnya dibenarkan Boby Gustiadi. Menurut pria lulusan Pesantren Darussalam, Aur Duri, Sumani, Kabupaten Solok tersebut, sebenarnya ada beberapa alternatif yang bisa ditempuh. Yakni mencari pemasukan dana tambahan, atau mengurangi jumlah santri. Namun, Boby mengaku sangat tidak tega memulangkan sejumlah santri. Saat ini, pemasukan utama Ponpes Darut Thalib adalah usaha keluarganya memasok kebutuhan makan minum untuk tahanan, narapidana dan pegawai di Lapas Kelas II.B Laing Solok. Sementara, pemasukan dari santri sebesar Rp 350 ribu perbulan tidak bisa terlalu diharap. Pasalnya, lebih dari 90 persen santri tidak sanggup membayar.

"Para santri, dengan uang Rp 350 ribu itu hanya untuk membayar biaya makannya perbulan. Mereka berasal dari latar belakang orang yang tak berada. Bahkan dari anak yatim, miskin, dan dari keluarga broken home (perceraian). Kami tidak tega memulangkan mereka. Sebab, prinsip kami, Pondok Pesantren adalah bengkelnya manusia. Mereka tidak akan kami pulangkan jika masih dalam keadaan rusak. Kami dan para santri memiliki keyakinan, akan selalu ada jalan keluar terhadap setiap permasalahan. Tapi jalan keluarnya bukan mundur atau berbalik arah. Alhamdulillah, sekarang ada pihak Yayasan Darianis Yatim yang mau membantu. Kami merasakan memiliki orang tua lagi," ungkapnya.

Boby Gustiadi Thalib Bu'ulolo
Pimpinan Pondok Pesantren Darut Thalib

Keluarga Thalib Bu'ulolo, merupakan keluarga asal Nias Selatan, Pulau Nias, Sumatera Utara. Nama Thalib, merupakan nama kakek Boby Gustiadi saat memutuskan menjadi mualaf setelah menikah dengan Nur Halimah, warga asal Sawah Sudut, Selayo, Kabupaten Solok. Sementara, Bu'ulolo, merujuk pada marga/suku keluarganya.

Pada 2017 lalu, sang Ayah, Suardi Bu'ulolo dan ibunya Witri Anita dan Boby Gustiadi berencana menunaikan ibadah umrah bersama. Saat itu, sang ayah baru pensiun sebagai pegawai di Lapas Kelas II.B Laing Solok. Namun, rencana umrah ini urung dilakukan dan menetapkan hati mendirikan pesantren. Konsepnya, pesantren yang terjangkau masyarakat kelas bawah. Padahal, dengan kondisi perekonomian keluarga yang cukup baik dengan bisnis keluarga yang berjalan lancar, Boby dan keluarganya memilih jalan pengabdian ke masyarakat. Hal itu menurutnya adalah panggilan hati dan wujud rasa syukur. Hal ini turut didukung sang istri, Dewi Septina dan dua anaknya, Mahya dan Khadijah.

Kamar mandi Pondok Pesantren Darut Thalib di Jalan kapten Bahar Hamid, Laing Taluak, Kelurahan Laing, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok, Sumatera Barat.

Di tahun pertama, tahun 2017, Ponpes Darut Thalib hanya menerima 7 orang santri dan semua aktivitas pembelajaran dilakukan di rumah yang kini berada di samping kanan gedung. Di tahun kedua, 2018, seiring pembangunan gedung baru, jumlah santri baru meningkat menjadi 33 orang. Di tahun 2019 lalu, jumlah santri baru kembali melonjak menjadi 108 orang. Kondisi ini, beriring dengan penambahan jumlah guru. Saat ini jumlah guru yang mengabdi di Ponpes sebanyak 21 orang. Mereka umumnya bekerja paruh waktu atau juga mengajar di tempat lain. Istilah "pengabdian" benar-benar terbukti bagi para guru disini. Sebab, mereka hanya mendapatkan gaji antara Rp 300 ribu, hingga paling tinggi Rp 1,2 juta. Padahal, kualifikasi mereka adalah sarjana (S1) dan magister (S2), serta alumnus Ponpes dari Pulau Jawa.

