Rusnaldi: Serambi Madinah, Rumah Ibadah Jangan Sampai Terabaikan - INFONEWS.CO.ID

Jumat, 03 April 2020

Rusnaldi: Serambi Madinah, Rumah Ibadah Jangan Sampai Terabaikan

Rusnaldi: Serambi Madinah, Rumah Ibadah Jangan Sampai Terabaikan

SOLOK - Kewaspadaan terhadap virus corona (Covid-19) sudah mengganggu sendi-sendi kehidupan masyarakat di Kota Solok. Tidak hanya "menyerang" sendi ekonomi, tapi juga sosial dan hubungan antar masyarakat. Permasalahan ini, harus disikapi dengan kearifan lokal, dengan mengedepankan edukasi dan pemahaman yang benar ke masyarakat. Salah satunya dengan mendekatkan diri pada Allah dengan taat beribadah. Hal itu ditegaskan Anggota DPRD Kota Solok, Rusnaldi, Kamis 2/4/2020).

Menurut Rusnaldi, dengan jargon Kota Solok, "Kota Beras Serambi Madinah", penanganan terhadap masjid dan mushalla, jangan sampai terabaikan. Rusnaldi meminta Pemko Solok memprioritaskan sterilisasi dan penyemprotan di masjid dan mushalla. Serta menyediakan fasilitas yang membuat adanya rasa nyaman di rumah ibadah. Kemudian, menganjurkan masing masing jamaah membawa sajadah

"Minggu lalu, kita mendapati sebuah kondisi yang sangat janggal. Yakni, tidak ada Shalat Jumat, dengan alasan untuk pembatasan sosial (social distancing). Sebuah kondisi yang baru pertama kali kita temui dan saksikan. Kewaspadaan dan langkah-langkah pencegahan memang sangat penting. Namun, seharusnya dengan adanya musibah atau wabah ini, jangan sampai membuat kita justru menjauh dari Allah. Harus ada langkah-langkah kongkret, sehingga kondisi ini tidak berlarut-larut. Harus ada solusi, agar kita semakin mendekatkan diri kepada Allah," ungkapnya.

Rusnaldi menyebutkan, sejumlah upaya bisa dilakukan Pemko Solok dan instansi terkait, agar masyarakat tetap bisa nyaman beribadah di masjid dan mushalla. Di antaranya, melakukan sterilisasi dengan menyemprotkan disinfektan di masjid dan mushalla secara teratur dan berkala. Jika perlu, setiap hari. Menyikapi masyarakat yang akan masuk masjid, pengurus bisa menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer di dekat pintu masjid atau mushalla.

"Kita harapkan, seluruh masyarakat bisa segera melaksanakan Shalat Jumat kembali. Apalagi, sebentar lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan. Tentu akan sangat hampa rasanya Ramadhan tanpa Shalat Tarawih, Shalat Idul Fitri, dan ibadah-ibadah lainnya di masjid atau mushalla," lanjutnya.

Rusnaldi juga menegaskan, hal yang sama berlaku untuk sekolah-sekolah, yang saat ini, seluruh siswanya belajar dari rumah. Menurutnya, gedung sekolah juga harus disterilisasi dan disemprot disinfektan. Sehingga, saat nanti para siswa kembali ke sekolah, kondisi sekolah tetap terjaga. Jangan sampai, lama ditinggal, akan menimbulkan penyakit baru bagi para siswa.

Ketua DPC Hanura Kota Solok tersebut juga meminta Pemko memiliki satu saluran informasi untuk memberikan penjelasan hal yang terjadi. Sehingga, masyarakat tidak terpengaruh hoax (berita bohong) dan isu yang meresahkan. Sehingga, wabah ini tidak menimbulkan keresahan, ketakutan dan gejolak sosial di masyarakat. Rusnaldi juga mengharapkan, berbagai sirine dan isyarat suara agar volumenya bisa diperkecil. Sebab, bisa saja menimbulkan trauma di sebagian masyarakat.

"Informasi hoax, membuat ketakutan di masyarakat sangat tinggi. Harus ada juru bicara dari Pemko Solok, sebagai saluran informasi yang benar ke masyarakat. Sehingga, masyarakat tidak resah dengan isu dan mendapatkan informasi yang terpercaya dari pemerintah," ujarnya.

Anggota DPRD Kota Solok dua periode (2014-2019, 2019-2024) tersebut, menyatakan DPRD Kota Solok telah memberikan ketegasan siap dengan dukungan anggaran. Di antaranya dengan melakukan relokasi anggaran penanganan Covid-19 dari APBD Kota Solok, minimal Rp 15 miliar atau Rp 20 miliar. Sebab, menurutnya, hal ini telah membuat ketahanan ekonomi masyarakat terkena imbas. Sehingga, penguatan sektor ekonomi, seperti UMKM dan jenis usaha-usaha lain harus diperkuat. Di antaranya, memberikan bantuan lansung kepada pelaku ekonomi, tukang ojek, buruh, petani dan masyarakat yang kurang mampu yang terdampak corona dalam bentuk padat karya tunai. Bahkan jika perlu bantuan langsung tunai (BLT), dan memberikan subsidi bagi pelaku ekonomi mikro UMKM (mikro) yang meminjam dana kredit usaha mikro (KUR).

"Imbasnya di sektor ekonomi bisa saja jangka panjang. Jangan sampai imbas ini berpengaruh ke gejolak sosial. Harus disikapi dengan segera. Pengamanan sosial dan ekonomi masyarakat kalau tidak cepat disikapi, akan memperburuk tatanan hidup masyarakat yang memungkinkan menimbulkan kejahatan seperti perampokan dan penjarahan, dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari," ujarnya. (IN-001)

BERITA TERKAIT

BERITA TERBARU

Loading...
© Copyright 2018 INFONEWS.CO.ID | All Right Reserved