All Posts - INFONEWS.CO.ID

Selasa, 13 Agustus 2019

Turut Mencerdaskan Bangsa, Satgas Kostrad Mengajar Anak Di Perbatasan


INFONEWS.CO.ID ■ Sebagai wujud kepedulian dan bentuk partisipasi dalam mencerdaskan generasi penerus bangsa, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 514 Kostrad mengajar anak-anak di Kampung Yambi, Distrik Yambi, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, Sabtu (10/8/2019)

Hal tersebut diungkapkan oleh Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif R 514 Kostrad, Mayor Inf Danang Biantoro , S.IP., M.Si dalam keterangannya tertulisnya di Kabupaten Puncak Jaya.

Mayor Inf Danang menyampaikan tanpa ilmu pengetahuan yang memadai, maka dapat dipastikan suatu negara tidak akan memiliki kualitas SDM yang mampu bersaing dengan negara tetangga, oleh karena itu peran seorang tenaga pengajar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sangatlah penting.

“Tenaga pengajar sangat kurang di wilayah Distrik Yambi. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, seperti sarana akomodasi yang kurang memadai, ataupun terjadi perang antar Kampung yang menyebabkan kegiatan belajar mengajar menjadi terhenti,” ungkap Dansatgas.

“Karena kurangnya tenaga pendidikan di wilayah ini, maka kami berinisiatif untuk memberikan pengajaran kepada anak-anak. Tidak bisa dipungkiri bahwa kami bukanlah seorang guru yang profesional, namun hal tersebut tidak menyulut semangat kami untuk mencerdaskan generasi penerus bangsa, selain memberikan pelajaran membaca dan berhitung, personel Satgas Pos Yambi dipimpin oleh Letda Inf Andre Rahman Fadhillah juga memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang keharusan kita sebagai warga negara Indonesia untuk bangga dan cinta terhadap bangsa,” pungkasnya.

Ditemui di tempat terpisah, Kepala Distrik Yambi Bapak Yohannes mengucapkan terima kasih kepada personel Satgas karena telah mengadakan kegiatan positif yang bermanfaat bagi anak-anak di Kampungnya.

“Semoga anak-anak disini semakin bersemangat dalam belajar, dan terima kasih sudah memberikan pengajaran yang sangat luar biasa,” pungkasnya.

■ R-01/Penkostrad

Satgas Yonif PR 328 Kostrad Dukung Galakkan Penggunaan Rupiah di Perbatasan


INFONEWS.CO.ID ■ Bertempat di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif PR 328 Kostrad menghadiri rapat bersama stake holder dalam rangka menggalakkan penggunaan rupiah di perbatasan, Sabtu (10/08).

Disampaikan lebih lanjut oleh Dansatgas Pamtas Yonif PR 328 Kostrad Mayor Inf Erwin  Iswari, S.Sos., M.Tr (Han), pokok pembahasan dalam rapat adalah dalam membatasi dan mengontrol peredaran mata uang Kina di pasar Skouw.

“Sesuai dengan UU No. 7 Tahun 2011 guna mewujudkan peredaran uang Rupiah di perbatasan ada beberapa cara yang akan diambil oleh perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua diantaranya apabila pasar baru sudah diresmikan maka alat pembayaran yang berlaku hanya menggunakan mata uang Rupiah, kemudian akan dilakukan sosialisasi kepada pedagang dan warga PNG yang berbelanja di wilayah pasar, serta akan dibangun money charger yang dapat digunakan warga PNG untuk menukarkan Kina ke Rupiah,” jelas Mayor Erwin.

Selama ini, peredaran mata uang di pasar Skouw berlaku dua mata uang yaitu Rupiah dan Kina, “Pasar Skouw saat hari pasar banyak dikunjungi oleh warga PNG yang berbelanja di pasar Skouw dengan menggunakan uang Kina, sehingga peredaran mata uang Kina lebih besar daripada Rupiah,” ujarnya.

Dijelaskan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Prov. Papua, Bapak Naek Tigor Sinaga akan ditambah ATM dan membentuk Satgaswal yang akan mengawasi peredaran rupiah, “Kedepan kami akan menambah gerai-gerai ATM sehingga warga PNG wajib menukarkan mata uang Kina ke Rupiah selanjutnya akan dibentuk Satgaswal yang mengawasi penggunaan mata uang Rupiah dan mata uang Kina di perbatasan sehingga dapat menekan angka peredaran mata uang Kina di wilayah perbatasan,” ungkapnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Adm. PLBN, Kepala Pos Pengawasan Bea Cukai, Kapospol Skouw dan perwakilan pedagang pasar Skouw.

■ R-01/Penkostrad

Satgas Yonif MR 411 Kostrad Amankan 2 Pucuk Senjata Berikut Munisi Kal.9 mm

Satgas Yonif MR 411 Kostrad Amankan 2 Pucuk Senjata Berikut Munisi Kal.9 mm

INFONEWS.CO.ID ■ Guna menghindari peredaran barang-barang terlarang di wilayah perbatasan, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif MR 411 Kostrad rutin melakukan kegiatan sweeping.

Kegiatan sweeping yang dilakukan membuahkan hasil dengan diamankannya 2 pucuk senjata jenis Air Soft Gun tanpa surat izin, 6 butir munisi kaliber 9 mm dan 6 selongsong kaliber 4,4 mm, di depan Pos Barki Jalan Poros Trans Papua, Distrik Elikobel, Kab. Merauke, Jumat (9/8/2019).

Dansatgas Yonif MR 411 Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya S.Sos., M.Han.,  menjelaskan bahwa kejadian bermula saat personel Pos Barki yang dipimpin oleh Lettu Inf Lukman Nurhuda memeriksa pengendara mobil Hilux silver nopol DS 5106 VM yang melaju dijalan poros trans Papua Km 134 dengan identitas Fabrianus Sabi (51) dan satu penumpang bernama Siti Yuliati (27) dengan alamat Mandopo Kab. Boven Digoel.

“Saat itu anggota yang sedang sweeping merasa curiga dengan tingkah laku pengendara mobil tersebut ketika di lakukan pengecekan sesuai prosedur di temukan 2 pucuk Air Soft gun dengan tipe M1911A1 US Army dan Pistol Revolver Smith beserta Munisi aktif kal.9 mm dan 6 selongsong munisi kal.4,4 mm di dalam tas miliknya,” ungkap Dansatgas.

Sesuai dengan peraturan Undang-undang bahwa setiap orang dilarang memiliki, menyimpan dan membawa senjata api secara ilegal selain membahayakan keamanan juga membahayakan orang-orang di sekitar, “Saat ini keduanya beserta barang bukti sudah diamankan ke Pos Barki untuk selanjutnya diserahkan ke Kolakopsrem 174/ATW untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” pungkas Mayor Inf Rizky Aditya S.Sos., M.Han.

■ R-01/Penkostrad

Padamkan Kebakaran Hutan di Riau, TNI Kerahkan Helikopter Lakukan Water Boombing


INFONEWS.CO.ID ■ Untuk mencegah dan mempercepat pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di Provinsi Riau, Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Karhutla akan melakukan upaya-upaya pemadaman langsung ke beberapa titik api yang menjadi lokasi kebakaran hutan dengan melakukan water boombing atau pengeboman air menggunakan pesawat Hercules milik TNI.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. di hadapan awak media usai menerima paparan dari Gubernur Riau, Syamsuar terkait situasi terkini tentang titik-titik kebakaran hutan di wilayah Riau, bertempat di ruang VVIP, Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Riau, Senin (12/8/2019).

“Saya mendapat laporan bahwa sumber air yang digunakan untuk melakukan water boombing jaraknya cukup jauh dari lokasi kebakaran hutan, maka kita (TNI) akan menggunakan pesawat Hercules untuk melakukan water boombing tersebut,” kata Panglima TNI.