"Saat ini, sebelum masuk tahun ajaran baru, sudah ada sekitar 50 santri baru yang mendaftar. Padahal, kami tidak pernah membuat brosur atau pengumuman. Para calon santri yang mendaftar, umumnya beralasan melihat perubahan dari para santri kami saat pulang kampung. Juga dari guru-guru disini, yang bekerja ikhlas, meski hanya menerima pemasukan yang ala kadarnya," ujar Boby.

Bagian samping kanan Pondok Pesantren Darut Thalib di Jalan kapten Bahar Hamid, Laing Taluak, Kelurahan Laing, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok, Sumatera Barat.

Sementara itu, Rusdi Saleh mengharapkan Boby dan keluarganya, serta majelis guru di Ponpes Darut Thalib, senantiasa menetapkan hati dan meluruskan niat membangun pendidikan agama. Rusdi Saleh juga mengharapkan Ponpes Darut Thalib berkembang pesat, sesuai niat awal pendirian. Kemudian, menjadi pesantren modern yang mandiri dengan berbagai unit usaha.

"Komitmen Yayasan Darianis Yatim bertemu dengan komitmen Ponpes Darut Thalib. Kita siap mencarikan solusi terkait kendala dan permasalahan yang terjadi. Kita harapkan Ponpes Darut Thalib menggunakan manajemen yang jelas. Sampaikan seluruh permasalahan yang ada dan mohon terima kami sebagai keluarga di Ponpes ini," harapnya.

Maket bangunan baru Pondok Pesantren Darut Thalib di Jalan kapten Bahar Hamid, Laing Taluak, Kelurahan Laing, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok, Sumatera Barat.

Rusdi Saleh mengungkapkan, Yayasan Darianis Yatim selain membangun sarana ibadah seperti masjid, juga melakukan sejumlah kegiatan sosial lain di Sumatera Barat. Di antaranya bedah rumah masyarakat miskin, membantu pendidikan dari tingkat SD, SLTP, SLTA, hingga perguruan tinggi. Bahkan, saat ini, ada 4 mahasiswa yang dibantu biaya pendidikannya di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir.

"Pak Yenon Osra hanya berharap, kiprah dan kegiatan Darianis Yatim hendaknya di-support oleh semua elemen masyarakat dan pemerintah setempat. Di Kota Solok misalnya, bisa menjadi kota yang berakhlakul karimah. Salah satunya, menjadikan masjid-masjid sebagai pusat tahfidz Alquran. Sehingga, bisa menjadi daerah yang diberkahi. Demikian juga untuk daerah-daerah lainnya. Sehingga, pemahaman agama bagi generasi penerus ini bisa semakin kuat. Darianis Yatim selalu berusaha menjaga komitmen untuk syiar Islam di Sumbar," harapnya.

Mushalla Pondok Pesantren Darut Thalib di Jalan kapten Bahar Hamid, Laing Taluak, Kelurahan Laing, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok, Sumatera Barat.

Rusdi Saleh juga menuturkan, Yayasan Darianis Yatim merupakan sebuah yayasan yang dibentuk oleh perantau asal Tanjung Bingkung, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Yenon Orsa. Menurut Rusdi Saleh, yayasan yang berdiri pada tahun 2012 tersebut, bergerak di bidang sosial kemasyarakatan dan pendidikan.

"Tujuan utama, adalah untuk meningkatkan pemahaman agama dan keimanan. Serta mencegah dampak negatif, seperti kenakalan remaja dan penyalahgunaan Narkoba. Perlu diingat, konsep Yayasan Darianis Yatim, memberi dan berbagi, bukan untuk dipuji, tapi untuk berempati dan merasakan apa yang dirasakan orang lain," ujarnya.