Panglima TNI juga mengatakan bahwa selama ini satuan tugas kebakaran hutan Riau mengandalkan operasi pengeboman air atau water boombing dengan menggunakan tujuh Helikopter bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta sejumlah Helikopter Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Dijelaskan oleh Panglima TNI bahwa berdasarkan informasi yang diperolah dari Kepala BMKG wilayah Riau, maka dapat disimpulkan cuaca di Provinsi Riau akan cenderung panas hingga bulan Oktober mendatang.

“Kemungkinan untuk melaksanakan teknologi modifikasi cuaca dalam menghasilkan hujan buatan baru dapat dilaksanakan pada awal bulan Oktober tahun ini,” tutupnya.

Kunjungan kerja Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya,  Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan Kepala BNPB Letjen TNI Doni Munardo beserta rombongan ke Pekanbaru, Riau untuk meninjau beberapa titik yang menjadi lokasi kebakaran hutan dan lahan.

Direncanakan, Selasa 13 Agustus 2019, Panglima TNI beserta rombongan akan melakukan peninjauan langsung ke beberapa lokasi yang terdampak Karhutla seperti di daerah Pelalawan yang mengalami kebakaran hutan cukup parah sepanjang bulan Agustus 2019.

Minggu, 11 Agustus 2019

Satgasrat Brigif PR 17 Kostrad Shalat Idul Adha 1440 H di Puslatpur Martapura


INFONEWS.CO.ID ■ Komandan Satuan Tugas Darat (Dansatgasrat) Brigif PR 17 Kostrad, Letkol Inf Ade Roni Wijaya beserta prajurit Kostrad yang terlibat dalam Latihan Ancab Brigif Para Raider 17 Kostrad TA 2019 melaksanakan salat Idul Adha 1440 Hijriah / 2019 Masehi bersama prajurit Puslatpur serta warga masyarakat muslimin/muslimat wilayah Puslatpur dan sekitarnya, bertempat di lapangan Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklat TNI AD, Martapura, Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (11/8/2019).

Bertindak sebagai Imam dan Khatib Salat Idul Adha 1440 H/2019 Ustaz Kemas Zakaria, S.Pdi.  Salat Idul Adha 1440 H yang digelar di lapangan Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklat TNI AD di Martapura, mengangkat tema “Jadikanlah Hikmah Idul Adha 1440 H / 2019 M Sebagai Momentum Peningkatan Ketakwaan dan Semangat Rela Berkorban Guna Mendukung Tugas Pokok TNI AD”.

Sementara itu penceramah Ustaz Kemas Zakaria, S.Pdi., menguraikan hikmah-hikmah Idul Adha yang di sebut juga Hari Raya Kurban dan Hari Raya Haji. Diceritakan kisah hidup Keluarga Nabi Ibrahim Alaihi Salam ketika Istri dan anaknya yang masih bayi mendapat wahyu untuk pergi jauh dari kampung halamannya agar mendiami sebuah lembah yang sunyi tanpa kehidupan manusia di dalamnya.

Namun dengan kesabaran, kerelaan dan ketakwaan perintah tersebut dijalani hingga akhirnya wilayah tersebut berkembang menjadi kota yang makmur bernama Mekkah sebagai pusat umat Islam menjalankan ibadah haji.

Ditekankan hikmah ibadah kurban adalah kesadaran untuk berkorban sebagai wujud ketakwaan seseorang kepada Tuhan dengan ditunjukkan melalui amalan yang mengutamakan kepentingan orang lain daripada kepentingan diri-sendiri

Jumlah hewan kurban yang terkumpul sebanyak 2 ekor Sapi dan 9 ekor Kambing, yang akan dibagikan kepada warga masyarakat.

■ R-01/Penkostrad

Satgas Yonif Raider 509 Kostrad, Rayakan Idul Adha di Medan Tugas

  Satgas Yonif Raider 509 Kostrad, Rayakan Idul Adha di Medan Tugas

INFONEWS.CO.ID ■ Merayakan Idul Adha di medan tugas yang jauh dari keluarga, tetap memberikan kebahagian tersendiri bagi Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Yonif Raider 509 Kostrad.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Letkol Inf Wira Muharromah, S.H., Psc. usai melaksanakan shalat id bersama prajuritnya.

Diungkapkan Dansatgas, pasukan yang tergabung dalam Satgas Pengamanan Perbatasan merayakan Idul Adha secara sederhana namun penuh kebahagian dengan menggelar salat ied Idul Adha 1440 H/2019 M bersama siswa/siswi Praja dan masyarakat di Lapangan Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri Papua (IPDN), Jayapura, Papua. Minggu (11/8).

“Walaupun dilaksanakan secara sederhana, namun tidak mengurangi kebahagiaan bagi prajurit yang beragama muslim”, ujarnya.

Dansatgas berpesan kepada prajurit untuk membangkitkan semangat dan motivasinya dalam mengemban tugas sebagai penjaga perbatasan paling ujung Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Merayakan Idul Adha di medan tugas merupakan suatu kebanggaan dan kehormatan setiap prajurit, marilah kita rayakan momentum ini dengan penuh kebahagiaan sehingga kita semakin professional dan tetap semangat dalam menjalankan tugas sebagai penjaga perbatasan Indonesia,” tandasnya.

Sementara itu H. Syamsul Bahri dalam ceramahnya menyampaikan, makna peringatan Hari Raya Idul Adha. “Hari ini berjuta-juta umat Islam berbondong-bondong meninggalkan rumah mereka, berjalan dengan penuh perasaan gembira dan haru menuju masjid-masjid atau tanah lapang tempat diselenggarakannya sholat ied Idul Adha," ungkapnya.

"Jika dikaitkan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara, sifat seperti Nabi Ibrahim AS tersebut patut untuk ditiru. Karena bangsa yang kuat adalah bangsa yang saling bahu-membahu, bangsa yang bersatu, bangsa yang rela berkorban apapun demi kejayaan bangsa dan negaranya,” tuturnya diakhir khotbah.

■ R-01/Penkostrad

Suci Ayu Latifah, Peserta SLG STKIP PGRI Paling Rajin Menulis

Suci Ayu Latifah, Peserta SLG STKIP PGRI Paling Rajin Menulis

INFONEWS.CO.ID ■ Cita-citanya adalah menjadi seorang jurnalis. Sejak sekolah dulu, dia rajin menulis di mading (majalah dinding). Kini, sudah ada sekitar 26 tulisannya yang dimuat di media cetak lokal maupun nasional.

Menulis bukan bakat Suci Ayu Latifah sejak kecil. Bahkan belum dia lama mengenal dunia tulis-menulis. Kira-kira baru sekitar empat tahun lalu. Tepatnya saat masih di kelas XI SMA. Kala itu dia sering mengisi majalah dinding (mading) di sekolahannya. Cerita pendek (cerpen) karyanya muncul sepekan sekali.

“Semangat saja, meski belum tahu banyak tentang tulis menulis,” kata gadis kelahiran Ponorogo, 21 Agustus 1996 ini.

Keasyikan menulis, kebiasaan itu pun terbawa hingga lulus sekolah. Keinginan mengembangkan kemampuan menulisnya pun muncul dengan mengambil jurusan bahasa dan sastra di bangku kuliah.

“Guru mengenalkan saya dengan Pak Sutejo, yang kini jadi orang tua asuh saya,” ungkap putri pasangan Slamet Riyadi dan Katinem ini.

Bisa kuliah sesuai harapannya, dia pun tetap aktif menulis cerpen. Lalu, saat masuk semester III, dia ikut Sekolah Literasi Gratis (SLG). Dari situ dia bertemu dan mendapat pengetahuan langsung tentang dunia tulis-menulis dari beberapa narasumber berkompeten.

“Dari situ saya belajar memahami banyak hal tentang dunia tulis-menulis. Mulai trik menulis, gaya bahasa dan sebagainya,” papar mahasiswa semester IV Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di STKIP PGRI Ponorogo ini.

Sejak bergabung di SLG, dia juga sering mengirim tulisan ke media cetak. Hingga saat ini sudah sekitar 26 tulisan yang dimuat di media cetak. Mulai media lokal hingga nasional. Ada yang berbentuk opini dan ada juga yang repotase.

Prestasi tentang menulis di media massa maupun artikel pernah diraihnya.

“Juga pernah juara 1 lomba menulis artikel di Unmuh Ponorogo,” sebut sulung dari dua bersaudara ini.

Menulis di media massa memang tidak memberi keuntungan materi. Tapi, itu membuatnya lebih semangat menulis. Dulu, dia sempat mau putus asa karena empat kali kirim tulisan tidak dimuat.

Semangatnya bangkit kembali, setelah kiriman kelima dimuat. Setelah itu dia mulai rajin menulis di media massa.

“Lebih sering reportase,” jelas mantan penyiar radio ini.

Dari sekian peserta SLG, dia memang paling rajin menulis. Terutama di media massa. Selain itu, dia juga masih suka menulis cerpen. Meski taste-nya lebih pada reportase. Sudah ada sepuluh cerpen yang dia tulis kini. Dia ingin terus mengasah kemampuannya menulis. Jika lulus nanti, dia ingin jadi jurnalis yang mumpuni.

“Karena menurut saya menulis itu sangat menyenangkan dan asyik,” ungkapnya.*** (sat)

Sabtu, 10 Agustus 2019

Rizal Ramli Mengaku Pernah Ditanya Jokowi Soal Pertumbuhan Ekonomi Mandek Diangka 5 persen

Rizal Ramli Mengaku Pernah Ditanya Jokowi Soal Pertumbuhan Ekonomi Mandek Diangka 5 persen

INFONEWS.CO.ID ■ Begawan Ekonomi Rizal Ramli mengaku pernah ditanya oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapa pertumbuhan ekonomi Indonesia mandek diangka 5 persen.

Hal tersebut diceritakan oleh RR sapaan Rizal Ramli saat menanggapi mandeknya pertumbuhan ekonomi Indonesia diangka 5 persen selama tiga tahun terakhir ini.

“Pak Jokowi pernah nanya sewaktu saya tidak menjadi menteri lagi. Kenapa ini mas Rizal kok ekonomi kita mandek diangka 5 persen. Saya bilang sederhana, mas (ke Jokowi) ini terjadi karena kebijakan marko ekonomi kita (tim ekonomi) konservatif yaitu pengetatan anggaran atau austerity policy,” cerita RR, ditulis, Sabtu, (10/8/2019).

RR melanjutkan seharusnya dengan ekonomi yang melambat pemerintah dapat menggenjot dan memberikan stimulus baru, bukan malah mengejar pajak para pelaku usaha.

“Orang kalau ekonomi melambat harusnya digenjot. Dikasih stimulus dulu, baru dikejarnya pajaknya. Ini kita tidak, kebalik ekonomi udah melambat diketatkan terus malah dikejar pajaknya makin nyungsep yang ada,” jelas RR.

“Saya pun tiga tahun yang lalu sebenarnya sudah bilang kepada Pak Jokowi bahwa sampe 2019 ini pertumbuhan ekonomi RI hanya mencapai 5 persen,” sambung RR.

RR mengungkapkan bahwa kebijakan austerity policy sedianya telah gagal di negara-negara latin dan Yunani.

“Lah kita kok masih menggunakan obat yang sama,” pungkas mantan Menteri Koordinator Kemaritiman ini.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal II 2019 hanya 5,05 persen secara tahunan atau melambat dibandingkan periode yang sama tahun lalu, 5,27 persen.

Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga konstan (ADHK) pada kuartal kedua tahun ini tercatat Rp2.753 triliun, lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu Rp2.603 triliun. Atas dasar harga bruto (ADHB), PDB kuartal II 2019 tercatat Rp3.963, triliun.

“Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I sampai dengan kuartal II 2019 dibandingkan kuartai I sampai dengan kuartal II 2018 tumbuh 5,06 persen,” sebutnya dalam konferensi pers, Senin (5/8/2019).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution sebelumnya juga memprediksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2019 hanya mencapai 5,12 persen.

Proyeksi ini lebih tinggi dari raihan pertumbuhan ekonomi kuartal I 2019 sebesar 5,07 persen namun lebih rendah dibanding pertumbuhan ekonomi kuartal II 2018 sebesar 5,27 persen.(sumber: KP)


Jokowi: Letak Ibu Kota Baru Sudah Mengerucut ke Satu Provinsi di Kalimantan

Jokowi: Letak Ibu Kota Baru Sudah Mengerucut ke Satu Provinsi di Kalimantan

INFONEWS.CO.ID ■ Presiden Jokowi saat meninjau salah satu lokasi kandidat ibu kota baru di Kalimantan, bulan Mei lalu.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, ibu kota negara akan pindah dari Jakarta. Pindahnya kemana? Menurut Presiden Jokowi, letaknya di Pulau Kalimantan.

“Di mana pastinya, sejauh ini telah mengerucut ke salah satu provinsi, bisa di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan,” tulis Presiden Jokowi melalui akunnya yang diunggah beberapa saat lalu.

Menurut Presiden, segala aspek dalam proses pemindahan itu — skema pembiayaan, desain kelembagaan, payung hukum regulasi mengenai pemindahan ibu kota — sedang dikaji secara mendalam dan detail, sehingga keputusan nanti benar dalam visi ke depan kita.

Presiden juga menegaskan, pengalaman negara-negara lain dalam pemindahan ibu kota juga dipelajari untuk kita antisipasi hambatannya.

Sebaliknya, faktor-faktor kunci keberhasilan yang bisa kita adopsi, kita adaptasi.

“Dalam memutuskan pemindahan ibu kota ini, posisi saya bukan sebagai kepala pemerintahan, tetapi sebagai kepala negara.

Kita harus melihat visi besar berbangsa dan bernegara untuk 10 tahun, 50 tahun, 100 tahun yang akan datang,” pungkas Presiden Jokowi.

Sebelumnya dalam beberapa kali kesempatan, Presiden Jokowi menyampaikan akan mengumumkan lokasi tepatnya calon ibu kota baru negara itu pada bulan Agustus ini.

Yonif Raider 514 Kostrad Sumbangkan Hewan Qurban Untuk Anak Yatim

 Yonif Raider 514 Kostrad Sumbangkan Hewan Qurban Untuk Anak Yatim

INFONEWS.CO.ID ■ Kegiatan Jumat berkah merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Satuan Yonif Raider 514 Kostrad guna mempererat tali silaturahmi dengan para santri di Pondok pesantren Nurul Mutaqin Kabupaten Bondowoso.

Namun untuk kali ini ada yang berbeda, disamping membawa nasi kotak untuk anak-anak yatim, prajurit dan Persit Yonif Raider 514 Kostrad juga membawa seekor kambing yang merupakan hewan qurban yang disumbangkan untuk anak-anak yatim dalam rangka menyambut hari raya Idhul Adha yang jatuh pada hari Minggu tanggal 11 Agustus 2019.

Dalam sambutannya, pimpinan Pondok pesantren Nurul Mutaqin mengucapkan banyak terima kasih atas kepedulian anggota dan Persit Yonif Raider 514 Kostrad kepada anak-anak yatim yang ada di Pondok Pesantren Nurul Mutaqin.