Pondok Pesantren Darut Thalib di Jalan kapten Bahar Hamid, Laing Taluak, Kelurahan Laing, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok, Sumatera Barat.

Yenon Orsa merupakan tokoh perantau asal Nagari Tanjung Bingkung, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok. Yenon Osra sukses dalam bidang pendidikan dan Teknologi Informatika (TI). Melalui Yayasan Darianis Yatim, Yenon Orsa selama dikenal sebagai orang yang banyak membantu biaya pendidikan siswa miskin berprestasi, membangun dan memugar masjid dan mushalla, serta membangun sarana di bidang pendidikan.

Kepercayaan Yenon Orsa ke Rusdi Saleh berawal dari adik kandungnya, Yenna Roseva Boer, yang satu kelas dengan Rusdi Saleh di SMAN 1 Kota Solok. Dari berbagai pertemuan dan kegiatan, Yenon Orsa akhirnya tertarik dengan komitmen dan kejujuran Rusdi Saleh. Hingga akhirnya, Rusdi Saleh menjadi decission maker (pengambil keputusan) di Yayasan Darianis Yatim untuk mengelola seluruh proyek pembangunan masjid, pemberian beasiswa, hingga bantuan kepada masyarakat kurang mampu di Sumbar. (rijal islamy)

Sabtu, 29 Februari 2020

AKBP Ferry Irawan Pamit ke Blora

SOLOK - Waktu perpisahan itu akhirnya datang. AKBP Ferry Irawan, S.IK, akhirnya pamit ke seluruh personel Polres Solok, stake holder, dan masyarakat di wilayah hukum Polres Solok. Setelah 2 tahun 3 bulan menjadi orang nomor satu di Mapolres Solok, AKBP Ferry Irawan bakal mengemban amanah baru sebagai Kapolres Blora, Jawa Tengah. Posisinya digantikan AKBP Azhar Nugroho, S.IK, M.Si, yang sebelumnya adalah penyidik Madya II di Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Sesuai dengan Surat Telegram (ST) Kapolri nomor: ST/386/II/KEP/2020 tertanggal 3 Februari. Pisah sambut di Mapolres Solok, Sabtu (29/2/2020) berlangsung khidmat dan penuh haru. AKBP Ferry dilepas dan AKBP Azhar disambut dengan upacara farewell parade pedang pora.



"Masa 2 tahun dan 3 bulan di Polres Solok, banyak pengalaman yang saya rasakan. Semuanya luar biasa. Bahkan, di awal tugas di Polres Solok, saya dianugerahi gelar datuk di Nagari Talang. Saya sangat berterima kasih kepada Bupati dan seluruh instansi di lingkup Pemkab Solok atas kerjasama yang baik selama saya bertugas di sini. Tapi, selama bertugas, tentu kami tidak sempurna. Karena itu, kami mohon doa dari masyarakat Solok dan rekan-rekan media untuk bertugas di tempat yang baru. Mohon maaf kalau ada salah selama bertugas di Kabupaten Solok," ungkap AKBP Ferry Irawan," ujarnya.

Kapolres Solok yang baru, AKBP Azhar Nugroho, SH, S.IK, M.Si, menyatakan rasa bangga karena telah ditempatkan sebagai Kapolres Solok di Arosuka. Dirinya sekaligus berharap dapat menyesuikan diri dengan lingkungan dengan cepat dan baik.



"Saya minta dukungan dan kerjasamanya kepada seluruh pihak. Sehingga, bisa mewujudkan berbagai program yang telah ada dan yang akan direncanakan. Mari kita bergandengan tangan, bekerjasama untuk menjaga situasi Kamtibmas supaya tetap aman, damai dan terkendali," ucap Azhar.

Bupati Solok, Gusmal Dt Rajo Lelo, dalam sambutannya menyambut gembira kehadiran AKBP Azhar Nugroho sebagai Kapolres Solok yang baru. Pihaknya berharap dengan Kapolres baru, dapat meneruskan berbagai program yang telah direncanakan oleh Kapolres sebelumnya.