Kehadiran Ibu Ketua Persit KCK Yonif Raider 514 Kostrad beserta rombongan disambut hangat dengan senyum gembira para santri. Pada kesempatan yang sama juga Ketua Persit memberikan santunan kepada para santri di Ponpes Nurul Mutaqin.

Selain di Pondok Pesantren Nurul Mutaqin, anggota dan Persit Yonif Raider 514 Kostrad juga memberikan hewan qurban seekor kambing di Pondok Pesantren Iqomatur Risalah yang berada di Desa Pekauman Kec. Grujugan Kab. Bondowoso dan membawa oleh-oleh berupa nasi kotak untuk anak-anak yatim di Pondok Pesantren  Iqomatur Risalah.

Menurut Ketua Persit Kartika Candra Kirana Yonif Raider 514 Kostrad Ny. Danang Biantoro, kegiatan jumat berkah ini akan terus rutin dilaksanakan setiap minggu.

“Kegiatan Jumat berkah ini sudah cukup lama berjalan dan akan kita teruskan setiap minggunya, kebetulan hari ini kita ada sedikit rezeki untuk berbagi hewan qurban, semoga bisa bermanfaat untuk anak-anak di Pondok Pesantren Nurul Mutaqin dan Pondok Pesantren Iqomatur Risalah.” Pungkasnya

■ R-01/penkostrad

Jumat, 09 Agustus 2019

Satgas Yonif Raider 321 Kostrad Bantu Pembangunan Honai Masyarakat Nduga Papua

Satgas Yonif Raider 321 Kostrad Bantu Pembangunan Honai Masyarakat Nduga Papua

INFONEWS.CO.ID ■ Satgas Yonif Raider 321 Kostrad membantu pembangunan Honai (Rumah Adat) masyarakat Nduga Papua. Rabu (7/8). Honai adalah rumah adat bagi masyarakat Papua khususnya suku Dani, banyak ditemui di daerah yang berada diatas ketinggian 2.500 meter di atas permukaan laut, tinggi rumah adat tersebut sekitar 3 meter dan berdiameter 5 meter dan berbentuk bulat tidak memiliki jendela dan hanya memiliki satu pintu kecil untuk masuk yang bertujuan untuk menahan cuaca dingin.

Honai merupakan simbol dari kepribadian dan merupakan martabat dan harga diri suku yang harus dijaga oleh keturunan anak cucu mereka sehingga demikian penting dan sakralnya keberadaan Honai tersebut bagi masyarakat asli Papua.

Pembangunan Honai diawali ketika tokoh masyarakat dan tokoh agama yg berada di wilayah tersebut datang untuk bersilahturahmi. Singkat cerita dalam pembicaraan tersebut terungkap bahwa ada masyarakat yang sudah lama mengungsi ketika pulang kembali ketempatnya sudah tidak memiliki tempat tinggal sehingga anggota Satgas yang dipimpin oleh Lettu Inf Rosidi tergerak hatinya dan bersedia membantu mendirikan Honai bekerjasama bersama-sama dengan masyarakat Anggota Satgas Yonif Raider 321 Kostrad yang bertugas di Distrik Dal, Kab. Nduga.

Pada awal pembangunan Honai, sejak pagi masyarakat sudah datang berbondong-bondong  ke lokasi pembangunan dengan membawa kayu, papan, ilalang yang dikumpulkan menjadi satu tempat bahkan ibu-ibu juga turut serta dengan membawa ubi dan air putih.

Setelah bahan terkumpul,  pengerjaan selanjutnya merangkai dan mendirikan Honai. Dengan penuh semangat, anggota bersama-sama dengan masyarakat bekerjasama dan sekali-kali bercanda gurau sehingga perkerjaan terasa lebih ringan. Dalam kurun waktu 3 hari Honai sudah berdiri tegak sehingga tampak kepuasan sendiri dari anggota dan masyarakat yang bekerja.

Pemilik honai yang dibangun, Bpk Emianus Gwijangge sambil terharu mengucap syukur kepada Tuhan dan menyampaikan banyak terima kasih karena atas bantuan TNI dan warga sekarang dirinya telah memiliki tempat tinggal tidak menumpang lagi di rumah sanak saudaranya seraya berjanji akan menjaga dan merawat Honai tersebut agar bisa diwariskan sampai kepada anak cucunya kelak.

■ R-01/Penkostrad

Sambut HUT RI, Satgas Kostrad Ikuti Lomba Lari 5 K di Kota Mulia

Sambut HUT RI, Satgas Kostrad Ikuti Lomba Lari 5 K di Kota Mulia

INFONEWS.CO.ID ■ 17 Agustus merupakan hari lahirnya Bangsa Indonesia, berbagai macam perlombaan sering diadakan untuk memeriahkan hari tersebut, taidak terkecuali di Kabupaten Mulia, Puncak Jaya, Papua. Rabu (7/8). Sebagai salah satu Satuan Tugas yang berada di wilayahnya, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 514 Kostrad berkewajiban untuk ikut memeriahkannya dengan mengikuti lomba lari 5 K di Kota Mulia.

Mayor Inf Muhammad Safril selaku Wakil Komandan Satgas menyampaikan, banyak perlombaan yang diadakan di Kota Mulia, walaupun kami tidak mempunyai atlet yang benar-benar profesional, namun kami rasa masih bisa mengimbangi atlet-atlet di Kabupaten Mulia,” ujarnya.

“Karena keterbatasan waktu dan tempat, maka panitia membatasi jenis-jenis cabang olah raga tertentu, seperti bola voli dan sepak bola,” ujar Lettu Inf Dilo yang jabatan kesehariannya sebagai Perwira Teritorial Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 514 Kostrad.

“Sangat disayangkan cabang-cabang olahraga tersebut tidak dapat terselenggara tahun ini. Namun hal tersebut tidak membuat kecil hati kami, walaupun dengan sumber daya yang terbatas, kami akan berusaha semampu tenaga untuk memenangkan setiap pertandingan yang kami ikuti,” tambahnya.

■ R-02/Penkostrad

Khutbah Idul Adha: Meneladani Ketaatan Dan Pengorbanan Nabi Untuk Menegakkan Islam Kaffah

Khutbah Idul Adha: Meneladani Ketaatan Dan Perngorbanan Nabi Untuk Menegakkan Islam Kaffah

Khutbah Idul Adha: Meneladani Ketaatan Dan Perngorbanan Nabi Untuk Menegakkan Islam Kaffah

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

اللهُ أكْبَرُ، الله أكبر وَللهِ الْحَمْدُ.

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ جَعَلَ الْيَوْمَ عِيْداً لِلْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحَّدَنَا بِعِيْدِهِ كَأُمَّةٍ وَاحِدَةٍ، مِنْ غَيْرِ الأُمَم، وَنَشْكُرُهُ عَلَى كَمَالِ إِحْسَانِهِ وَهُوَ ذُو الْجَلاَلِ وَاْلإِكْراَمِ.

أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ أَنْتَ وَحْدَكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ، اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَن تَشَاء وَتَنزِعُ الْمُلْكَ مِمَّن تَشَاء وَتُعِزُّ مَن تَشَاء وَتُذِلُّ مَن تَشَاء بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَىَ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ وَأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ.

الَلَّهُمَّ صَلِّ وُسَلِّمُ عَلَى حَبِيْبِناَ المُصْطَفَى، الَّذِّي بَلَّغَ الرِّسَالَةْ، وَأَدَّى الأَمَانَةْ، وَنَصَحَ الأُمَّةْ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ دَعاَ اِلَى اللهِ بِدَعْوَتِهِ، وَجاَهَدَ فِيْ اللهِ حَقَّ جِهاَدِهِ.

اَمَّا بَعْدُ: عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ!

اَللهُ أَكْبَرُ… اَللهُ أَكْبَرُ… اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلّهِ الْحَمْد

اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً،

لاَ إِلَهَ إِلاًّ اللَّهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَ إِلَهَ إِلاًّ اللَّهُ اَللهُ أَكْبَر

اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلّهِ الْحَمْدُ

Alhamdulillâhi Rabbi al-âlamîn, segala puji marilah kita panjatkan ke hadhirat Allah subhanahu wata’ala. Shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada  Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam beserta keluarga, para shahabatnya, dan seluruh umatnya yang senantiasa menaati risalahnya, serta berjuang tak kenal lelah untuk menerapkan dan menyebarluaskannya ke seluruh pelosok dunia hingga akhir zaman.

Hari ini umat Islam di seluruh penjuru dunia bersama-sama menggemakan pujian atas kebesaran Allah subhanahu wata’ala. Lebih dari 1,57 miliar kaum Muslimin di seluruh dunia mengagungkan asma Allah subhanahu wata’ala melalui takbir, tahlil, dan tahmid. Sementara itu, pada 9 Dzulhijjah kemarin, lebih dari tiga juta saudara kita kaum Muslimin dari seluruh penjuru dunia telah berkumpul untuk wukuf di Padang Arafah, menunaikan ibadah haji, rukun Islam yang kelima.

اللهُ أكْبَرُ، اللهُ أكْبَرُ، الله أكبر وَللهِ الْحَمْدُ

Ketaatan Nabi Ibrahim

Ma’asiral muslimin rahimakumullah,

Di hari ‘Idul Adha, 10 Dzulhijjah 1436 H ini, kita mengenang kembali peristiwa agung pengorbanan Nabi Ibrahim dalam menaati perintah Allah subhanahu wata’ala untuk menyembelih putranya, Ismail. Padahal bagi Nabi Ibrahim, Ismail adalah buah hati, harapan dan kecintaannya, yang telah sangat lama didambakan. Namun di tengah rasa cinta itu, turunlah perintah Allah kepadanya untuk menyembelih putra kesayangannya itu. Allah berfirman:

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَابُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى

“Maka tatkala anak itu telah sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: hai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu” (QS. ash-Shaffat: 102).

Terhadap perintah itu, Nabi Ibrahim mengedepankan kecintaan yang tinggi yakni kecintaan kepada Allah subhanahu wata’ala dan menyingkirkan kecintaan duniawi, yakni kecintaan kepada anak.

Perintah amat berat itu pun disambut oleh putranya, Ismail alaihissalam, dengan penuh kesabaran. Ismailpun mengukuhkan keteguhan jiwa ayahandanya dengan mengatakan:

قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

Wahai Ayahanda, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu, Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar” (QS. ash-Shaffat: 102)

اللهُ أكْبَرُ، اللهُ أكْبَرُ، الله أكبر وَللهِ الْحَمْدُ

Ma’asiral muslimin rahimakumullah,

Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail tersebut sudah seharusnya menjadi teladan bagi umat Islam saat ini. Tidak hanya teladan dalam pelaksanaan ibadah haji dan ibadah qurban, namun juga teladan dalam berjuang dan berkorban mewujudkan pengamalan syariah Islam secara kaffah.

Ketaatan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam melaksanakan syariah Islam mungkin terasa asing bahkan aneh, di tengah peradaban modern yang membanggakan dan mengidolakan kekayaan dan kemewahan duniawi. Semakin kita merasa aneh maka semakin jauh kita dari sikap mental Islamy yang justru semestinya menjadi pakaian dalam kehidupan ini. Inilah ruh Islam yang seharusnya menjiwai segenap aktifitas hidup orang-orang beriman. Tidak sedikit umat Islam yang amalan agamanya hanya sebatas ritual shalat, doa dan dzikir. Sementara hatinya kosong, tidak ada ruh Islamy yang menggema di dalamnya. Kurangnya keyakinan bahwa ibadah itu membawa keselamatan hidup, kurangnya keyakinan bahwa Allah itu mampu memenuhi hajat hidupnya. Maka yang nampak di tengah umat ini kegersangan hati, hidupnya tidak sakinah. Bahkan muslimin Indonesia yang jumlahnya lebih dari 200 juta inipun tidak mampu membangun kehidupan Islamy yang memberikan kesejahteraan dan kenyamanan hidup yang hakiki sesuai tuntunan Allah dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Lemahnya kekuatan ruhiyah ini nampak dari sikap-sikap permisif (serba membolehkan), hedonistis (mengejar kepuasan hidup) dan materialistis (serba materi, semua amal dinilai secara materi).

Peradaban Islam sebagaimana masa Rasulullah dan Khulafaur rasyidin yang dijiwai dengan semangat ukhuwwah dan amal sholeh, kini berubah dengan semangat perpecahan dan perselisihan antar firqoh. Prestasi hidup tidak lagi diukur dengan taqwa dan amal sholih, melainkan diukur dari banyaknya harta dan titel status sosial.

Pergeseran Orientasi Hidup

Ma’asiral muslimin rahimakumullah,

Apa yang sedang terjadi di tengah umat ini adalah sebuah pergeseran orientasi hidup. Arah dan tujuan hidup semakin bergeser, secara pelan tetapi pasti, yaitu dari orientasi hidup ukhrowi ke orientasi hidup duniawi. Kecintaan yang besar terhadap dunia nampak sekali dari bobot perjuangannya yang luar biasa sepanjang hidupnya. Pola hidup zuhud dan qonaah yang diterapkan Rasulullah dan para sahabat beliau dahulu mungkin sudah dianggap hina dan tidak bergengsi. Naudzubillah min dzaalik. Allah berfirman:

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالأنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). (QS. Ali Imran 14).

Perangkat dunia seperti emas, perak, sawah ladang memang perhiasan yang boleh dimiliki manusia, tetapi Allah mengingatkan bahwa akhirat itu yang lebih baik. Tentu dimaksudkan agar manusia jangan terpedaya dengan dunia yang fana dan justru melupakan akhirat yang lebih baik lagi kekal abadi.

الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا

Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya (QS. Al-Kahfi 104).

Kecintaan yang berlebihan terhadap dunia pada akhirnya membuat perubahan besar pada orientasi hidup manusia juga umat Islam. Akhirat tidak lagi nampak dalam hati dan pikirannya. Mereka menjadikan dunia sebagai tuhan-tuhan selain Allah. Diyakini yang membuat bahagia adalah uang dan harta kekayaan, yang membuat terhormat di tengah masyarakat adalah jabatan dan status sosial lainnya. Tanpa terasa mereka terjerumus dalam kemusyrikan. Allah berfirman:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ

Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah (QS. Al-Baqarah 165).

Dampak dari perubahan orientasi hidup ini adalah lemahnya ketaatan, semangat pengorbanan dan perjuangan menegakkan syariah Islam.

Lemahnya Ukhuwwah Ummat

Ma’asiral muslimin rahimakumullah,

Selain persoalan kehidupan pribadi – pergeseran orientasi hidup, ummat Islam juga menghadapi persoalan yang lebih besar menyangkut kehidupan ummat secara global, yaitu lemahnya ukhuwwah ummat. Perwujudan ukhuwwah yang semakin lemah ini merupakan hasil upaya konspirasi global untuk memecah belah umat Islam sedunia.

Padahal ikatan ukhuwwah ummat sebagai ummatan waahidah merupakan bagian penting dalam melaksanakan syariah Islam secara kaaffah. Keterpurukan umat di belahan bumi ini karena belum diamalkannya syariah Islam secara kaffah dalam kehidupan. Saudara-saudara kita di Palestina, Suriah, Rohingya di Myanmar dan lainnya, kini hidup dalam penjajahan, disiksa, dibantai dan banyak yang diusir dari negerinya, tanpa ada yang melindungi dan membelanya. Khusus Palestina beserta Masjid Al-Aqsha kini terus diserang dan dirampas Yahudi Israel. Mereka ingin membersihkan bumi Palestina dari muslimin dan menjadikan Al-Aqsha sebagai bagian tempat ibadah mereka.