"Kita harapkan Kapolres yang baru bisa meneruskan berbagai program yang telah direncanakan sebelumnya. Serta bisa menjaga kerja sama dan hubungan baik dengan Pemkab Solok dan instansi lainnya," ujarnya.



Dalam pisah sambut tersebut, turut hadir Kapolres Solok Kota AKBP Ferry Suwandi, S.IK, Kepala BNNK Solok AKBP Saifuddin Anshori, S.IK, Kapolres Sawahlunto AKBP Junaidi Nur, SH, S.IK, Kapolres Mentawai AKBP Doddy Prawiranegara, SH, S.IK, MH, Dandim 0309 yang diwakili oleh Kasdim Mayor INF Hendra Bagus Arioko, Kajari Solok Donny Haryono Setyawan, Ketua pengadilan Negeri Koto Baru Fauzi Isra, SH MH, Ketua KPU Kabupaten Solok Ir. Gadis, M.Si, Forkopimda Kab. Solok, Para Kabag, Para Kasat, Kapolsek Sejajaran Polres Solok, Ninik Mamak dan Bundo Kandung Nagari Talang, Bhayangkari Cabang Solok, seluruh Personel Polres Solok dan jajaran Polsek.



Selain Kapolres Solok, dalam Surat Telegram Kapolri nomor: ST/386/II/KEP/2020 tertanggal 3 Februari tersebut, sejumlah pejabat utama di Polda Sumbar juga terkena mutasi. Di antaranya, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus), Kombes Juda Nusa Putra, dimutasi sebagai Dirreskrimum Polda Kalbar. Pemggantinya, adalah AKBP Arly Jembar Jumhana, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Wadir Reskrimum) Polda Bangka Belitung. Sebelum di Babel, Arly merupakan Kapolres Kota Bukittinggi.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas), Kombes Pol Nurhandono dimutasi sebagai Kabagum Rorenmin Lemdiklat Polri. Dirlantas Polda Sumbar yang baru akan dijabat oleh Kombes Pol Yofie Girianto Putro, yang sebelumnya adalah Kabid Propam Polda Sumatra Utara.



Wakil Direktur Reserse Narkoba (Wadir Resnarkoba) AKBP Roedy Yoelianto naik jabatan menjadi Dirreskrimsus Polda Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebelum menjabat Wadir Resnarkoba Polda Sumbar, Roedy Yulianto, merupakan Kapolres Dharmasraya.

Kapolres Dharmasraya, AKBP Imran Amir dimutasi sebagai Kabagdalops Roops Polda Sumbar. Jabatan Kapolres Dharmasraya yang baru, akan diisi oleh AKBP Adytia Galayudha Ferdiansyah. Adytia sebelum menjabat sebagai Kasibinyan BPKB Subdit BPBK Ditregindent Korlantas Polri. (IN-001)

Kamis, 27 Februari 2020

Tiga Kapolsek dan Satu Kasat di Polres Solok dan Polres Solok Kota Dimutasi

SOLOK - Mutasi kembali bergulir di jajaran Polda Sumbar. Kali ini, gerbong mutasi bergulir di tingkat Wakapolres, Kepala Satuan (Kasat), Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek), Kaur Bins Opsnal (KBO), hingga Kasubag. Dengan level kepangkatan dari Inspektur Polisi Dua (Ipda), Inspektur Polisi Satu (Iptu), Ajun Komisaris Polisi (AKP), Komisaris Polisi (Kompol), hingga Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP). Hal ini sesuai dengan Surat Telegram (ST) Kapolda Sumbar Nomor ST/259/II/KEP/2020, yang ditandatangani Kepala Biro SDM Polda Sumbar Kombes Pol Hendra Wirawan, SH, S.IK, MH, tertanggal 21 Februari 2020.