Muslimin dari Syuriah kini tertindas dan terusir dari negerinya karena perbedaan paham agama. Mereka kini terlunta-lunta mencari tempat hidup ke negara-negara kafir di Eropa, sementara negara-negara muslimin terdekat justru diam bahkan ikut memusuhinya. Inilah korban hancurnya ukhuwwah ummat Islam sedunia. Sementara di Indonesia, rakyat terhimpit kemiskinan, harga-harga kebutuhan pokok terus membumbung tinggi, pendidikan mahal tapi kualitasnya rendah, kekayaan alam dikeruk oleh korporasi asing, budaya kufur semakin marak, dan korupsi kian merajalela.

Sungguh, pangkal keterpurukan ini bersumber pada satu hal yakni penyimpangan dari tuntunan Allah subhanahu wata’ala. Ini karena kaum Muslimin berpaling dari Al-Quran. Keadaan itu telah diterangkan oleh Allah subhanahu wata’ala dalam QS. Thaha 124:

وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكاً وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى

“Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit dan Kami akan mengumpulkan dia pada Hari Kiamat nanti dalam keadaan buta…”.

Menurut Imam Ibnu Katsir makna “berpaling dari peringatan-Ku” adalah: menyalahi perintah-Ku dan apa yang Aku turunkan kepada Rasul-Ku, melupakannya dan mengambil petunjuk dari selainnya (Tafsir al-Quran al-‘Azhim, V/323).

Sedangkan penghidupan yang sempit tidak lain adalah kehidupan yang semakin miskin, menderita, terjajah dan tertindas, sebagaimana yang terjadi di negeri-negeri Muslim sekarang.

اللهُ أكْبَرُ، اللهُ أكْبَرُ، الله أكبر وَللهِ الْحَمْدُ

Mengembalikan Ketaatan Mu’minin

Ma’asiral muslimin rahimakumullah,

Di hari Idul Adha ini kembali kita diingatkan akan hebatnya ketaatan dan pengorbanan Nabi Ibrahim dan keluarganya. Ketaatan hamba-hamba Allah dalam menunaikan syariah secara kaaffah adalah sebuah komitmen hidup yang tidak bisa ditawar lagi. Dengan ketaatan inilah akan melahirkan semangat pengorbanan yang ikhlas dalam kehidupan mu’minin.

Bagi umat Muhammad Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, Allah bahkan menetapkan Ulil Amri sebagai satu diantara sumber ketaatan mu’minin, sebagaimana firman Allah dalam Surat an-Nisa: 59, sebagai berikut:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الأمْرِ مِنْكُمْ

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan Ulil Amri diantara kamu (QS. An-Nisa 59).

Penetapan Ulil Amri sebagai sumber ketaatan ini merupakan syariat bagi keberlanjutan kepemimpinan umat hingga akhir jaman sepeninggal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dimanapun muslimin berada. Tidak berhenti pada masa Rasul saja. Pertanyaannya adalah: Sebagai orang beriman, siapa Ulil Amri anda?

Kata “Ulil Amri minkum” pada ayat diatas menunjukkan bahwa Ulil Amri adalah pimpinan diantara kalian orang-orang beriman, bukan pemimpin lintas agama. Maka sepeninggal wafatnya Rasulullah, umat Islam/para sahabat bermusyawarah hingga akhirnya membaiat/mengangkat Abu Bakar Ash-Shiddiq sebagai Ulil Amri dengan sebutan Khalifah Abu Bakar, periode berikutnya Umar bin Khothob dan Utsman bin Affan dengan sebutan Amirul Mu’minin serta Ali bin Abi Tholib dengan sebutan Imam Ali.

Kehidupan muslimin sepeninggal Rasulullah dan Khulafaur Rasyidin berangsur-angsur mengalami perpecahan. Munculnya berbagai pemahaman dan penafsiran, didukung oleh semangat kebangsaan/ashobiyah, dipisahkan oleh kepentingan politik serta diadudomba oleh konspirasi global Zionis Yahudi – maka lengkaplah skenario perpecahan umat Islam hingga hari ini.

Solusinya sudah Allah berikan dengan QS. an-Nisa 59 diatas. Dengan ayat tersebut jelaslah bahwa bagi umat Islam, mengamalkan syariah Islam selain mentaati Allah (al-Qur’an) dan Rasulullah (al-hadits), melainkan masih ada satu lagi yang umumnya belum diamalkan yaitu keberadaan Ulil Amri sebagai penggembala umat ini. Ulil Amri itulah yang mengkordinasikan pengamalan syariah secara kaaffah. Masyarakat yang memiliki undang-undang tapi tanpa penegak hukum tentu kacau dan anarkhis. Demikian pula umat Islam dengan al-Qur’an dan as-Sunnah tanpa Ulil Amri sebagai institusi pelaksana syariah, maka masing-masing golongan berjalan sendiri-sendiri bahkan saling bangga dan memusuhi sesama muslimin.  Allah mengingatkan:

وَلا تَكُونُوا مِنَ الْمُشْرِكِينَمِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ

dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka  (QS. Ar-Ruum 31-32).

Memang perubahan besar dunia menuju tegaknya syariah secara kaaffah tidak mudah, namun memerlukan perjuangan dan pengorbanan yang besar dari segenap kaum muslimin. Dengan pengorbanan itu, insyaAllah perjuangan yang sekilas tampak sulit itu akan menemukan hasilnya, sebagaimana yang telah dijanjikan oleh Allah subhanahu wata’ala:

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُم فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْناً يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئاً وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

“Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan beramal shalih di antara kalian, bahwa Dia benar-benar akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa; Dia benar-benar akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah Dia ridhai untuk mereka; dan Dia benar-benar akan menukar keadaan mereka —sesudah mereka berada dalam ketakutan— menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah Aku tanpa mempersekutukan Aku dengan sesuatu pun. Siapa saja yang kafir sesudah janji itu, mereka itulah orang-orang yang fasik”. (QS. An-Nuur: 55).

Dalam upaya menyempurnakan amalan Islam, maka sudah saatnya umat Islam merapatkan ukhuwwah, hidup berjama’ah dan lepaskan baju-baju firqoh yang hanya membawa bencana ummat. Dimanapun berada hendaknya kita meningkatkan ketaatan kepada Allah, dengan segala usaha dan pengorbanan yang dapat kita lakukan. Demikian pula meneladani perilaku hidup Rasulullah, serta mengangkat dan mentaati Ulil Amri sebagai wujud pengamalan Islam yang kaffah. Jika Nabi Ibrahim dengan ketaatannya rela mengorbankan anak kesayangannya, maka pengorbanan apa yang kita relakan sebagai wujud ketaatan kita dan pengharapan kita akan ridho dan ampunan Allah?  Semoga hari raya Qurban ini menjadi awal peningkatan kataatan kita kepada Allah subhanahu wata’ala.

Ma’asiral muslimin rahimakumullah,

Akhirnya, marilah kita memohon kepada Allah, semoga Allah Swt mengabulkan seluruh permohonan kita. Semoga Allah Swt memberi kita kesabaran dan keikhlasan, serta menguatkan kita untuk berperan penting dalam upaya melakukan perubahan besar dunia menuju tegaknya syariah Islam yang kaaffah dalam kepemimpinan Khilafah Ala minhajin Nubuwwah.

أَللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَات

اللّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَاِنْ لَمْ تَغْفِرْلَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّا مِنَ الْخَاسِرِيْنَ

اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا دُعَائَنَا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَتُبْ عَلَيْنَا اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ.

رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا اِنْ نَّسِيْنَآ أَوْ اَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْلَنَا وَارْحَمْنَا اَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَاِفِرِيْنَ

اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ اَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.

اَللَّهُمَّ يَا مُنْـزِلَ الْكِتَابِ وَمُهْزِمَ اْلأَحْزَابِ اِهْزِمِ اْليَهُوْدَ وَاَعْوَانَهُمْ وَصَلِيْبِيِّيْنَ وَاَنْصَارَهُمْ وَرَأْسُمَالِيِّيْنَ وَاِخْوَانَهُمْ وَاِشْتِرَاكِيِّيْنَ وَشُيُوْعِيِّيْنَ وَاَشْيَاعَهُمْ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار

وَسُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Kamis, 08 Agustus 2019

Rampung 100 % Sasaran, TMMD Sengkuyung Tahap II Resmi Ditutup Dandim Solo

Rampung 100 % Sasaran, TMMD Sengkuyung Tahap II Resmi Ditutup Dandim Solo

INFONEWS.CO.ID ■ Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II TA. 2019 di Wilayah Kota Surakarta sudah merampungkan sasarannya 100 % dengan batas waktu yang ditentukan dari Komando atas selama 30 Hari dari Tanggal 11 Juli s.d 8 Agustus 2019 (8/8/2019)

Adapun Sasaran Fisik TMMD berupa Pemasangan Pagar pengaman saluran primer Rt 03,05,06,07 dan 08, Peninggian Talud Rt 07. Vol 12,75 m persegi dan Perbaikan talud dasar/ lantai Rt 06 ( cor beton 23,76 m kubik dan bies beton 35 m).

Dan Sasaran Non Fisiknya yaitu tentang Bela negara dan Wawasan kebangsaan, Penanaman nilai nilai Ideologi Pancasila, Pencegahan penyalah gunaan Narkoba, Perda (persertifikatan tanah) dan sanitasi lingkungan.

Selain itu, ada soal Implementasi Paud dan pemberantasan Buta aksara lanjutan, Pembentukan kampung KB dan pelayanan KB serta Penyuluhan pertanian dalam rangka mendukung program ketahanan pangan dan Program lingkungan bersih dan sehat.

Acara penutupan itu dilaksanakan di Lapangan Kampus II AUB Jl. Mr. Sartono No.97 Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari kota Surakarta langsung oleh  Dandim 0735 Surakarta Letkol Inf Ali Akhwan SE sebagai Irup dan Komandan Upacara (Danup) Kapten Inf Edi Susilo.

( rls ).

Danrem 031 : Karhutla Riau Tanggung Jawab Kita Bersama

  Danrem 031 : Karhutla Riau Tanggung Jawab Kita Bersama

INFONEWS.CO.ID ■  Satgas Penanggulangan Karhutla Kamis sore mengelar Rapat pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan di Balai serindit, Gedung Daerah Provinsi Riau, jalan Pangeran Diponegoro Pekanbaru.

Rapat Yang di pimpin Langsung oleh Gubernur Riau Drs.H.Syamsuar, M.Si di damping juga Oleh Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo, Danrem 031/WB  Brigjen TNI M.Fadjar,MPICT, Kabinda Riau, dan Kajati Riau.

Rapat diawali oleh Paparan Kalaksa BPBD dan dilanjutkan dengan Paparan Ka BMKG riau tentang Perubahan Cuaca kedepan.

Kapolda Riau Dalam Paparannya menyampaikan tentang penegakan Hukum terhadap Pelanggaran pembakaran Hutan dan Lahan yang dilakukan oleh perorangan Maupun perusahaan.

Dalam Paparannya Danrem 031/WB mengajak seluruh Masyarakat Riau, Perusahaan, wartawan untuk bersama-sama memerangi Karhutla.

“Kita tidak bisa bertindak sendiri - sendiri dalam menanggulangi Karhutla, Kita harus secara bersama - sama menanggulanginya. Kita rubah pola cara membuka lahan kepada masyarakat, kita berikan edukasi tentang bahaya kebakaran hutan dan lahan yang merugikan di segala bidang. Bagi Perusahaan berikan CSR kepada warga sekitar agar mereka dapat merubah cara memanfaatkan lahan. Kita Harus Kompak karena kita tinggal di Riau dan Riau mengalami Karhutla. Siapa yang yang harus menanggulangi Karhutla, tentunya dengan kita bekerjasama maka Riau akan bebas dari Karhutla,” ujar Danrem 031/WB.

Selain dihadiri oleh Satgas Penanggulangan Karhutla Provinsi Riau, para perwakilan perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan juga hadir dalam rapat tersebut.

■ mirza/r-01

Masih Mengenakan Pakaian Tradisional Bali, Jokowi Tiba di Kuala Lumpur

Masih Mengenakan Pakaian Tradisional Bali, Jokowi Tiba di Kuala Lumpur

INFONEWS.CO.ID ■ Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo tiba di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (8/8) malam.

Setelah terbang selama sekitar 2,5 jam, Presiden dan rombongan tiba di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia, pukul 19.30, waktu setempat disambut oleh Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Rusdi Kirana bersama istrinya, Menteri Pertahanan Malaysia Mr. H. Mohamad bin Sabu bersama istrinya, Atase Pertahanan Indonesia di Malaysia Kolonel Inf. Tri Andi Kuswantoro.

Dari Bandara Internasional Kuala Lumpur, Presiden Jokowi, yang masih mengenakan pakaian tradisional Bali, digunakan pada pembukaan Kongres ke-5 Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Ibu Negara Iriana langsung pergi ke hotel tempat ia tinggal di Kuala Lumpur.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan, banyak hal yang perlu dibicarakan dengan Tun Dr. Mahathir Mohamad, terutama yang berkaitan dengan perbatasan, mengenai TKI, termasuk mengenai diskriminasi minyak sawit.

"Itu yang utama," kata Presiden Jokowi.

Menemani Presiden Jokowi selama kunjungan ini termasuk Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (sekneg)

Tutup TMMD 105 Kodim 0313/Kampar, Danrem 031/WB Ucapkan Terima Kasih


INFONEWS.CO.ID ■ Komandan Korem (Danrem) 031/Wira Bima Brigjen TNI Mohammad Fadjar, MPICT memimpin upacara penutupan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke - 105 Kodim 0313/Kampar yang digelar di Desa Balung Kecamatan Xlll Koto Kampar Kabupaten Kampar.

Upacara tersebut dihadiri oleh Plt Bupati Kampar, Forkopimda Kabupaten Kampar, Dir Sabhara Polda Riau Kombes Pol Zulkifli, Kasatpol PP Propinsi Riau, Para Kasi Korem, Para Dan/Kasatdisjan Jajaran Korem 031/WB, Kadis Se - Kabupaten Kampar, Unsur Upika dan para Kades Kecamatan XIII Koto Kampar, Ormas, Toga, Tomas dan tamu undangan lainnya.

Danrem 031/Wira Bima membacakan amanat Pangdam I/BB, menyampaikan bahwa TMMD yang diprogramkan sebanyak 3 kali di tahun 2019 ini merupakan wujud pengabdian TNI bersama Kementerian dan lembaga negara lainnya, untuk membantu mempercepat pembangunan di daerah demi tercapainya kesejahteraan bagi rakyat.

Hal ini tentunya sejalan dengan tema pada pelaksanaan TMMD ke - 105 tahun 2019.

“Bersama TMMD Membangun Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat," ujar Danrem.

Lebih lanjut dalam amanatnya, Pangdam juga berpesan kepada masyarakat agar senantiasa menjaga dan memelihara hasil pembangunan fisik yang telah dibangun, sehingga dapat bermanfaat dalam kurun waktu yang cukup lama bagi masyarakat.