Di Polres Solok Kota, tiga Kapolsek dan satu Kasat terjadi mutasi. Kasat Sabhara AKP Poniman, dimutasi menjadi Kanit 2 Siturjawali Subditgasum Ditsamapta Polda Sumbar. Posisi AKP Poniman diisi pejabat baru, AKP Darmansyah, yang sebelumnya menjabat sebagai Kasat Sabhara Polres Solok Arosuka.


Kapolsek Kota Solok, AKP Zamri Elfino, ternyata hanya sebentar "balik kandang" ke Polres Solok Kota. Mantan Kasat Reskrim Polres Solok Kota tersebut dimutasi ke Kota Padang sebagai Kapolsek Koto Tangah. Jabatan Kapolsek Kota Solok akan diisi oleh "orang lama" di Polres Solok Kota, yakni AKP Isburman, Kasubbagkum Bag Sumda Polres Solok Kota. Di Mapolres Solok Kota, AKP Isburman sempat menjabat sebagai Kasat Binmas.


Kapolsek IX Sungai Lasi, Iptu Edy Yuhendra dimutasi menjadi Kasubbaghumas Bagops Polres Solok Kota. Jabatan tersebut tentu tidak asing baginya, pasalnya Iptu Edy Yuhendra pernah menjadi Perwira Urusan (Paur) Humas. Posisi Kapolsek IX Koto Sungai Lasi akan dijabat Iptu Evi Wansri yang sebelumnya adalah Kapolsek Pantai Cermin Polres Solok Arosuka.


Kapolsek X Koto Dibawah (Singkarak) Iptu Ahmad Ramadhan, dimutasi ke Polda Sumbar menjadi Panit 2 Unit 1 Subdit 2 Ditreskrimum Polda Sumbar. Jabatan Kapolsek Singkarak akan dijabat Iptu Yasril, Kasubbagkum Bagsumda Polres Solok Arosuka.


Selain tiga Kapolsek dan Kasat, mutasi juga terjadi di jabatan lainnya di Polres Solok Kota. Kanit Dalmas 1 Sat Sabhara, Iptu Epi Apriadi, dimutasi menjadi Kasubagkum Bagsumda Polres Pasaman. Kaur Bins Opsnal (KBO) Polres Sawahlunto Iptu Mardanus, menjadi warga baru Polres Solok Kota, sebagai Kanit Lantas Polsek Kota Solok.


Di Polres Solok (Arosuka) juga terjadi pergantian satu Kasat dan tiga Kapolsek. Kasat Lantas Iptu Bayful Yendri, dimutasi menjadi Kanit 3 Sat PJR Ditlantas Polda Sumbar. Posisi Kasat Lantas Polres Solok Arosuka menjadi lowong. Jabatan tersebut, untuk sementara diisi oleh Iptu Hidayanda Rizki, Kanit Regident Sat Lantas Polres Solok Arosuka.


Jabatan Kapolsek Pantai Cermin Iptu Evi Wansri yang dimutasi sebagai Kapolsek IX Koto Sungai Lasi, akan diisi oleh pejabat sementara (PS) Iptu Haryoto, yang sebelumnya menjabat Kaur Bins Opsnal (KBO) Sat Lantas Polres Solok Arosuka.


Kepindahan AKP Darmansyah menjadi Kasat Sabhara Polres Solok Kota, membuat jabatan tersebut menjadi kosong. Posisinya akan diisi oleh Iptu Awaluddin, yang sebelumnya merupakan Kapolsek Danau Kembar Polres Solok Arosuka. Jabatan Kapolsek Danau Kembar diisi oleh pejabat sementara (PS) Iptu Sainol Saprianto, KBO Sat Sabhara Polres Solok Arosuka.


PS Kapolsek Hiliran Gumanti, Iptu Iwan Ariyadi dimutasi sebagai Panit 2 Subdit 1 Dit Intelkam Polda Sumbar. Penggantinya adalah Iptu Azirman, yang sebelumnya adalah Kanit Binpolmas Sat Binmas Polda Sumbar. (IN-001)
© Copyright 2018 INFONEWS.CO.ID | All Right Reserved