“Saya memohon maaf yang sebesar - besarnya, apabila selama kegiatan TMMD ini terdapat perilaku atau tutur kata Prajurit saya yang kurang berkenan di hati masyarakat," Ungkap Pangdam dalam amanatnya.

Dalam kesempatan tersebut, Danrem juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dan berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan TMMD selama satu bulan hingga berjalan sukses.

“saya sangat berterima kasih kepada jajaran pemerintah daerah, polri dan kepada masyarakat yang telah turut berpartisipasi sehingga program TMMD ke - 105 bisa berjalan sukses, aman dan lancar,” ucap Danrem.

■ mirza/ R-01

Kasrem 031/WB Resmi Tutup TMMD Ke-105 Kodim 0321 Rokan Hilir

 Kasrem 031/WB Resmi Tutup TMMD Ke-105 Kodim 0321 Rokan Hilir

INFONEWS.CO.ID ■ Kasrem 031/Wira Bima Kolonel Inf Asep Nugraha secara resmi menutup Program TMMD ke-105 Kodim 0321/Rokan Hilir.

Acara yang dipusatkan dilapangan Taman Budaya Batu Enam Bagansiapiapi itu, dihadiri oleh Bupati Rohil, Forokopimda Kabupaten Rohil, Dandim 0302/Inhu, Dandim 0320/Dumai, Dandim 0303/Bkls beserta unsur Upika dan peserta upacara lainya.

Dalam sambutannya Kasrem 031/Wira Bima menjelaskan, TMMD Kodim 0321/Rohil adalah wujud nyata pengabdian TNI bersama Kementerian dan Lembaga Negara lainnya, untuk membantu percepatan pembangunan di daerah demi tercapainya kesejahteraan bagi rakyat.

Kemudian, dirinya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bekerja bersama - sama membangun daerah, guna mengatasi berbagai masalah dan tantangan di bidang teknologi, ekonomi dan sosial budaya.

"Untuk itulah selama TMMD ini para Prajurit TNI hadir di tengah - tengah rakyat, menyebarkan semangat gotong - royong dan energi positif untuk maju mencapai kesejahteraan," jelas Kasrem.

Diakhir sambutannya, Kasrem 031/Wira Bima, menyampaikan rasa terimakasih dan apresiasi kepada seluruh pihak, terutama Pemerintah Daerah dan masyarakat, atas semua dukungan yang diberikan, sehingga TMMD Kodim 0321/Rohil bisa terlaksana dengan lancar dan mencapai target yang diharapkan.

Program TMMD ke 105 Kodim 0321/Rohil tahun 2019 ini, melaksanakan pembangunan fisik di enam SAS yang terbagi di dua Kecamatan.

Adapun dua Kecamatan tersebut yakni, Kecamatan Sinaboi dan Kecamatan Bangko.

Selain program pembangunan fisik, juga dilaksanakan berbagai kegiatan non fisik.

Baik sosialisasi maupun berbagai pembinaan kemasyarakatan lainnya.

Usai pelaksanaan upacara penutupan, pada kesempatan ini juga dilaksanakan penandatanganan naskah serah terima hasil pelaksanaan TMMD ke 105 Tahun 2019 antara Kasrem dan Bupati Bupati Rohil H Suyatno.

Selain itu, Kasrem juga membagikan sembako gratis kepada masyarakat kurang mampu serta kegiatan bhakti sosial donor darah dan pengobatan gratis.

Adapun sasaran fisik yang direalisasikan melalui TMMD ke 105 Kodim 0321/Rohil ini adalah semenisasi jalan, rehab mushola dan pembuatan box culvert.

■ mirza/ R-01

Pemilik Sabu 8 Kg Dilimpahkan Kejari

Pemilik Sabu 8 Kg Dilimpahkan Kejari

INFONEWS.CO.ID ■ Penyidik Polrestabes Semarang limpahkan berkas perkara dan tersangka atas nama Rudy Rahman ,33, warga Teluk Tiram Laut, Banjarmasin Barat, yang diduga sebagai pemilik narkotika jenis sabu sabu seberat 8 kilogram, ke Penuntut Umum (PU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Semarang.

Kasatres Narkoba Polrestabes Semarang AKBP Bambang Yugo Pamumgkas mengatakan bahwa penyerahan tersangka dan barang bukti ke Kejari Semarang ini setelah berkas tersangka Rudy Rahman dinyatakan lengkap (P21) oleh JPU.

“Tersangka Rudi untuk proses penyidikan di Satresnarkoba sudah selesai dan sudah dinyatakan lengkap berkasnya.Termasuk petunjuk dari Jaksa sudah kita lengkapi,” tegas AKBP Bambang Yugo di Mapolrestabes Semarang.

Terpisah, Kasi Tipidum Kejari Kota Semarang, Bambang Rudi Hartoko, melalui Kasubsi Penuntutan Tipidum, Ardhika Wisnu, mengaku telah menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti atas nama tersangka Rudy Rachman. Adapun barang bukti dalam kasus itu, disebutkannya, dari 8 Kilogram (Kg) sabu yang ditemukan dari tersangka, telah disisihkan dijadikan sampel kurang lebih 700 gram, kemudian tas sabu dan handphone. Sedangkan uang tunai diakuinya tidak ada, karena terkait uang masih dilakukan tahap pengecekan di bagian barang bukti.

“Posisi tersangka ditangkap begitu datang di apartemen Candi, sedangkan sabu itu rencananya akan dijual di area Semarang. Penangkapan dilakukan Polrestabes Semarang, pelaku ditangkap seorang diri,”kata Ardhika Wisnu. (Sumber: JP)

Rabu, 07 Agustus 2019

Tanamkan Jiwa Nasionalisme, Kostrad Adakan Lomba Wawasan Kebangsaan

Tanamkan Jiwa Nasionalisme, Kostrad Adakan Lomba Wawasan Kebangsaan

INFONEWS.CO.ID ■ Dalam rangka meningkatkan jiwa nasionalisme terhadap anak-anak usia dini, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif PR 328 Kostrad mengadakan lomba cerdas cermat dan permainan kepada pelajar SD Inpres Kriko, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, Jayapura, Senin (05/08).

Disampaikan oleh Dansatgas Pamtas Yonif PR 328 Kostrad Mayor Inf Erwin Iswari, S.Sos., M.Tr (Han), kegiatan yang dilakukan Pos Pitewi yang dipimpin lettu Inf Herlansyah adalah untuk memupuk jiwa nasionalisme dan meningkatkan rasa cinta terhadap tanah air.

“Lomba cerdas cermat dengan tema persoalan tentang Indonesia seperti Pancasila, UUD 1945 serta nama-nama pahlawan dengan tujuan untuk menumbuhkan wawasan kebangsaan bagi anak-anak,” ujar Mayor Erwin.

Selain melaksanakan lomba cerdas cermat, personel Satgas juga memberikan hiburan permainan psikologi lapangan yang dilakukan di luar kelas, “Kegiatan ini dilakukan setelah jam pelajaran selesai, dan disambut antusias oleh anak-anak. Sekitar 20 orang siswa-siswi SD mengikuti kegiatan yang diadakan oleh personel Satgas,” tambahnya.

Sementara itu, guru SD Inpres Kriko Bapak Janu mengucapkan terima kasihnya kepada personel Satgas yang telah meluangkan waktu membina dan mendidik anak-anak Kampung Kriko.

“Terima kasih kepada Satgas yang peduli terhadap pendidikan yang memberikan pemahaman dan ilmu mengenai kebangsaan dan menumbuhkan rasa cinta tanah air," pungkasnya.

■ R-01/penkostrad
© Copyright 2018 INFONEWS.CO.ID | All Right Reserved